
Kepala Lily rasanya hendak meledah karena mendengar pertanyaan-pertanyaan dari dua pemuda disampingnya.
"Akhhh, sudahlah, kalian lebih baik pulang ke kediaman masing-masing, kalian di sini hanya menggangguku," kata Lily frustasi.
"Bagaimana bisa begitu istriku, suami ini hendak melayani istri," kata Xia Leng.
Mata Pangeran Chen melotot tajam menatap Xia Leng yang dengan entengnya memanggil Lily dengan sebutan istri.
"Kalian pergilah dan jangan panggil aku istri, aku bukan istri siapapun, jika kalian tak pergi, aku tak akan sudi lagi berbicara maupun bertemu dengan kalian," kata Lily.
"Ta...," belum sempat keduanya menjawab sudah di potong oleh Lily.
"Cepat," teriak Lily dengan geram.
Mereka berdua pun langsung pergi menghilang seperti terbawa angin.
Lily memilih berendam dan setelahnya dia keluar kamarnya dan turun kebawah untuk makan.
Dibawah sudah menunggu Min Jung, Lin Sing, dan Mu Yue.
"Selamat pagi," ucap Lily.
"Pagi, apakah tidurmu tidak nyenyaks, sampai matamu memiliki lingkaran hitam," kata Mu Yue.
"Benar, tidurku tidak nyenyak, karena ada nyamuk yang selalu bernyanyi di telingaku," jelas Lily sambil membayangkan kejadian malam dan pagi tadi. "Sudah lah, aku lapar sudah pesan?" tanya Lily.
"Iya sudah pesan tadi," jelas Lin Sing.
Beberapa menit kemudian pesanan mereka datang dan mereka makan dengan suka cita. Disela-sela makan Lily berkata.
"Setelah ini kita langsung ke kerajaan langit," jelas Lily.
"Baiklah," ucap mereka serempak.
.....
"Terimaksih untuk para warga yang sudah bersedia hadir untuk menyaksikan pemilihan Panglima perang kita," kata Kasim kerajaan langit yang membuka acara.
"Para pendaftar di persilahkan untuk mengambil nomor urut. Jika mendapat nomor urut yang sama maka dialah lawan duelnya," jelas Kasim.
"Bagi yang belum sempat mendaftarkan diri, maka boleh segera daftarkan diri anda," ucap kasim lagi.
Di bangku penonton sudah ada Lily dan yang lainnya duduk, mereka mencari tempat strategis untuk menonton.
Dan di bangku khusus yaitu di bagian tempat paling strategi ada Raja Biao kerajaan langit di samping kanannya ada permaisuri dan 2 selirnya, sedangkan di samping kirinya ada Putra Mahkota Meng, Pangeran Zhe, dan 2 pangeran lainnya. Kerajaan langit tidak memiliki Putri.
.....
"Untuk yang mendapat urutan pertama silahkan maju kedepan," ucap Kasim.
Mereka berdua saling memperkenalkan diri dan memberi salam. Setelah itu mereka mulai bertanding. Pertandingan terlihat seimbang, karena kekuatan mereka berada di tingkat yang sama yaitu di tingkat dunia awal. Pertandingan semakin sengit. Pertandingan cukup lama dan keluarlah pemuda bernama Bai Lu sebagai pemenang nya.
__ADS_1
Pertandingan dilanjutkan sampai peserta nomor urut terakhir, dia adalah Lily yang menggunakan pakaian pria berwarna hitam ditambah cadar hitamnya. Min Jung dan yang lainnya terkejut karena mereka melihat Lily berada di arena pertandingan, mereka tak tahu kapan Lily pergi mendaftar dan tak tahu kapan Lily tidak berada di samping mereka, karena terlalu fokus menonton.
Saat naik keatas panggung pertandingan orang-orang menganggap remeh Lily karena badannya yang kecil sedangkan lawannya berbadan tinggi besar berotot.
"Baiklah, tanpa berlama-lama, sebaiknya langsung saja dimulai," ucap Kasim.
"Salam namaku Lu Bai," kata Lily.
"Namaku Lan Xi," ucap Lan Xi dengan nada merendahkan.
Lan Xi mulai menyerang Lily, tapi Lily tak melawan balik dia hanya menghindar. Geram dengan perbuatan Lily yanh selalu menghindar Lan Xi berkata dengan sombongnya.
"Hey tuan kecil, lebih baik kau menyerah saja, jika hanya mempu menghindar, hanya membuang waktuku jika begitu," ucap Lan Xi merendahkan.
"Hehe, terimakasih sarannya tuan, tapi kau yang terlalu lemah, jadi aku kasihan jika aku mengeluarkan kekuatanku, kau akan langsung kalah, kan tidak seru," ejek Lily.
Lan Xi menggeram marah dan menyerang Lily membabi buta. Meskipun kekuatan Lan Xi hanya di tingkat dunia akhir, tapi dengan kekuatan fisiknya yang sangat kuat, tak menutup kemungkinan orang yang tingkat kekuatannya lebih tinggi dari nya akan kalah, tapi tidak dengan Lily, karena kekuatannya dengan Lan Xi terpaut sangat jauh.
Karena sudah bosan Lily pun menyudahi pertandingan dengan mengibaskan tangannya yang membentuk angin yang sangat kencang dan melemparkan Lan Xi sangat jauh dan dipastikan Lily lah yang menjadi pemenang.
"Zhe bukankah dia terlihat mirip dengan gadis yang menolong kita yaitu nona Lily?" tanya Putra Mahkota Meng bertanya pada Pangeran Zhe.
"Seperti nya benar, dia berkata akan datang, tapi sampai sekarang tak terlihat, kemungkinan memang iya, tapi kenapa dia menyamarkan namanya," kata Pangeran Zhe bingung.
Pertandingan berjalan terus sampai peserta hanya bersisa 3 orang termasuk Lily yang menyamar sebagai Lu Bai.
"Nah peserta kita tinggal 3 orang, karena pesertanya ganjil maka akan diadakan pertandingan langsung 3 orang, dan siapa yang mampu bertahan maka dialah yang menjadi pemenangnya," jelas Kasim.
"Kau benar," jawab menteri lainnya.
Sekarang ketiga peserta masing-masing memberi hormat dan tanpa aba-aba dua peserta lainnya langsung menyerang Lily, kemungkinan mereka sudah bekerja sama untuk mengalahkan Lily terlebih dahulu, tapi dengan tingkat kekuatan Lily yang tak terdeteksi mereka sangat waspada.
Dengan gerakan lincah Lily memberikan pukulan di masing-masing perut mereka dan mereka jatuh tersungkur dan mengeluarkan seteguk darah.
Karena sudah sangat kebosanan Lily langsung saja menghilang dari hadapan mereka dan dari hadapan semua orang.
"Kemana dia,"
"Mungkinkah dia dewa,"
"Jadi siapa sekarang yang menang jika dia tidak ada,"
Banyak kata-kata dari penonton yang menyaksikan menghilangnya Lily.
Sekarang Lily berada di dimensinya. Kenapa dia pergi? Karena dia tak ingin menjadi Panglima, dia hanya ingin menguji kekuatannya.
"Lily Lily," teriak Bird yang langsung merangkul pundak Lily.
"Hemmm," dehem Lily.
"Kami tadi lihat lho saat Lily bertanding. Tapi kenapa Lily pergi disaat terakhir?" tanya Bird.
__ADS_1
"Ahhh itu, aku tak ingin menang juga, jadi aku memberi kesempatan pada kedua orang lawanku tadi, kan tidak sopan jika aku sudah memenangkan pertandingan dan menolak posisi Panglima," jelas Lily.
"Benar juga, lalu sekarang Lily mau apa?" tanya Bird.
"Aku mau berendam," jawab Lily.
"Baiklah, silahkan," kata Bird.
"Emm, kalian pergilah, nanti setelah selesai kita makan bersama, aku yang masak," kata Lily seraya pergi.
"Yeay," sorak Bird seperti anak kecil kesenangan.
Badan Lily terasa pegal-pegal karena sedari pagi dia sudah dipusingkan oleh kedua pria yang bertengkar di kamarnya.
30 menit berlalu.
"Segar juga badanku," gumam Lily.
.....
"Nah makanan sudah siap. Dimana Dragon dan Minghao?" tanya Lily pada Bird.
"Kami di sini," jawan Minghao yang datang bersama Dragon.
Mereka pun makan bersama dengan saling bercanda gurau.
"Sudah lama aku tak mengunjunginya istana di hutan angker," kata Lily.
"Benar kau sudah sangat lama tak berkunjung kesana," timpal Minghao.
"Baiklah nanti setelah pulang dari kerajaan langit aku akan berkunjung kesana.
Tak terasa Lily sudah hampir setengah hari berada di dimensinya, pasti Min Jung dan yang lain mencari-carinya.
*
*
*
*
*
*
*
Jangan lupa like, comments and vote yang banyak.
Thank You.
__ADS_1
Happy Reading.