
Mereka pun berjalan menuju gerbang. Di sepanjang jalan banyak pelayan dan pengawal menyapa mereka.
Di gerbang sudah menunggu seorang pria tampan dengan pakaian berwarna hitam yang membuat kesan berwibawa dan tegas bagi yang melihat, dia adalah Yen Mo.
Ilustrasi Yen Mo
Ilustrasi Lily dengan cadarnya
Ilustrasi Min Jung
Ilustrasi Lin Sing.
Sekarang mereka sudah sampai di gerbang istana, karena banyaknya tamu yang datang mereka pun menunggu giliran mereka untuk masuk. Terlalu bosan di dalam kereta Lily memilih keluar.
"Huhhh, segar juga," kata Lily yang sudah di Luar.
Banyak pasang mata yang menatap kagum dengan kecantikan Lily meskipun dia menggunakan cadar tapi tak menutupi kecantikannya.
Di kereta urutan paling belakang atau yang baru tiba ada sepasang mata yang menampilkan senyum samar saat Lily.
"Akhirnya kita bertemu lagi," gumamnya.
Sekarang rombongan Lily dan semua tamu sudah berada di tempat dimana upacara pernikahan di selenggarakan. Mereka mengikutinya dengan khidmat. 2 jam upacara pernikahan pun telah selesai di lakukan oleh semua Pangeran, sekara acara untuk memeriahkannya.
Para tamu yang hadir memberikan hadiah bagi para Pangeran dan sekarang giliran Yen Mo dan barulah Lily.
"Maaf jika hadiah yang ku berikan tidak Bagus dan tidak semewah hadiah dari yang lainnya," kata Lily sambil membungkuk hormat.
"Tidak apa, asal itu dari mu kami menerimanya dengan senang hati," ucap Putra Mahkota Zho tersenyum.
"Terima kasih," ucap Lily sambil menyerahkan hadiahnya dan sempat-sempatnya dia mengedipkan sebelah mata pada permaisuri Putra Mahkota Zho yaitu temannya Xiao Lan mereka sudah lama tak bertemu dan di balas senyuman olehnya.
Acara pemberian hadiah selesai. Lily merasa bosan dengan acara selanjutnya dan dia memberi kode kepada Xiao Lan dan Mu Yue untuk keluar.
"Maaf Yang Mulia bolehkah hamba ke kediaman saya, saya merasa kurang enak badan," kata Xiao Lan meminta ijin pada Putra Mahkota.
"Baiklah, istirahatlah," jawab Putra Mahkota mengijinkan.
Sekarang mereka sudah di kediaman Anggrek yaitu halaman permaisuri Xiao Lan.
"Ahhh, Xiao Lan kami kengen," kata Lily seraya memeluk Xiao Lan.
"Iya kami kangen, kita tidak bisa berkumpul seperti biasanya lagi," kata Mu Yue cemberut.
__ADS_1
"Aku juga kangen kalian, benar kita tidak dapat berkumpul seperti dulu, tapi kalian bisa berkunjung ke kediaman ku kan," kata Xiao Lan.
"Bolehkah," kata Lily.
"Tentu saja boleh," ucap Putra Mahkota yang muncul tiba-tiba.
"Selamat datang Yang Mulia, apakah ada yang diperlukan?" tanya Xiao Lan sambil tunduk hormat dan di ikuti oleh Mu Yue dan Lily.
"Tidak, aku hanya ingin melihat permaisuriku tersenyum lagi," kata Putra Mahkota Zho.
"Ekhem, jangan bermesraan dihadapan yang jomblo dong," kata Lily.
"Iya nih, jangan begitu," kata Mu Yue menimpali.
"Kamu tu tidak jomblo, sebentar lagi giliranmu. Malangnya nasibku tak memiliki pasangan," kata Lily mendramatisir kan dir sendiri.
"Dengan siapa Mu Yue akan menikah?" tanya Xiao Lan terkejut begitu juga dengan Putra Mahkota Zho.
"Emm, dengan siapa ya kakak iparku," kata Lily sok berpikir.
"Jangan bilang dengan Jenderal Mo," kata Putra Mahkota Zho.
"Tanya aja sendiri," kata Lily. Lai halnya Mu Yue wajahnya sudah merah merona.
"Wahhh selamat ya Yue, akhirnya kau berhasil," kata Xiao Lan.
Mereka pun bercakap-cakap untuk menghilangkan kebosanan masing-masing, sedangkan Putra Mahkota kembali ke aula pesta untuk menemani para tamu.
"Dimana ya dia, dari tadi aku cari tidak terlihat," kata Pangeran Zhe. Ya Pangeran Zhe merupakan utusan dari kerajaan langit untuk menghadiri pernikahan di kekaisaran Qin.
"Salam pada Pangeran Biao Zhe, kenapa kau begitu, apakah sedang mencari seseorang?" tanya Yen Mo yang sedari tadi melihat tingkah Pangeran Zhe yang seperti mencari seseorang.
"Ahh, Jenderal Mo, aku hanya sedang mencari keberadaan Lily, kebetulan kau ada di sini, apakah kau tahu dimana dia?" tanya Pangeran Zhe.
"Ohh Lily, dia sekarang berada di kediaman Permaisuri Xiao Lan," jawab Yen Mo.
"Kenapa dia disana?" tanya Pangeran Zhe.
"Permaisuri Xiao Lan adalah teman Lily dan mereka sudah cukup lama tak bertemu, jadi mereka sedang melepas rindu masing-masing," jelas Yen Mo dan diangguki Pangeran Zhe mengerti.
Di kediaman Anggrek masih terlihat 3 sosok perempuan cantik yang sedang bercanda gurau kemudian datanglah Pangeran Ke3 Chen.
"Hay Lily sudah lama kita tak bertemu," kata Pangeran Chen yang tiba-tiba datang dan membuyarkan kesenangan mereka, karena Mu Yue dan Xiao Lan membungkuk hormat kecuali Lily.
"Ya sudah lama," kata Lily datar.
Di atas pohon nan rimbun dan tinggi terlihat lah seseirang yang mengenakan topeng emas yang merasa tak senang melihat pemandangan di depannya. Dia adalah Xia Leng yang selalu mengikuti kemanapun Lily pergi.
"Kenapa dia bisa ada di sini, dan kenapa juga harus orang yang sama," guman Xia Leng. "Dulu aku berhasil mendapatkannya dan sekarangpun harus berhasil," gumamnya lagi.
"Hormat hamba Yang Mulia, hamba ingin melaporkan bahwa sekarang kerajaan Awan sedang dalam keadaan kacau karena posisi Putra Mahkota kosong dan para menteri berlomba-lomba untuk mendesak Raja Xia mencari Putra Mahkota baru, karena anda sudah lama menghilang, jadi mereka menganggap anda sudah meninggal," jelas liu (pengawal pribadi Xia Leng).
__ADS_1
"Baiklah aku akan pulang," kata Xia Leng. "Dan untuk mu Lily tunggulah aku akan menjemputmu setelah aku naik takhta, meskipun kau tak mau, aku akan tetap membawamu," gumam Xia Leng dalam hati.
Di tempat Lily, mereka masih bercanda gurau.
"Heh kali ini, aku tak akan melepaskannya kakak," gumam Pangeran Chen.
Hari sudah beranjak malam dan para tamu mulai berpamitan untuk kembali ke kerajaan atau ke kediaman masing-masing.
"Hey Zhe," sapa Lily yang melihat Pangeran Zhe ingin menaiki kudanya.
"Ahh Lily, darimana saja kamua, ku sedari tadi nyariin kamu," kata Pangeran Zhe tidak jadi menaiki kudanya.
"Aku sedang menghabiskan waktu dengan teman ku," jelas Lily. "Oh ya dimana Putra Mahkota Meng, apakah tidak ikut?" tanya Lily.
"Iya, dia tak ikut karena mempersiapkan untuk pertandingan pemilihan Panglima minggu depan," jelas Pangeran Zhe.
"Ohhh, lalu sekarang kau akan langsung pulang?" tanya Lily.
"Iya, aku harus pulang untuk membantu disana," kata Pangeran Zhe.
"Baiklah, kalau begitu selamat jalan dan hati-hati," kata Lily dan dibalas anggukan oleh Pangeran Zhe seraya menaiki kudanya.
Lily melambaikan tangannya berdadah dan dibalas lambaian pula oleh Pangeran Zhe.
"Lily kita pulang juga," kata Yen Mo yang membuyarkan lamunan Lily.
"Oh ya baiklah, ayo," kata Lily.
Mereka pun menaiki kereta yang mereka pakai untuk pergi tadi.
*
*
*
*
*
*
*
BOSAN YA, MAAF JIKA CERITAKU MEMBOSANKAN.
Jangan lupa like, comments and vote ya
Thank You... 😘
Happy Reading
__ADS_1