
Para warga berhamburan ke tepi jalan untuk mengambil jarak aman untuk mereka. Siapa yang tak kenal dengan kelompok preman yang sangat meresahkan wilayah mereka. Mereka yang lemah, jadinya tak dapat melawan kelompok preman yang jumlahnya cukup banyak.
Mau tak mau Lily juga bergerak, karena mereka hanya berempat dan melawan 10 orang.
Bugh
Bugh
Akhh
Dengan cepat ke sepuluh orang itu di kalahkan oleh kelompok Lily.
"Ampun..ampuni kami, kami tak akan berani lagi," kata pria sangar itu yang di duga ketuanya.
"Memangnya, jika kami mengampuni kalian, maka kalian akan berhenti menjadi sok hebat di daerah sini," kata Lin Sing.
"Ya ya, kami janji tak akan merusuh lagi," kata ketuanya.
"Nah ambil ini, buka usaha untuk kalian, jangan menculik maupun malak orang lain lagi, jika aku masih mendengar tentang kalian yang membuat onar lagi, maka hari itu akan jadi hari terakhir kalian melihat matahari," kata Lily dengan mengeluarkan aura intimidasinya sambil melemparkan kantong berisi koin emas.
Dimana Lily memperoleh banyak koin emas? Tentunya di ruang dimensinya, disana koin emas miliknya menggunung.
"Baik baik, kami akan menuruti keinginan kalian dan kami sangat berterima kasih dengan pemberian kalian," kata ketua.
"Terimakasih nona-nona dan tuan, jika ada yang kalian butuhkan datanglah pada kami," kata mereka serempak.
"Ya ya ya, pergilah kalian," kata Lily sambil mengibaskan satu tangannya.
Saat semua preman sudah pergi para warga mulai mendekati kelompok Lily.
"Terimaksih anak-anak muda sekalian, karena sudah mengusir para preman yang selalu membuat resah daerah sini," kata salah satu warga.
"Iya terimakasih, mereka sangat meresahkan kami," kata salah satunya lagi.
"Sama-sama, kalau begitu kami permisi," kata Yue sopan.
"Baiklah pergilah," kata para warga.
....
"Huh lelahnya," gumam Lily seraya menjatuhkan badanya di peraduan yang ada di kamar penginapannya. "Rencana jalan-jalan hanya untuk melancarkan pencernaanku, ternyata...ahhh sudahlah lebih baik aku tidur," gumam Lily lagi.
...
Gadis cantik yang sedang enak-enaknya tidur terganggu oleh sesuatu yang menggelitiki telinganya.
Saat dia membuka mata di reflek bangun karena melihat seseorang dihadapinya.
"Kamu, mau apa kau ke sini?" tanya Lily marah.
"Aku kesini ingin menemui istriku," jawabnya.
"Heh Xiaxia jangan sembarangan memanggilku seperti itu, aku bukan istrimu dan tak akan pernah aku mau menjadi istrimu," kata Lily.
"Hehehe, nanti pasti kau akan bersedia, tunggu saja," kata Xia Leng. Ya dia Xia Leng yang ternyata sudah mengikuti kelompok Lily sedari pergi dari kediaman Jenderal Mo.
"Pergi pergi, kau tak di terima di sini," kata Lily sambil mendorong bahu Xia Leng.
Tapi Xia Leng tak bergeming dia tetap duduk nyaman di tepi peraduan Lily.
"Iihhh cepat pergi sana...aaaa," ketika Lily mendorong bahu Xia Leng yang kesekian kali tanganya meleset dan diapun menubruk dada Xia Leng dan langsung saja Xia Leng memeluknya.
__ADS_1
"Kan sudah ku bilang, kau pasti akan datang sendiri padaku," goda Xia Leng.
"Lepas," kata Lily sambil mendorong dada Xia Leng. Bukannya melepas pelukannya Xia Leng malah mempereratnya.
Seperkian detik mata mereka saling menatap.
"Ekhem, lepas..ku bilang lepas," kata Lily dengan sedikit mengeluarkan kekuatannya dan akhirnya dia terlepas dari pelukan kuat Xia Leng.
Xia Leng terkekeh mendapati Lily yang kesal.
"Baiklah aku akan pergi, tapi nanti aku akan kembali, ingat jangan dekat-dekat dengan pria lain," peringatan Xia Leng untuk Lily.
"Aku tak peduli, terserahku kan," kata Lily membelakangi Xia Leng.
Xia Leng yang gemas dengan Lily yang bersikap seperti itu langsung memeluknya dari belakang dan
Cup
Ciuman mendarat di pipi kanan Lily.
"Dasar kau....," marah Lily memberontak dan berpaling, tapi saat dia berpaling Xia Leng sudah tidak ada di tempat.
Tok tok tok, " Lily apakah kau sudah bangun?" tanya Lin Sing.
"Ya aku sudah bangun, masuklah," kata Lily.
Kreatt, " Kita makan di bawah ya, aku sudah memesan makanannya dan yang lain sudah menunggu," kata Lin Sing.
"Baiklah, aku cuci muka dulu sebentar," kata Lily seraya menuju kamar mandi yang hanya dihalati oleh pagar bambu yang di anyam.
"Yuk," ajak Lily.
Merekapun turun kebawah untuk makan.
"Pagi," ucap mereka barengan.
Mereka pun makan bersama dan setelahnya akan melanjutkan perjalanan mereka.
...
Sekarang mereka sudah sampai di kerajaan langit. Terlihat banyak orang yang berlalu lalang dan teriakan para pedagang.
"Kak Jung carilah penginapan untuk kita menginal beberapa hari di sini," kata Lily.
"Baiklah, aku pergi dulu," kata Min Jung seraya pergi.
Lily, Mu Yue dan Lin Sing pun memilih memcari tempat untuk beristirahat sejenak menunggu Min Jung kembali.
"Minghao, Dragon, Bird apakah kalian ingin keluar dan menikmati suasana di sini," kata Lily berbicara melalui batinnya.
"Baiklah, kami akan keluar," kata Bird.
"Tapi jangan langsung keluar dari hadapanku ya, di sini banyak orang, carilah tempat sunyi," kata Lily.
"Baiklah," kata Bird.
Mereka pun keluar di tempat sepi dan langsung mencari keberadaan Lily.
Gadis-gadis yang lewat terpana dengan tiga sosok pemuda tampan yang sedang berjalan beriringan.
"Wahhh tampan nya,"
__ADS_1
"Aku mau dong satu,"
"Kyaaa, ganteng amat mereka,"
Mendengar ribut-ribut Lily, Mu Yue dan Lin Sing pun melihat kearah ribut-ribut itu dan seketika wajah mereka menjadi datar.
Sampailah ketiga pemuda tampan itu di hadapan Lily dan lainnya.
"Sudahkah kalian tebar pesonanya?" tanya Lily yang masih menatap datar ketiganya.
Mereka adalah Minghao, Dragon dan Bird dengan wujud manusianya.
"Hehehe, kami tidak tebar pesona kok, mereka aja yang teriak-teriak," kata Minghao.
"Ya ya ya baiklah, lebih baik kalian tak mengganggu ketenangan kami," kata Lily.
"Baiklah," kata Bird semangat langsung memeluk lengan Lily.
"Eh Minghao makin tampan ya dan siapa mereka berdua?" tanya Lin Sing dan di angguki oleh Mu Yue.
bergelayut di lengan Lily dan dia White Dragon," jelas Minghao.
"Ehh Minghao lama tak jumpa," kata Min Jung yang baru datang.
"Eh Min Jung, iya lama tak jumpa," kata Minghao.
"Siapa mereka?" tanya Min Jung.
"Mereka Bird dan Dragon mereka sama sepertiku," jelas Minghao.
"Ohhh. Oh ya Lily aku sudah mendapatkan penginapan," kata Min Jung.
"Baiklah kak yuk kita kesana," kata Lily seraya bangun dengan masih Bird menggandeng di lengan Lily, tapi perjalanan mereka terhenti karena mendengar percakapan warga.
"Malam ini pasti menyenangkan,"
"Iya, pasti banyak atraksi hebat dari para calon Panglima,"
"Kau benar, pastinya mereka gagah-gagah dan tampan,"
Mendengar percakapan para warga yang bersuka ria. Lily pun menjadi penasaran.
"Permisi, malam ini ada acara apa ya, kok kelihatannya orang-orang begitu senang?" tanya Lily yang menghentikan perjalanan salah satu warga.
*
*
*
*
*
*
*
TERIMAKASIH ATAS KESETIAAN PARA PEMBACA SELALU MENGIKUTI CERITAKU INI, SEMOGA KALIAN TAK BOSAN MEMBACANYA.
Jangan lupa like, comments and vote yang banyak ya.
__ADS_1
Thank You...😚
Happy Reading.