Berpindah Dimensi

Berpindah Dimensi
Chapter 27


__ADS_3

Hari sudah menunjukkan tengah malam Lily dan Minghao sedang diperjalanan menuju kediaman Jedral Mo. Mereka berhenti disatu pohon yang tinggi dan rimbun seraya mengawasi pergerakan beberapa orang berpakaian hitam yang diduga pembunuh bayaran senyum licik tercipta dari mulut Lily.


Terlihat penjagaan sangat ketat di kediaman Jederal Mo, kemungkinan Jederal Mo sudah mengetahuinya.


Lily menggunakan kekuatan transparan yang membuat dirinya dan Minghao tak terlihat dia juga menyembunyikan kekuatannya. Mereka dengan santainya berjalan melalui pintu gerbang ke arah halaman Jederal Mo. Lily langsung masuk dan menghilangkan kekuatan transparannya.


"Lily kapan kau datang, aku tak menyadarinya," kata Jederal Mo berdiri menghampiri Lily yang diangguki oleh Ming Jun, Lin Sing, Li Mu dan Li Min yang ternyata berkumpul di kamar Jederal Mo.


"Baru saja," kata Lily cengengesan.


"Baiklah, ayo duduk," kata Jederal Mo.


Mereka duduk melingkar dan berdiskusi.


"Aku melihat mereka sedang mengintai di beberapa tempat di halamanku," jelas Lily dengan wajah yang mulai serius.


"Benarkah, kalau begitu ayo kita kesana," kata Jederal Mo marah dan mulai berdiri tapi ditahan oleh Lily.


"Tidak perlu kesana, aku sudah memasang jebakan, kita tunggu saja hasilnya besok, lebih baik kita istirahat, aku sangat lelah," kata Lily dengan mata mulai terpejam.


"Baiklah, kau istirahatlah di sini," kata Jederal Mo mengarahkan Lily ke tempat peraduannya.


+++


Dihalaman Lily banyak orang berpakaian serba hitam yang berjumlah sekitar 10 orang. Mereka sedang mengawasi orang-orang yang masuk kekamar Lily dan tak lama setelah mereka masuk mereka terlempar keluar tak bernyawa.


"Kenapa mereka bisa terlempar keluar dengan sudah tk bernyawa lagi," kata pembunuh bayaran A.


"Benar kenapa bisa begitu, aku akan mengeceknya," kata pembunuh bayaran B seraya masuk ke kamar Lily melalui jendela.


Taka lama dia juga terlempar dan sudah tak bernyawa lagi.


"Bagaimana bisa begini" kata pembunuh bayaran dengan geram.


Mereka yang tersisa bersama-sama masuk kedalam kamar Lily alhasil yang mereka lihat adalah hanya seekor burung kecil yang sangat imut yang bertengger di atas meja rias Lily. Mereka mulai medekati burung itu dan akan menyentuhnya dan tiba-tiba burung kecil itu berubah menjadi burung yang sangat besar memenuhi ruang kamar itu. Karena ruang kamar itu penuh dengan badan si burung para pembunuh terhimpit kedinding sampai tak bernafas lagi alias mati. Setelah para pembunuh mati mayatnya di buang begitu saja ke halaman. Burung besar itu taka lain adalah Luo Bird sang Phonex. Setelah tugasnya selesai Bird kembali kedalam dimensi Lily.

__ADS_1


Flashback


"Bird kamu ubah bentukmu menjadi burung kecil dan pergilah ke kamarku untuk mengecoh para pembunuh itu, saat mereka masuk ubahlah lagi bentukmu menjadi besar sampai memenuhi ruangan," perintah Lily.


"Baik, akan ku laksanakan," angguk Bird. Of


Matahari belum menampakkan dirinya, tetapi seorang gadis sudah terbangun dan duduk di kursi dekat jendela yang terbuka sambil menatap seorang pemuda yang sedang tidur tungkup di dimeja sebelahnya. Mereka tak lain adalah Lily dan Yen Mo. Mereka tidur sekamar, tetapi tidak tidur bersama ya... Lily tidur di peraduan milik Yen Mo, sedangkan Yen Mo dikursi dengan posisi telungkup diatas meja dan yang lain kembaly ke kamar masing-masing karena permintaan dari Lily tidak ada yang boleh mengawasi halaman maupun kamar Lily.


"Ehmm, Lily kau sudah mangun," kata Yen Mo dengan suara serak khas bangun tidur seraya bangun dari telungkupnya.


"Iya aku sudah dari tadi bangun nungguin kakak untuk melihat halaman dan keadaan kamarku," kata Lily.


"Baiklah, aku akan mandi dulu," kata Yen Mo seraya berjalan menuju pemandian.


Lily menunggu dengan senyum aneh yang terukir diwajahnya, dia memikirkan keadaan halamannya.


Tak lama Yen Mo telah siap dan mereka pergi ketujuan. Saat diperjalanan mereka bertemu dengan Min Jung dan Minghao yang ingin menjemput mereka berdua. Beberapa menit berjalan mereka sampai dipintu masuk halaman Lily. Disana sudah terlihat Lin Sing, Li Mo, Li Min dan para pelayan dan prajurit.


"Salam tuan, disini kami menemukan banyak mayat yang di duga adalah pembunuh bayaran," kata penjaga.


"Kalau begitu kalian bereskan semua mayat ini, jangan sampai tersebar sampai keluar," perintah Jederal Mo.


+++


Dibawah pohon besar nan rindang duduklah dua orang berbeda usia dan gender. Mereka menyesap teh sambil menikmati angin segar seraya memandangi pemandangan Indah yang tak akan membosankan jika dipandang terus menerus. Mereka tak lain adalah Kakek Lu dan Lily yang berkunjung ke dimensi kakeknya.


"Kakek kapan kita akan mencari orang yang dapat membantuku pulang je zaman modern?" tanya Lily.


"Jika kau ingin, hari ini bisa, tapi tak menjanjikan hari ini kita menemukannya," jelas Kakek Lu.


Awalnya Lily sangat antusias, tapi setelah mendengar kalimat terakhir semangat Lily memudar.


"pertama kali Kakek bertemu dia di hutan perbatasan kekaisaran Qin dan kekaisaran Zhao. Hutan ini bernama hutan bulan, kenapa disebut hutan bulan? Karena setiap malan hutan ini selalu disinari oleh cahaya bulan yang meneranginya saat malam," jelas Kakek Lu dan diangguki Lily karena paham, tapi dia ingin melihatnya, pasti Indah.


"Baik kek kita hari ini ke hutan bulan itu," kata Lily.

__ADS_1


Mereka keluar dari dimensi kakek Lu dan mulai pergi kehutan bulan dengan menggunakan kekuatan peringan tubuh.


Sekitar 1 jam mereka sampai di pinggiran hutan bulan. Karena masih siang jadi Lily tak bisa melihat apa yang diceritakan kakek lu, padahal Lily sangat ingin melihatnya.


Mereka berdua mulai memasuki hutan. Hutan ini tak segelap hutan angker pada siang hari karena pohon-pohon nya tak terlalu rimbun meskipun masih tinggi.


Mereka terus berjalan tak terasa hari mulai gelap, mereka terus berjalan sesekali beristirahat untuk mengisi perut mereka. Akhirnya mereka sampai dihutan lapisan ke 7. Hutan ini juga memiliki 7 lapis seperti hutan angker, yang membedakan disini tidak terlalu banyak binatang. Mereka berdua hanya sesekali melawan hewan buas dan menjumpai hewan kecil.


Dihutan bulan lapisan ke 7 ini mereka melihat sebuah gubuk yang sepertinya sudah lama ditinggalkan. Mereka memasuki gubuk tersebut dan lama mereka memeriksa gubuk itu dan.


"Lily coba lihat ini, sebuah surat yang sepertinya sudah lama sekali," teriak Kakek Lu yang berada di kamar memanggil Lily yang berada di luar kamar.


"Iya kek...tap tap tap... Mana kek," ucap Lily mengambil surat yang ada di tangan kakek Lu.


*


*


*


*


*


*


*


MAAF TYPO(S) BANYAK BERTEBARAN.


NAH HARI INI AUTHOR UP 2 CHAPTER, JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK.


Thank You.... 😇


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2