Berpindah Dimensi

Berpindah Dimensi
Chapter 74


__ADS_3

Pagi hari yang menjelang siang, sepasang suami istri masih Setia berada di kamar mereka tak ada yang berani membangunkan mereka.


"Sayang aku sangat mencintaimu, aku tak ingin jauh darimu," gumam Huan Tian kemudian mengecup kening istrinya yaitu Lily yang masih tidur. Tak ingin mengganggu tidur Lily, Huan Tian memilih membersihkan badannya dan segera keruang kerjanya.


Lily bangun dari tidurnya dan pergi membersihkan badannya. Setelah selesai dengan semua urusannya, dia ingin memasakkan sesuatu untuk suaminya. Saat di perjalanan menuju dapur tak sengaja dia melihat pintu kerja suaminya terbuka dan berniat menutupnya, tapi terhenti saat dia mendengar suaminya bicara.


"Aku harus menyimpan batu suci ini dimana agar tak ada yang menemukannya, terutama Lily," kata Huan Tian. Meskipun pelan suaranya tapi masih bisa terdengar boleh telinga Lily yang terlalu peka.


"Batu suci," gumam Lily dengan marah dia pergi kembali ke kamarnya.


Malam hari Huan Tian tidak datang kekamar karena ada pekerjaan yang mengharuskannya menempuh perjalanan untuk beberapa hari. Dia sudah memberi tahu Lily dan dia sedikit bingung dengan perubahan sikap Lily terhadapnya.


"Ini kesempatanku," batin Lily yang sudah keluar dari kamarnya dan menuju ruang kerja Huan Tian.


Setibanya di ruang kerja Huan Tian Lily mencari ke setiap tempat. Setelah lama dia menemukan yang dia cari. "Dapat," ucapnya.


Tap tap tap


"Ada yang datang, aku harus sembunyi," gumam Lily.


Dia bersembunyi di balik tirai di belakang tempat biasa Huan Tian menyelesaikan pekerjaannya.


"Huan Tian," gumam Lily.


"Lily keluarlah, aku tahu kau ada di sini," panggil Huan Tian.


Lily pun keluar dari tempat brsembunyinya.


"Kembalikan," kata Huan Tian.


"Tidak akan, kau telah berbohong padaku, sejak kapan kau mendapatkannya," kata Lily marah.


"Aku tidak berbohong, aku juga baru mendapatkannya," jelas Huan Tian.


"Jangan berbohong lagi, aku sudah tahu semuanya," kata Lily.


"Huhh, maafkan aku yang tak memberitahumu tentang hal ini, tapi ini kulakukan agar kau tak pergi, aku sangat mencintaimu," jelas Huan Tian mendekat pada Lily, tapi Lily semakin mundur menjauh.


"Biarkan aku pergi," kata Lily seraya pergi melewati Huan Tian, tapi tangannya dicekal oleh Huan Tian.


"Jika kau terus seperti ini, aku akan semakin membencimu," kata Lily.


"Jika kau pergi, apakah kau akan kembali lagi," kata Huan Tian sedih.


"Jika batu ini bisa membuatku menetap disana aku tak akan kembali," ucap Lily seraya menghempas tangan Huan Tian.


Lily pergi dari istana itu dan berjalan menuju istana bintang.


Sesampainya dia di sana seperti biasa dia disambut hangat oleh semua penghuni di sana.


"Aku ingin bermeditasi, dimana tempat yang tenang?" tanya Lily pada Black Dragon.


"Mari ikut saya," ucapnya seraya mengarahkan.

__ADS_1


Mereka sampai di sebuah air terjun yang mana terdapat sebuah batu di depan air terjun itu.


"Silahkan bermeditasi di sini, saya akan menjaga di sekitar agar tak ada gangguan," kata Black Dragon.


Lily mengangguk dan langsung menuju batu itu dan mulai bermeditasi dengan menaruh batu suci itu di hadapannya.


Seharian penuh dia bermeditasi untuk menyerap kekuatan yang ada di batu itu yang ternyata merupakan setengah dari kekuatan dewi semesta yang tersegel.


Lily membuka matanya dan mengakhiri meditasinya.


"Lily, aura dari kekuatanmu terasa sudah sempurna," ucap Black Dragon senang.


"Minghao, Bird White Dragon kalian keluarlah," panggil Lily.


"Lily ada apa kau memanggil kami?" tanya Bird.


"Aku ingin menitipkan ini pada kalian, karena waktuku disini kemungkinan akn berakhir dan tidak menutup kemungkinan aku akan kembali lagi kesini," jelas Lily.


"Kau ingin pergi kembali kedunia asalmu?" tanya Minghao.


Lily menganggukkan kepalanya. "Jagalah ini dan tempat ini untukku," kata Lily.


Mereka pun menikmati hari terakhir kebersamaan mereka.


Sekarang Lily diperjalanan ingin menemui kakaknya dan saat di perjalanan dia bertemu dengan Xia Leng.


"Xia Leng, kau kah itu," panggil Lily saat tiba-tiba seseorang muncul membelakanginya.


"Kau masih mengingatku? Aku merasa kekuatan Dewi semesta sudah sempurna jadi aku mencari keberadaannya, eh ternyata kau yang sudah menyempurnakannya," kata Xia Leng dengan tersenyum paksa.


"Tak masalah, melihat kau senang aku juga ikut senang," kata Xia Leng. "Baiklah kalau begitu aku akan pergi," lanjut Xia Leng berlalu pergi.


Sesaat setelah Xia Leng pergi datang seorang kakek yang seluruh rambut dan janggutnya sudah memutih.


"Kau sudah siap nak," ucap Kakek itu.


"Kakek siapa? Dan maksud siap apa ya?" tanya Lily.


"Siap kembali ke duniamu, batu ini dapat membuatmu bertahan di dunia mu, tapi ku sarankan kau jangan pergi, karena kau akan melihat hal yang tak kau inginkan," kata Kakek.


"Maksud kakeka, aku akan mendapati keluargaku mati," kata Lily.


"Benar," jawab kakek.


"Tapi, aku akan bergegas dan menghentikan itu," kata Lily.


"Terserah kau saja, aku hanya menyarankan, jika kau memang ingin pergi, carilah goa di tengah hutan Cahaya," kata Kakek dan langsung menghilang.


Lily mencari keberadaan kakek itu untuk lebih banyak bertanya, tapi nihil hasilnya tak seperti kehendaknya, dia memilih melanjutkan perjalanannya menuju kekaisaran Qin.


Tak butuh wakti lama, dia sampai di kediaman kakaknya dan kebetulan Pangeran Chen ada di sana, dia menceritakan semuanya kecuali Huan Tian yang menyembunyikan bati suci itu entahlah perasaan Lily pada Huan Tian masihlah sangat besar.


Yen Mo Mu Yue dan lainnya memahami keinginan Lily dan dengan berat hati merelakan kepergian Lily.

__ADS_1


"Tenanglah, kemungkinan aku akan kembali juga," kata Lily menenangkan mereka.


"Baiklah jaga dirimu," kata Mu Yue menangis begitu juga Lian yang akan berpisah dengan bibi kesayangannya, Lily sudah menepati janjinya untuk membawakan hadiah. Hadian itu sebuah guzhen, dikarenakan Lian suka musik. Yen Mo yang terlihat tegar, tapi tidak dengan hatinya.


"Baiklah kami pergi," ucap Pangeran Chen yang menemani Lily ke hutan Cahaya.


Dalam 3 jam mereka sampai di hutan Cahaya dan segera memasukinya. Perlahan mereka memeriksa hutang cahaya itu untuk mencari keberadaan goa itu dan saat mereka sudah mulai kelelahan tak sengaja mereka melihat goa.


"Apakah itu goanya?" gumam Lily seraya berlari menuju arah goa.


Sesampainya. "Benar ini goanya," teriak Lily senang.


"Kau sangat senang Lily?" tanya Pangeran Chen.


"Sangat," jawab Lily gembira.


Pangeran Chen terlihat sangat sedih. "Tenanglah kita akan bertemu lagi suatu saat nanti," kata Lily.


"Baiklah aku akan menunggu, pergilah," kata Pangeran Chen.


"Sampai jumpa lagi," kata Lily sambil tersenyum.


"Ya sampai jumpa lagi," balas Pangeran Chen.


Lily pun masuk kedalam goa dan setelah Lily sudah tak terlibat goa itu menghilang dan Pangeran Chen terduduk menundukkan kepalanya dan terdengar suara tangisnya.


Di sisi lain ada dua orang yang juga melihat kepergian Lily mereka adalah Xia Leng dan Huan Tian.


Mereka pun kembali ke kediaman masing-masing setelah kepergian Lily.


Hari-hari yang mereka lewati terasa berat tanpa kehadiran orang yang di kasihi.


Mereka kembali ke sifat awal mereka yaitu dingin dan tanpa ekspresi.


Masih tak tahu kabar dari Lily yang kemungikan sudah tiba disana dan bahagia dengan keluarganya.


*


*


*


*


*


*


*


Terimaksih sudah membaca ceritaku ini...


Jangan lupa like, comments and vote.

__ADS_1


Happy Reading.


TAMAT...


__ADS_2