
Malam pun tiba dan Jia Li sudah bersiap untuk pergi ke ruang kerja Ratu untuk mencari lencana dari kepemilikan pasukan rahasia itu. Saat di ruangan itu tadi siang dia sempat melihat sebuah kota berada di atas meja kerja Ratu yang sangat membuat ingin sekali melihatnya, tapi di urungkan nya karena dia tak ingin membuat Putra Mahkota Feng Ann curiga.
Dengan mudah Jia Li menyelinap masuk dan langsung ke meja kerja Ratu itu dan langsung membuka kotak yang membuatnya penasaran itu.
Saat di ingin di buka kotak itu ternyata terkunci dan kuncinya tidak tahu di mana, karena ingin cepat Jia Li hanya memasukkan kotak itu ke tas yang di bawanya dan berusaha mencari ke segala tempat, karena dia masih ragu isi kotak itu.
Lama mencari dia tak menemukan apapu dan memilih keluar dan langsung menuju penginapan yang di tempati Xiao Chen.
Pintu jendela terkunci dan Jia Li pun mengetuknya.
Lama mengetuk baru orang yang di dalam membukanya.
"Siapa?" tanya Xiao Chen yang tidurnya terganggu sambil membuka jendela.
Jia Li langsung menerobos masuk. "Aku sudah mencari ke segala tempat yang memungkinkan Ratu menyimpan rencana itu, tapi aku hanya menemukan ini," kata Jia Li sambil menunjukkan kotak yang di ambilnya tadi.
Xiao Chen mengambil kotak itu dari tangan Jia Li dan memperhatikan setiap inci dari kotak itu.
Karena tak menemukan apapun untul membuka kotak itu Xiao Chen memegang kalung yang selalu di gunakan semenjak dari kecil.
Jia Li memperhatikan itu dan memandang secara bergantian lubang yang kemungkinan tempat menaruh kunci dan biji kalung yang dekanakan Xiao Chen.
Jia Li mulai mengulurkan tangannya untuk menyentuh kalung Xiao Chen itu, tapi Xiao Chen memundurkan dirinya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Xiao Chen.
"Diamlah," kata Jia Li seraya menarik maju kalung Xiao Chen itu dan otomatis Xiao Chen juga ikut maju juga.
Jia Li membandingkan lubang pada kotak dan biji kalung Xiao Chen, dia memasukkan biji kalung Xiao Chen kedalam lubang kotak itu.
Cklek, suara kunci terbuka saat biji kalung itu terpasang sempurna.
Jia Li membuka perlahan kotak itu dan terlihat lah seperti token identitas tapi terbuat dari batu giok berwarna hijau dengan ukiran kepala serigala dan ada tulisannya berbunyi Serigala Putih.
Jia Li mengkat benda itu. "Ini," kata Jia Li terkejut senang sambil menatap Xiao Chen yang juga tertegun.
"I ini benar-benar lencana itu," kata Xiao Chen memegang lencana itu dan menatap Jia Li.
Mereka saling melempar senyuman bahagia mereka.
__ADS_1
Jia Li kembali ke istana dan keesokan harinya dia sudah bersiap-siap untuk kembali ke kerajaan langit.
"Terimakasih sudah menjamu saya dengan baik selama saya berada di sini," kata Jia Li.
"Sama-sama dan terimakasih juga sudah menerima undangan ku. Kapan-kapan saja kau boleh berkunjung lagi, gerbang istana selalu terbuka untukmu," kata Putra Mahkota Feng Ann.
Karena Ratu masih pergi jadi dia tak mengantar kepergian Jia Li hanya ada Putra Mahkota Feng Ann dan puteri Feng Yue.
"Terimakasih kembali dan sampai jumpa lain kali," kata Jia Li.
Jia Li pun memasuki keretanya dan kereta itu mulai di tarik oleh kuda dan semakin menjauh di penglihatan Putra Mahkota Feng Ann dan Puteri Yue.
Sesampainya di hutan perbatasan kereta yang di naiki Jia Li menepi dan tak berapa lama Xiao Chen mengetuk jendela kereta.
Tok tok tok, kreatt (suara jendela terbuka)
"Masuklah," kata Jia Li.
Xiao Chen pun masuk kedalam dan kerete pun mulai melannjtkan perjalanannya lagi.
"Apakah kau yakin semua orang kerajaan Feng terlibat dalam pemberontakan itu?" tanya Jia Li yang memecah keheningan diantara mereka.
"Kenapa kau bertanya seperti itu?" tanya Xiao Chen.
"Memang saat itu dia tidak ada di istana dan Puteri Feng Yue juga belum ada saat itu, tapi apakah mereka tidak tahu aku masih hidup?" kata Xiao Chen marah.
"Hanya ratu, ayah dan ibu Putra Mahkota Feng Ann yang tahu keberadaanmu," kata Jia Li serius.
"Darimana ku tahu?" tanya Xiao Chen.
"Saat aku membebaskanmu, aku tak sengaja mendengar para penjaga penjara itu mengobrol.
Kata mereka.
"Ratu, ayah dan ibu Putra Mahkota sudah jarang ya kesini melihat tahanan itu, siapa sih dia?" tanya Penjaga 1.
"Aku juga tidak tahu aku baru di sini, tapi ku dengar dia adalah tahanan yang pernah memberontak, tapi dia gagal jadi semua keluarga di bunuh dan dia di siksa begini," jelas penjaga 2.
"Oh ya aku juga tak pernah melihat ada orang lain selain 3 orang itu berkunjung," kata penjaga 1.
__ADS_1
"Benar dari senior yang menjaga penjara ini bahwa tidak ada yang tahu dengan tahanan ini selain 3 orang itu, dan tempat ini juga tidak ada yang boleh masuk selain penjaga dan ke 3 orang itu," jelas penjaga 2.
...
"Begitulah yang ku dengar, perkiraan ku orang yang terlibat sudah di musnahkan dan tertinggal 3 orang itu, jadi apakah kau masih berniat memusnahkan semuanya, mereka tidak bersalah karena mereka tidak mengetahui hal itu," kata Jia Li.
Xiao Chen diam berpikir. "Kita lihat keadaan nanti saja, kita lihat apakah orang-orang yang tidak terlibat itu masih memihak mereka atau tidak setelah mengetahui seluruh kejadiannya," kata Xiao Chen datar.
Kereta terus melaju dengan kecepatan santai. Tak terasa mereka sudah memasuki gerbang utama kerajaan langit dan mereka sedang melalui pasar ibukota.
"Kau mau tinggal di mana, di istana ikut aku atau mencari rumah di luar?" tanya Jia Li.
"Aku ingin di luar saja," jawab Xiao Chen.
"Baiklah, kebetulan aku ada kenalan jika kau berkenan kau bisa tinggal bersama mereka, aku akan membawamu kesana," kata Jia Li.
Kereta berhenti di sebuah rumah berpagar sederhana.
Jia Li dan Xiao Chen turun dari kereta dan Jia Li langsung masuk kedalam memanggil
"Kak Yong Yimin apalah kalian ada si rumah?" panggil Jia Li.
Yongsheng yang sedang berlatih pedang di halaman belakang dan juga Yimin yang sedang memanen sayuran mendengar suara yang familiar di pendengaran mereka. Mereka langsung pergi ke luar.
"Nona," panggil mereka berdua setelah melihat orang yang mereka kenal.
Yimin berlari memeluk Jia Li dan di balas pelulan erat dari Jia Li pula.
"Selamat datang nona," sapa Yongsheng, dia tak pernah menegur Yimin lagi, saat dia melakukan hal tidak sopan pada Jia Li karena selalu di larang oleh Jia Li.
•
•
•
•
•
__ADS_1
Jangan lupa like, comments and vote ya...
Happy Reading.