Berpindah Dimensi

Berpindah Dimensi
Chapter 45


__ADS_3

1 bulan pertama hubungan mereka masih baik-baik saja, tapi akhir-akhir ini sikap Dion terhadap Lily berubah, awalnya Lily dapat memakluminya karena menganggap Dion pasti sibuk, pasalnya dia adalah Ceo di kantor tempat Lily bekerja. Lily bekerja sebagai sekertaris dari Arga teman Dion. Sudah 2 minggu sikap Dion semakin hari semakin menjauhi Lily. Karena penasaran Lily mengikuti Dion pulang. Mobil Dion berhenti di sebuah restoran, Lily pun menghentikan taxi yang di naikinya.


Lily sekarang duduk di pojok, tak jau dari tempat Dion duduk, dia menggunakan syal untuk menutupi wajahnya. 10 menit menunggu datanglah seseorang yang ditunggu Dion. Lily terkejut saat melihatnya ternyata dia adalah Sonia mantan Dion yang dikatakan Dion mereka sudah putus dan tak akan pernah kembali berpacaran. Lily berusaha tenang dan mencoba untuk mengirim kan mesage kepada Dion. "Dion kamu sibuk gak, bisa kita makan malam bersama?" isi pesan Lily.


Ting, suara HP Dion berbunyi dan dia pun membukanya, saat dia membaca mesage dari Lily dia mengacuhkannya dan menaruh kembali HP nya.


Lily masih berpikir positif, tapi lama kelamaan obrolan mereka mengarah pada.


"Dion, kapan kita akan menikah?" kata Sonia.


"Nanti ya, aku akan memutuskan Lily dulu," kata Dion.


Tak terasa air mata Lily jatuh dari pelupuk matanya, dia tak menyangka bahwa dia hanya sebagai pengganti sementara. Lily pun pergi dari restoran itu tanpa di ketahui Dion dan Sonia.


Saat di dalam Taxi Lily mengirimkan pesan kepada Dion "Dion ku rasa hubungan kita tak dapat dilanjutkan lagi, lebih baik kita putus" isi pesan Lily. Lama Lily menunggu balasan mesage Dion tak kunjung ada. Lily pun pasrah dan melupakan Dion dan tak menghiraukannya lagi. Off


...


Lily berjalan terus tanpa arah, minghao yang merasa tertekan dengan aura Lily sedikit menjauh dan dia berkata.


"Lily apakah kau tak bisa menarik auramu itu, aku kesulitan bernafas," kata Minghao.


Lily pun sadar dengan perbuatannya.


"Ahhh maafkan aku Minghao aku tak sadar sudah mengeluarkan aura ku," ucap Lily dengan senyum terpaksa.


"Tidak apa, tapi kamu kenapa, tak biasanya kamu seperti ini?" tanya Minghao.


"Tidak ada apa-apa, aku hanya kesal. Sudahlah ayo kita bergegas pulang ini sudah sangat larut," kata Lily.


"Ayo naiklah ke punggungku," kata Minghao yang mengubah wujud nya menjadi Singa.


Lily pun naik ke punggung Minghao.


Sampai di belakang halaman Lily Minghao pun sampai di jendela awal Lily keluar.


"Lily kita sudah sampai," kata Minghao. Lama tapi tak ada sahutan. Minghao pun merubah dirinya menjadi manusia. Saat dia mengubah dirinya menjadi manusia refleks langsung menangkap Lily yang ternyata tertidur.


"Ternyata tidur, pantas saja tak ada sahutan. Aku sangat berterimakasih Lily, karena kau sudah menganggapku teman dan keluarga, aku akan berusaha melindungimu walaupun dengan nyawaku taruhannya," gumam Minghao.


Minghao pun membawa Lily masuk kekamarnya dan meletakkan Lily ke peraduannya. Setelah merasa sudah dia kembali masuk ke dimensi Lily.


*Keesokan paginya*


"Hoammm, ahh sudah pagi ternyata, ah aku sangat lelah, tapi aku harus melatih diriku," gumam Lily beranjak dari peraduannya dan berganti pakaian untuk latihan.


Lily keluar dari kamarnya menuju halamannya tempat biasa dia latihan. Disana terlihat 3 orang telah menunggu.


"lin Sing, Li Mu, Li Min kenapa kalian di sini bukankah latihan kalian telah selesai kemaren," kata Lily.


"Kami ingin terus latihan kak," kata Li Mu.


"Benar Lily, meskipun aku tak dapat naik tingkat lagi, tetapi aku ingin lebih menguatkan fisikku dan belajar kekuatan lainnya," kata Lin Sing.


"Baiklah, kalau begitu ayo kita lari sama-sama," kata Lily seraya berlari.

__ADS_1


Mereka berempat berlari mengelilingi kediaman Jenderal Mo.


Merasa sudah cukup berlari mereka oun beristirahat sebentar dan kembali ke kamar mereka masing-masing.


"Ahh pegalnya badanku, dan aku sangat lapar," kata Lily.


"Lily tuan memanggil untuk makan pagi bersama," kata Lin Sing.


"Baiklah," kata Lily.


Lily dan Lin Sing pun menuju ruang makan.


Disana sudah menunggu 3 pria tampan.


"Lily ayo cepat duduk, kita makan bersama," kata Yen Mo.


"Baik," kata Lily seraya duduk.


Saat makan hanya keheningan yang ada. Hanya suara piring dan sendok yang beradu.


Setelah selesai makan bersama.


"Ada yang ingin ku katakan pada kalian," kata Yen Mo.


"Katakanlah," kata Lily.


"Begini, kemaren saat aku ingin kembali ke kediaman aku dipanggil oleh kaisar ke ruang kerjanya dan mengajukan lamaran padamu untuk pangeran ketiga," jelas Yen Mo.


Lily yang sedang minum lalu tersedak, "Uhuk uhuk uhuk, aku tak mau," kata Lily.


"Pokok nya aku tak mau, kalau kakak masih memaksa, aku akan pergi dari kediaman ini," kata Lily marah.


Li Mu dan Li Min hanya mendengarkan percakapan Lily dan Yen Mo. Dan mereka saling pandang.


"Kita harus melakukan sesuatu untuk membantu kakak," kata Li Min dalam pikirannya. Seolah mengerti Li Mu mengangguk. Mereka berdua pun memilih keluar ruangan.


Saat sudah di luar.


"Bagaimana caranya kita menolong kak Lily?" tanya Li Min pada Li Mu.


"Entahlah, bagaimana kalau kita menemui pangeran ketiga," kata Li Mu.


"Boleh juga, tapi penjagaan di istana sangat ketat," kata Li Min.


"Kau tenang saja, kita tak perlu pergi, kita hanya perlu mengirim pesan untuk bertemu," jelan Li Mu.


Di tempat lain, yaitu di istana lebih tepatnyabdi sebuah gazebo, duduklah seorang pemuda tampan dia adalah pangeran ketiga Wu Chen, spertinya dia sedang melamunkan sesuatu hingga seekor elang hinggap dibahunya dan menyadarkan lamunannya.


Dia mengambil surat tang berada di kaki elang.


Isi surat


Datang lah ke hutan belakang istana.


"Siapa yang ingin bertemu denganku," batin Pangeran ketiga.

__ADS_1


Di hutan belakang istana.


"Kak apakah Pangeran ketiga akan datang?" tanya Lu Min.


"Entahlah," jawab Li Mu.


5 menit mereka menunggu dan sedang duduk santai hingga sebuah suara mengagetkan mereka.


"Wah, adik-adik kakak sudah bertindak lebih dulu ya," kata Lily yang datang tiba-tiba.


"Ahh kakak mengagetkan kami saja," kata Li Min.


"Hehehe, maaf, habisnya kalian gak ngajak kakak," kata Lily cemberut.


Di atas pohon yang tak jauh dari mereka berdirilah seorang pria tampan dia adalah pangeran Chen.


"Sudah selesai melihatnya, kalau sudah cepatlah kemari," kata Lily yang membuat duo Li bingung.


Sedangkan yang di atas pohon tersenyum dan turun menuju Lily dan duo Li.


"Jadi, kalian yang mengirim surat," kata Pangeran Chen.


"Bukan kakak tapi kami berdua," kata Li Min.


"Oh kalian, lalu apa gerangan ingin bertemu dengan ku?" tanya Pangeran Chen.


"Kami ingin membahas..," kata Li Mu terpotong oleh Lily.


"Biar kakak yang mengurus masalah ini, kalian kembali lah ke kediaman, dan melatih kekuatan yang sudah kakak kasih dan ajaklah kak Mu Yue dan Lin Sing," kata Lily.


"Baiklah kak, kami pergi," kata mereka berdua dengan lesu.


"Makasih sudah mau membantu kakak," kata Lily tersenyum.


"Itu sudah seharusnya kak, kalau begitu kami pergi dulu," kata duo Li dengan girang seraya pergi.


*


*


*


*


*


*


*


Jangan lupa like, comments and vote yang banyak ya.


Thank You


Happy Reading...😘

__ADS_1


__ADS_2