
Tak terasa Lily sudah hampir setengah hari berada di dimensinya, pasti Min Jung dan yang lain mencari-carinya.
"Aku sudah terlalu lama di sini, aku akan keluar," kata Lily.
"Baiklah, sering-sering kemari ya," kata Bird dan diangguki oleh Lily.
Lily pun keluar dan sekarang berada di kamar tempat penginapannya. Dia langsung keluar kamar dan bertepatan saat Mu Yue melalui kamarnya.
Lily pun keluar dan sekarang berada di kamar tempat penginapannya. Dia langsung keluar kamar dan bertepatan saat Mu Yue melalui kamarnya.
"Lily kamu kemana saja, kami sangat khawatir, kamu tiba-tiba menghilang," kata Mu Yue dengan nada sangat Khawatir.
"Maaf tadi aku istirahat sebentar di suatu tempat. Bagaimana di arena tadi? Siapa yang menang? Ahhh aku belum menemui Pangeran Zhe," kata Lily.
"Nanti ku ceritakan, ikut aku dulu bertemu dengan yang lain," ajak Mu Yue sambil menarik Lily menuju kamarnya.
Saat membuka pintu kamar Yue orang-orang yang berada di dalam langsung menatap ke arah pintu dan langsung saja semua orang berdiri dan berlari kearah Lily.
"Kau kemana saja sih, kami sangat khawatir," ucap Lin Sing.
"Ya kami mencari mu kemana-mana tak kunjung menemukanmu," kata Min Jung.
"Tenanglah aku baik-baik saja, lihat tidak ada yang lecet," kata Lily sambil berputar memperlihatkan selurub badannya yang tak ada luka sedikitpun.
"Sudah lah kita duduk dulu," kata Mu Yue yang menengahi.
Mereka pun duduk dan meminta penjelasan kepada Lily.
"Maaf sudah membuat kalian khawatir, tapi aku terpaksa menghilang dari arena," kata Lily berhenti sejenak sekedar menghirup oksigen. "Karena jika aku berada disana dan menang kan susah jadinya, aku juga tak ingin posisi itu, aku hanya bersenang-senang tadi," jelaa Lily dengan santainya.
"Kau ini membuat kami khawatir saja dan dimana kau saat itu, karena dimana-mana kmai mencari tak menemukanku," tanya Mu Yue.
"Hehehe ada deh," kata Lily cengengesan. "Dan Oh bagaimana keadaan setelah kehilanganku," tanya Lily.
"Disana sangat kacau dan pertandingan sementara di tunda karena masih mencari keberadaanmu," jelas Min Jung.
"Benarkah, wahh berarti aku harus menemui Pangeran Zhe dong untuk memberitahu agar tak melanjutkan pencarian lagi," kata Lily yang merasa bersalah.
"Harus," jawab mereka.
"Hehehehe, baiklah nanti malam aku akan kesana," kata Lily.
"Bagaimana caramu kesana?" tanya Mu Yue.
"Menyusup," kata Lily enteng.
"Hah! Kau jangan mengada-ngada, itu berbahaya, jika ada yang melihatmu dan dikira penyusup bagaimana?" terkejut mereka dan di lanjutkan oleh Min Jung.
"Tenang," kata Lily dengan tenangnya.
"Tidak boleh, jika menyusup kami akan ikut," kata Min Jung.
__ADS_1
"Ahhh kalian tidak perlu ikut, aku bisa menjaga diriku," kata Lily merengek.
Min Jung, Mu Yue dan Lin Sing tak menghiraukan rengekan Lily. Tapi Lily tak kehabisan cara.
"Aku lapar, kita makan ya," pinta Lily.
"Baiklah," kata Min Jung.
"Aku akan pesankan," kata Lin Sing tapi dihentikan oleh Lily.
"Biar aku saja yang pesan, banyak makanan yang kuinginkan," kata Lily beralasan.
"Baiklah, kami akan menunggu di sini," kata Lin Sing.
20 menit makanan pun datang beserta Lily yang juga membawa nampan ditangannya.
Makan bersama dilalui dengan diiringin tawa.
Hari berganti malam, tapi tak terlalu larut, tapi entah kenapa kantuk sudah menyerang mereka semua, kecuali Lily yang berpura-pura menguap. Seperti tidak ada rencana atau lupa, mereka pun kembali kekamar masing-masing.
"Yes berhasil, malam ini aku akan pergi sendiri," gumam Lily yang sudah berada dikamarnya.
Lily sudah siap dengan pakaian hitam, rambut di sanggul setengah dan di gerai sebagian dan tak lupa memakai cadarnya. Dia bersiap untuk pergi ke istana kerajaan langit.
Hup hup hup, Lily melompat dari jendela ke atap rumah warga, dia berlari tanpa suara bak pencuri profesional.
Dengan pelan Lily berjalan di atas atap sambil mencari kanar Pangeran Zhe. Saat berjalan tak sengaja Lily melihat keberadaan Pangeran Zhe yang sedang duduk di sebuah gazebo di tengah kolam besar.
Lily yang berada di balik pohon perlahan keluar. Saat sudah di hadapan Pangeran Zhe.
"Siapa kau?" tanya Pangeran Zhe.
"Hehe ini aku," ucap Lily terkejeh.
"Siapa?" tanya Pangeran Zhe yang masih tak tahu siapa orang yang dihadapannya sekarang.
"Aku," kata Lily sambil membuka cadarnya.
"Ahh kau, kenapa datang seperti ini? Dan juga pertandingannya hampir selesai kenapa baru datang?" tanya Pangeran Zhe.
"Hehe, sebenarnya aku kesini ingin mengatakan, hentikanlah pencarian kalian terhadap peserta bernama Lu Bai itu dan pilihlah diantara 2 peserta sisanya," kata Lily yang memilih duduk dan menjulurkan kakinya ke air kolam.
"Kenapa?" tanya Pangeran Zhe ikutan duduk.
"Ahhh itu...itu karena kalian tak akan menemukannya," jelas Lily.
"Tidak bisa, ayahanda sudah sangat tertarik padanya untuk di jadikan Panglima, dan meskipun dia kalah akan di jadikan Jenderal juga," jelas Pangeran Zhe.
"Huhhh tidak bisa, karena..........," kata-kata Lily menggantung.
"Karena apa?" tanya penasaran Pangeran Zhe.
__ADS_1
"Karena Lu Bai itu adalah aku," kata Lily dalam satu tarikan nafas.
"Hahaha, kau bercanda," tawa Pangeran Zhe tak percaya.
"Sudahlah jika kau tak percaya aku juga tak memaksa," kata Lily kesal.
"Bagaimana aku bisa percaya, kau hanyalah seorang gadis berbadan kecil sedang mereka," kata Pangeran Zhe.
"Kau tak memperhatikan tubuhnya Lu Bai yang kecil?" tanya Lily sinis.
Pangeran Zhe mulai berpikir, benar juga yang di katakan Lily, jika badan Lu Bai kecil. Pangeran Zhe langsung berdiri dan memegang bahu Lily untuk menariknya berdiri.
"Kau tak bercanda kan, tapi bagaimana bisa kau bisa mengalahkan mereka semua," kata Pangeran Zhe yang mulai percaya.
"Kau meremehkan kekuatanku ya," kata Lily.
"Tidak, tapi aku kan tidak tahu kekuatanmu," kata Pangeran Zhe.
"Ya pokok nya dia itu aku," kata Lily kesal.
"Ya ya aku percaya, tapi bagaimana aku menjelaskan pada ayahanda agar tak mencari mu lagi," bingung Pangeran Zhe.
Mereka berdua berpikir alasan apa yang akan di sampaikan pada Raj agar Raja percaya.
"Aha, kalau begini bagaimana," kata Lily mulai berbicara.
Keesokan paginya Pangeran Zhe langsung mendarangi ruang kerja ayahandanya yaitu Raja Biao untuk memberi saran kepada Raja agar menghentikan pencarian.
"Bagaimana bisa aku berhenti mencarinya, dia sangat berbakat dan jika dia menjadi Panglima maupun Jenderal Kerajaan kita, maka musug kita akan takut," marah Raja Biao.
"Tapi ayahanda, pada malam tadi, Lu Bai datang ke kediamanku dan mengatakan bahwa dia akan pergi jauh, dia bukan orang yang menetap pada satu tempat dan alasannya ikut di pertandingan karena hanya ingin menunjukkan pada peserta lain agar jangan bangga pada kekuatan sendiri dan meremehkan lawan karena diatas langit masih ada langit," jelas Pangeran Zhe.
Raja mulai berpikir, benar juga orang kuat itu pasti hidupnya tidak menetap pasti mereka akan menambah pengalaman hidup.
"Lalu bagaimana saran untuk hal ini?" tanya Raja Biao.
*
*
*
*
*
Jangan lupa like, comments and vote yang banyak.
Happy Reading
Next...
__ADS_1