Berpindah Dimensi

Berpindah Dimensi
Chapter 47


__ADS_3

Li Mu dan Li Min bingung, mereka pikir keluarga Lily itu sangat jauh jadi mereka manggut-manggut saja.


Hari ini merupakan hari libur Yen Mo ke istana, dia menghabiskan waktu bersama ketiga adiknya dengan duduk di taman halaman Lily


"Kak kapan aku dapat kakak ipar nih, aku sudah tak sabah menimang keponakan," kata Lily.


"Iya kak, aku tak sabar juga," kata Li Min


"Iya, pasti mereka sangat lucu," kata Li Mu.


Lin Sing dan pelayan lainnya hanya tersenyum mendengar godaan Lily kepada Yen Mo.


"Apaan kalian ini, kakak saja belum menikah, bagaimana bisa kalian punya keponakan," kata Yen Mo.


Mereka berbincang-bincang dan berhenti saat seorang penjaga melapor.


"Lapor tuan dan nona, di depan ada nona Mu Yue berkunjung," kata Penjaga.


"Baiklah, persilahkan dia masuk," kata Yen Mo.


Penjaga itu pun pergi memberitahukan.


"Nah kah yang diatas mendengarkan permintaan kita dan datanglah kakak ipar kita," kata Lily dan di angguki duo Li.


"Kalian ini, jangan bicara sembarangan," kata Yen Mo.


"Salam Kak Mo, hay Lily, Hay Li Mu, Li Min," sapa Mu Yue.


"A..ahh..selamat datang," kata Yen Mo tergagap.


"Hay kakak ipar," kata Lily Li Mu dan Li Min serempak.


Pipi Mu Yue langsung memerah malu begitu juga dengan Yen Mo.


"Apaan sih kalian ini," kata Mu Yue dan Yen Mo barengan.


"Cieeee, kata-kata saja samaan dan barengan lagi, memang jodohkan, kan Li Mu Li Min," kata Lily menggoda.


"Ihhh Lily berhentilah menggoda kami," kata Mu Yue.


"Aku bukan bercanda aku hanya mengatakan faktanya," kata Lily berpura-pura serius.


"Kak Mo cepatlah lamar kak Yue, jadi kami akan cepat menimang keponakan lucu," kata Li Min yang di angguki Lily dan Li Mu.


Lagi lagi seluruh wajah Mu Yue dan Yen Mi kembali memerah bahkan sangat jelas terlihat.


"Ekhmm, ahh..b baiklah kakak akan mengajukan lamaran ke kediaman perdana menteri," kata Yen Mo yang langsung pergi karena sudah terlalu malu mengakui.


"Yeayyy berhasil," kata mereka bertiga sambil tos.


Mu Yue masih merasa malu tapi sambil tersenyum senang.


"Kakak ipar," kata Lily.


"Kakak ipar," kata Li Mu.


"Kakak ipar," kata Li Min.


Pipi Mu Yue semakin merah.


"Ihhh kalian ini, aku kesini bukan untuk mendapat godaan dari kalian, tapi ingin mengajak kalian ke kediaman ku," kata Mu Yue.


"Ahhhh, secepat inikah kau ingin mengajak adik iparmu ke kediaman mu untuk memperkenalkan calon adik iparmu," kata Lily menggoda.


"Iihhhh Lily, sudahlah aku pergi saja," kata Mu Yue cemberut seraya pergi, tapi dengan cepat Lily mencekal tangannya.


"Hehehehe maafkan kami, kami tak akan menggodamu lagi, katakan kenapa kamu ingin mengajak kami ke kediamanmu," kata Lily.


"Aku ingin menunjukkan pakaian yang kau gambar minggu lalu," kata Mu Yue.


"Apakah sudah jadi," kata Lily antusias. Ya Lily sangat menyukai menggambar gaun-gaun. Berhubung di sini jakam kuno jadi Lily menyesuaikan pakaian seperti di jaman ini.

__ADS_1


"Benar pakaian nya sudah selesai di jahit, ayo cepat ke kediaman ku," kata Mu Yue.


"Kakak kami tak ikut ya. Ini pembicaraan sesama perempuan kan, jadi lebih baik kami belajar saja," kata Li Mu.


"Baiklah, belajar yang rajin ya, kakak pergi dulu," kata Lily melambaikan tangan.


10 menit berkereta sampailah mereka di kediaman perdana menteri atau tempat tinggal Mu Yue.


"Lan ambilkn pakaian yang baru datang tadi," kata Mu Yue kepada Lan (pelayan pribadi Mu Yue).


"Baik nona," kata Lan seraya pergi.


"Kita duduk dulu, pakaian yang kamu mau juga ada," kata Mu Yue yang sudah duduk di kursi kayu di taman halamannya.


"Benarkah, aku tak sabar melihatnya," kata Lily.


"Non ini pakaiannya," kata Lan.


"Kesinikan....nah coba kau lihat Lily sangat Indah kan," kata Mu Yue.


"Benar sangat Indah, aku saja tak menyangka gambar yang ku buat jika di jadikan pakaian asli jadi seindah ini," kata Lily kagum.


"Nah ini punya mu," kata Mu Yue sambil menyerahkan pakaian untuk Lily.


"Kau berikan padaku," tanya Lily dan di angguki oleh Mu Yue.


"Terimakasih," kata Lily sangat senang.


"Bagaimana kalau kita coba," kata Mu Yue dan langsung diangguki Lily.


Mereka pun pergi ke kamar Mu Yue.


15 menit berpakaian mereka pun selesai. Sekarang Lily ingin.


"Mu Yue, kan pakaiannya sudah di pakai dan sangat cocok dipakai oleh mu, sekarang aku akan mendandani mu," kata Lily.


"Apakah kamu bisa mendandani?" tanya Mu Yue ragu.


"Baiklah," kata Mu Yue pasrah.


10 menit selesailah Lily mendandani Mu Yue



Ilustrasi pakaian dan dandanan Mu Yue.


***


"Wahh nona sangat cantik," seru Lan.


"Ahh, kamu bisa saja Lan," kata Mu Yue kepada Lan. "Nah sekarang giliranmu untuk ku dandani," kata Mu Yue kepada Lily.


"Eh eh aku tak suka dandan," kata Lily menghindar.


"Tidak bisa kau harus dandan hari ini," kata Mu Yue mendudukkan Lily di kursi meja riasnya.


"Baiklah, tapi jangan tebal ya," kata Lily pasrah sambil melepas cadarnya.


20 menit selesailah Mu Yue mendandani Lily.



Ilustrasi pakaian dan dandanan Lily.


***


"Wahh nona sangat cantik," kata Lan dan Lin Sing.


"Makasihh," kata Lily seraya ingin memakai cadarnya.


"Eh eh Lily jangan pakai cadar nya, biarkan saja seperti itu, kita kan tidak kemana-mana," cegah Mu Yue.

__ADS_1


"Baiklah," kata Lily.


"Salam nona, tuan besar memanggil anda ke ruang utama," kata pelayan perdana menteri.


"Baiklah, aku akan kesana, kau duluan saja," kata Mu Yue.


"Baik nona saya permisi dulu," kata pelayan itu.


Mu yue hanya menganggukkan kepalanya.


"Ayo Lily ikut aku bertemu ayahku," ajak Mu Yue.


"Baiklah," kata Lily.


"Jangan pakai cadarmu," kata Mu Yue.


"Iya iya, aku tak akan pakai cadar," kata Lily pasrah.


Mereka pun menuju keruang utama 5 menit sampailah mereka ke ruang utama.


"Nona Mu Yue dan nona Lily memasuki ruangan," seru penjaga.


Masuklah mereka berdua dan di ikuti pelayan masing-masing. Di ruangan sudah terkumpul semua keluarga Perdana Menteri dari permaisuri Perdana Menteri, selir dan kakak adik dari Mu Yue.


"Salam ayah, ada apa gerangan ayah memanggilku," kata Mu Yue.


"Salam Perdana Menteri," salam Lily.


"Selamat datang, ah bukankah kau adik Jenderal Mo," kata Perdana Menteri.


"Benar Perdana Menteri," jawab Lily.


"Bagus kalau begitu, ini sangat kebetulan," kata Perdana Menteri.


Lily dan Mu Yue bingung dengan perkataan Perdana Menteri.


"Duduklah kalian terlebih dulu," kata Perdana Menteri.


"Jenderal Mo memasuki ruangan," seru penjaga.


Lily dan Mu Yue terkejut dan langsung melihat kearah pintu masuk.


"Salam Perdana Menteri, maaf saya datang mendadak," kata Jenderal Mo.


"Tak apa, silahkan duduk," kata Perdana Menteri.


"Terimakasih Perdana Menteri," ucap Jenderal Mo.


"Nah apa gerangan Jenderal muda kita ini datang ke kediaman Perdana Menteri ini?" tanya Perdana Menteri.


*


*


*


*


*


*


*


IKUTIN TERUS YA CERITAKU


Jangan lupa kasih like, comments and vote yang banyak.


Thank You... 😊


Happy Reading.

__ADS_1


__ADS_2