Berpindah Dimensi

Berpindah Dimensi
BD (S2)


__ADS_3

Raja Biao tak percaya dengan apa yang terjadi dan dengan perubahan Jia Li puterinya yang lembut menjadi tegas.


Nuan menuntun Jia Li ke halamannya.


Sesampainya. "Wahh besar sekali halaman ini," kagum Jia Li


Nuan sebenarnya juga bingung dengan perubahan yang sangat kentara dari Jia Li ini, tapi dia tak berani bertanya.


Kembalinya Puteri Jia Li mneyebar ke seluruh istana tak terkecuali di halaman Mawar yaitu tempat tinggal Selir Mingmei.


Prankk


"Apa? Dia masih hidup, memang tak berguna pembunuh itu," marah Selir Mingmei yang melemparkan vas bunga di dekatnya.


"Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri Yang Mulia bahwa wajah Puteri kembali cantik," kata Niu (pelayan Setia Selir Mingmei).


"Bagaimana bisa?" marah Selir Mingmei. "Kalau begini aku harus mendekatinya lagi agar mudah meracuninya kembali," kata Selir Mingmei sambil tertawa.


Selir Mingmei tidak tahu bahwa Nuan mengetahui identitas yang menyuruh para pembunuh itu. Kemungkinan para pembunuh itu tak memberitahukannya.


Hari demi hari berjalan normal, Nuan sedikit demi sedikit menceritakan tentang kebiasaan Puteri Jia Li. Saat mendengar kebiasaan Puteri Jia Li, dia merasa kesal karena semua kebiasaan Puteri Jia Li ini dia tak bisa melakukannya, dia tak suka itu karena menyulam menari bermain musik dia tak bisa semua itu. Dengan perubahan puteri Jia Li yang sangat kentara Nuan sedikit bingung. Tapi Jia Li memberikan alasan


"Ahh maaf aku mungkin tak akan bisa seperti dulu lagi karena aku tak mengingat apapun kemungkinan itu yang mempengaruhiku," alasan Puteri Jia Li.


Nuan pun percaya dengan alasan Puteri Jia Li, dia oun mulai membiasaakan diri dengan hobi baru Jia Li yaitu berlatih pedang bernyanyi dan kegiatan yang sangt berkebalikan dengan Puteri Jia Li yang dulu.


Karena Putra Mahkota Meng dan Pangeran Zhe tak terlalu akrab dengan Puteri Jia Li karena sifatnya yang pendiam dan tertutup, jadi mereka tak terlalu sering berkunjung hanya sesekali saja mengingat Puteri Jia Ling adalah adik mereka jadi mereka tetap mengunjunginya. Puteri Jia Li tidak ingin mereka berdua tahu bahwa adik mereka yang sebenarnya sudah tiada, jadi dia bersikap tertutup dan pendiam juga, tapi hanya dihadapan mereka berdua. Belum waktunya mereka tahu.


Selir Mingmei sering berkunjung ke halaman Lavender yaitu tempat tinggal Puteri Jia Li dan hari ini juga seperti itu.


"Apakah kau sudah mengingat sesuatu?" tanya Selir Mingmei.


Puteri Jia Li menggeleng, dia berusaha bersikap tenang dia tak ingin Selir Mingmei tahu jika dia tahu bahwa Selir Mingmei yang berniat membunuhnya, dia ingin menunggu hasil penyelidikan ayahnya.


"Sayang sekali, kau harus banyak istirahat ya dan Niu bawakan teh dan cemilannya," kata Selir Mingmei.

__ADS_1


Niu pun menaruh secankir teh di hadapan Selir Mingmei dan Puteri Jia Li dan meletakkan cemilan di tengah.


"Minumlah teh ini, ini akan membuat pikiranmu tenang," kata Selir Mingmei.


"Terimakasih," ucap Puteri Jia Li. Dia pun mulai mencium aroma teh itu dan mendapati racun di dalamnya ini sudah yang ke 5 kali setiap Selir Mingmei datang dia selalu memberikan teh beracun. Puteri Jia Li tersenyum dan pura-pura meminumnya, tapi sebenarnya dia menumpahkan ke lengan bajunya.


Selir Mingmei tersenyum. "Biarpun kecantikan mu kembali tapi itu tidak akan bertahan lama dan aku akan mempengaruhi Yang Mulia Raja untuk membencimu," batin Selir Mingmei.


"Maaf Yang Mulia Selir, sudah waktunya Puteri untuk istirahat," ucap Nuan.


"Oh kalau begitu istirahatlah, aku akan pergi," kata Selir Mingmei.


Setelah kepergian Selir Mingmei Nuan langsung memberitahukan tentang maksudnya, karena ini bukan jam istirahat Puteri Jia Li.


"Puteri Yang Mulia Raja ingin bertemu anda," kata Nuan.


"Oh ini jadi kau membuat alasan itu, bagus kau semakin pintar. Aku akan menemui ayah kau pimpin jalan jangan sampai ketahuan oleh yang lain," kata Puteri Jia Li.


"Baik Puteri, silahkan ikut hamba," kata Nuan lalu berjalan dan diikuti Puteri Jia Li.


Sesampainya di depan pintu, Kasim yang menjaga langsung mempersilahkan Puteri Jia Li dan Nuan masuk.


"Salam ayah ada apa gerangan memanggilku?" tanya Puteri Jia Li.


"Ayah ingin membicarakan masalah tentang Selir Mingmei," kata Raja Biao menghela nafas lalu melanjutkan kata-katanya. "Kau benar Puteri bahwa Selir Mingmei lah pelakunya, jadi ayah akan menyerahkan semua keputusan kepadamu, dan setelah masalah ini selesai ayah akan mengadakan pesta kembalinya dirimu," kata Raja Biao.


"Lakukan seperti hukum yang berlaku saja, tapi sebelum itu aku akan membuka kedoknya di pesta ku," kata Puteri Jia Li dengan smirk nya.


Nuan dan Raja yang tak pernah melihat Puteri Jia Li seperti itu merasa aneh dan ada getaran ketakutan di dalam hati mereka.


"Baiklah terserah padamu saja," kata Raja Biao.


"Baik, kalau begitu kapan akan di laksanakannya pesta itu?" tanya Puteri Jia Li.


"2 hari lagi dan akan dilakasanakn selama 3 hari dan penduduk kerajaan langit juga akan di perbolehkan untuk melihat," jelas Raja.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu aku akan menyiapkan keperluan ku dan anakmu ini permisi," kata Puteri Jia Li.


"Silahkan, istirahatlah," kata Raja Biao.


Jia Li dan Nuan pun kembali ke halaman Puteri Jia Li.


Sesampainya di sana Puteri Jia Li meminta jangan sampai ada yang masuk ke kamarnya.


"Kau jagalah pintu jangan sampai ada yang masuk dan jika ada yang mencariku katakan saja aku sedang tidak enak badan," kata Puteri Jia Li.


"Baik Puteri," jawab Nuan.


Saat di dalam kamar Jia Li langsung mengganti pakaiannya dengan pakaian hitam dan memasang cadar yang senada dan di melompati jendela dan pagar di bekang kamarnya untuk pergi mencari beberapa orang untuk di jadikannya pengawal bayangan.


Puteri Jia Li tiba di jalanan yang ramai bisa di bilang seperti pasar. Dia berjalan perlahan di atas atap untuk mencari orang yang tepat.


Saat dia sedang memperhatikan orang-orang ada keributan yang tak jauh dari sana, saat Jia Li berjalan cepat langkahnya terhenti saat melihat seorang pemuda berlari karena sedang di kejar seseorang yang membawa pisau besar.


Jia Li mengikuti arah lari pemuda itu dan saat pemuda itu masuk kedalam gang sempit Jia Li yang bersembunyi di balik rumah penduduk langsung menarik dan menotoknya pemuda itu agar dia diam.


Orang yang mengejar berlari terus di rasa sudah aman Jia Li melepaskan totokannya dan Pemuda itu langsung menyerang Jia Li tetapi dengan mudah Jia Li menghindar.


°


°


°


°


°


Jangan lupa like, comments and vote.


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2