
Sudah 2 bulan berlalu Lily tinggal di dunianya. Seperti yang di katakan kakek itu dan juga ramalan keluarga Lily meninggal karena dibantai oleh seseorang yang tak di kenal Lily. Dia terlambat datang dan akhirnya hanya melihat mayat keluarganya yang sudah terbujur kaku, sama seperti yang diramalkan.
"Hah aku harus ngapain di sini, keluargaku sudah tidak ada di sini dan aku masih punya keluarga di dunia itu apakah aku harus kembali," gumam Lily. Dan huek huek, "Ahh perutku tidak enak nih," lanjutnya. Dia pun masuk kerumahnya.
Satu minggu di selalu mual dan dia mencek ke dokter dan hasilnya ternyata dia hamil.
"Apakah ini takdirku memang harus berada di dunia itu," gumam Lily. "Aku merindukanmu dan maaf sudah marah padamu," gumam Lily. "Tapi bagaimana caranya, apakah aku harus mencari goa, tapi dimana ada goa di sini," lanjut Lily.
Satu minggu berlalu percarian Lily tentang goa, dia menemukan goa tapi bukan goa yang di carinya. Ditengah-tengah keputis asaan Lily bertemu dengan seorang kakek yang ingin menyebrang jalan.
"Kakek mau saya bantu," ucap Lily.
"Boleh cu," kata Kakek itu.
Di tengah jalan ada mobil yang melaju dengan cepat, mobil itu sudah sangat dekat, Lily mendorong kakek itu dan membiarkan dirinya tertabrak.
"Maaf kan ibu nak tak bisa melahirkanmu di dunia ini," gumam Lily sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.
"Uhuk uhuk uhuk, apakah aku sudah di akhirat?" gumam Lily. "Tapi masa akhirat seperti ini rumah eh bukan tapi gubuk yang jika ada angin besar langsung roboh," gumam Lily.
Lily melangkah keluar dan di dapat in ya seorang kakek tua dengan rambut dan janggutnya sudah memutih semua.
"Eh cu kau sudah bangun?" kata Kakek menghampiri Lily.
"Kekek, apakah kakek yang waktu itu ingin tertabrak, apakah kakek juga meninggal?" tanya Lily.
Petak, jitakan yang dilayangkan di kepala Lily.
"Auuu sakit kek," kata Lily.
"Sakit? masa orang mati merasa sakit?" tanya Kakek itu.
"Iya ya kakek benar, lalu apakah aku masih hidup? Tapi kenapa aku di sini dan penampilan kakek juga berubahhh," kata Lily ragu-ragu dan melihat pakaian yang di gunakannya.
"A apakah aku melintasi waktu lagi?" tanya Lily.
"Ya... Sebut saja kakek, kakek Hu, kakek sebenarnya kesana ingin menjemputmu karena permintaan kakek Heng," jelas Kakek Hu.
"Kakek Heng adalah kakek yang memberitahumu cara kembali ke duniamu," jelas Kakek Hu.
__ADS_1
"Ohhh, lalu bagaimana aku bisa sampai ke sini?" tanya Lily.
"Sebenarnya sudah putus asa karena kau meninggal saat itu, tapi setelah aku kembali ke sini aku menemukan seorang gadis yang tergeletak di hutan dan saat ku cek roh mu masuk kedalam tubuh gadis itu dan jadi lah kau sekarang gadis yang umurnya sekitar 16 tahunan," jelas Kakek Hu.
"Jadi aku berpindah tubuh, wahhh ini mirip sekali seperti novel-novel yang ku baca," bukannya sedih dia malah senang.
Kakek Hu bingung dengan gadis di depannya ini bukannya sedih malah senang.
"Aku bisa memulai hidup baruku sekarang," gumam Lily. "Ohh ya kek bagaimana dengan kekuatanku, apakah ikut denganku?" tanya Lily.
"Ikut, tapi masih tersegel karena racun pada tubuh gadis ini," jelas Kakek Hu.
"Huhh benarkah, lalu bagaimana aku bisa menyembuhkannya, ah bukankah aku memiliki kekuatan penyembuh dan pengetahuan obat," gumam Lily. "Kek bagaimana dengan kemampuan lainnya?" tanya Lily lagi.
"Tubuh gadis yang kau tempati ini sangat lemah dan sepertinya gadis ini bukan orang biasa, sepertinya dia bangsawan, dan kemampuanmu bisa dikembangkan lagi, tapi kekuatan yang memang ada pada tubuhmu semula seperti memunculkan suatu barang tidak ada lagi karena kau berpindah tubuh," jelas Kakek Hu.
Lily mendengar itu merasa sedih, tapi meskipun tidak ada ilmu itu tapi kan masih ada kekuatan lainnya dan hanya bisa di kembangkan lagi dan meskipun kekuatan Dewi Semesta juga tidak ikut, yaa tak apa, Lily bisa memulainya dari awal lagi di sini.
Hari hari berlalu Lily beraktifitas seperti biasanya, berlatih mencari herbal dan lainnya. Kakek Hu akan membantu segala latihan Lily dan juga sekarang racun pada tubuhnya sudah hilang dan dia juga sudah mencapai tingkat tinggi di tahap menengah.
Sekarang sudah 1 bulan Lily berada disini dan hari ini rencananya Lily akan kehutan untuk mencari herbal lagi, karena kakek Hu akan menjualnya di pasar.
"Kek aku pergi dulu ya," teriak Lily.
Lily mencari tumbuhan herbal di hutan terdekat gubuk yang di tinggalinya, karena dia tak berani pergi jauh karena dia takut kesasar.
Saat berjalan perlahan dia mendengar suara teriakan seorang perempuan, dia bergegas mencari asal suara. Saat sudah menemukan asal suara dia melihat ada seorang gadis kecil yang umurnya sekitar 14 tanunan dia di hadang oleh 2 orang berpakaian hitam.
"Kau harus mati, karena kau satu-satunya yang mengetahui hal itu," ucap salah satu orang berpakaian hitam.
Pria berbaju hitam lainnya mulai mengangkat pedang nya dan ingin menebas si gadis. Gadis itu pasrah dan memejamkan matanya.
Lily melemparkan batu yang terletak di bawahnya.
Tang, suara berturan batu dengan pedang. Pedang yang ditangan pria itu terpental.
"Siapa itu, jika berani keluarlah," teriak pria itu.
Lily pun keluar dengan santai sambil memegang keranjang bawaannya.
__ADS_1
"Hey bocah, kau lebih baik pergi jangan ikut campur urusan kami," kata pria itu.
"Kalau aku tak mau," jawab Lily.
"Hahahaha kau berani ya," kata pria itu dan menyerang Lily.
Dalam sekejap Lily dapat mengalahkan mereka berdua dan Lily berniat untuk pergi tapi terhenti saat gadis kecil itu berkata.
"Putri apakah ini benar Putri ku hiks hiks , Putri Jia Li," katanya sambil menangis.
"Hey Hey kenapa kau menangis, maaf mungkin kau salah mengenal orang dan juga...aku tak mengenal nonamu yang bernama Jia Li itu," jelas Lily.
"Kamu memang nonaku hiks hiks, aku sangat mengenalnya, memang hiks wajahmu cantik, tapi hiks wajah nonaku juga cantik hiks sebelum dia hiks sakit," jelas nya.
"Baiklah terserahmu saja, sekarang kau mau kemana?" tanya Lily.
"Aku sedang mencari nona, saat itu ketika sepulang dari pasar ada kelompok pembunuh yang menculik nona dan aku mengikutinya sampai kehutan ini dan tadi mereka juga termasuk kelompok pembunuh yang menculik nona," jelas Sang gadis sambil mengiringi Lily berjalan.
"Sekarang kau ingin kemana mau kembali ke tempat mu?" tanya Lily.
"Karena saya sudah menemukan nona, jadi aku akan ikut nona, karena jika aku kembali maka para pembunuh akan mengejar saya lagi untuk membunuh karena saya satu-satunya saksi mata yang mengetahui siap yang menyuruh mereka," jelas si gadis.
"Ohhh, ngomong-ngomong kita sudah bacak berbicara tapi aku tidak tahu namamu," kata Lily.
"Apakah nona kehilangan ingatan nona?" tanya Si gadis khawatir.
"Mungkin," jawab Lily singkat. "Oh perkenalkan dirimu," pinta Lily.
"Nama saya Nuan Putri saya adalah pelayan pribadi putri," jawabnya.
"Baiklah, kau ikut aku dan nanti kau ceritakan tentang diriku," kata Lily.
Karena Lily telah selesai mengumpulkan herbal dia pun langsung pulang dengan mengajak Nuan.
^
^
^
__ADS_1
SELAMAT MEMBACA KARYAKU YANG BERJUDUL BERPINDAH DIMENSI YANG DILANJUTKAN KE SEASON 2.
Jangan lupa like, comments and vote.