
Mendengar percakapan para warga yang bersuka ria. Lily pun menjadi penasaran.
"Permisi, malam ini ada acara apa ya, kok kelihatannya orang-orang begitu senang?" tanya Lily yang menghentikan perjalanan salah satu warga.
"Kau tidak tahu, malam ini akan diadatakan acara penunjukkan bakat bagi para calon pendaftar Panglima Perang," jelasnya.
"Ohh begitu, terimaksih atas pemberitahuannya," ucap Lily.
"Wahhh berarti malam ini akan menyenangkan," kata Mu Yue.
"Bisa dong kita main-main ma
lam ini," kata Lin Sing.
"Kalian jangan aneh-aneh ya," kata Min Jung.
"Ahhh, kakak Jung tak bisa di ajak bersenang-senang," kata Lily.
"Memangnya kalian mau apakl7mml?" tanya Min Jung lgi.
"Kami akan menyamar menjadi laki-laki dan ikut pertandingan," jelas Lily.
"Tidak boleh, itu berbahaya, kita tak tahu seberapa kuat mereka yang mengikuti pemilihan ini," jelas Min Jung.
Wajah ketiga gadis itu seketika cemberut.
"Tidak apa Jung, kami akan menjaga mereka dan kau juga ada kan, kita berempat akan menjaga mereka," kata Minghao.
"Huhh baiklah, tapi kalian jangan membuat masalah terutama kau Lily, aku bukannya khawatir padamu, tapi khawatir dengan lawanmu," kata Min Jung.
"Hehehe tenang, aku tak akan melukai mereka kok," kata Lily cengengesan.
Siang hari sudah berganti dengan malam seorang gadis yang menggunakan hanfu putih polos yang simple siap untuk keluar dari kamarnya. Saat di luar dia berpapasan dengan Mu Yue dan Lin Sing yang ternyata juga sudah siap, tinggal menunggu satu orang lagi yaitu Min Jung.
"Dimana kak Jung?" tanya Lily.
"Ohh dia sudah menunggu di bawah," jawab Lin Sing.
"Oh begitu, yuk kita susul," kata Lily seraya menggandeng tangan Mu Yue dan Lin Sing.
"Hay kalian sudah siap?" tanya Min Jung.
"Siap, yuk kita lihat pertunjukannya, nanti kita ketinggalan," kata Lily menarik tangan Mu Yue dan Lin Sing. Sedangkan Min Jung hanya menggelengkan kepalanya dan mengikuti dari belakang.
"Minghao, Bird, Dragon kalian keluarlah," kata Lily melalui batinnya.
Dan langsung saja mereka bertiga keluar.
"Yuk kita bersenang-senang," ajak Lily.
__ADS_1
"Yuk," kata Bird yang langsung meraih tangan Lily yang menggandeng tangan Lin Sing.
Mereka yang melihat hanya dapat menggelengkan kepala melihat perilaku kekanakan Lily dengan Bird. Mereka berjalan-jalan sambil melihat-lihat jualan para pedagang. Mu Yue, Lin Sing, Min Jung, Minghao dan Dragon hanya mengikuti dari belakang.
Sekarang mereka berada di samping panggung arena penunjukkan bakat para calon Panglima.
"Halo halo semua di sini kita akan melihat bakat-bakat dari para calon Panglima kita," kata pembawa acara.
Sorak-sorak para penonton bergemuruh.
"Ayo ayo siapa yang ingin menunjukkan bakat beladiri bagi para calon Panglima," kata Pembawa acara.
Dan dari para penonton ada dua orang pemuda gagah yang mengangkat tangan.
"Wahhh pemuda-pemuda tampan nan gagah ini adalah calon pertama yang akan menunjukkan bakat bertanding mereka," kata Pembawa acara. "Siapa nama anda berdua wahai pemuda gagah?" tanya Pembawa acara.
"Nama saya Anxi," ucapa pemuda di sebelah kanan.
"Nama saya Xinli," ucap pemuda di sebelah kiri.
"Baiklah, tak perlu basa-basi lagi kita lihat pertandingannya," kata Pembawa acara seraya menyingkir dari panggung.
Kedua pemuda itu saling memberi salam dengan membungkukkan badan masing-masing dan tangan saling menyatu di depan dada.
Pertandingan pun di mulai, gemuruh para penonton apalagi sorakan para gadis yang melihat pria tampan nan gagah siapa yang tak terkesima.
Pertandingan terlihat biasa saja, terlihat kekuatan keduanya seimbang, tapi sepertinya pemuda bernama Anxi lebih dominan karena dia tidak terlalu menggunakan tenaga dalamnya dia hanya menggunakan beladiri biasa, jadi tak menghabiskan banyak energi.
Pertandingan pun di menangkan oleh Anxi.
"Nah pemenangnya adalah Anxi," kata Pembawa acara sambil mengangkat sebelah tangan Anxi. "Selanjutnya siapa yang akan menantang Anxi," tanya Pembawa acara.
Pertandingan terus berlanjut, sampai-sampai kelompok Lily bosan menontonnya, karena tidak ada yang menarik dan hebat dari semua calon.
Merasa bosan mereka hendak pergi ditengah pertandingan tetapi terhenti setelah aura yang mereka rasakan mereka saling pandang dan menyeringai.
"Akan ada pertunjukkan yang menarik, kalian pakailah cadar ini," kata Lily sambil menyerahkan cadar yang dia munculkan.
"Kau benar Lily, baiknya kita mencari tempat yang nyaman untuk menonton dan memantau," kata Mu Yue dan di setujui oleh yang lainnya.
Sekarang mereka di atas pohon nan rindang yang letaknya di tepian jalan yaitu tempat strategis yang dapat melihat kearea pertunjukkan nantinya.
Selama 5 menit mereka menunggu pertunjukkan pun dimulai.
Para penonton maupun para warga berhamburan pergi, karena para bandit mulai menyerang daerah mereka. Sudah hal biasa bagi warga daerah situ di datangin para bandit yang tiba-tiba, tapi tidak bagi para pendatang.
"Selamatkan nyawa kalian," teriakan-teriakan para warga.
Clap clap Akgh
__ADS_1
Suara panah yang menancap pada beberapa warga yang berlarian. Suara jeritan, kesakitan menjadi suara malam yang awalnya sorak-sorak gembira.
"Lily bagaimana sekarang, haruskah kita turun?" tanya Yue.
"Baik, waktunya kita bersenang-senang, tapi aku tidak ingin melihat orang mati," kata Lily.
"Baiklah, kau obati warga yang terluka, kami akan menangani para bandit itu," kata Min Jung.
Mereka pun turun dan berpencar.
Lily mengobati para warga yang terluka dan membawa mereka ketempat aman. Serasa sudah tidak ada lagi yang terluka Lily pun mencari keberadaan yang lainnya. Tapi belum melihat sosok mereka Lily sudah di hadang para bandit.
Bandit yang datang berjumlah sekitar 50 orang.
"Hey gadis sendirian aja, ikut kami mau?" tanya bandit dengan penuh nafsu.
"Cihhh, tak sudi aku ikut dengan kalian para kecoa," kata Lily.
"Pedas juga lidahmu ya, tangkap gadis itu," kata bandit yang tadi.
3 orang bandit maju untuk menangkap Lily, tapi dengan mudahnya Lily mengihandari mereka.
"Cuman segitu kemampuan kalian," kata Lily mengejek. Sekarang Lily sedang berdiri di atap rumah warga.
"Tangkap hidup-hidup gadis," kata para bandit. "Dan setelah tertangkap kita bisa menyiksanya," timpal bandit lainnya.
Dengan cepat Lily dapat melawan dan mengalahkan para bandit, tapi tidak sampai membunuh mereka hanya mematahkan kaki tangan mereka.
Karena fokus Lily terbagi mencari Mu Yue dan lainnya dia tak merasa ada seorang bandit yang siapa menikamnya dari belakang, saat sudah sadar buru-buru Lily menghindar dan karena tak seimbang dia jatuh dari atap rumah warga yang lumayan tinggi.
"Ah kenapa badanku tak sakit," gumam Lily. Setelah itu dia membuka matanya dan bertemulah matanya dengan manik mata hitam tajam yang sedang menatapnya sambil memeluknya.
Karena terlalu asik dengan pandangan mereka masing-masing, mereka hilang fokus dan saat salah satu bandit ingin menebas seorang yang menolong Lily, Lily langsung tersadar dan menendang bandit yang berada di belakang Xia Leng. Ya dia Xia Leng yang menolong Lily saat hendak terjatuh dari atap rumah.
*
*
*
*
*
Jangan lupa like, comments and vote ya.
Happy Reading.
Next...
__ADS_1