
Matahari sudah mulai tenggelam, rombongan Putra Mahkota Meng dan Jia Li sudah berada tak jauh dari pintu gerbang ke kaisaran Qin. Mereka mulai memasuki kota, karena tak enak datang pada malam hari mereka memilih mencari penginapan di ibu kota kekaisaran Qin. Untuk menunggu mendapatkan penginapan mereka berhenti di sebuah rumah makan.
"Lee, Sen kalian carilah penginapan terdekat, kita akan beristirahat di sana sambil menunggu pagi," perintah Putra Mahkota Meng.
"Baik Yang Mulia," ucap mereka berdua seraya pergi mempercepat kuda mereka.
Tak beberapa lama mereka kembali. "Kami telah mendapatkan penginapan dan memesan kamar," ucap Sen.
"Baik, mari kita kesana," ajak Putra Mahkota Meng.
Sedari bertemu dengan kakak nya di perjalanan tadi Jia Li terus memperhatikkan setelah sampai di penginapan dan mereka akan berpisah tapi Jia Li menahan Putra Mahkota Meng.
"Kakak tunggu," panggil Jia Li.
"Ya ada apa Jia Li?" kata Putra Mahkota Meng bingung.
"Bisa ikut aku masuk ke kamar ku dulu?" tanya Jia Li.
"untuk apa?" tanya Putra Mahkota Meng.
"Ikut aja," kata Jia Li seraya menarik Putra Mahkota Meng masuk ke kamarnya.
Huan Tian menahan kekesalannya, karena tak bisa melarang maupun ikut, karena bagi mereka semua dia hanyalah orang luar dan meskipun Putra Mahkota Meng itu kakak dari tubub gadis yang di tempati Jia Li tapi tetap saja Huan Tian cemburu, dia masuk ke kamarnya.
"Huhh rasanya ingin sekali aku mengumumkan pernikahanku dengan Jia Li, tapi aku tak bisa, itu sama saja aku egois, aku tak ingin karena keegoisanku membuat kami bertengkar lagi," gumam Huan Tian.
Di kamar Jia Li.
"Kenapa kau membawa kakak ke kamarmu?" tanya Putra Mahkota Meng.
Jia Li menghadap Putra Mahkota Meng. "Kak, kakak sebelum ini pergi kemana?" tanya Jia Li.
Putra Mahkota bingung dan mengingat sebelum ini dia pergi kemana saja.
"Aku pergi ke kerajaan petir untuk menjalin perdamaian, itu terkahir kali sebelum ke sini," jawab Putra Mahkota Meng.
__ADS_1
Jia Li langsung memegang tangan Putra Mahkota Meng dan memeriksa denyut nadinya.
"Kau terkena racun kalajengking," kata Jia Li serius.
"Huh benarkah, aku tak merasakan apapun," kata Putra Mahkota Meng terkejut. "Dan darimana kau bisa tahu jika aku terkena racun, siapa gurumu, aku penasaran karena setahuku kau dulu hanya di halamanmu," lanjut nya.
"Nanti ku beritahu, tapi cepat makan pill ini agar racun nya tak menyebar," kata Jia Li menyerahkan sebotol obat penawar cair.
"Wahhh ternyata kau juga memiliki pill seperti ini, terkahir yang ku ingat seorang gadis yang memberiku dan Zhe obat seperti ini menyembuhkan racun pada tubuh kami," kata Putra Mahkota Meng sebelum meminum obat penawar itu.
Jia Li kembali mencek nadi Putra Mahkota Meng, walaupun reaksi obat nya lamban tanpa berendam, tapi itu sedikit demi sedikit akan mengikis racun pada tubuhnya. "Kemungkinan ini racun yang di berikan oleh kerajaan petir, karena racun ini hanya hanya mereka yang membuatnya dan merekalah yang mampu membuat penawarnya, jadi mereka setuju dengan perdamaian antara kerajaan langit dan kerajaan petir tapi pasti mereka memiliki syarat.
"Kau benar mereka meminta ku untuk mengambil selir dari puteri mereka aku menolaknya dan mereka tak terlihat marah dan mereka juga setuju dengan perdamaian itu," kata Putra Mahkota Meng.
"Kemungkinan bukan raj maupu permaisuri kerajaan Petir yang memberi racun itu, kita tunggi saja pasti ada yang akan mengirim surat padamu untuk menawarkan penawar racun itu," kata Jia Li Putra Mahkota pun paham.
"Kau belum memberitahuku darimana kau bisa mengetahui tentang pengobatan ini dan lagi katamu penawar racun ini hanya kerajaan mereka yang mampu membuatnya dan juga penawarnya?" tanya Putra penasaran.
Jia Li duduk di peraduan yang ada di kamar itu dan diikuti oleh Putra Mahkota Meng.
"Lily katamu? Huhh sayang sekali dia sudah lama menghilang, kemungkinan Lily gurumu itu adalah orang mengobati ku dulu," kata Putra Mahkota Meng sedih.
"Benarkah?" kata Jia Li pura-pura terkejut.
Putra Mahkota Meng kembali ke kamarnya dan beristirahat.
Matahari belum muncul tapi rombongan mereka sudah berada di perjalanan untuk menuju ke istana kekaisaran Qin. Saat matahari sudah menerangi seluruh alam mereka sampai di pintu gerbang utama kekaisaran Qin. Karena hari H nya 2 hari lagi maka mereka menginap di istana kekaisran Qin.
"Selamat datang Putra Mahkota Meng dan selamat datang juga untuk tuan Huan yang telah berkenan hadir di pesta pernikahan puteri saya," kata Kaisar Qin. Sebenarnya dia penasaran kenapa Huan Tian datang bersama rombongan Putra Mahkota kerajaan langit ini, tapi karena tak berani bertanya dia pun hanya memendam rasa penasarannya itu.
Di sana juga ada Putra Mahkota Zho dan permaisurinya Xiao Lan teman lama Jia Li, tapi mereka pasti tak mengenalinya.
"Terimakasih sudah menyambut kedatangan kami," kata Huan Tian.
"Oh ini Putri Jia Li ya?" tanya Kaisar Qin.
__ADS_1
"Benar Yang Mulia saya Puteri Jia Li," jawab Jia Li.
"Mari silahkan masuk dan beristirahatlah dengan nyaman," kata Kaiasar Qin. "Pelayan antarkan para tamu ke kamat mereka," perintah Kaisar Qin.
"Baik Yang Mulia," ucap serempak pelayan yang di tugaskan untuk mengantar dan melayani tamu.
Mereka diantar sampai ke kamar masing-masing yang sudah di atur oleh iatana bahwa setiap tamu yang memiliki hubungan keluarga maka kamar mereka akan bersebelahn, lain hal Huan Tian karena dia juga datang bersama rombongan Putra Mahkota Meng jadi diandi tempatkan di sebelah kamar Putra Mahkkta Meng dan Jia Li.
"Puteri apakah ada yang anda perlukan?" tanya pelayan yang mengikuti Jia Li, karena dia yang bertugas melayani Jia Li selama berada di sini.
"Tidak ada, oh ya siapa namamu?" tanya Jia Li.
"Nama saya Xixi Puteri," jawab Xixi.
"Baiklah Xixi kau boleh pergi beristirahat jika aku perlu sesuatu nanti aku akan memanggilmu," ucap Jia Li ramah.
"Baik Puteri kalau begitu saya permisi," ucap Xixi dan di angguki Jia Li.
Setelah keluarnya pelayan bernama Xixi itu, Jia Li memanggil Minghao Bird dan White Dragon.
"Kalian keluarlah," panggil Jia Li melalui pikirannya.
Mereka bertiga pun keluar dan melihat ekspresi Jia Li yang sedih membuat mereka juga merasa sedih.
•
•
•
•
•
Jangan lupa like, commenta and vote ya...
__ADS_1
Happy Reading.