
Huan Tian duduk di tepi peraduan memandangi wajah cantik sang istri yang sedang duduk di meja hias.
"Besok kumpulkan para menteri," ucap Jia Li tanpa memandang Huan Tian.
Dahi Huan Tian berkerut. "Untuk?"
"Kau akan tahu besok, kau yakin saja padaku, maka kehidupan kita kedepannya akan adem anyem tentram," sahut Jia Li.
"Baiklah, aku juga tak terlalu perduli dengan mereka," ucap Huan Tian yang merebahkan tubuhnya.
"Oh ya apa yang kau lakukan dengan gadis dan keluarganya tadi?" tanya Jia Li.
"Untuk Meishu seperti yang kau inginkan dna untuk keluarganya telah ku ratakan semuanya, agar tak ada lagi yang akan membiuat Meishu dapat melawan kita," ucap santai Huan Tian.
Ya meskipun Huan Tian dan Jia Li ingin menghabisi Meishu jua tapi karena mahkluk yang tak berdosa di rahimnya, mereka jadi tak tega untuk itu.
Jia Li berjalan menuju peraduannya "Kau tak keluar?" ucap Jia Li yang hendak merebahkan tubuhnya juga, ya meskipun dia sudah tidur cukup lama, tapi tak bisa dipungkiri bahwa Jia Li memang doyan tidur.
"Tidak, ini kan kamarku juga," ucap Huan Tian yang kemudia duduk. Dia menarik Jia Li duduk di sampingnya. "Maaf, kau masih marah padaku?"
"Tidak, aku percaya padamu," jawab Jia Li.
Senyum merekah terbit di bibir Huan Tian.
Malam itu menjadi malam yang panas bagi mereka berdua sebelum besok berperang lagi dengan emosi.
...
Keesokan harinya, seperti yang di minta Jia Li, Huan Tian telah mengumpulkan semua para Menteri di aula rapat. Jia Li masih di balik layar yaitu di belakang singgasana Hun Tian.
__ADS_1
Terdengar riuh dari para Menteri yang penasaran kenapa mereka di kumpulkan, padahal tidak ada wacana untuk rapat pada pagi itu.
"Kalian pasti penasaran kenapa kalian dikumpulkan di aula rapat ini," Huan Tian terdengar menghela nafas panjang sebelum melanjutkan ucapannya. "Bukan aku yang akan memberitahu kalian, tapi seseorang yang spesial bagiku,"
Para menteri kebingungan dengan ucapan junjungan mereka ini.
"Keluarlah," panggil Huan Tian kepada Jia Li.
Jia Li dengan santai keluar dari persembunyiannya, yaitu dari balik singgasana Huan Tian kemudian dia duduk di sebelah Huan Tian.
Para Menteri terkejut melihat kehadiran seorang gadis yang tak diharapkan mereka. Mereka tahu jika gadis ini adalah Permaisuri yang sudah lama tidak menampakkan dirinya dimuka umum, bahkan para pelayan dan pengawal saja tak tahu keberadaanya karena terakhir mereka melihat saat resepsi pernikahan.
"Aku tak mau berbasa-basi di sini aku akan langsung bicara pada poin utamanya," ucap Jia Li. "Aku memberikan pilihan pada kalian, pertama kalian ingin kerajaan ini berjalan seperti ini, tapi dengan peraturan baru atau kedua kalian ingin pemerintahan kerajaan ini di hentikan," ucap Jia Li tenang.
Huan Tian tak menyangka jika ini yang di ucapkan Jia Li karena dia tak memberitahukan apa yang akan diperbuatnya. Tapi dia lega jika itu di lakukan oleh Jia Li karena dulu dia juga berfikir untuk mengakhiri pemerintahan ini, tapi karena ancaman para Menteri yang mengatasnamakan rakyat yang tak bersalah akan mendapatkan dampak buruk, jadi di mengurungkan niatnya, meskipun dia mampu untuk membuat para rakyat tak mendapat dampak buruk, tapi dia masih kurang dalam hal mengelola seluruh rakyat, tapi sekarang berbeda karena Jia Li yang mengaturnya, dia percaya jika Jia Li mampu mencari solusinya, dia tidak akan bertindak sembarangan jika tidak dengan solusi terbaiknya.
Para Menteri menahanamarah yang menggelora di tubuh mereka, karena mereka semua telah sangat bersusah payah untuk mendirikan pemerintahan di istana awan ini dan gara-gara seorang gadis pemerintahan kerajaan awan akan hilang, mimpi, batin mereka.
"Apa hak mu untuk memberi pilihan itu?" emosi yang amat sangat terlihat dari salah satu Menteri yang sudah tak dapat menahan emosinya. "Di hadapan kami ada seorang Raja untuk apa kami mendengarkanmu yang hanya seorang Permaisuri," lanjutnya.
Huan Tian meradang mendengar penuturan Menteri itu karena dia tak menghormatinya Permaisurinya berarti juga tak menganggapnya Permaisuri kerajaan awan ini.
"Apapun keputusan Permaisuriku maka aku akan setuju," ucap Huan Tian yang membuat Menteri itu bungkam.
"Kalian dengar yang diucapkan Raja kalian, maka pilihlah," kata Jia Li.
"Kami ingin pemerintahan kerajaan ini berjalan sebagaimana semestinya," ucap mereka yang memilih, daripada hilang pekerjaan.
"Baiklah kalau itu keputusan kalian dan untuk yang tidak memilih boleh keluar dari ruangan ini dan jadilah bangsawan biasa tanpa jabatan apa pun di kerajaan ini," putus Jia Li.
__ADS_1
Tidak ada yang keluar dari ruangan itu. "Baik tidak ada yang keluar, kalau begitu aku akan mengumumkan sistem pemerintahan baru dan akan menguak para oknum yang bersalah dan bagi yang membuat masalah akan langsung di adili di dalam ruangan ini,"
Wajah para Menteri pucat pasi karena mereka juga telah mendengar rumor tentang Jia Li yang merupakan gadis sadis.
"Pengumuman pertama yaitu, tidak di perboleh kan memiliki selir KHUSUS untuk Raja. Untuk yang lainnya maksudnya para Menteri maupun bangsawan dan rakyat biasa lainnya di perbolehkan asal tidak boleh lebih dari 3 perempuan dan juga mereka akan menjadi istri sah juga bukan hanya gelar selir saja hak mereka sama dengan istri utama atau istri sah pertama. kedua pajak rakyat akan dikurangi dengan memasukkan setengaj gajih para Menteri ke kas istana. Yang sel...," ucapan Jia Li di sela oleh salah satu Menteri yang tak terima dengan pengurangan setengaj gajih mereka.
"Kalian jangan coba-coba membodohiku, aku tahu jika gajih kalian itu lebih besar dari gajih para Menteri yang ada di kekaisaran maupum kerajaan lainnya, aku tahu jika kerajaan istana awan ini kaya, tapi jika hanya para Menteri yang menikmati hasilnya, untuk apa ada rakyat lebih bail di hentikan saja pemerintahan ini dan hasil dari kekayaan ini dan gajih kalian akan di berikan pada rakyat agar rakyat makmur," ucap Jia Li yang emosinya meledak tapi masih ditahannya.
Semua orang tak dapat berkata-kata lagi karena takut melihat kemarahan Jia Li.
"Ok sekarang aku lanjutkan keputusan selanjutnya, Kalian keluarlah," ucap Jia Li.
Keluarlah Minghao, Bird dan Dragon dalam bentuk hewannya yang memenuhi aula tersebut.
Para Menteri dan orang-orang bergidik ngeri merasakan aura tekanan yang mendominasi ruangan, karena di hadapan mereka ini merupakan hewan mitologi yang amat sangat bernahaya dan di incar para kultivator tingkat tinggi. Tak ada yang berani berkomentar lagi, Huan Tian pun menyerahkan segala kebijakan yang ingin ditetapkan Jia Li, toh dia tak perduli juga pemerintahan ini lanjut atau tidak yang terpenting tidak ada korban yang tidak berdosa.
"Aku akan menyebutkan siapa saja yang merupakan oknum yang merugikan kerajaan beserta bukti-buktinya," satu persatu Jia Li sebutkan oknum yang merugikan kerajaan dan di saat itu pula mereka meregang nyawa. Jia Li tidak memusnahkan sampai kekeluarga mereka, tapi Jia Li telah mengirim anak buahnya untuk memberitahukan kepada keluarga masing-masing dan memperingati untuk jangan membalas dendam jika tidak ingin mengalami nasib yang sama dengan kepala kelurga mereka.
•
•
•
•
•
Jangan lupa like, comments and vote ya...
__ADS_1
Happy Reading.