Berpindah Dimensi

Berpindah Dimensi
Chapter 68


__ADS_3

Mereka berenam sudah masuk kedalam rumah sederhana mereka.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Min Jung.


Bird pun menceritakan seluruh kejadiannya, tapi sampai pada saat mereka menutup mata saja, karena mereka tak dapat melihat maupun mendengar setelah mata mereka terpejam.


Lily hanya diam melamun, dia masih memikirkan sosok itu, tapi entahla senyaman-nyaman nya saat Lily berada di dekat Xia Leng tidak senyaman saat Huan Tian memeluknya.


Baru kali ini Lily merasakan perasaan mendebarkan semenjak tiba di dunia ini. Lily senyum-senyum sendiri jadinya, seperti orang yang baru pertama kali jatuh cinta.


Hari-hari berlalu dan aktifitas mereka lun berjalan normal dan usaha yang di buat mereka sekarang yang memasuki usia satu bulan sudah sangat berkembang bukan hanya terkenal di desa itu, tapi terkenal sampai keluar desa.


Para pegawai Lily ambil dari orang yang tak mampu atau pun budak yang di rampasnya dari para penjual budak.


Saat ini Lily hendak pergi menuju butiknya.


Saat dia masuk butik tersebut dan langsung naik ke lantai tiga, para pembeli tentu saja heran, karena sepengetahuan mereka di lantai tiga iti adalah tempat khusus untuk pemilik dan pegawai butik itu.


"Selamat datang nona," ucap pegawai toko kepercayaan Lily.


Lily hanya menganggukkan kepala dan berlalu pergi ke tempat tujuannya.


Orang-orang tak ada yang tahu rupa dari pemilik butik itu karena Lily selalu menggunakan topeng begitu juga dengan Lin Sing dan Min Jung mereka tak pernah menampakkan wajah mereka di depan umum.


Dari lantai 3 terlihat jelas aktifitas warga didesa itu. Banyak pendatang maupun pedagang yang melewati desa tersebut.


"Lily," panggil Lin Sing yang baru datang.


"Hemm," jawab Lily.


"Akhir-akhir ini kamu terlihat murung, ada apa?" tanya Lin Sing.


"Tidak ada, hanya saja aku merasa ada yang masih kurang," jelas Lily.


"Aku tahu," jawab Lin Sing antusias.


"Apa?" tanya Lily mulai memandang Lin Sing.


"Pasangan," jawab Lin Sing terkekeh.


"Kau juga belum punya," dengus Lily.


"Ada, tapi aku malu menyatakan nya terlebih dulu," ucap Lin Sing malu-malu.


"Jangan terlalu banyak berpikir nanti diambil orang baru tahu," kata Lily.


"Tapi aku kan perempuan, malu," kata Lin Sing.

__ADS_1


"Kak Jung juga suka sama kamu, cuman dia itu seperti perempuan juga pemalu," kata Lily terkekeh.


"Kau benar Lily, dia itu tidak peka," kata Lin Sing cemberut.


Lily menggelengkan kepalanya dan dia berencana akan membuat mereka menikah.


Di kediaman yaitu di teras mereka semua duduk bersantai dengan pikiran masing-masing. Selesai dengan pikirannya Lily berucap.


"Kak Jung kau ingin menikah?" tanya Lily.


Sontak pertanyaan Lily membuat Min Jung tersedak ludah nya sendiri.


"Apa yang kau maksud?" tanya Min Jung.


"Ya maksudku apakah kakak ada gadis yang di sukai dan jika ada nikahi lah dia. Umur kakak sudah cukup tua untuk menikah," kata Lily santai sambil melirik Lin Sing yang murung.


"A aku tidak apa menikah saat tua," jelas Min Jung.


"Iya kakak tak apa, gadis nya kasihan," dengus Lily. "Lin Sing kau ingin menikah, ada pria yang kau suka?" tanya Lily.


"Ada dan rencanaku aku akan menikah dengannya dalam waktu dekat ini," ucap Lin Sing yang sudah tahu maksud pertanyaan Lily.


"Dengan siapa?" tanya Min Jung tergesa-gesa.


Mereka semua menatap Min Jung yang terlihat panik.


"Itu urisanku, karena...," ucap Min Jung gantung.


"Karena apa?" tanya Lin Sing mendesak.


"I iti karena...," Min Jung menghirup udara sebelum melanjutkan. "Karena aku suka kamu dan aku tidak ingin kau berhubungan dengan pria lain," ucap Min Jung sambil memejamkan matanya.


Seketika tawa mereka meledak.


Hahahahaha. "Akhirnya," ucap Lily sambil tertawa lepas.


Min Jung membuka matanya dan orang pertama yang dilihatnya adalah Lin Sing yang sudah merona.


"Pria yang ku suka juga kamu," kata Lin Sing malu-malu.


"Cieeeee jadian," kata mereka serempak.


Akhirnya kisah cinta antara 2 insan menyatu.


Lily meminta mereka setelah menikah membuat rumah sendiri di desa dan mengurus rumah makan Lily, awalnya mereka menolak tapi Lily bersikeras dan mereka pun hanya menuruti.


Pernikahan di gelar secara sederhana di kediaman yang sudah di bangun untuk mereka.

__ADS_1


Sekarang tinggal Bird, Dragon, Minghao dan Lily yang tinggal di kediaman semula. Lily merasa bosan selalu di rumah dan berencana ingin pergi kedalam hutan untuk mencari kesenangan.


Bird, Dragon dan Minghao ikut Lily tapi berdiam di dimensi.


Lily berjalan perlahan sambil menikmati kesejukan dan kesegaran udara di hutan. Tibalah Lily di air terjun yang berada di tengah hutan, awalnya dia tak tahu ada air terjun yang Indah tapi saat dia mencari tumbuhan obat dia tak sengaja melihat air terjun akan tetapi hark saat itu sudah ingin malam, jadi Lily memilih pulang dan akan kembali lagi kali dan sekarang lah waktunya.


"Hemmm, aku sudah lama di dunia ini. Apakah mereka di sana baik-baik saja aku ingin sekali bertemu mereka, tapi tak tahu caranya," gumam Lily tak terasa air mata jatuh deras di kedua belah pipinya.


Lily sangat merindukan keluarga yang sudah membesarkannya, dia sudah melepas kesempatan untuk bisa pulang dan sekarang dia tidak tahu apakah ada cara lainnya?


Lily membaringkan tubuhnya di sebuah batu besar yang tepat berhadapan air terjun, dia memejamkan matanya untuk menikmati ketenangan. Mungkin karena tak ada suara bising apapun Lily tertidur denga pulasnya di dalam mimpinya ada seseorang yang mencium bibirnya, tapi dia tak tahu jika itu bukan mimpi. Huan Tian datang menemuinya, setelah ciuman singkat itu tangan Huan Tian terulur membelai pipi mulus Lily yang tanpa topeng dan menghapus sisa air mata di sudut mata Lily.


"Jika kau menangis hatiku terasa sakit, jadi aku akan membuatmu tersenyum dan tak akan membuatmu menangis," gumam Huan Tian.


Huan Tian duduk di samping Lily yang rebahan dia memandang Lily yang tertidur pulas tanpa ada rasa takut dan waspada.


Lily merasa tak ada bahaya saat ini jadi dia tidur dengan nyamannya.


Hemm, lengungah Lily yang tidur nya terganggu karena sinar matahari yang mengenai wajahnya. Huan Tian menghalangin sinar matahari itu dengan tangannya dan tersenyum.


Cukup lama Lily tidur dan hark sudah mulai sore, dia pun bangun dan mengerjab beberapa kali saat melihat sosok yang duduk di sampingnya.


"Apakah aku masih bermimpi," gumam Lily sambil mengerjapkan matanya.


"Kau tidak sedang bermimpi," ucap Huan Tian yang membuat Lily langsung berdiri. "Mau kemana?" tanya Huan Tian yang melihat Lily ingin pergi.


Lily berhenti dan berbalik. "Pergi," jawab Lily singkat.


"Pergi kemana?" tanya Huan Tian yang berdiri dan mendekati Lily.


Refleks Lily memundurkan kepalanya karena tiba-tiba Huan Tian memajukan wajahnya.


"Em ah ke kediaman ku," ucap Lily gugup. Jantung nya berdebar seakan hendak keluar dari sarangnya. "B bisa mundurkan wajahmu," pinta Lily yang pinggangnya sudah pegal menahan tubuhnya yang melengkung kebelakang.


*


*


*


*


*


Jangan lupa like, comments and vote.


Happy Reading

__ADS_1


Next...


__ADS_2