Berpindah Dimensi

Berpindah Dimensi
Chapter 41


__ADS_3

Terlihat lah seekor ular raksasa berwarna putih dengan mahkota merah di kepalanya.


"Heh, para manusia berani sekali kalian mengusik ketenangan ku di sini. Ini wilayahku berani kalian masuk sudah bosan hidup," kata Ular putih marah.


"Ular kami bukannya mau...," kata Lily terhenti oleh perkataan ular.


"Jangan sembarangan kau memanggilku, aku bukan ular biasa yang bisa kau panggil sesukamu," marah Ular Putih.


"Lalu kami harus memanggilmu apa, kami tak tahu namamu," kata Lily.


"Hahahaha, kalian tak pantas mengetahui namaku," kata Ular Putih tertawa meremehkan.


Kesal Lily lalu berkata.


"Huft, hanya ular jelek seperti mu aku juga tak suka melihatmu," kata Lily mengejek.


"Apa kau bilang," kata Ular putih langsung menyerang Lily Lainnya.


Ular Putih itu menyemburkan api dari mulutnya dan dengan mudahnya Lily menghindari tapi tidak dengan Lin Sing, Li Mu dan Li Min, mereka terkena percikan api Ular. Melihat itu Lily marah dan menyerah ular dengan cepat menggunakan pedangnya.


Sret, sret bugh bugh, suara se ruangan Lily yang selalu mengenai tubuh ular. Karena sudah tak bertenaga lagi ular pun kalah tapi belum mati hanya tak dapat bergerak dan bentuknya berubah jadi ular kecil biasa.


Lily langsung memberikan pill penyembuh kepada Lin Sing, Li Mu dan Li Min, karena efek dari api ular itu melepuhkan kulit dan jika kelamaan akan menjalar melelehkan daging.


"Cepat kalian teguk pill ini," kata Lily.


Mereka segera meneguk pill itu dan duduk bersila untuk memulihkan tenaga mereka, dan mereka merasa ingin naik tingkat.


Bommm, terdengar di pendengaran nereka masing-masing bahwa, mereka berhasil naik tingkat lagi. Lin Sing tingkat puncak awal, Ki Mu tingkat dunia tengah dan Li Min tingkat tinggi akhir.


Lily berjalan ketempat ular terkapar.


"Heh ular mana kesombonganmu tadi, kau berani melukai keluargaku, tapi aku tak membunuhmu, karena aku ingin kau menjadi hewan kontrak kakakku, jika kau menolak...," kata Lily di potong oleh Ular.


"Baik baik aku mau, tapi aku sudah seperti ini, aku tak mampu lagi merayap," kata Ular putih.


"Teguk ini dan pulihkan tenagamu," kata Lily melempar pill kemulut ular.


20 menit menunggu mereka semua yang memulihkan tenaga sudah bangun.


"Lily aku tak mampu lagi naik tingkat," ucap Lin Sing sedih.


"Tak perlu sedih, itu juga sudah kuat dan jarang ada orang yang mampu tingkat itu, dan jika kau memaksakan naik tingkat kemungkinan kekuatanmu akan merosot nanti," jelas Lily.


"Baiklah aku juga sudah bersyukur dengan tingkatku ini, daripada nanti tingkatku merosot lebih baik seperti ini," kata Lin Sing.

__ADS_1


"Ya kau benar. Untuk Li Mu dan Li Min, kalian masih mampu naik beberapa tingkat lagi, yaa...mungkin sampai tingkat Puncak tengah atau akhir, kalian kan masih muda dan tubuh kalian hanya mampu pada tingkat itu, jangan memaksakan diri," kata Lily menasehati.


"Baik kak/Lily kami mengerti," ucap mereka serempak.


"Ular siapa namamu?" tanya Lily.


"Namaku Qi Rong, aky merupakan Raja Ular" kata Min Hua (ular putih)


"Hahahaha, namamu seperti manusia saja," kata Lily sambil tertawa.


"Kau jangan mengejekku, sebenarnya aku ini adalah manusia tapi setelah aku berhasil merampas mahkota seekor ular putih raksasa, aku di kutuk untuk menggantikannya, jadilah aku seperti ini," kata Qi Rong.


"Oh benarkah, berarti kau bisa berubah dong jadi manusia," kata Lily.


"Sebenarnya iya, tapi kekuatanku masih belum memadai," jelas Qi Rong.


"Emm, tenang saja kalau kau ikut kakak ku kau pasti akan dapat meningkatkan kekuatanmu," kata Lily meyakinkan.


"Benarkah!" senang Qi Rong.


Mereka pun berencana untuk keluar dari hutan, tapi Lily yang sudah sangat kesal karena sedari mereka masuk sudah dibuntuti berkata.


"Hey orang yang bersembunyi, apakah kalian tak lelah mengikuti kami sepanjang hari," kata Lily dengn berteriak.


Di tempat persembunyian orang yang dimaksud Lily.


"Benar tuan, dia lumayan hebat," kata pengawalnya yang bernama Jilong.


Mereka pun keluar dari tempat persembunyian mereka.


"Hay nona kau tak perlu marah, kami hanya mengikutimu karena tertarik dengan kalian, karena hanya kalian yang tak terpengaruh dengan ilusi yang ku buat ini," kata Pria bertopeng.


"Aku tak mengenalmu dan juga aku tak menarikmu," kata Lily.


"Hahahaha, bukan menarik kami tapi kami tertarik dengan aura yang kau pancarkan, aura yang familiar bagiku," jelas Pria bertopeng.


"Aku tak ada urusan dengan kalian," kata Lily lalu beralih pada Lin Sing, Li Mu, Li Min dan Qi Rong. "Ayo kita pergi," kata Lily berlalu pergi dan di ikuti oleh mereka yang berempat.


"Tunggu nona, tuan hamba ingin berbicara pada anda hanya berdua," kata Jilong (pengawal pria bertopeng) menghalangi jalan mereka.


"Aku tak mau aku tak mengenal kalian," kata Lily berlalu pergi, tapi...


"Apa yang kau lakukan," kata Lily terkejut dengan sikap pria bertopeng yang memegangi pinggangnya dan membawanya terbang.


"Lepas," kata Lily mencoba memberontak, tapi hasilnya nihil kekuatan mereka tak setara. Lily yang berada di tingkat alam semesta akhir tak mampu melawan nya yang jauh lebih kuat.

__ADS_1


Mereka mendarat di Puncak gunung.


"Mau apa kau? Kenapa kau membawa ku ke sini?" tanya Lily yang sudah menjauh dari pria bertopeng.


"Namaku Mu Xia Leng, aku Putra Mahkota kekaisaran Langit," kata Xia Leng.


"Aku tak ingin tahu namamu, aku tak peduli siapa kau, tapi mau apa kau membawaku kesini," kata Lily marah.


"Santailah, aku tak akan melukai mu, aku hanya tertarik dengan mu terutama pada auramu," kata Xia Leng.


"Memangnya kenapa dengan auraku?" tanya Lily.


"Kau sungguh tak tahu atau hany pura-pura tak tahu," kata Xia Leng terkekeh.


Lily mendengus menatap tajam Xia Leng.


"Auramu mengingatkanku di kehidupan sebelumnya yaitu saat bersama istriku Dewi semesta," jelas Xia Leng yang membuat Lily membeku.


"I..i istri?" kata Lily terbata.


"Ya dia adalah istriku di masa dulu sebelum aku bereinkarnasi. Aku sudah lama menunggunya, tapi aku tahu bahwa dia tak dapat bereinkarnasi setelah memperjuangkan melahirkan anak kami," jelas Xia Leng.


"Berarti...," kata Lily terhenti.


"Berarti apa?" tanya Xia Leng.


"Berarti, aku bukan keturunan dari keluarga kerajaan Feng," kata Lily mengingat.


"Kerajaan Feng," gumam Xia Leng. "Kerajaan Feng, kau keturunan dari sana," kata Xia Leng yang mengguncang tubuh Lily.


"Berhenti...apa yang kau lakukan, jangan mengguncang tubuhku, kepalaku jadinya pusing ini," kata Lily mencoba menghentikan perbuatan Xia Leng dengan kesal.


"Dalam ingatanku kerajaan Feng merupakan kerajaan yang menolong istriku saat di kejar para musuh, dia melahirkan dan meninggalkan anak kami di sana," jelas Xia Leng yang sudah melepas kan Lily.


*


*


*


*


*


Kasih like, commenta and vote yang banyak

__ADS_1


ya...pada karyaku.


Next...


__ADS_2