
Saat Jia Li sudah pergi Xiao Chen termenung dan sangat penasaran, tapi rasa penasaran itu di simpannya saja dulu sekarang waktunya untuk memulihkan tenaga dengan makan dan istirahat yang sudah lama tak di rasakannya, karena selama di penjara dia selalu di siksa setiap malam dan di biarkan kelaparan.
Keesokan paginya Jia Li di bangunkan oleh pelayan.
"Permisi tuan Puteri anda di minta Ratu untuk ikut makan bersama kelurga kerajaan lainnya," kata pelayan.
"Baiklah tunggu aku, sebentar lagi aku selesai," kata Jia Li.
Sesaat kemudian Jia Li keluar dari kamarnya. "Pimpin jalan," pinta Jia Li.
Cukup jauh ruang makan di istana ini, perlu waktu 5-7 menit untuk sampai.
Sesampainya di sana penjaga mengumumkan kedatangan Jia Li dan Jia Li di sambut hangat oleh keluarga kerajaan Feng.
Saat Jia Li sudah duduk di tempat duduknya dia merasa marah melihat keharmonisan keluarga yang sudah menghancurkan keluarganya.
"Puteri," panggil Puteri Feng Yue.
Jia Li yang melamun tidak sadar jika sekarang semua orang menatapnya ningung dengan wajah datar yang di tampilkan nya saat melihat interaksi mereka, dan saat Puteri Feng Yue berdiri dan benyentuh bahu Jia Li barulah dia sadar.
"Puteri ada apa? Kau terlihat melamun," kata Puteri Feng Yue.
"Ah tidak aku hanya kagum melihat keharmonisan keluarga ini," kata Jia Li berbohong sambil mengembalikan wajah polosnya.
"Kau bisa saja Puteri, kau juga sudah kami anggap sebagai keluarga, maka jangan sungkan pada kami dan mari kita makan," ucap Ratu.
"Terimakasih Yang Mulia," ucap Jia Li.
"Eh panggil saja nenek seperti yang Feng An dan Feng Yue sebut," kata Ratu.
"Baiklah nenek," kata Jia Li. "Huhh orang luar di anggap keluarga yang benar-benar keluarga di siksa dan di bunuh," batin Jia Li sinis.
Mereka pun makan bersama, Jia Li harus bersabar dan berusaha terlihat polos dan baik di hadapan mereka agar tujuannya tercapai.
Menghilangnya Xiao Chen tidak sampai tersebar luas hanya beberapa orang di istana saja yang tabu, karena mereka merahasiakan tentang Xiao Chen itu, jika ada yang tahu maka berbahaya bagi mereka.
__ADS_1
Malam telah tiba dan saat nya Jia Li pergi ke penginapan. Jia Li masuk lewat jendela yang terbuka. Saat Jia Li masuk terlihat Xiao Chen yanh sedang duduk melamun.
"Hayoo apa yang di lamunkan," kata Jia Li mengagetkan Xiao Chen.
Xiao Che kaget dan dia sudah tak sabar untuk jawaban dari Jia Li, dia memasang wajah yang minta penjelasan dan tanpa berkata apapun Jia Li pun memahami itu.
"Tanya kan lah apa yang ingin kau tahu," kata Jia Li.
Pertanyaan Xiao Chen sangat banyak sampai-sampai Jia Li bingung mau jawab yang mana dulu.
"Satu-satu, tanyanya satu-satu, aku tak bisa mengingat semua pertanyaanmu," kata Jia Li kesal.
"Baiklah, pertama aku ingin tahu kau ini siapa, kenapa kau membantuku? Apa tujuanmu?" tanya Xiao Chen.
"Perkenalkan namaku Jia Li Puteri dari kerajaan langit, aku membantumu karena kita memiliki tujuan yang sama yaitu kehancuran keluarga pemberontak itu, kau Putra Mahkota kerajaan Feng yang dulu kan,jadi aku akan membantumu mengambil alih kerajaan Feng," jelas Jia Li.
Xiao Chen terkejut. "Darimana kau tahu aku seorang Putra Mahkota yang dulu?" tanya Xiao Chen.
Jia Li pun menjawab semua pertanyaan dari Xiao Chen yang banyak itu, tapi tidak dengan dirinya yang sebagai adiknya, kan aneh jika dia mengatakan adiknya usia dan tempat tinggal berbeda, jadi di lebih baik diam dan menyimpannya sendiri, dan sekarang Xiao Chen percaya jika Jia Li berada di pihaknya dan akan membantunya membalas semua perbuatan keluarga neneknya yang merusak keluarganya.
"Jadi apa rencana mu sekarang?" tanya Jia Li.
"Baiklah aku ikut saja apa yang akan kau lakukan dan tenang aku akan mencari nya untukmu...," kata Jia Li langsung di potong oleh Xiao Chen.
"Jangan itu sangat berbahaya, kau tak perlu mencarinya, kita akan cari jalan lain untuk meyakinkan mereka," kata Jia Li.
"Kau yakin mereka akan percaya?" tanya Jia Li sambil memukul Xiao Chen. Plak pukulan mendarat di lengan Xiao Chen.
"Kenapa kau memukulku?" tanya Xiao Chen.
"Aku tak memukulmu," elak Jia Li.
"Tadi," kata Xiao Chen.
"Mana buktinya," kata Jia Li.
__ADS_1
Xiao Chen tak dapat memberikan bukti maupun menghadirkan saksi karena hanya ada mereka berdua.
"Nah orang tak akan percaya aku memukulmu jika tak ada saksi maupun bukti begitu juga jika kau ingin menemui mereka tanpa bukti kepemilikan maka yang ada kau akan di anggap mata-mata oleh mereka dan mati di sana," kata Jia Li.
Xiao Chen memikirkan perkataan Jia Li. "Kau benar, tapi bagaimana caranya kita bisa mengambilnya?" tanya Xiao Chen.
"Kau diam saja di sini aku yang akan mencarinya kau hanya perlu menggambarkan seperti apa bentuknya," kata Jia Li. "Aku akan membeli keprluan menggambar," kata Jia Li seraya pergi.
Karena malam masih tak terlalu larut jadi masih ada toko perlengkapan alat tulis yang buka.
Jia Li kembali ke kamar Xiao Chen dan menunggu hasil gambar, setelah selesai Jia Li pun berniat untuk kembali dan merencanakan untuk aksinya nanti.
"Kau lebih baik memulihkan tenagamu dulu dan setelahnya nanti baru melatih kekuatanmu di kemudian hari. Kau makan pill obat ini 3 kali sehari selama 1 minggu," kata Jia Li seraya menyerahkan sebuah kotak berisi pill obat.
"Astaga ini obat yang sangat mahal kenapa..," belum sempat Xiao Chen menyelesaikan perkataannya Jia Li langsung berucap.
"Jangan pikirkan harga pill obat itu, kau fokus pada pemulihan mu saja, dan sementara ini kau tinggal di sini jangan keluar dan jangan bertemu dengan siapa pun karena di istana sedang mencari mu, tapi mereka hanya mencari dengan diam-diam. Tunggu aku 2 hari lagi di perbatasan, kau ikut bersamaku ke kerajaan langit," kata Jia Li.
"Aku harus ikut denganmu untuk apa?" tanya Xiao Chen bingung.
"Ya harus saja, di sana kau bisa memperkuat dirimu dan mempersiapkan segalanya dengan mudah tanpa gangguan," kata Jia Li.
"Baiklah aku akan menuruti mu," kata Xiao Chen. "Tak tahu hatiku mengatakan harus percaya padamu dan ada perasaan akrab muncul di hatiku saat dekat dan bicara denganmu," batin Xiao Chen sambil menatap Jia Li.
"Hey hey jangan menatapku seperti itu, memang ada yang salah pada wajahku," kata Jia Li yang membuat lamunan Xiao Chen buyar.
•
•
•
•
•
__ADS_1
Jangan lupa like, comments and vote ya
Happy Reading.