
Lily masih mengagumi keindahan langit, tapi fokusnya teralihkan saat dia sudah tidak tahan dengan orang-orang yang selalu mengikuti mereka, tapi dia tidak ingin mengacau di tempat banyak orang ini jadi dia akan membiarkannya saja, toh dia akan pulang jiga malam ini, meskipun hari sudah sangat larut, tapi mereka tidak dapat bermalam karena ingin mempersiapkan untuk pergi ke pesta penyambutan pangeran ketiga yang akan dilaksanakan besok malam di istana.
"Ayo kak, sepertinya pesta nya sudah selesai, lebih baik kita cepat kembali karena mlam semakin larut," ajak Lily.
"Hehehe, tunggu saja kalian, jika berani keluar," kata Lily dalam hati dengan senyum mengerikan.
"Baiklah, mari kita kembali, Li Mu dan Li Min juga terlihat sangat lelah," kata Yen Mo.
Mereka pun kembali dengan menaiki kereta mereka.
Suara lolongan serigala terdengar di kesunyian malam yang gelap, orang-orang pun sudah tertidur lelap, kecuali 2 pria yang mengendalikan kereta kuda.
"Huaamm, kenapa berhenti?" tanya Li Min terbangun karena merasa kereta tak berjalan.
Dia membuka sedikit jendela.
"Siapa mereka? Kenapa mengelilingi kereta kami?" gumam Li Min.
Karena merasa aneh dia pun membangunkan orang-orang di kereta dengan pelan.
"Kak, kakak, bangun, ada yang aneh," kata Li Min berbisik.
"Hmmm, kenapa? Ada apa?" kata Li Mu yang masih mengumpulkan nyawanya.
Belum sempat Li Min mengatakannya lagi tiba-tiba ada beberapa pedang dan panah menancap di dinding kereta. Merka semua yang ada di dalam kereta terbangun dan langsung menghindar. Begitu juga di kereta para gadis, mereka sudah bangun sedari tadi karena merasa keanehan. Tapi lain halnya dengan Lily dia sedari berangkat hanya pura-pura tidur, karena dia merasa orang-orang ini pasti akan mengikuti mereka.
Yen Mo, Min Jung, Minghao dengan tiba-tiba menerobos keluar dan sudah menapakkan kaki mereka diatas tanah.
"Siapa kalian? Mengapa mengikuti kami? Saat keluar penginapan aku sudah merasa ada yang mengkuti kami, ternyata kalian," kata Yen Mo.
"Mau apa kalian?" kata Minghao.
"Kalian tak perlu tahu kami siapa, yang terpenting kalian akan mati di sini," kata Pembunuh yang di duga adalah ketuanya.
Pembunuh itu berjumlah sekitar 50 orang dengan menggunakan pakaian hitam dan penutup wajah.
Dikereta Lily.
"Bagaimana ini? Kita harus membantu mereka. Mereka pasti tak sanggup melawan mereka karena kalah jumlah," kata Mu Yue.
"Tenang dulu, kita lihat dulu, mereka bertiga tidak lemah," kata Lily.
Yang lain pun hanya mengangguk paham.
Kembali ke perkelahian antara tiga orang vs 50 orang.
__ADS_1
Yen Mo melawan mereka dengan tanpa ampun begitu juga dengan Min Jung dan Minghao, meskipun masing-masing mereka melawan 10 orang lebih mereka masih mampu bertahan.
Melihat kesempatan karena Yen Mo, Min Jung dan Minghao berfokus pada pertarungan mereka masing- masing, para pembunuh lain berinisiatif membagi tugas, sebagian ke kereta para gadis dan sebagian ke kereta para pria.
Mereka mulai masuk, Li Mu dan Li Min yang terkejut refleks melawan para pembunuh itu tapi kekuatan mereka berdua masih dibawah para pembunuh yang di perkirakan sudah mencapai tingkat menengah akhir sedangkan Li Mu di tingkat menengah tengah dan Li Min di tingkat menengah awal dan jumlah mereka juga 4 orang pastinya Li Mu dan Li Min kalah.
Tingkat kekuatan terbagi kepada 7 tingkatan
Tingkat dasar: awal, tengah, akhir
Tingkat pemula: awal, tengah, akhir
Tingkat menengah: awal, tengah, akhir
Tingkat tinggi: awal, tengah, akhir
Tingkat dunia: awal, tengah, akhir
Tingkat puncak: awal, tengah, akhir.
Tingkat alam semesta: -
Li Mo dan Li Min di seret keluar kereta dengan paksa.
Mu Yue dan Xiao Lan pada tingkat, menengah awal, Lin Sing pada tingkat menengah akhir dan Lily tidak ada yang tahu.
"Hey, kuat juga kalian ya," kata para pembunuh yang sudah mengelilingi mereka.
Terlihat tiga pemuda sudah kewalahan menghadapi para pembunuh, meskipun mereka berada pada tingkat tinggi menengah tapi lawan mereka tidak lah lemah rata-rata dari mereka sudah tingkat menengah akhir dan tinggi awal.
Saat Yen Mo lengah karena fokusnya terbagi Yen Mo pun mendapat luka sayatan di tangan kanannya.
Srett, "argh" ringis Yen Mo.
"Kakak/kakak," teriak Lily, Li Mu, Li Min dan Lin Sing.
Dan seketika di tangan Lily muncul pedang naganya yang sudah di ambilnya dari ruang dimensinya semenjak keberangkatan mereka.
Tanpa berkata lagi para gadis mulai melawan para pembunuh itu. Mu Yue, Xiao Lan, dan Lin Sing mengambil pedang para pembunuh yang sudah mati. Mereka melawan dengan ganas. Apalagi Lily dia berlari menerjang para pembunuh di sekitar Yen Mo yang kewalahan melawan karena tangannya yang terluka.
Sekali tebas kepala pembunuh terpisah dari badannya. Mata Lily berkilat merah, karena sangat marah. Dia membabi buta menyerang para pembunuh, sampai-sampai Yen Mo dan yang lainnya segera minggir. Para pembunuh yang menyandera Li Mu dan Li Min pun menyerang Lily. Sekarang Lily dikelilingi 10 pembunuh.
Saat para pembunuh menyerang secara bersama-sama Lily dengan mudahnya menghindar dan menebas satu-persatu kepala para pembunuh. Beberapa menit kemudian semua para pembunuh terkapar di atas tanah tak bernyawa.
"Keluar kalian," teriak Lily.
__ADS_1
Teriakan Lily membuat Yen Mo dan yang lain bingung. Tetapi tidak dengan orang yang bersembunyi di kegelapan. Mereka menyeringai dan keluar dari persembunyian.
"Hebat juga kau dapat mendeteksi keberadaan kami," kata pria yang menggunakan tudung.
Mereka berjumlah 5 orang menggunakan pakaian hitam, 4 menggunakan penutup wajah dan 1 menggunakan tudung.
Lily menyeringai dibalik cadarnya, karena mengetahui tingkat kekuatan mereka yang tak sebanding dengannya.
"Baru tahu kau," kata Lily sinis.
"Sombong sekali kau, mau mati saja masih sombong," kata salah satu dari mereka yang di duga seorang perempuan.
"Lily mereka kuat, lebih baik kita pergi dan jangan berurusan dengan mereka," kata Xiao Lan.
"Benar kak," kata Li Mu.
"Kalian semua tak akan bisa pergi dari sini," kata pria bertudung.
"Kalian tenang saja, aku yang akan membunuh mereka, kalian obatilah luka kalian, ambil pill ini dan pulihkan tenaga kalian, masuklah kedalam kereta, biar aku yang menghadapi mereka," kata Lily yang sebelumnya sudah mengambil pill di dalam dimensinya hanya dengan memikirkannya.
"Tapi Lily...," kata Yen Mo terpotong.
"Tidak akan apa-apa, aku akan membantu Lily," kata Minghao.
Mereka dengan terpaksa menuruti Lily dan Minghao.
Sekarang mereka berhadapan dengan kelima orang yang tak diketahui identitasnya sedang mengeluarkan hewan spiritual mereka masing-masing. Ada yang berbentuk ular, serigala, macan, harimau, dan singa.
*
*
*
*
*
*
*
Happy Reading
Next...
__ADS_1