Berpindah Dimensi

Berpindah Dimensi
BD (S2)


__ADS_3

Jia Li pun menemani Putra Mahkota Feng Ann sepanjang hari dan Putra Mahkota Feng Ann mengundang Jia Li ke istana nya.


"Terimakasih sudah menemani ku sepanjang hari ini dan jika Puteri berkenan maka kapan-kapan jika ada waktu maka datanglah ke kerajaan Feng, anda akan disambut dengan baik di sana," kata Putra Mahkota Feng Ann.


"Sama-sama dan terimaksih atas tawarannya, jika ada kesempatan lain waktu saya akan berkunjung," kata Jia Li.


Putra Mahkota Feng Ann mengantar Jia Li sampai ke pintu gerbang istana dan dia langasung pergi.


Sesampainya di kamarnya Jia Li langsung mandi karena merasa risih selama berdekatan dengan Putra Mahkota Feng Ann, memang di luarnya terlihat baik jika orang lain melihat pun mereka akan menganggap Putra Mahkota Feng Ann itu lembut, bijaksana baik dan lainnya, tapi tidak dengan Jia Li yang tahu dengan kebuskan keluarganya itu.


Hari-hari berlalu Jia Li selalu bertemu dengan Huan Tian di hutan tapi tidak ke istana awan. Hari ini adalah pertemun pribadi antara Raja Biao dan Huan Tian tak ada yang tahu kecuali Jia Li.


Jia Li hanya menunggu kabar dan dengan santai duduk dinkursi yang berada di tamannya sambil menikmati teh dan cemilan.


Hari menunjukkan sore hari dan Huan Tian masih berada di ruang kerja ayahnya, Jia Li jadi gelisah, bagaimana jika ayahnya menolak dan meminta hal-hal aneh, tapi kekhawatirannya itu tak berdasar karena Huan Tian ini adalah Tuan yang di takuti oleh semua orang termasuk raja dan kaisar sekalipun, tapi Jia Li tak sadar akan hal itu.


Beberapa saat kemudian Huan Tian datang ke halamannya dengan wajah murung. Jia Li bergegas menghampiirinya.


"Bagaimana?" tanya Jia Li penasaran dan Huan Tian menggeleng dan Jia Li semakin cemas.


"Aku menerimanya," ucap Raja Biao dari belakang Huan Tian.


Jia Li langsung memberi salam dan menatap tajam Huan Tian yang sekarang sedang terkekeh. Jia Li langsung membuang muka dan Huan Tian langsung meminta maaf dia takut jika Jia Li merajuk, maka dia akan di diaminya selam 3 hari 3 malam.


"Ayah ayo duduk akan ku buatkan teh untukmu," kata Jia Li menarik ayah nya duduk tanpa menghiraukan Huan Tian yang meminta maaf.


Raja Biao khawatir kalau-kalau anaknya ini akan menyinggung tuan yang terkenal kejam ini, tapi ke khawatirannya hilang saat melihat tingkah Huan Tian yang memelas kepada puterinya itu, dia tak menyangka Putri nya bisa bersama dengan orang yang sangat hebat ini.


Raja Biao jadi obat nyamuk, dia berada ditengah-tengah pasangan yang sedang membujuk dan merajuk. Untuk mengakhirinya Raja Biao memilih pergi.


"Ekhem, ayah permisi masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan," kata Raja Biao seraya berdiri.


"Yah ayah pergi," kata Jia Li cemberut.


"Temanilah calon tunanganmu ini," kata Raja Biao.

__ADS_1


"Terimakasih ayah mertua, boleh kan aku memanggilmu begitu," kata Huan Tian.


Raja Biao merasa tersanjung. "Tentu," jawabnya.


Raja Biao pun pergi dari sana dan tertinggal Jia Li bersama Huan Tian dan beberapa pelayan lainnya termasuk Nuan.


"Ayolah maafkan aku," bujuk Huan Tian.


"Baik aku akan memaafkanmu jika kamu mengabulkan satu permintaanku," kata Jia Li.


"Apa itu? Katakan saja aku akan mengabulkan apapun itu," kata Huan Tian percaya diri.


"Nanti saja sekarang masih belum kepikiran," kata Jia Li.


"Baiklah, sekarang kau bersiaplah kita akan pergi ke istana awan untuk melakukan pertunangan dihadapan para Menteri," bisik Huan Tian.


"Wahhh secepat ini," kaget Jia Li dan di balas anggukan oleh Huan Tian.


Mereka pun bersiap untuk pergi dan sebelum itu mereka berpamitan pada Raja Biao dulu.


Sesampainya di istana awan mereka di sambut oleh para pelayan dan perjaga. Pesta pertunangan akan di adakan malam harinya karena persiapan sudah lama di siapkan jadi menunggu Jia Li hadir di tempat saja.


Dihadapan para Menteri pertunangan pun dilaksanakan. Setelah selesai salah satu Menteri maju kedepan dan berbicara.


"Untuk menguatkan kerajaan kita akan kebih baik anda memilih beberapa selir Yang Mulia," ucap Menteri penasehat.


Huan Tian marah. "Mau kalian sudah ku turuti dan masih ada lagi keinginan kalian, aku saja belum menikahi permaisuriku, apakah kalian tak sadar telah menekanku," ucap Huan Tian geram.


"Maaf Yang Mulia ini demi kebaikan anda dan kerajaan kita," kata Penasehat.


Huan Tian tambah emosi dan melihat itu Jia Li yang berada di samping Huan Tian berbisik. "Terima saja sisanya serahkan padaku," bisik Jia Li.


Huan Tian awalnya ragu, tapi melihat tatapan pasti dari Jia Li akhirnya dia pun menerima nasehat dari penasehat itu.


Hari-hari berlalu Jia Li yang tinggal beberapa minggu di istana awan telah selesai dengan urusannya disana yaitu membereskan para puteri menteri yang akan menjadi selir, gampang saja membuat mereka menyerah yaitu dengan menghasut para Menteri beserta Puteri mereka, bukan Jia Li yang melakukannya tapi orang suruhan Jia Li yang menghasut mereka. Mereka mengatakan jika ingin menikah dengan Huan Tian harus memiliki kekuatan yang hebat karena jika tidak maka mereka yang menikahinya akan mati, mereka tahu jika kekuatan Jia Li hebat darpada puteri mereka jadi mereka percaya saja dan karena para Putri Menteri masih lemah jadi mereka takut dan mengundurkan diri, tapi itu kemungkinan hanya sementara, karena mereka akan berusaha lagi.

__ADS_1


Karena sudah beres Jia Li pun kembali ke istana dan merencanakan perjalanannya ke kerajaan Feng.


Tiba lah hari di mana Jia Li akan pergi ke kerajaan Feng, dia berencana untuk mendekatkan diri dengan mereka, jadi akan lebih mudah menjalankan rencananya.


Sebelum pergi dia sudah mengirim surat untuk memberitahukan kedatangannya.


Jalan yang tak rata membuat kereta yang di naiki Jia Li bergoncang, dan membuat roda kereta itu rusak.


"Ada apa? Kenapa berhenti?" tanya Jia Li yang bingung kenapa keretanya berhenti.


"Maaf Puteri roda keretanya rusak dan perlu di perbaiki dulu," sahut kusir.


"Benarkah, kalau begitu perbaikilah dulu dan aku akan berjalan-jalan dulu, jika selesai cari lah aku di sekitar, aku tak akan juah dari sini," kata Jia Li.


"Baik Puteri," sahut kusir.


Ternyata mereka berhenti di jalanan yang sepi karena mereka sedang melewati hutan.


Jia Li pun berjalan-jalan dan dia sampai tak sadar jika dia sudah memasuki terlalu dalam hutan itu, dia berniat kembali tapi malam mendengar suara jeritan seseorang.


Jia Li langsung mencari sumber suara dan sesampainya di tempat asal suara Jia Li melihat tangan dan suara minta tolong dan saat Jia Ki melihat ke bawah terlihat seorang gadis yang berpakaian mewah sedang meregang nyawa karena tergantung di tebing yang lumayan tinggi. Jia Li langsung mengulurkan tangannya untuk menolong gadis itu.







Jangan lupa like, comments and vote yaa.


Happy Reading.

__ADS_1


__ADS_2