
Mereka bertiga pun keluar dan melihat ekspresi Jia Li yang sedih membuat mereka juga merasa sedih.
Bukannya menjawab pentanyaan Bird Jia Li malah berbicara pada Minghao.
"Minghao sudah lama kita tidak kesini ya, aku sangat merindukan kakak Mo, Xiao Lan, kakak Ipar Yue dan keponakanku, tapi aku takut menemui mereka karena mereka pastintak mengenaliku," kata Jia Li sedih. "Dan juga aku belum berkunjung ke akademi Li Mu dan Li Min dan juga rumah Lin Sing dan kak Jung pasti anak mereka sudah besar," lanjut Jia Li.
"Tenanglah, aku akan pergi mengecek kediaman Jenderal Mo, kalau-kalau Li Mu dan Li Min juga ada kan?" kata Minghao menenangkan Jia Li.
"Aku juga ingin ikut," kata Jia Li.
"Kau istirahatlah, nanti saja yang pergi, nanti akan ku ceritakan tentang apa yang ku lihat, dan kau juga kan bisa melihat mereka nanti," kata Minghao.
"Ya Jia Li, biarkan Minghao saja yang pergi aku dan White akan menemanimu di sini," ucap Bird.
Jia Li pun mengangguk dan Minghao pergi ke kediaman Jenderal Mo. Sesampainya di kediaman Jenderal Mo Minghao yang mengawasi dari atas pohon yang tak jauh dari kediaman maupun halaman Jenderal Mo hanya menemukan Mu Yue bersama putranya Lian. Tak ada tanda keberadaan Jenderal Mo di kediaman itu, jadi Minghao memilih turun menemui mereka. Saat Minghao turun para pengawal waspada dengn kedatangannya dan saat Mu Yue melihat jika yang datang adalah Minghao dia sangat senang.
"Minghao," panggil Mu Yue.
Minghao berbalik menghadap Mu Yue.
"H hai apa kabar?" tanya Minghao canggung.
"Tidak apa, dia tamuku," kata Mu Yue berbicara pada pengawalnya. "Kalian pergilah," lanjutnya
"Baik Nyonya kalau bergitu kami permisi," ucap salah satu pengawal. Mereka pun pergi dengan dayang juga.
Tersisa Mu Yue, Minghao dan Lian.
Lian hanya menatapi Minghao yang menurutnya tak asing. Ya memang karena dia pernah bertemu Minghao saat berumur 1 tahun tapi kemungkinan dia lupa.
"Sudah lama kita tak bertemu, bagaimana kabarmu?" tanya Mu Yue.
"Aku baik, ku harap kalian semua baik-baik saja, dimana Jenderal?" tanya Minghao.
"Dia belum pulang dari istana," kata Mu Yue. "Oh ya bagaimana kau bisa sampai ke sini, bukankah kontrak kau dengan Lily telah putus?" tanya Mu Yue.
Belum sempat menjawab ada orang yang memanggilnya dari belakang.
__ADS_1
"Kak Minghao," panggil orang itu.
"Kalian, kenapa berada di sini, bukankah kalian harusnya berada di akedemi," kata Minghao yang terkejuy sekaligus senang melihat Li Mu dan Li Min.
"Kami telah lulus dari sana," kata Li Min.
"Benarkah, kalian kan masih muda kenapa cepat sekali lulusnya," kata Minghao.
"Kami kan hebat," kata Li Min bangga.
"Benarkah," saat Minghao mengecek kekuatan Li Mu dan Li Min dia kagum dengan peningkatan mereka yang di usia muda ini sudah berada di tingkat puncak tahap akhir. "Wahhh kalian hebat,"
"Kakak bersama siapa kesini," tanya Li Mu.
"Aku berama...," kata minghao menjeda perkataannya. "Nanti lah ku beritahu, aku tak bisa menceritakannya sekarang, tapi tak lama lagi kalian akan tahu," kata Minghao.
"Baiklah kami akan menunggu, aku harap kabar gembira," kata Mu Yue.
Mereka semua yang tertinggal merasa sedih karena kepergian Lily yang mendadak.
*Di istana*
Tak terasa kakinya membawanya ke pelatihan prajurit dimana saat dia menjadi Lily, dia dia ajak oleh Yen Mo.
Jia Li bisa melihat para prajurit latihan dengan serius dan keras, dia juga bingung kenapa latihan mereka sangat berbeda dari yang dulu. Jia Li masuk kedalam lapangan dengan diikuti Bird dan White.
Dilapangan ada Yen Mo yang melatih prajuritnya dengan serius dan perhatiannya teralihkan saat melihat seorang gadis dan 2 orang pria yang di kenalnya.
"Kalian latihan sendiri dulu, aku ada urusan sebentar," kata Yen Mo dingin, dan dia pun langsung menghapmpiri 3 orang itu.
"Bird White Dragon, apakah aku tak salah lihat," panggil Yen Mo senang.
Bird dan White Dragon membalas dengan senyuman. Lain halnya dengan Jia Li yang terlihat dari matanya memancarkan kerinduan yang sangat dalam.
"Nona ada keperluan apa anda kemari, ini tempat latihan para prajurit loh," kata Yen Mo.
Jia Li tak dapat mengendalikan kerinduannya dia punntertunduk dan terisak.
__ADS_1
Yen Mo bingung dan panik mendengar isakan Jia Li. "Nona kenapa anda menangis, apakah ada kata-kata saya yang membuat anda tak nyaman?" tanya Yen Mo panik.
"Jia Li lebih baik kau katakan yang sebenarnya saja, daripada kau seperti ini," kata White.
Yen Mo bingung. "Apa yang harus di katakan padaku?" tanya Yen Mo.
"Tentang kebenarannya," kata Huan Tian yang baru datang.
"Adik ipar, kau juga datang menghadiri pernikahan puteri," kata Yen Mo kaget sekaligus senang, karena mereka sudah lama tak bertemu semenjak perginya Lily. "Kebenaran apa?"
"Aku di sini menemani istriku," kata Huan Tian.
"Istri?" beo Yen Mo lalu menatap Jia Li yang masih tertunduk. Yen Mo tersenyum kecut, tidak ada yang salah karena menurutnya Huan Tian memiliki hak mendapatkan pendampingnya lagi selain Lily.
"Kebenaran yang ku katakan adalah...," kata Huan Tian terhenti saat Jia Li mengangkat tangan dan menetralkan isakannya.
"Biar aku saja yang mengatakannya," kata Jia Li dengan wajah sembab nya. "Lebih baik kita mencari tempat yang cocok untuk berbicara,"
Yen Mo pun membawa mereka ke pondok tempat pertama kali Lily bertemu Min Jung.
Mereka berlima sudah duduk berhadapan dan hening, karena mereka menunggu Jia Li bicara.
Sebelum mengeluarkan kata-kata Jia Li menghela nafas. "Huhhhhh, kak Mo maaf aku tak mengunjungi mu setelah kembali, aku takut kau tak mengenal dan percaya bahwa aku adalah Lily," kata Jia Li sambil menatap lurus ke manik mata Yen Mo.
Deg deg deg. Jantung Yen Mo berdetak kencang karena mendengar seorang gadis yang duduk di depannya ini memanggilnya seperti panggilan adik angkatnya. Dia memberanikan diri untuk bertanya, dia takut jika harapannya akan musnah karena kerinduannya itu dengan adiknya yang pergi tanpa pamit itu.
"Lily," panggil Yen Mo lirih dengan mata penuh harap. Dia juga percaya dengan perpindahan roh manusia karena dia juga pernah bertemu dengan seseorang seperti itu jadi dia mencoba percaya untuk yang kedua kalinya. Matanya mulai berkaca-kaca mendengar panggilan yang sudah lama tak di dengarnya dari gadis yang sangat di rindukannya.
•
•
•
•
•
__ADS_1
Jangan lupa like, comments and vote ya...
Happy Reading.