Berpindah Dimensi

Berpindah Dimensi
Chapter 72


__ADS_3

Tanpa sadar mereka sudah betada di depan kediaman Lily


"Ahhh sampai, sekarang waktunya aku kembali ke kaisaran Qin," ucap Pangeran Chen.


"Secepat itu," kata Lily.


"Memangnya kenapa? Kau tak ingin aku pergi apakah sudah berubah pikiran?" tanya menggoda Pangeran Chen.


"Tidak aku tak akan berubah pikiran, pergilah," kata Lily kata Lily santai.


"Huhh baiklah, aku tak akan memaksamu, kau tak ingin mengunjungi kakakmu dan keponakanmu di kekaisaran Qin?" tanya Pangeran Chen.


"Lain kali saja, sampaikan saja pesanku kalau aku akan mengunjungi mereka kapan-kapan," Kata Lily.


"Baiklah, kalau begitu aku akan pergi dah," kata Pangeran Chen sambil melambaikan tangan dan tersenyum dan di balas Lily dengan hal yang sama. Sekejab Pangeran Chen menghilang dan muncullah Xi.


"Nona anda kemana saja selama beberapa hari ini, tuan mencari anda," kata Xi.


Lily mengerutkan keningnya.


"Beberapa hari, bukankah aku pergi baru pagi tadi," kata Lily bingung.


"Tidak nona anda sudah tak kelihatan selama 3 hari, terakhir saya melihat anda berada di desa, tapi setelah itu anda tidak kelihatan lagi," jelas Xi.


"Apa ini, aku merasa hanya sebentar berada di dalam kedai itu dan lagi kedai itu juga menghilang," batin Lily. "Benarkah Huan Tian mencariku?" tanya Lily mengalihkan pembicaraan.


"Iya aku mencarimu," kata Huan Tian yang dari datang dari atas.


"Salam tuan," ucap Xi dan dibalas anggukan oleh Huan Tian.


"Untuk apa kau mencariku, apakah ingin memberitahuku sesuatu mengenai batu suci itu?" tanya Lily.


"Benar aku ingin mengayakan tempat yang perlu kau periksa karena kemungkinan batu suci itu ada di tempat itu," jelas Huan Tian.


"Benarkah dimana itu aku akan pergi," kata Lily antusias.


"Aku akan menjemputmu malam ini dan kita akan pergi bersama," kata Huan Tian lalu pergi.


"Baiklah," gumam Lily. "Xi kau pergilah," kata Lily.


"Baiklah nona kalau begitu saya permisi," kata Xi dan di angguki Lily.


Lily masuk ke dimensinya.


"Lily kau darimana saja, selama 3 hari ini kami tak dapat berkomunikasi denganmu?" tanya Minghao.

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu saat aku masuk kesebuab kedai ku merasa hanya sehari tapi kata kalian aku sudah 3 hari tak dapat dihubungi kalian," jelas Lily.


Mereka pun berpikir apa maksud dari kejadian itu.


Lily meninggalkan mereka dan berendam menenangkan pikirannya. Dia selalu memikirkan maksud dari dia bertemu Huan Tian dan apa yang di temukannya dan juga keluarganya di dunianya dulu bagaimana nasib mereka, jika hal itu memang nyata maka dia harus secepatnya menemukan bati suci itu.


Malam sudah datang dan Lily sedang menikmati secangkir teh dan kue buatannya.


"Ahhh segarnya, jika ada es lebih enak," gumam Lily sambil menyesap tehnya.


"Hey kau sudah siap?" tanya Huan Tian muncul tiba-tiba di kursi samping Lily. Lily terkejut dan hampir menyiramkan teh yang ditangannya, tapi ditahannya setelah tahu yang datang adalah Huan Tian dengan menampilkan senyum manis.


"Tuan hari demi hari setelah bertemu nona jadi sedikit berubah," batin Xi yang melihat interaksi Huan Tian dengan Lily. Dia berada di bayang-bayang dan selalu menjaga Lily.


"Astaga, kau tak bisa datang tak seperti itu, jika aku memiliki penyakit jantung sudah dipastikan aku mati seketika," gerutu Lily sambil mengelus dadanya.


Suut. Jari telunjuk Huan Tian menempel di bibir Lily. "Jangan mengatakan itu," kata Huan Tian.


Deg deg deg. Jantung Lily berdegup tak karuan. "Apaan sih," kata Lily sambil menepis pelan tangan Huan Tian.


"Jangan mengatakan hal-hal yang berhubungan tentang menghilang maupun mati," kata Huan Tian serius.


"Iya iya, tidak akan lagi," kata Lily, tapi dia juga memikirkan bagaimana dia bisa pergi nanti.


"Yuk kita pergi sekarang," ajak Huan Tian.


"Ini dimana?" tanya Lily.


"Sekte macan putih," jelas Huan Tian.


"Darimana kau tahu jika batu itu ada di sini?" tanya Lily.


"Aku juga tidak yakin, tapi aku merasakan auranya pernah ada di sini," jelas Huan Tian.


Lily manggut-manggut mengerti dan mereka mulai masuk dan mencari keberadaan batu suci itu tanpa ketahuan oleh siapapun.


Di sekte macam putih mereka tak menemukan keberadaan batu suci.


Waktu berjalan 3 bulan sudah, mereka sudah mencari ketempat-tempat kemungkinan keberadaan batu suci. Sekarang mereka berada di gunung, tepatnya berada di di depan sebuah gubuk.


"Permisi apakah ada orang didalam," panggil Lily.


Tak ada sahutan Lily kembali memanggil tapi masih tak ada orang mereka duduk di teras gubuk itu.


"Lily aku periksa sekitar ya, mungkin ada orang," kata Huan Tian dan di angguki oleh Lily.

__ADS_1


Hari mulai malam tapi Huan Tian masih belum kembali saat Lily ingin mencari keberadaannya Huan Tian datang.


"Kemana saja kau?" tanya Lily.


"Maaf, tadi ada halangan sedikit jadi lama," Jelas Huan Tian. "Bagaimana ada kah yang datang, di sekitar tidak ada siapa pun yang ku lihat," lanjut huan Tian.


Lily menggeleng. "Tidak ada, aku rasanya sudah tak sanggup mencari lagi," kata Lily lesu.


"Benarkah kau akan menyerah, tapi apakah kau tak ingin kembali melihat keluargamu?" tanya Huan Tian.


"Aku tak tahu, aku bungung, kemungkinan aku akan menjalani hidupku di saja, membuat keluarg sederhana sampai akhir hidupku," jelas Lily.


Tanpa sepengetahuan Lily Huan Tian tersenyum.


"Aku akan mengunjungi keluargaku di kekaisaran Qin," kata Lily.


"Boleh aku ikut, aku ingin melamarmu dengan kakakmu," kata Huan Tian.


Deg deg deg. "Apaan kamu ini aku tak mengatakan membuat keluarga sederhana dengan mu," kata Lily lalu berlari meninggalkan Huan Tian, tapi di hati Lily sebenarnya senang karena dia juga merasakan suka dan nyaman di dekat Huan Tian.


Pagi hari Lily bersiap untuk mengunjungi keluarganya di kekaisaran Qin. Sebelum pergi Lily sudah memberitahu Lin Sing dan Min Jung dengan rencana nya ini dan Lin Sing ingin ikut, tapi karena dia sedang hamil Lily melarangnya dan meminta Min Jung selalu menjaga Lin Sing.


"Katanya mau ikut," gumam Lily yang tak melihat Huan Tian datang.


Dia membereskan keperluan perginya, karena perjalanan cukup jauh dan memerlukan waktu berhari-hari untuk sampai dia menyiapkan bekal pakaian ganti untuknya dan beberapa kantong koin yang sudah di ambilnya dari penyimpanannya di ruang dimensi.


"Apakah sudah lama menungguku?" tanya Huan Tian.


"Tidak aku juga tidak menunggumu dan jika kau ingin imut dimana barang-barangmu perjalanan cukup jauh lho," kata Lily mengelak.


"Tenang aku juga tak perlu banyak barang," kata Huan Tian.


"Ya ya ya manusia abadi," kata Lily.


*


*


*


*


*


Jangan lupa like, comments and vote

__ADS_1


Happy Reading


Next...


__ADS_2