
Pedang Blue ice pun terjual kepada Lily dan langsung diantarkan keruangan Lily.
Selanjutnya cambuk merah yang dikenal sebagai cambuk iblis yang sekarang berada di tangan seseorang yang misterius dan di melelangnya tak diketahui apa tujuannya melelang cambuk ini.
"Harga di mulai dari 500 keping emas," teriak perempuan pelelang.
Ruang-ruang khusus mulai menawar, kecuali Lily dia merasa tak tertarik, tetapi setelah Lily melihat Li Mu terlihat tertarik dia berkata.
"Li Mu jika kau tertarik dengan suatu barang tawarlah nanti kakak akan membayarnya dan juga Lin Sing Li Min tawarlah barang yang kalian inginkan," kata Lily.
Mereka bertiga terharu dengan perlakuan Lily yang menurut mereka lebih baik dari keluarga sesungguhnya. Mereka bertiga memeluk Lily.
"Terimakasih kakak/Lily," ucap mereka bertiga sambil memeluk.
"Ya ya ya, tapi bisakah kalian melepaskan pelukan ini, aku tak dapat bernafas," kata Lily.
Mereka pun segera melepas pelukan mereka dan Li Mu mulai menawar.
Sekarang harga cambuk itu sudah mencapai 2000 keping emas.
"2500 keping emas," ucao Li Mu.
"3000," ucap ruang sebelah.
"3500," ucap Li Mu.
"4000," ruang sebelah.
"Sudahlah kak tak perlu di tawar lagi, karena harganya sangat mahal," kata Li Mu lesu.
"Apakah tak ada yang menawar lagi?" teriak perempuan pelelang.
Tak ingin melihat adiknya sedih Lily pun menawar.
"5000," ucap Lily.
Lagi-lagi ruangan Lily berada menjadi sorotan orang-orang yang berada di pelelangan.
"Sungguh orang yang sangat kaya,"
"Kemungkinan bangsawan,"
"Mungkin,"
"Baiklah, ada yang lain......baik jika tidak ada cambuk merah menjadi milik ruang 3 (yaitu ruangan Lily)," ucap perempuan pelelang.
Barang pun di antar ke ruang Lily.
30 menit Lily sudah mendapat 3 barang untuk para pangeran diantaranya pedang blue ice untuk pangeran ke5, busur perak untuk pangeran ke4, kipas giok yang sangat cantik berwarna biru muda dengan bercak putih yang memiliki gambar pohon sakura untuk pangeran ke2, dan untuk Putra Mahkota Lily memberikan pedang petir yang didapat nya saat menjelajah di hutan kabut. Li Mu Li Min dan Lin sing juga mendapat barang yang mereka suka.
Sekarang barang terakhir yang di lelang yaitu barang kepunyaan Lily.
"Ini adalah pill penyembuh tingkat tinggi dengan kemurnian 100% dan akan di mulai dengan harga 500 keping emas perbutir, didalam porselin ini terdapat 10 butir," jelas perempuan pelelang.
Orang-orang berlomba-lomba untuk menawar, tak terkecuali ruang 5 yang dari pill pertama sampai terakhir selalu menawar tapi selalu kalah sampai akhir diapun tak mendapatkannya dan itu menarik perhatian Lily.
__ADS_1
Pelelangan telah berakhir dan hasil yang di peroleh Lily yaitu 1000.000 keping emas untuk ke 10 bitir pill dan di potong 20% untuk rumah lelang dan untuk membayar barang yang Lily tawar jadi sisanya 300.000 keping emas.
Merekapun keluar dari rumah lelang.
"Kalian pulang lah terlebih dulu dan jika ada yang ingin kalian beli, belilah," kata Lily seraya menyerahkan kantor berisi koin emas.
"Tidak perlu kak," kata Li Mu.
"Ambillah aku tak suka penolakan," kata Lily.
"Baiklah, terimakasih kak," ucap Li Mu.
Diruang Manager rumah lelang orang yang berada di ruang 5 mengambil koin hasil lelang cambuk merahnya.
"Ahh tuan ruang ke5 kan, ini koin anda dan juga ada yang menitipkan surat untuk anda," kata Manager.
"Baiklah, terimkasih dan siapa yang meninggalkan surat ini," tanya pria ruang 5.
"Ahh dia orang di ruang 3, lebih baik anda bacalah suratnya," kata Manager.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi," kata Pria ruang 5.
Setelah diluar dia langsung membaca surat.
Isi surat:
Temuilah aku di rumah makan seberah rumah lelang, aku menunggumu.
"Tuan apakah ada sesuatu," tanya pengawal ruang 5 yang baru datang.
Mereka pun menuju rumah makan seberang.
Pria ruang lima itu melihat kesan kemari dan terlihatlah seseorang yang menggunakan cadar duduk di paling pojok. Diapun mendekatinya.
"Permisi apakah anda yang meninggalkan surat ini," tanya nya.
Lily pun menatap matanya dan mengangguk.
"Oh ya ada apa anda ingin menemui saya," tanya pria itu. Pria itu menggunakan cadar juga.
"Aku hanya ingin memberikan ini sepertinya kau sangat membutuhkannya," kata Lily seraya menyerahkan botol porselin yang berisikan 5 pill penyembuh tingkat tinggi dengan kemurnian 100%.
Pria itu pun membukanya dan terkejut.
"Pill penyem...," katanya terhenti setelah mendapat bekapan tangan kecil Lily.
"Suttt, jangan menarik perhatian orang," kata Lily.
"Ah hehe maafkan aku, aku sangat terkejut, apakah ini sungguhan, jadi anda pemilik 10 pill itu" kata pria itu tak percaya.
"Iya itu sungguhan, ku lihat kau mati-matian ingin mendapatkannya dan setelah ku lihat kau terkena racun yang sangat berbahaya," kata Lily.
"Bagaimana bisa kau tahu?" tanya nya terkejut.
"Ya aku tahu dari matamu yang terlihat sayu dan lemah, dan coba ulurkan tanganmu," kata Lily.
__ADS_1
Tanpa ragu pria itu mengulurkan tangannya.
Lily mencek nadi si pria, dia merasakan bahwa pria itu sudah sekitar 1 tahun menderita racun itu.
"Kau tak bisa menyembuhkan racunmu hanya dengan memakan pill penyembuh itu," kata Lily.
"Ahh, aku tak perduli dengan hidupku aku hanya ingin menyembuhkan kakakku," kata si pria.
"Oh ya aku belum tahu namamu, perkenalkan namaku Lily," kata Lily mengulurkan tangannya.
Si pria ragu karena dia baru tahu jika orang yang duduk didepannya adalah perempuan dia kira laki-laki karena pakaian yang dikenakan Lily adalah pakaian laki-laki.
"Ahh namaku Biao Zhe dan ini Xian Bao pengawalku," kata Zhe.
"Ohhh salam kenal kalau begitu," kata Lily tersenyum dari balik cadarnya tapi masih bisa terlihat dari matanya yang menyipit.
"Jadi, apakah nona tahu bagaimana caranya menyembuhkan racun ini, karena kakakku juga menderita karena racun yang sama sepertiku," tanya Zhe.
"Pertama panggil aku Lily dan aku akan memanggilmu Zhe dan untuk menyembuhkan racun itu aku punya caranya, kalian datang lah ke hutan angker, kalain tahu kan," kata Lily.
"Ya kami tahu, dan sebenarnya saya adalah Pangeran dari kerajaan Petir dan kakak saya adalah Putra Mahkotanya, kemungkinan ada yang menginginkan tahta kakakku jadi dia diracuni dan sedangkan aku adalah kandidat kedua setelah kakakku jika kakakku meninggal maka aku yang akan di calonkan menjadi Putra Mahkota, tetapi aku tak ingin jadi aku berusaha untuk mencari penawar untuk kakakku," jelas Zhe.
"Kau memang adik yang baik, kemungkinan orang yang meracunimu itu adalah orang terdekat kalian juga," kata Lily menebak.
"Kau benar," kata Zhe.
"Baiklah kalau begitu aku akan permisi dulu," kata Lily seraya bangun.
"Kapan kita bertemu di hutan angker, aku akan membawa kakakku," kata Zhe.
"Datang lah malam ini jika bisa, jika tak bisa malam bes...," belum habis Liky berkata sudah di jawab oleh Zhe.
"Bisa, aku akan datang malam ini bersama kakakku," kata Zhe semangat.
"Baiklah," kata Lily seraya pergi.
Mereka pun berpisah Zhe bergegas pulang ke kerajaan langit untuk menjemput kakaknya. Sedangkan Lily pulang ke kediamannya.
*
*
*
*
*
*
*
Jangn lupa like, comments and vote yang banyak.
Thank You... 😘
__ADS_1
Happy Reading.