
Plak
Plak
Pukulan keras mendarat di kepala Li Mu dan Li Min.
"Auuu beraninya memukul kepalaku," kata mereka bersamaan dan langsung melihat sumber.
Mereka tak mengenali orang di balik topeng dan tudung itu.
"Siapa kau?" marah Li Mu.
Mendengar teriakan Li Mu.
Lin Sing dan Min Jung beserta Wuchen yang baru sadar jika di samping mereka sudah tak ada Lily bergegas berlari ke sumber keributan.
Mereka berhenti dan terdapat senyum di sudut bibir Lin Sing dan Min Jung.
"Ma...," belum sempat Wuchen ingin berkata dan meletai tapi Min Jung menghalangi.
"Tidak apa, biarkan saja," kata Min Jung tenang. Wuchen pun mundur dan melihat saja.
Lily terkekeh dari balik tudungnya.
"Jadi begini ya sikap kalian setelah jauh dariku," ucap Lily yang berbah menjadi dingin. Dia marah melihat sikap adiknya yang seperti bangsawan sombong. Dia mengeluarkan aura intimidasi yang mengerikan.
Murid-murid yang tak jauh dari sana merasakan kesulitan bernafas begitu juga dengan Li Mu dan Li Min meskipun tak seperti murid lainnya karena kekuatan mereka melebihi murid lainnya.
Para murid mulai berdatangan. Mendengar ribut-ribut para guru di akademi Hong mulai keluar. Dan saat mereka keluar mereka mendapati 2 orang murid kebanggaan mereka terlibat masalah dengan orang yang memiliki aura yang sangat mengerikan. Ketua akademi datang dan mencoba melerai tapi di halangin oleh Min Jung.
"Anda tenang saja, tidak akan terjadi apapun pada murid anda," kata Min Jung yang mengeluarkan aura intimidasinya juga.
Selama perjalanan Lin Sing dan Min Jung selalu memperkuat kekuatan mereka, meskipun Lin Sing tak dapat meningkat lagi, tapi masih mampu menguasai kekuatan lainnya.
Li Mu dan Li Min yang sudah berlutut karena tekanan yang di beri Lily membuat mereka tak dapat bergerak. Kemudian Lily berbisik.
"Apakah sikap kalian yang sekehendak hati begini yang kakak ajarkan," kata Lily berbisi pada keduanya.
__ADS_1
Air mata Li Mu dan Li Min langsung mengalir deras dan mereka tertunduk. Sekarang Lily sudah menarik aura tekanannya.
Para guru dan murid lain terkejut melihat murid yang terkenal dingin, acuh dan tanpa ekspresi menangis setelah berhadapan dengan orang yang berada di depan mereka. Bukannya merasa aneh karena orang itu lebih kuat, tapi karena mereka berdua terkenal biar pun kalah lebih baik mati daripada tunduk dan meminta ampun itulah prinsip mereka.
"Maaf kak, kami sudah mengecewakanmu," lirih Li Mu.
"Iya kak, kami sudah dibutakan oleh hawa nafsu kami," kata Li Min.
Melihat kedua adiknya tulus meminta maaf dan menyesali perbuatan mereka, Lily pun luluh dan memeluk mereka berdua langsung. Li Mu dan Li Min pun membalas pelukan Lily dengan erat.
Lagi-lagi para murid ternganga melihat adegan mengharukan di depan mereka, karena Li Mu dan Li Min juga terkenal dengan anti sentuhan fisik, mereka tak suka bersentuhan dengan orang lain.
"Sudah-sudah jangan menangis, nanti reputasi kalian jatuh," canda Lily.
"Ahh kakak," kata Li Min cemberut.
Sekarang para murid gadis yang menjerit dalam hati melihat wajah menggemaskan Li Min yang cemberut. Ini sangat langka bahkan tak pernah terjadi.
"Hahahaha, ayo kita berbicara di tempat lain saja, dan dengarkan ceramah kakak," kata Lily. Wajah Li Mu dan Li Min langsung pucat pasi mendengar ceramah yang akan di berikan Lily, itu karena telinga mereka akan di masuki ceramah pedas dari Lily.
Li Mu dan Li Min membawa Lily, Lin Sing dan Min Jung keruangan kepala akademi dan kebetulan mereka juga di panggil.
"Maaf sudah membuat kerusuhan di akademi anda," ucap Lily datar.
"Tidak masalah ini juga salah paham," jawab Ketua Hong. "Kenapa gerangan anda sekalian berkunjung ke akademi kami ini?" tanya Ketua Hong.
"Kami hanya kebetulan lewat dan melihat akademi ini, sebenarnya kami juga tidak tahu jika ini akademi adik-adik mencari ilmu," kata Lily.
"Memangnya kalian ingin pergi kemana?" tanya Li Min.
Diantara mereka memang Li Min yang selalu dekat dan manja pada Lily.
"Kami....mau berpetualang dan ini sudah satu minggu lebih dari sini kami akan melanjutkan perjalanan," jelas Lily.
"Wahhh seruuu, boleh ikut," kata Li Min dengan menunjukkan mata yang penuh harap.
Tak, jitakan pelan mendarat di kepala Li Min.
__ADS_1
"Kakak menyuruh kalian di sini untuk apa?" tanya Lily.
"Untuk mencari ilmu dan menjadi kuat," jelas mereka berdua.
"Nahh jika sudah tahu kenapa berkelakuan semena-mena. Dan jika kalian sudah sangat kuat susul lah kami, kakak tak ingin menunggu kalian," kata Lily.
"Ekhemm, maaf nona kemungkinan ini salah paham, karena mereka berdua murid yang baik tidak berbuat semena-mena hanya saja murid lain yang menginginkan melayani mereka," jelas Ketua Hong.
Li Mu dan Li Min menunduk. "Ohh begitu, tapi tetap saja tidak boleh bersikap sok begitu, jika mereka yang menginginkannya ya boleh saja tapi berteman lah dengan sewajarnya jangan terlihat seperti atasan dan bawahan. Kakak kan mengajarkan kalian untuk berbagi dan jika mereka iri dengan kekuatan kalian dan ingin seperti kalian asalkan tujuan mereka tak melenceng ajarkanlah juga mereka tak ada salahnya mengajari orang lain bahkan jika kita mengajari orang lain maka ilmu yang kita dapat akan bermanfaat dan tidak akan mudah lupa," ceramah Lily. "Dan juga misalkan saat kalian sudah mengajarkan mereka dan mereka berhasil tapi menggunakan kekuatan yang kalian ajarkan untuk berbuat hal yang tidak baik maka kalian boleh melakukan apa saja," sambung Lily.
"Kami mengerti kak, kami tidak akan bersikap seperti itu lagi," ucap mereka berdua.
"Bagus, tapi menjaga jarak juga tak salah, jika seseorang itu hanya memanfaatkan ketenaran kalian, jauhilah orang seperti itu," kata Lily. "Tapi kakak suka gaya kalian dengan wajah tanpa ekspresi datar," sambung Lily sambil terkekeh.
Lin Sing dan Min Jung yang melihat perubahan Lily yang serius jadi lebay hanya mampu berucap.
"Mulai sudah tak dapat mempertahankan lama gaya dinginnya," ucapa batin mereka.
Maksudnya mulai yaitu mulai lebaynya dan kocaknya.
Mereka bermalam satu malam di akademi Hong. Dan saat ini mereka sedang berkumpul di sebuah taman yang berada di belakang akademi.
Karena tak ada orang Lily membuka topengnya. Karena sedari tadi hanya tudung yang di lepas.
Mereka berbincang tanpa ada yang mengganggu dan agar orang lain tak melihat keberadaan mereka Lily memasang pelindung yang jika dari luar hanya terlihat kekosongan.
*
*
*
*
*
Jangan lupa like, comments and vote.
__ADS_1
Happy Reading
Next...