BELOVED

BELOVED
Episode 51.


__ADS_3

Setelah satu minggu berlalu, Queen benar-benar menghindari pertemuan dengan Alex ataupun teman-teman Rey yang lain. Queen bahkan sangat jarang pergi ke kantin, gadis itu lebih memilih berada di kelas. Luna pun tidak bisa memaksa Queen untuk ikut ke kantin.


Ternyata bukan Queen seorang yang enggan bertemu Alex. Abangnya Rey pun begitu sama, Rey seolah mengibarkan bendera permusuhan dengan Alex. Ketika Alex ada Rey akan beralasan banyak kepentingan. Seperti saat ini Alex ke kantin bersama pacarnya yang baru saja masuk sekolah hari ini.


"Pacar lo lex?" Seloroh Nabil ketika Alex menggandeng seorang gadis menuju meja mereka tempati.


"Hmm iya," jawab Alex singkat padat.


"Kenalin gue Meldy Alana Meisie, kalian bisa panggil gue Meldy." Meldy menyodorkan tangan untuk berkenalan dengan keempat teman Alex, hanya satu cowo yang enggan menjabat tangannya, tatapan cowo tersebut juga keliatan dingin padanya maupun Alex.


"Bro gue ke ruang osis, ada urusan penting yang mau gue selesain," ujar Rey.


"Loh lo ga makan dulu Rey," balas Kei.


"Engga, gue masih kenyang." Jawab Rey, kemudian bergegas pergi entah kemana tujuannya dia tak tau, asalkan tak melihat Alex. Rey masih kesal dengan Alex karena sudah mematahkan hati princess nya.


"Rey ngapa ya gue perhatiin seminggu ini sensi banget. Tiap ada Alex pasti ada aja alasannya, kaya menghidar gitu. Lex lo gak lagi berantem kan sama Rey?" Tanya Nazril menatap Alex.


"Gaada, mungkin emang Rey lagi ada urusan aja. Udah jangan di permasalahin," kata Alex berbohong, padahal dia sangat tau mengapa Rey menjadi berubah, seakan enggan berdekatan dengannya.


Alex menarik kursi untuk Meldy duduk. Perlakuan Alex tak lepas dari pandangan Luna.


"Sial! Ternyata ini yang membuat Alesha sangat males pergi ke kantin, mungkin dia udah tau duluan kalau pacar kak Alex bakalan sekolah disini. Alesha juga kayanya mencoba melupakan Alex, sebab itulah dia memilih tidak pergi ke kanti agar tidak selalu bertemu Alex." pikir Luna berucap dalam hati.


"Uhukk..."


Suara batuk seseorang membuat langkah Rey berhenti tepat depan pintu kelas Queen. Cowo itu menoleh untuk melihat ke dalam kelas, ternyata sepi. Tetapi dia tetap berjalan mendekati kelas untuk memastikan bahwa di dalam benar-benar tidak ada orang.

__ADS_1


"Princess," panggil Rey, saat melihat Queen sendirian berada dalam kelas.


"Abang ngapain disini?" Tanya Queen menengok keluar jendela kaca memastikan tak ada orang yang berjalan sekitaran luar kelasnya selain abangnya.


"Kenapa ga makan ke kantin sama sahabat kamu? Malah sendirian di kelas," ucap Rey duduk di kursi sebelah Queen.


"Lagi ga pengen abang, maunya makan di kelas aja. Abang El kan sering ngingetin aku, kalau ga boleh jajan sembarangan," kata Queen.


"Hmm iya abang tau, tapikan kamu bisa makan bareng sama sahabat kamu di kantin daripada sendirian dalam kelas." Rey mengacak rambut Queen membuat gadis berubah cemberut.


"Ishh abang hobby banget ngerusakin rambut aku," kesal Queen menurunkan tangan Rey dari kepalanya.


"Mau abang suapin makannya," tawar Rey.


"Ga usah abang, mending abang keluar aja dari kelas ku, entar ada orang yang lewat malah menimbulkan kecurigaan," ucap Queen.


Rey sangat bersemangat menyuapi Queen, begitupun dengan dirinya sendiri ikutan makan bekal Queen. Keduanya tidak menyadari dibalik pintu kelas ada seseorang yang mendengar percakapan mereka, sekaligus memperhatikan kedua orang yang tampak mesra di matanya. Sehingga timbul rasa kecemburuan dalam dirinya. Tangan mengepal melihat kedua orang di dalam.


"Gue akan rebut dia! Dia milik gue." Gumam cowo tersebut menggeram, kemudian pergi dari tempatnya.


🥀


Jam pelajaran sekolah sudah berakhir, guru yang masuk juga sudah keluar dari dua menit yang lalu. Beberapa orang masih berada dalam kelas, Queen dan Luna sudah selasai menyimpan buku-buku yang akan mereka bawa pulang. Keduanya berjalan bersama menuju pos satpam menunggu jemputan disana.


Jemputan Luna selalu tiba lebih cepat dari jemputan Queen. Namun Luna menawarkan akan menunggu Queen sampai jemputan gadis itu juga tiba.


"Luna, kamu pulang saja duluan. Kasian sopir kamu sudah nunggu lama, aku engga papa sendirian, bentar lagi jemputan aku datang kok, " ujar Queen terpaksa berbohong demi kebaikan, agar Luna segera pulang.

__ADS_1


"Beneran tapi mobil jemputan lo bentar lagi datang," kata Luna memastikan Queen berkata jujur.


Queen mengangguk, "Beneran Luna, masa aku bohong." Ucapnya, padahal dia memang berbohong, paman Alvaro memang menjemputnya, namun saat di jalan ban mobil pecah, paman Alvaro terpaksa memanggil montir untuk mengganti ban mobil yang pecah, dan ya paman Alvaro sudah mengabarinya untuk menyuruhnya menunggu di dalam sekolah saja.


"Oke gue duluan, kalau ada apa-apa kabarin gue ya," pesan Luna sebelum masuk ke dalam mobil jemputannya.


Kini tinggal Queen menunggu paman Alvaro menjemputnya. Hampir 10 menit, namun mobil jemputannya belum kelihatan juga. Queen merasa seluruh badan tidak enak, kepala juga pusing. Queen memegang kepala yang berputar, tangannya meraba hidungnya saat merasakan ada sesuatu yang mengalir.


"Da..darah..."


Setelah menyelesaikan kalimat terakhir pandangan Queen langsung terlihat gelap. Sebelum tubuh tersentuh aspal, tangan seseorang lebih cepat menangkap tubuhnya.


"Hey! Bangunlah, kamu kenapa." Cowo tersebut menepuk pipi Queen, percuma saja mata gadis tetap tidak terbuka.


Cowo tersebut menggendong Queen, memasukan ke dalam mobilnya. Lalu menancap gas mobil, bergegas menuju rumah sakit. Darah di hidung Queen tidak berhenti mengalir, bahkan sampai terkena baju cowo yang menolongnya.


...🥀🥀🥀...


To be continue. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609


 


 

__ADS_1


__ADS_2