
Tingkat hewan spiritual mereka paling tinggi yaitu menyamai tingkat Minghao saat pertama bertemu tapi sekarang kekuatannya meningkat sejalan dengan kekuatan tuannya yang meningkat.
"Minghao ubahlah wujudmu," perintah Lily.
Berubahlah Minghao pada bentuk singanya yang berwarna putih.
Yen Mo dan yang lain terkejut melihat perubahan Minghao apalagi Min Jung yang setiap hari selalu bersama Minghao.
"Ternyata dia hewan spiritual ynag kami temui di hutan," kata Yen Mo dan Min Jung dalam hati.
"Wahhh, kakak Minghao ternyata hewan spiritual tingkat tinggi, aku tidak menyangka," batin Li Mu dan Li Min.
...
"Wah wah wah, ternyata kau memiliki hewan spiritual tingkat tinggi, tapi kau jangan sombong dulu, kami berlima, sedangkan kau hanya sendiri, sudah dipastikan kami akan menang," kata pria bertudung.
"Haha, pemenangnya masih belum pasti pak tua," kata Lily.
Mendengar perkataan Lily mereka berlima marah dan segera menyerang Lily.
Mereka melawan secara bersama-sama, nampak kekuatan mereka tak sebanding karena Lily belum mengeluarkan seluruh kekuatannya dia hanya mengeluarkan 1/3 kekuatannya.
Dengan lincahnya Lily menghindari serangan-serangan dari kelima orang, sedangkan Minghao melawan kelima hewan spiritual. Pertarungan antara mereka sangat sengit. Min Jung dan yang lain ingin membantu tapi mereka pasti tak mampu melawan, malahan akan semakin menjadi beban Lily. 10 menit pertarungan berlangsung, karena merasa sudah bosan Lily pun mengeluarkan 1/2 kekuatannya itu sudah cukup untuk membunuh mereka.
"Membosankan," kata Lily.
Marah mereka berlima pun menyerang Lily dengan amarah yang memuncak, tapi dengn mudahnya Lily menghindari dan
Srett srettt, bugh bugh akghr.
Semua mati dengan kepala terpisah dari badannya. Kelima hewan spiritual berhenti melawan Minghao dan memilih tunduk dengan Lily.
"Tuan, terimakasih sudah membebaskan kami dari para manusia biadab itu," kata macan.
"Iya, kami sangat berterimakasih, dan bolehkah kami menjadi hewan kontrak anda?" kata Serigala.
"Sama-sama, tapi bukankah kalian baru bebas, tidakkah kalian ingin bebas tanpa tekanan?" kata Lily.
"Iya tuan, tapi kami bersedia menjadi hewan kontrak tuan," kata harimau.
"Sebenarnya aku tak ingin mengontrak kalian, tapi jika kalian berminat, kalian bisa menjalin kontrak dengan adik dan temanku," tawar Lily.
"Boleh tuan, kami bersedia," jawab para hewan serempak.
"Li Mu, Li Min dan kalian semua keluarlah," panggil Lily.
Mereka yang berada di dalam kereta pun keluar dan berjalan kearah Lily.
"Ada apa kak?" tanya Li Mu.
"Apakah kalian ingin hewan spiritual untuk hewan kontrak kalian, mereka ingin di kontrak oleh kalian," kata Lily.
"Mau mau," kata Li Min dengan mata berbinar.
"Nah kalau mau pilih lah sesuai kekuatan kalian, Mu Yue, Xiao Lan dan Min Jung pilih lah juga," kata Lily.
"Baik," kata mereka serempak.
"Untuk kak Mo nanti ya karena dari kelima hewan ini tak ada yang cocok dengan kakak, nanti akan ku carikan," kata Lily dengan senyumannya yang manis.
__ADS_1
"Baiklah, kakak akan menunggunya," kata Yen Mo seraya mengelus pucuk kepala Lily.
"Kakak kami sudah memilih dan nenjalin kontrak," kata Li Min yang di angguki yang lain.
Li Mo: macan
Li Min: harimau
Min Jung: singa
Mu Yue: ular
Xiao Lan:serigala
Para hewan kontrak masing-masing berubah menjadi kecil kebentuk normal.
"Baiklah kalau begitu kita lanjutkan perjalanan. Minghao ubahlah wujudmu dan kendalikan kereta kami," kata Lily.
"Aku akan mengendalikan kereta kami," kata Min Jung.
Mereka pun melanjutkan perjalanan yang tertunda.
Sebelum sampai di kediaman Jenderal Mo, mereka terlebih dahulu mengantar Mu Yue dan Xiao Lan.
Setibanya di kamar masing-masing, mereka langsung tertidur, karena kelelahan sehabis berkelahi.
...
"Lily, bangun, hari sudah siang," kata Lin Sing membangunkan Lily.
"Hmmm, sebentar lagi," kata Lily yang masih memejamkan matanya.
"Bukankah pestanya malam hari, kenapa sekarang bersiapnya?" tanya Lily yang masih memejamkan mata tetapi sudah duduk ditepi peraduannya.
"Iya tapi, kita harus harus datang lebih awal, karena permintaan Putra Mahkota," jelas Lin Sing.
"Bagaimana Lin Sing, apakah Lily sudah bangun," tanya Yen Mo yang mengagetkan Lin Sing.
"Ahhh, selamat pagi tuan," salam Lin Sing dan mengarahkan pandangannya kearah Lily yang masih memejamkan matanya sambil duduk.
Tak, jitakan pelan yang didaratkan Yen Mo di kepala Lily.
"Ahhh, sakit tau, iya iya ini bangun. Apakah air mandi ku sudah siap?" kata Lily yang sudah berdiri.
Yen Mo terkekeh melihat kekesalan Lily dan dia pun langsung pergi.
"Sudah Lily," kata Lin Sing.
30 menit Lily berendam, tapi sempat-sempat aja dia tidur di kolam.
"Lily kamu mau pakai pakaian yang mana?" tanya Lin Sing sambil menenteng 2 pakaian.
"Pilihkan pakaian berwarna putih saja, dan juga carikan cadar yang senada," kata Lily yang sangat malas.
"Baiklah, kalau begitu yang ini dan cadarnya...ini," kata Lin Sing menaruh pakaian dan cadar dibataa perduan Lily.
Beberapa menit kemudian Lily selesai mengenakan pakaiannya yang dibantu Lin Sing dan berdandan sendiri sambil Lin Sing menata rambutnya.
Mereka pun keluar dan menuju tempat bertemu. Terlihat di pintu gerbang sudah ada Li Mu, Li Min, Yen Mo dan Min Jung menunggu.
__ADS_1
Dimana Minghao?
Setelah jati dirinya diketahui dia memilih berdiam di dalam dimensi Lily bersama White Dragon dan Bird.
Tentunya yang lain bertanya kemana Minghao, tapu Lily memberi alasan kalau minghao sedang bermeditasi, belum saatnya mereka tahu tentang keberadaan dimensi Lili.
"Mari kita berangkat," kata Yen Mo yang sudah menaiki kudanya dan dikuti oleh Min Jung, sedangkan Lily dan yang lainnya menaiki kereta.
Perjalanan menuju istana hanya memerlukan waktu 1 jam perjalanan santai.
Karena merasa bosan dan kantuk yang masih belum hilang Lily memilih untuk tidur, yang lain dapat memahaminya, pasalnya saat perkelahian Lily lah yang banyak menguras tenaga.
Rombongan Jenderal Mo pun sampai dan disambut oleh para penjaga.
"Selamat datang Jenderal," kata para penjaga dan dibalas anggukan oleh Yen Mo.
Yen Mo dan Min Jung pun turun dari kuda masing-masing dan menyerahkan tali kuda kepada penjaga.
Beberapa menit mereka menunggu yang di dalam kereta keluar, tapi tak ada satu orang pun yang keluar.
Bingung, Yen Mo pun membuka tirai jendela kereta. Terlihat lah Kin Sing.
"Lin Sing kenapa kalian tidak keluar?" tanya Yen Mo.
"I..ini tuan, nona Lily masih tidur," jawab Lin Sing.
"Apa? Tidur, kalau begitu kau keluarlah dulu" perintah Yen Mo.
"Baik tuan," kata Lin Sing seraya turun dari kereta.
"Kalian keluar duluan," pinta Yen Mo kepada Li Mu dan Li Min.
"Baik kak," ucap mereka.
Yen Mo menepuk pelan pipi Lily.
"Hey bangun, puk puk, Lily bangung," panggil Yen Mo seraya menepuk pelan pipi Lily. Merasa tak ada hasil, Yen Mo pun berbisik di telinga Lily.
"Lily cepat bangun, kediaman kita kebakaran," bisik Yen Mo.
"Kebakaran??? Kebakaran...ayo cepat kita padamkan," kata Lily yang masih setengah sadar.
*
*
*
*
*
*
*
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan membeli like, comments and vote.
Thank You... 😘
__ADS_1
Happy Reading.