Berpindah Dimensi

Berpindah Dimensi
Chapter 32


__ADS_3

"Makasih" kata Lily.


"Huh apa?" kata Putra Mahkota yang sebenarnya mendengar apa yang dikatakan Lily.


"Makasih sudah mengusir para lalat itu," kata Lily.


"Lalat?" beo Putra Mahkota.


"Ahh tak masalah," jawab Putra Mahkota.


Mereka berdua pun berbincang-bincang dan sesekali Putra Mahkota terkejut dengan sikap Lily dan ucapannya. Dia tak memandang Putra Mahkota Zho sebagai Putra Mahkota Kekaisaran ini, tapi lebih seperti teman.


Lama mereka berbincang ada du orang gadia yang ragu-ragu mendekati Lily dan Putra Mahkota.


"H..h hay boleh kami duduk disini?" kata salah satu gadis, dia adalah Mu Yue.


Terlihat raut wajah Putra Mahkota berubah seperti biasanya yaitu datar dan dingin, berneda saat dia berbincang dengan Lily itu membuat para pengawal bayangan maupun di dekat situ yang melihat interaksi keduanya merasa tak habis pikir.


"Boleh Mu Yue," kata Lily yang membuat Mu Yue terdiam.


"L.. Lily," kata Mu Yue ragu-ragu. Pasalnya saat mereka bertemu di rumah makan Lily menggunakan cadar.


"Iya aku Lily masa tak kenal sih," kata Lily menampilkan senyumnya. Dan itu mebuat Putra Mahkota yang tepat didepannya merona. Bukan Putra Mahkota saja yang merona tetapi Mu Yue dan temannya juga merona.


"Benarkah, aku tak mengenalimu karena kau tak menggunakan cadar," kata Mu Yue dengan berbinar senang.


"Ayo kalian duduk, apa tak lelah berdiri," kata Lily sambil menepuk kursi di sebelahnya.


Mu Yue dan temannya tak berani duduk karena masih ada Putra Mahkota. Merasa paham akan situasi Putra Mahkota pamit.


"Lily, aku akan menemui kakakmu dulu," kata Putra Mahkota seraya berdiri dan pergi.


Setelah kepergian Putra Mahkota duduk lah Mu Yue dan temannya.


"Lily, dia teman yang ku ceritakan, namanya Xiao Lan Putri satu-satunya Menteri keuangan," jelan Mu Yue.


"Salam kenal Xiao Lan, nama ku Lily Mo panggi aja Lily," kata Lily yang mengulurkan tangannya.


Xiao Lan pun menyambut uluran tangannya dengan gugup, karena yang dilihat Lily Xiao Lan ini sedikit pemalu dan pendiam.


"Salam kenal juga, nama ku Xiao Lan," kata Xiao Lan dengan nada suara yang lembut.


Mereka berbincang-bincang dan mulai akrab. Baru Lily tahu sifat sebenarnya dari Xiao Lan yaitu jika seseorang yang dekat dengan nya maka sifatnya yang pemalu dan pendiam hilang berganti dengan sifat kocaknya.

__ADS_1


Dimana Minghao dan Min Jung? Jawabannya adalah di dekat Yen Mo. Mereka di minta oleh Lily untuk berbaur, awalnya mereka menolak tapi dengan paksaan dan persetujuan Yen Mo mereka berdua menyetujuinya.


Lily mengajak Mu Yue dan Xiao Lan pergi menemui kakaknya yaitu Yen Mo.


"Kak Mo, kak Jung, Minghao, perkenalkan temanku," kata Lily menarik Mu Yue dan Xiao Lan. Mereka berdua hanya tertunduk malu-malu khas perempuan anggun, tapi tidak tahu saja di dalamnya, karena setelah bertemu Lily mereka berbicara secara blak-blakan dengan acuh.


Ketiga pemuda itu berbalik mengarah Lily dan teman-temannya.


"Wahh adik kakak sudah punya teman baru ya," kata Jenderal Mo. Dan hanya di balas senyuman oleh Lily.


"Perkenalkan nama saya Mu Yue Putri ke 3 dari Perdana Menteri," kata Mu Yue dengan membungkukkan badanya ala putri.


"Namaku Xiao Lan putri Menteri Keuangan, salam kenal," kata Xiao Lan dengan membungkuk hormat seperti Mu Yue.


"Salam kenal juga. Mereka adalah Minghao dan Min Jung," kata Jenderal Mo memperkenalkan.


Minghao dan Min Jung membungkukkan badan mereka.


"Kalian harus hati-hati jika berteman dengan adikku ini, dia bisa berubah menjadi aneh," kata Yen Mo sedikit berbisik.


"Aneh," beo mereka. Mereka juga terkejut dengan sikap yang diperlihatkan oleh Jenderal Mo, pasalnya rumor yang mereka dengan tentang Jenderal kekaisaran Qin ini memiliki sikap dingin dan tak peduli dengan sekitar dan juga sadis saat di medan peperangan.


"A..aah, begitu," kata mereka kikuk.


Plak," kakak jangan meracuni pikiran temanku," kata Lily memukul pergelangan Yen Mo.


Lily memandang teman-temannya dan dapat Lily wajah merona Mu Yue saat menatap Jenderal Mo.


"Ha ha ha, ketemu," kata Lily dalam hati dan menampilkan senyum penuh arti.


"Baiklah karena suasana sedikit membosankan bagaimana kalau saya akan mengadakan pertunjukkan bakat dari para putri," kata Jenderal Mo lantang dan di angguki setuju oleh para tamu dan di sambut dengan antusias oleh para putri, pasalnya Jenderal Mo ini termasuk pemuda yang tampan di kekaisaran ini apalagi memiliki prestasi melimpah, gadis mana yang tak mau dengan nya kecuali Lily yang biasa saja, setiap kalai bertemu dengan pemuda tampan, seolah hatinya sudah ada yang punya dan tak dapat berpindah lagi.


Para putri pun bersiap-siap untuk menampilkan bakat mereka masing-masing. Ada yang menari, bernyanyi, membaca puisi dan lainnya.


Sekarang giliran Mu Yue yang menunjukkan bakatnya. Dia menunjukkan tarian.


"Mohon maaf jika tarian hamba tidak Bagus dan selamat menikmati," kata Mu Yue dengan anggun, sampai-sampai Lily mengira itu bukan Mu Yue, karena sangat terbalik dari perilaku sebelumnya.


Mu Yue mulai menari, tariannya sangat indah halus dan anggun semua memandang kagum, karena Mu Yue termasuk gadis tercantik di kekaisan ini.


Dengan lompatan akhir selesailah tariannya.


"Malam ini merupakan malam yang tak terlupakan bagi say. Saya harap kalian pun sama. Say sebagai tuan rumah dalam pesta ini mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas partisipasi dari para Putri. Dengan selesainya tarian dari Putri Mu Yue, maka berakhir pulan acara pesta ini," jelas Yen Mo.

__ADS_1


Acara selesai dan para tamu mulai pulang ke kediaman masing-masing.


"Kak aku sangat lelah," kata Lily yang melingkarkan tangannya di lengan Yen Mo.


"Kalau lelah kenapa tak istirahat?" kata Yen Mo.


"Aku akan istirahat, tapi semua ini...," kata Lily memandang aula.


"Tidak apa, kamu istirahat saja duluan, para pelayan akan membereskan semuanya dan kakakmu ini juga akan istirahat. Kalian berdua juga istirahatlah pasti kalian lelah," kata Yen Mo beraliha berbicara pada Minghao dan Min Jung.


"Baik tuan, kami akan istirahat, tapi sebelum itu kami akan mengantarkan Lily ke halamannya," kata Minghao.


"Baiklah, cepatlah istirahat," kata Yen Mo seraya pergi istirahat.


Mereka berpisah dijalan karena arah kamar mereka berbeda.


"Minghao gendong aku dong, aku sangatttt lelah," kata Lily lesu.


"Ah kamu lelah karena apa, ku lihat kamu hanya duduk," kata Minghao seraya berjongkok.


Lily pun langsung naik ke punggung Minghao.


"Aku lelah karena kebosanan," kata Lily yang memejamkan matanya.


Minghao dan Min Jung hanya menggelengkan kepalanya dan terkekeh.


"Ada-ada aja, aku tak pernah menemui perempuan yang tak suka dengan pesta," kata Minghao dan Min Jung dalam hati.


*


*


*


*


*


*


*


AKU HARAP KALIAN TAK AKAN BOSAN MEMBACA CERITA INI.

__ADS_1


Thank You... 😍


Happy Reading


__ADS_2