
Pandangan Jia Li menyiratkan kerinduan yang sangat dalam tak sadar matanya pun mulai berkaca-kaca
"Hey siapa kau, kenapa kau bisa masuk ke dimensi tuan kami?" tanya Bird marah.
"Huhh kalian ini tak mengenalku, aku Lily cuman tubuhku yang berbeda," kata Jia Li mendengus.
"Apa buktinya?" tanya White Dragon.
"Aku tahu nama kalian, kau White Dragon, kau Bird dan Kau Minghao hewan spiritual pertamaku," kata Jia Li.
Mereka bertiga bahagia dan masih ada keraguan juga tentang kebenarannya. Mereka mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Jia Li dan dengan mudahnya Jia li menjawabnya. Mereka pun mulai percaya dan kemudian Jia Li menceritakan tentang kenapa dirinya bisa berpindah tubuh.
Tak terasa matahari hampir tenggelam Jia Li pun kembali keistana kerajaan langit, sebelum itu dia bermamitan kepada penduduk istana bintang. Sedangkan Minghao Bird dan White Dragon ikut Jia Li dengan berada di dimensi liontin itu.
Sesampainya di halamanya Jia Li duduk di tamannya menunggu Huan Tian datang karena hari masih siang dan juga karena perbedaan waktu di istana bintang dan di dunia luar jadi hari pun masih siang di dunia luar.
Tak berapa lama Jia Li menunggu Raja Biao beserta Huan Tian datang.
"Puteriku kenapa sekarang kau terlihat berbeda?" tanya Raja Biao kepada Jia Li yang terlihat dari perubahan wajahnya semakin cantik auranya semakin kuat dan lainnya.
"Ah ayah aku seperti biasanya kok," kata Jia Li.
Huan Tian tersenyum dengan kembalinya kekuatan dewi kepada orangnya.
"Baiklah, taun Huan sudah menhatakan segalanya dan ayah tidak bisa mengambil keputusan apapun, karena kamu yang menjalani dan terserah padamu kamu ingin tinggal di istana awan bersama suamimu atau tinggal di sini, tapi jika kau tinggal di sini, kau akan berpisah dengan suamimu," jelas Raja Biao.
"Aku akan tinggal di sini saja ayah dan akan kembali ke istana awan jika urusanku sudah selesai di sini, tapi tenang saja aku akan sering berkunjung kesana kok dan sekarang pun aku akan kesana untuk merayakan pernikahanku dan memberitahu semua orang di istana awan," kata Jia Li sambil tersenyum misterius.
"Pasti ada sesuatu yang akan terjadi," batin Huan Tian yang melihat senyuman misterius Jia Li.
"Baiklah, tapi ayah tak bisa menemanimu kesana," kata Raja Biao.
"Kenapa?" tanya Jia Li sedih karena ayahnya tak ikut.
"Ayah tak bisa meninggalkan pekerjaan ayah karena dokumen menumpuk sampai ayah pun tak bisa tidur," kata Raja Biao.
__ADS_1
"Kakak Meng dan kakak Zhe mana? Apakah mereka tak membantu ayah?" tanya Jia Li.
"Mereka ayah tugaskan ke kaisaran Qin dan kerajaan Barat untuk mempererat persaudaraan dan kebetulan juga ada pernikahan puteri kerajaan Qin yaitu Puteri Qin Mei Lin, jadi ayah menguyus Putra Mahkota langsung," jelas Raja Biao.
"Kapan acara pernikahannya? Apakah kakak Meng sudh lama pergi?" tanya Jia Li.
"Dia baru pergi pagi tadi," jawab Raja Biao.
"Tian aku nanti saja ya ke istana bersamamu, aku ingin pergi ke kaisaran Qin dulu," pinta Jia Li.
"Puteri Jia Li bagaimana kau bisa meninggalkan suamimu seperti itu," tegur Raja Biao pada Jia Li.
"Tidak apa ayah, aku akan menemaninya ke kaisaran Qin juga," kata Huan Tian.
Raja Biao menghela nafas. "Baiklah terserah kalian saja, kalau begitu ayah pergi dulu ingin melanjutkan pekerjaan," kata Raja Biao yang akan pergi tapi di tahan Jia Li.
"Tunggu ayah, ambil ini," panggil Jia Li sambil menyerahkan botol porselin. "makan lah obat ini untuk memperkuat tubun ayah, nanti jika ayah kelelahan dan sakit bagaimana dan jangan lupa jangan terlalu begadang hanya untuk menyelesaikan pekerjaan sempatkan istirahat, aku akan meminta pada selir Lan agar merawat ayah," kata Jia Li.
"Baiklah baiklah anakku yang cerewet, cepatlah kalian pergi jika ingin menyusul kakakmu," kata Raja Biao.
Jia Li telah selesai mempersiapkan segalanya.
"Hati-hati di jalan," kata Raja Biao yang mengantar ke pergian Jia Li dan Huan Tian.
Mereka pergi menggunakan kereta yang di kawal oleh beberapa pengawal dan pelayan.
"Baik ayah, kalau begitu kami pergi," kata Jia Li dan Raja Biao menganggukkan kepala.
Mereka berusaha menyusul kereta Putra Mahkota Meng yang sudah terlihat. Karena kereta yang mereka kendarai lebih cepat karena permintaan Jia Li yang tak perlu istirahat dan hanya sekali saja berhenti untuk makan jadi kereta mereka dapat menyusul kereta Putra Mahkota Meng.
Jia Li turun dari keretanya dan kebetulan saat itu rombongan Putra Mahkota Meng berhenti untuk instirahat.
"Kakak," panggil Jia Li.
Putra Mahkota Meng mencari asal suara dan mendapati Jia Li yang sedang mengarah padanya.
__ADS_1
"Eh adik kenapa kamu di sini?" tanya Putra Mahkota Meng.
"Aku ingin ikut ke kaisaran Qin, kau tidak ngajak aku, aku kan ingin ikut, syukur ayah memberitahuku," kata Jia Li cemberut.
Huan Tian keluar dari kereta Jia Li, para pengawal dan pelayan dark rombongan Putra Mahkota Meng terkejut dan tak menyangka dengan kehadiarannya, banyak yang penasaran akan keterikutan Huan Tian apalagi berada di kereta yang sama dengan Jia Li. Semua orang tidak ada yang tahu dengan hubungan apa yang di jalani Huan Tian dan Jia Li mereka hanya tahu tentang kejadian di rapat itu.
"Salam tuan Huan," salam Putra Mahkkta Meng. Dia penasaran dan meminta penjelasan pada Jia Li karena takut bertanya pada Huan Tian langsung.
Jia Li mengerti maksud pandangan Putra Mahkota Meng pun menjelaskan.
"Dia juga ingin pergi ke kaisaran Qin jadi karena aku juga ingin kesana kami pun pengi bersama, kan," kata Jia Li menjelaskan sambil menatap pada Huan Tian. Tak mungkin kan jika ia mengatakan bahwa Huan Tian menemaninya untuk pergi.
"Benarkah, kalau begitu kita bisa pergi bersama-sama, dan maaf anda boleh ikut di kereta saya, kan tidak enak di lihat orang jika anda satu kereta dengan adik saya," kata Putra Mahkota Meng hati-hati.
"Benar kak, aku juga berpikiran seperti itu setelah bertemu kakak, kan tuan," kata Jia Li dengan wajah memelas.
"Baiklah," jawab Huan Tian dengan kesal tapi kekesalannya di sembunyikannya dengan wajah datar dan dinginnya itu.
"Tunggu saja nanti aku akan mengukummu istriku," batin Huan Tian tersenyum licik.
Tiba-tiba perasaan Jia Li yang sudah berada di dalam kereta merasa gelisah dan merinding. "Apakah ada yang membicarakanku," gumamnya. "Hihh sudahlah," Jia Li memilih masuk kedalam kereta dan tidur dia tak ingin bergabung dengan para lelaki karena pembicaraan mereka pasti tentang pekerjaan dan perang.
Setelah cukup lama beristirahat rombongan mereka pun melanjutkan perjalanan. Masih butuh waktu setengah hari lagi untuk sampai ke kaisaran Qin.
•
•
•
•
•
Jangan lupa like, comments and vote ya...
__ADS_1
Happy Reading