
Ilustrasi perubahan Lily.
Dua pasang mata terpesona menatap perubahan Lily. Mereka tak dapat mengendalikan ekspresi wajah mereka berdua dari keterpesonaan itu karena cadar yang di gunakan Lily dilepas untuk menerima darah Minghao.
"Kakak, kak Mo, kak Jung," panggil Lily sambil menggoyangkan badan keduanya secara bergantian.
"Ah i...ya Lily ada apa?" kata kedua nya serempak.
"Kenapa kalian melamun?" kata Lily yang kesal karena sedari tadi dia memanggil Jedral Mo Min Jung tapi tidak ada jawaban.
"M...maaf Lily, tidak ada apa-apa," jelas Jederal Mo yang terbata-bata.
"Iya nona saya juga minta maaf karena tidak menjawab panggilan anda," kata Min Jung sedikit dengan badan yang membungkuk.
"Baiklah tidak apa dan kak Jung jangan panggil aku nona panggil aku Lily saja, kan sudah kubilang aku ini lebih muda darimu, nanti aku kena kajab lho," kata Lily yang kesal masih dipanggil nona. Panggilan itu membuat telinganya gatal.
"Ajab?" beo Jenderal Mo dan Min Jung.
"Apa itu ajab Lily?" tanya Min Jung.
Batin Lily berkata "sial aku keceplosan,"
"A..ah ajab itu artinya hukuman atau pembalasan," jelas Lily seadanya.
"Hmmm baiklah no...eh..maksudku Lily," kata Min Jung.
Dan Jenderal menggangguku memahami maksud Lily.
Lily mengangguk puas dengan keinginannya yang terpenuhi dan lega maksud nya dipahami.
Mereka bertiga melanjutkan perjalanan. Karena hari mulai semakin gelap mereka berjalan perlahan agar tak tersandung. Sebelum berangkat Lily sudah mengenakan cadarnya kembali agar tak menimbulkan kecurigaan.
Cahaya obor yang lebih terang terlihat dari kejauhan yang menandakan mereka sudah dekat.
Tak berapa lama mereka sampai di depan tenda yang didirikan Jedral Mo untuk Lily. Lily pun berencana masuk tetapi terhenti karena panggilan orang dari belakang.
"Lily kau tidak apa-apa?, apakah ada yang luka?" tanya orang yang memanggil yang tak lain adalah Putra Mahkota yang sudah terlihat gusar dan tidak memikirkan lagi bahwa ini di depan banyak orang.
Tentunya yang ditanya bingung, kenapa Putra Mahkota khawatir terhadapnya pasalnya dia dengan Putra Mahkota tidak akrab maupun dekat.
"Salam pada Putra Mahkota semoga selalu diberkati," kata Jederal Mo dan Min Jung serempak.
__ADS_1
"Hemmm," deheman Putra Mahkota menerima salam, "Hey jawab," desak Putra Mahkota yang beralih kepada Lily lagi dan membuat Lily sadar dengan kebingungannya.
"A..ah hormat hamba Yang Mulia Putra Mahkota" bukannya menjawab pertanyaan Putra Mahkota malahan Lily menunduk hormat.
"Bukan hormat yang ku minta, tapi aku minta kau jawab pertanyaanku," kata Putra Mahkota yang tak tahan karena gelisahnya dan tak sadar tangannya sudah memegang kedua bahu Lily.
"Maaf Putra Mahkota, hamba baik-baik saja, dan...," kata Lily menghentikan kata-katanya.
"Dan?" bingung Putra Mahkota.
Lily pun menunjuk tangan Putra Mahkota yang ada di bahunya. Sadar dengan perbuatannya Putra Mahkota langsung melepaskan tangannya dari bahu Lily, dia melihat orang-orang yang sedang memandangnya dengn pandangan terkejut. Karena orang-orang hanya mengetahui sifat datar, dingin, dan acuh dari diri Putra Mahkota. Lain halnya pandangan orang lain terhadap Lily, ada yang memandang marah, cemburu, cemooh, dan iri;
"Lihat gadis itu beraninya dia menggoda Putra Mahkota, tak sadar dirikah, dia itu hanya adik angkat yang tak jelas asal-usulnya" kata salah satu Putri
"Iya kau benar, mungkin Jendral Mo hanya kasihan padanya dan juga membalas Budi karena sudah menolongnya dan kau lihat dia juga memakai cadar pasti wajahnya sangan buruk rupa" kata si B.
"Beruntungnya gasis itu bisa dekat dengan pemuda-pemuda yang berpengaruh dan paling di idolakan para gadis, iri aku, aku juga pengen seperti dia,"
Dan banyak lagi sindiran-sindiran dari yang lain.
Mendengar sindiran maupun keirian yang dilontarkan pada adiknya Jederal Mo marah dan ingin sekali menghajar orang itu, tapi sayangnya karena pangkatnya dibawah orang itu di menekan amarahnya. Begitu juga dengan Min Jung yang sudah melihat wajah Lily yang cantik tapi dibilang buruk rupa.
Sedangkan yang di sindir hanya acuh, tidak memperdulikan sindiran dari mereka.
"Huft baiklah, kalau begitu kau istirahatlah" kata Jederal Mo.
"Maaf Putra Mahkota saya permisi untuk istirahat terlebih dahulu," kata Lily yang sedikit membungkukkan badanya.
"Ya istirahatlah," kata Putra Mahkota.
Putra Mahkota pun pergi ketendanya.
Kenapa Putra Mahkota bisa tahu Lily menghilang?
Itu karena saat Lily menghilang Jederal Mo meminta ijin agar mengijinkannya untuk berkeliling hutan dengan alasan untuk melihat keamanan hutan.
Flashback
"Hormat hamba Putra Mahkota," kata Jederal Mo.
"Jangan terlalu formal Yen Mo jika hanya ada kita berdua," ya mereka sedang di dalam tenda Putra Mahkota.
"Baiklah Zho, tujuanku datang kesini ingin melaporkan bahwa keadaan sekitar sudah aman dan sekarang aku ingin memeriksa keamanan hutan untuk perburuan besok," jawab Jederal Mo yang membuat Putra Mahkota Zho bingung.
__ADS_1
"Bukankah keamanan hutan dari perburuan terdahulu tak pernah di periksa keamanannya? Apakah kau menyembunyikan sesuatu Mo," kata Putra Mahkota Zho curiga.
"Mohon maaf Yang Mulia hamba tidak berani," kata Jederal Mo yang membuat Putra Mahkota Zho semakin curiga dengan perubahan kata-kata yang digunakan Jederal Mo.
"Katakan yang sebenarnya Jederal Mo, apa tujuanmu ingin kehutan?" selidik Putra Mahkota Zho dengan tatapan tajamnya.
"Huh, baiklah aku akan mengatakannya kepadamu," kata Jederal Mo pasrah.
"Hemm cepatlah" desak Putra Mahkota Zho.
"Alasanku ingin kehutan adalah untuk mencari adikku yang sedari siang tadi tidak ditemukan dimanapun, dan kemungkinan dia nyasar lagi" jelas Jederal Mo.
"Apa Lily hilang lagi, ayo cepat kita cari," kata Putra Mahkota yang bersiap pergi.
"Tunggu Zho, sebaiknya kamu jangan ikut, karena disana sangat bahaya dan juga kau harus mengikuti rapat kan untuk rencana perburuan besok," kata Jedral Mo yang membuat wajah Putra Mahkota lesu dan sedih.
"Huft kau benar Mo, aku melupakan hal itu, kalau begitu cepatlah kau pergi jangan sampai terjadi sesuatu terhadap Lily," kata Putra Mahkota mendesak Jederal Mo segera pergi.
"Baiklah, saya pergi," kata Jederal Mo.
"Mengapa Putra Mahkota sangat khawatir terhadap Lily, apakah ada sesuatu yang tidak ku ketahui, nanti akan ku coba untk bertanya dengan sahabatku itu yang akhir-akhir ini berubah," kata Jederal Mo dalam hati.
Flashcbak off
"Kakak-kakak kalian istirahatlah juga" kata Lily.
"Tidak Lily aku harus kembali bertugas dan Min Jung harus berjaga di depan tendamu," jelas Jederal Mo.
"Huft aku tak akan istirahat juga, aku akan menunggu kalian sampai selesai bertugas," kata Lily dengan cemberut dengan melipat kedua tangannya didada.
"Lily jangan keras kepala, kamu sudah di hutan dalam waktu yang lama tidakkah kau lelah," kata Jederal Mo dengan lembut mengusap kepala Lily.
"Baiklah, tapi kalian harus segera istirahat juga setelah selesai tugas kalian, kalau aku bangun dan tidak melihat kalian istirahat, maka lihatlah hukuman dariku," kata Lily.
"Baiklah kami akan istirahat setelah tugas kami selesai," kata Jederal Mo dan di angguki Min Jung.
"Baiklah kalau begitu aku istirahat dulu," kata Lily yang mulai berbalik tetapi...
BAGAIMANA-BAGAIMANA APAKAH CERITANYA MAKIN MENARIK ATAU MEMBISANKAN.
AKU HARAP KALIAN TIDAK BOSAN YA...
Jangan lupa beri saran, like, comments dan vote sebanyaknya ya.
__ADS_1
Thank You... 👌