Berpindah Dimensi

Berpindah Dimensi
Chapter 24


__ADS_3

"Ohh si menyebalkan itu," kata Lily yang langsung di bekap oleh Min Jung.


"Lily jangan bicara sembarangan nanti kau bisa kena masalah," kata Min Jung melepaskan bekapannya.


"Huft, aku tak suka dia, dia itu menyebalkan dengan muka sok nya itu," bisik Lily.


"Uhuk, uhuk, jangan begitu Lily," kata Min Jung gelagapan.


Lily tak merespon dia hanya tersenyum dibalik cadarnya melihat kepanikan Min Jung.


---------------------


Semua orang berkumpul untuk memulai perburuan. Kelompok Lily sudah siap tinggl menunggu Lily datang.


"Pagi semua," sapa Lily.


Yang di sapa memalingkan wajahnya kearah yang menyapa.


"Pagi Lily," kata Jederal Mo sambil mengusap lembut puncak kepala Lily.


Putra Mahkota yang melihat interaksi akrab antara Jederal Mo dan Lily tak tahu mengepalkan tangannya, meskipun dia tahu bahwa Lily itu adik angkat Jederal Mo, tapi itukan hanya sebatas adik angkat bukan adik kandung.


"Ekhmm, mari kita mulai memasuki hutan" kata Putra Mahkota yang membuyarkan keakraban antara adik kakak itu.


Lily yang diganggu hanya mendengus dan mulai menaiki kudanya.


"Oh ya anggota kita kan berlima mana satunya?" tanya Lily.


"Pangeran ke dua tidak bisa ikut karena ada keperluan lain," jelas Putra Mahkota.


Lily hanya menganggukan kepalanya paham.


Mereka berempat mulai memasuki hutan dan menyusurinya. Lama perjalanan dan mereka menemukan tempat yang bagus untuk beristirahat selama perburuan.


Perburuan ini di lakukan selama 3 hari.


"Tempat ini bagus untuk kita mendirikan tenda," kata Putra Mahkota.


Dan diangguki oleh mereka bertiga. Karena tempat yang dekat dengan sungai dan pepohonan yang lumayan jarang.


Min Jung mencari kayi bakar sedangkan Jedral Mo berburu dan mencari buah-buahan untuk makanan mereka. Dan tertinggallah 2 orang. Awalnya Lily ingin ikut Min Jung untuk mencari kayu bakar tapi dicegah oleh Jedral Mo, alasannya bisa membahayakan Lily jika terjadi sesuatu.


Hening itu yang dapat menggambarkan keadaan diantara dua orang yang sedang menikmati angin sejuk. Ya- mereka adalah Putra Mahkota Zho dan Lily.


"Ekhm, kenapa kau ingin ikut berburu, bukankah perempuan itu biasanya suka menjaga tubuhnya agar tidak lecet," kata Putra Mahkota Zho menghilangkan keheningan.


Lily memandang lama wajah Putra Mahkota dengan tanpa ekspresi.


Yang dipandang tentungnya menjadi gugup dag dig dug dan menghasilkan semu merah pada kedua pipinya, tapi tak nampak.


Lama memandang Lily mengalihkan pandangannya kedepan dan menjawab.


"Aku ingin melakukan hal baru, dan juga juka aku tinggal itu akan sangat membosankan, disini suasananya tenang membuatku hatiku tenang, lagipula aku tak suka dandan,merawat tubuhku lah dan apalah itu," jelas Lily


Putra Mahkota Zho tertegun dengan kata-kata Lily.

__ADS_1


"Dia sangat berbeda dengan wanita lain," batin Putra Mahkota Zho.


Tidak berapa lama Min Jung dan Jedral Mo datang membawa kayu bakar dan hasil buruan, buah-buahan.


Lily langsung menghampiri mereka dan meninggalkan Putra Mahkota Zho yang menampilkan senyum tipisnya, sangat tipis tidak dapat terlihat selintas.


Lama mereka mengolah makanan untuk mereka dan memakannya dan setelahnya siap lah segalanya.


Mereka berdiskusi tentang strategi perburuan mereka.


Strategi mereka yaitu


Anggota mereka akan dijadikan 2 kelompok. Kelompok pertama dihari pertama dan kedua akan mencari kayu bakar dan makanan untuk mereka. Kelompok kedua bertugas untuk berjaga pada malam hari dan memantau keamanan sekitar. Di hari ketiga baru mereka akan melakukan perburuan. Tidak ada yang boleh prites dan dalam peraturannya tidak akan memandang status dan pangkat karena peraturan ini dibuat oleh Lily yang keras kepalanya luar biasa.


Mereka mulai membagi kelompok. Kelompok pertama berisikan Jendral Mo dan Min Jung, sedangkan kelompok kedua berisikan Lily dan Putra Mahkota Zho. Terlintas kebahagian di hati Putra Mahkota Zho karena sekelompok dengan Lily. Awalnya Jedral Mo menawarkan menggantikan untuk melakukan tugas tapi Putra Mahkota menolak dan tentu saja Lily juga tidak akan menyetujuinya.


+++++


Hari pertama dan kedua berjalan lancar dan tibalah hari ketiga.


"Ayo kita mulai perburuannya," kata Putra Mahkota Zho.


"Baik," ucap serempat Lily, Jenderal Mo dan Min Jung.


Mereka mengambil arah yang berlawan.


Diperjalanan tempat Lily dan Putra Mahkota Zho. Keterdiaman diantara mereka membuat suasana hening hanya suara langkah kaki kuda dan hewan-hewan kecil dihutan yang terdengar.


"Hey Lily," teriak seseorang.


"Hay Minghao," kata Lily juga berteriak dengan melambaikan tangan isyarat 'kemari'.


Tentunya Putra Mahkota Zho penasaran dan cemburu melihat interaksi akrab diantara mereka.


"Siapa?" tanya Putra Mahkota Zho.


"Ohhh maaf aku lupa memperkenalkan kalian," kata Lily. "Perkenalkan ini namanya Minghao temanku, dan ini Qin Zho Putra Mahkota kekaisaran Qin," kata Lily.


Sontak Putra Mahkota Zho kaget dan menatap tajam Lily, karena tidak ada yang berani menyebutkan namanya secara blak-blakan, kecuali ayahanda kaisar, ibunda permaisurinya dan juga sahabatnya yaitu Jedral Mo, tapi ada secercah kebahagiaan juga.


"Lily aku ikut denganmu," kata Minghao.


"Boleh," kata Lily.


"Tidak boleh," sahut Putra Mahkota Zho.


"kenapa?" tanya Lily.


"Tidak boleh saja," kata Putra Mahkota Zho yang tidak memiliki alasan untuk melarang.


"Huh, aku tidak perduli dengan mu membolehkan atau tidak itu terserah ku," kata Lily ketus. "Kau memiliki kuda?" tanya Lily kepada Minghao.


Minghao menggeleng pertanda tidak memiliki kuda.


"Emmm, kalau begitu kita naik kuda bersama" kata Lily yang langsung disela Putra Mahkota Zho.

__ADS_1


"Tidak boleh, dia akan berkuda bersamaku saja" kata Putra Mahkota Zho menahan api cemburu.


Mereka pun memulai perburuan dengan Putra Mahkota Zho dan Minghao berkuda bersama, tapi itu tak bertahan lama, karena mereka memilih berjalan kaki.


+++++


Hari sudah menunjukkan siang menjelang sore mereka menuju tempat pertemuan antara kelompok satu dan dua.


"Kalian sudah selesai," tanya Putra Mahkota.


"Ya kami sudah mendapatkan beberapa buruan, dan oh ya ini Lily untukmu," kata Jedral Mo sambil menyerahkan seekor kelinci putih kepada Lily.


"Wahhh, makasih kak Mo," ucap Lily dengan senyum bahagia dibalik cadarnya.


"Siapa dia," tanya Min Jung melihat Minghao.


"Ini teman ku namanya Minghao, kakak Mo apakah boleh dia tinggal dikediaman kita," kata Lily dan mintanya dengan wajah memelas.


"Kenapa dia harus tinggal dengan kita," kata Jederal Mo ketus.


"Orang tuanya sudah tidak ada dan dia tinggal sendirian di hutan ini, itukan berbahaya," kata Lily makin memelas dan dengan nada yang sangat menyedihkan.


"Aktingmu hebat betul Lily, tapi yang kau katakan itu juga benar sih," kata Minghao dalam hati.


"Baiklah, tapi dia akan tinggal sebagai penjagamu, kelihatannya kekuatan yang dia miliki tidak bisa diremehkan," kata Jedral Mo yang menatap tajam Minghao.


"Ok ok makasih," kata Lily dengan senangnya.


"Ok ok," beo mereka kecuali Jenderal Mo.


Mereka bingung tapi tak ingin menanyakannya.


+++++


Mereka sudah sampai ditempat perhitungan hewan buruan dan menyerahkan hasil buruan mereka.


Mereka memilih beristirahat di depan tenda Lily dengan duduk diatas tanah tanpa alas dengan berjejer. Lain hal nya dengan Putra Mahkota Zho yang langsung dipanggil oleh kaisar untuk bertemu.


+++++


*


*


*


*


*


*


*


Jangan lupa like, comments and vote ya agar author lebih semangat ngelanjutin ceritanya jangan lupa beri saran jika ada hal-hal yang menurut kalian membosankan atau apalah.

__ADS_1


Thank You....😘


__ADS_2