Berpindah Dimensi

Berpindah Dimensi
Chapter 50


__ADS_3

Mereka pun berpisah Zhe bergegas pulang ke kerajaan langit untuk menjemput kakaknya. Sedangkan Lily pulang ke kediamannya.


"Lily darimana saja, kami sudah lama menunggu," tanya Lin Sing.


"Ahh aku dari rumah makan untuk makan disana," kata Lily sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Ohhh, kalau begitu kau sudah makan dong, jadi kau tak perlu ikut kami makan," kata Lin Sing.


"Aku akan ikut makan, perutku lapar lagi setelah berjalan pulang," kata Lily mengusap perutnya.


"Baiklah, yo cepat makan," kata Lin Sing.


"Baik, ayo Li Mu Li Min kita makan," kata Lily.


Duo Li hanya mengangguk. Mereka pun makan bersama dan sesekali bercanda.


Malam telah tiba seperti yang sudah di sepakati Lily pun pergi ke hutan angker sendiri dan tanpa memberi tahu siapapun, dia berangkat menjelang tengah malam setelah semua orang tidur.


Dia menggunakan kekuatan peringan tubuh agar lebih cepat sampai. 2 jam sampailah dia di hutan angker, dia mencari keberadaan orang-orang yang menunggunya. Tak lama diapun melihat api unggun dia mulai mendekatinya.


"Sudah lama menunggu?" tanya Lily tiba-tiba.


Mereka berempat yang mengelilingi api unggun terkejut.


"Siapa kau," kata pengawal Putra Mahkota yang bernama Lee mengacungkan pedangnya.


"Tidak apa Lee dia orang yang kita tunggu," jelas Zhe.


"Tidak lama kok, kami juga baru sampai," kata Zhe.


"Ohhh, pasti kau yang kena racun ya," kata Lily menunjuk Putra Mahkota.


"Hey beraninya kau," kata Sen (pengawal Putra Mahkota).


"Sudah sudah tidak apa, perkenalkan namaku Biao Meng," kata Putra Mahkota Biao Meng.


"Aku Lily," kata Lily singkat.


"Apakah benar nona Lily dapat mengobati racun yang ada di dalam tubuh kami?" tanya Putra Mahkota Biao Meng.


"Ya aku bisa," jawab Lily.


"Bagaimana caranya?" tanya nya lagi.


"Ikuti aku," kata Lily seraya pergi.


Lily berencana untuk pergi ke danau hitam yang berada di hutan angker yang letaknya di tengah hutan.


20 menit mereka memasuki hutan menggunakan kekuatan peringan tubuh sampailah di tempat tujuan yaitu danau hitam. Danau hitam hanya namanya tetapi airnya sangat jernih terlihat dari pantulan cahaya bulan yang meneranginya. Sebelum Lily meminta Putra Mahkota Biao Meng dan Pangeran Biao Zhe berendam, dia menaburkan cairan berupa obat herbal yang sudah di raciknya dan di alirinya kekuatan penyembuhnya.


"Apa yang kau masukkan ke air ini nona Lily?" tanya Putra Mahkota Biao Meng.

__ADS_1


"Obat," jawab Lily singkat. Setelah selesai menuangkannya Lily pun meminta mereka masuk berendam. "Masuk lah kedalam air ini untuk berendam, kemungkinan akan terasa sakit, tapi cobalah menahannya jangan sampai kalian keluar dari air sebelum sakitnya hilang, pengawal kalian juga sepertinya terkena racun, tapi tak seganas kalian lebih baik berendam juga, dan...lepaskan seluruh pakaian kalian," jelas Lily.


Blush


Wajah mereka berempat langsung merah merona, bagaimana tidak seorang gadis menyuruh mereka menanggalkan seluruh pakaian mereka.


"Jangan berpikiran aneh, aku akan pergi dan menunggu kalian dari jarak yang jauh, jika kalian telah selesai panggil saja namaku, nanti aku akan datang," jelas Lily.


"Ekhm, a ah baiklah," kata Pangeran Zhe.


"Baik kalau begitu aku akan pergi. Oh ya kalian harus menyelesaikannya selama 2 jam, karena fungsi obatnya akan hilang dalam waktu itu, dan lebih baik kalian langsung bersama-sama berendam. Aku akan membuat segel di sini agar tak ada yang mengganggu kalian," kata Lily seraya pergi.


Mereka berempat mengangguk paham.


"Yang mulia putra mahkota dan pangeran sebaiknya berendam terlenmbih dulu, setelah selesai nanti kami setelahnya," kata Lee.


"Tidak perlu, lebih baik kita bersama-sama seperti apa yang dikatakan oleh nona Lily, lagian dia sudah membuat segel untuk kita," terang Putra Mahkota Meng seraya menanggalkan pakaiannya.


"T tap...," belum sempat Sen menyelesaikan perkataanya Zhe langsung menghentikannya.


"Sudahlah, ayo cepat kita berendam, nanti fungsi obatnya hilang," jelas Pangeran Zhe seraya menanggalkan pakaiannya juga.


Mereka pun berendam, sedangkan Lily membuat api unggun untuk menghangatkan dirinya.


2 jam telah berlalu mereka berempat telas selesai berendam. Mereka mencari keberadaan Lily dan terlihatlah cahaya yang berasal dari apai unggun yang dibuat Lily.


Setelah sampai di dekat api unggun mereka melihat sesosok gadis cantik yang sedang tertidur lelap, ya dia adalah Lily, sebelum tidur dia melepaskan cadarnya. Tidak ingin mengganggu mereka berempat tak membangunkannya.


1 jam mereka menunggu, tapi masih tak ada tanda-tanda Lily ingin bangun.


"Astaga iii," kata Lily langsung melemparkan ulat yang berada di tangannya.


Melihat kelakuan Lily yang tak seperti sebelumnya mereka berempat menahan tawanya.


"Eh eh, ada orang ternyata hehe, maaf," kata Lily canggung seraya menggaruk tekuknya yang tak gatal.


"Ekhmm, ah nona tidak apa," kata Pangeran Zhe.


"Ahhh, apakah kalian sudah selesai berendam, kenapa tak memanggilku?" tanya Lily seraya memasang cadarnya kembali.


"Kami sudah memanggil nama nona, tapi tak ada sahutan jadi kami memutuskan untuk mencari keberadaanmu," jelas Pangeran Zhe.


"Ohh, kalau begitu maafkan aku, aku ketiduran dan selanjutnya makanlah pill penyembuh ini," kata Lily sambil menyerahkan pill kepada mereka berempat.


"Bukankah ini pill penyembuh, aku masih punya yang kau berikan siang tadi bahkan belum berkurang satu butir pun," kata Pangeran Zhe.


"Tidak apa, itu simpanlah dan makanlah yang ku berikan ini," kata Lily.


"Baiklah, terimakasih," kata Pangeran Zhe.


"Nah coba ku periksa kalian satu-satu," kata Lily seraya maju.

__ADS_1


"A ahh baiklah," kata pangeran Zhe malu-malu mengulurkan tangannya.


Dan berlanjut sampai orang keempat.


"Kalian tinggal dimana sementara ini?" tanya Lily.


"Kami menginap di penginapan tempat Pangeran Zhe menginap," jelas Putra Mahkota Meng.


"Ohh baiklah, kalau begitu kita berpisah disini ya dan juga hari semakin larut," kata Lily seraya bangun dari duduknya.


"Tunggu nona, bisakah kami tahu kau tinggal dimana?" tanya Putra Mahkota Meng.


"Aku tinggal di kediaman Jenderal Mo," kata Lily.


"Jenderal Mo, Yen Mo benar, yang memiliki banyak prestasi di kekaisaran Qin," kata Pangeran Zhe berbinar.


"Ya kau benar, apakah kau kenal," kata Lily kembali duduk.


"Ya siapa yang tak tahu dengannya, aku sudah lama tak bertemu dengannya," kata Pangeran Zhe.


"Bagaimana dia dulunya?" tanya Lily antusias.


"Memang kamu siapanya?" tanya Pangeran Zhe balik.


"Aku adiknya," kata Lily.


"Hah, benarkah! Setahuku dia tak memiliki adik perempuan," kata Pangeran Zhe.


"Aku adik angkatnya, kalian mau mampir, besok boleh datang aja dan ceritakan tentang kak Mo pada ku" kata Lily.


"Ohhh, baiklah besok kami akan ke kediaman mu," kata Pangeran Zhe menatap Putra Mahkota Zhe.


Putra Mahkota mengangguk menyetujui. Merekapun berpisah.


Keesokan harinya, seperti biasa Lily selalu bangun pagi, meskipun dia hanya tidur 3 jam setelah datang malam tadi.


*


*


*


*


*


*


*


Jangan lupa beri like, comments and vote yang banyak ya.

__ADS_1


Thank You... 😊


Happy Reading.


__ADS_2