
Yen Mo menepuk pelan pipi Lily.
"Hey bangun, puk puk, Lily bangung," panggil Yen Mo seraya menepuk pelan pipi Lily. Merasa tak ada hasil, Yen Mo pun berbisik di telinga Lily.
"Lily cepat bangun, kediaman kita kebakaran," bisik Yen Mo.
"Kebakaran??? Kebakaran... ayo cepat kita padamkan," kata Lily yang masih setengah sadar.
Yen Mo pun tertawa terbahak-bahak. Lily yang sudah sadar dan merasa dirinya di kerjain langsung mendorong Yen Mo dan keluar dari kereta.
"Hahahaha, maaf maafkan kakak, habisnya kamu sangat sulit dibangunkan," kata Yen Mo yang masih tertawa mengingat ekspresi terkejut Lily.
Lily mendengus kesal dengan melipat kedua tangannya di depan dada.
"Sudah selesai tertawanya?" kata Lily dengan menatap tajam Yen Mo.
"Sudah sudah haha, maaf. Lebih baik kita masuk," kata Yen Mo.
...
Di aula pesta sudah hadir Putra Mahkota, para Pangeran dan para Putri kekaisaran Qin dan para utusan dari kerajaan lainnya.
Terlihat dari mata seorang gadis memancarkan kesenangan. Dia adalah Putri Qin Mei Zhu.
"Pasti guru Yu telah berhasil membunuh mereka. Jika aku tak mampu mendapatkannya, maka orang lain pun tak akan boleh memilikinya," batin Putri Mei Zhu.
Guru Yu adalah guru Putri Mei Zhu di akademi. Putri Mek Zhu
merupakan murid kesayangan Guru Yu karena dianggap sebagai jenius yang memiliki 2 elemen. Putri Mei Zhu menempuh pendidikan di akademi bulan hitam. Akademi bulan hitam merupakan akademi yang sangat terkenal dengan penghasil murid yang luar biasa.
Saat Putri Mei Zhu melamunkan kebahagiaannya teriakan kasim menyadarkannya dari lamunan.
"Yang Mulia Kaisar dan Permaisuri memasuki aula," ucap kasim lantang.
Semua orang pun berdiri menyambut Kaisar dan Permaisuri.
Dan selanjutnya selir-selir kaisar juga datang. Saat pengumuman kasim yang kesekian kalinya membuat Putri Mei Zhu syok mendengarnya dan tanpa sadar dia berdiri dari duduknya.
"Keluarga Perdana Menteri, keluarga menteri keuangan dan keluarga Jenderal Mo memasuki aula," ucap lantang Kasim.
Dengan datangnya 3 keluarga ini membuat Putri Mei Zhu menjadi sangat marah. Terutama kepada Lily.
__ADS_1
"Apakah Guru Yu dan pembunuh bayaran yang ku sewa gagal membunuhnya? Arkghh pasti dia hanya beruntung, kalau begitu aku yang akan membunuhmu Lily, karena berani mendekati laki-laki idamanku, meskipun kau adik angkatnya aku tak perduli yang kuinginkan hanya ingin menyingkirkan mu dari sisinya," batin Putri Mei Zhu seraya mengepalkan tangannya sampai kuku jarinya memutih.
"Putri Mei Zhu, kenapa kau berdiri?" tanya Permaisuri yang membuat Putri Mei Zhu sadar akan perbuatannya dan lamunannya.
"Tidak ada ibunda Permaisuri, saya hanya mengalihkan posisi duduk," jawab Putri Me Zhu berbohong.
Dia pun duduk dan masih menatap marah pada ketiga keluarga itu saat memberi salam kepada Kaisar dan Permaisuri.
Bukan marah pada keseluruhan ke tiga anggota keluarga itu tapi hanya pada Lily, Mu Yue dan Xiao Lan. Putri Mei Zhu membenci mereka karena melihat ketiga gadis itu sangat dekat dan akrab dengan lelaki pujaannya.
Para tamu undangan sudah berkumpul di aula pesta dan menunggu pangeran yang kabarnya sudah lama tidak pulang, mereka ingin melihat rupa dari pangeran tersebut yang rumornya mengatakan pangeran tersebut memiliki luka diwajah yang menyebabkan dia pergi dengan alasan berobat.
Bisik-bisik para tamu berhenti setelah pengumuman dari kasim.
"Pangeran Ketiga Qin Wu Chen memasuki aula," ucap lantang Kasim.
Pangeran ketiga masuk dengan berwibawa dan bisik-bisik pertanyaan mulai terdengar.
"Mungkinkah rumor itu benar bahwa wajah pangeran ketiga terluka dan meninggalkan bekas?"
"Apakah lukanya belum sembuh? bukankah Pangeran sudah lama pergi,"
Banyak lagi pertanyaan yang terlontar dari tamu, tapi Pangeran ketiga tak menghiraukan dan terus saja berjalan sampai di hadapan Kaisar dan Permaisuri.
"Bangkitlah anakku," ucap Kaisar.
"Anakku kau sudah lama pergi dan berobat, apakah lukamu belum sembuh?" tanya permaisuri khawatir.
"Anak ini sudah sembuh ibunda, tapi saya tidak ingin melepas topeng hamba, tapi jika ibunda ingin saya melepasnya maka saya akan melepasnya," kata Pangeran ketiga.
"Baiklah, tapi ibundamu ini sangat ingin melihat wajahmu," ucap Permaisuri.
"Baiklah ibunda, jika itu keinginan ibunda anak ini akan menurutinya," kata Pangeran ketiga sambil melepas topengnya.
Dilain tempat yang tepat nya diaula yang sama, tetapi posisi berbeda yaitu di tempat duduk Lily. Lily terkejut melihat orang bertopeng masuk aula pesta.
"Bukankah dia yang menolongku dari kawanan serigala di hutan," gumam Lily. "Ohhh jadi dia seorang Pangeran," batin Lily sambil manggut-manggut.
Kembali kepada Pangeran ketiga yang akan membuka topengnya. Saat topeng sudah di buka, pertanyaan, sindiran, cemoohan berhenti seketika, saat topeng Pangeran ketiga lepas dari wajahnya. Sekarang hanya ada kekaguman, iri, terpana dan banyak ekspresi para tamu. Bagaimana tidak rahang kokoh, hidung mancung, bibir tipis merah jambu, kulit putih mulus, sungguh ukiran yang sempurna.
Tapi berbeda dengan Lily, dia tidak terkejut, tapi dia bingung, pasalnya saat dihutan dia pernah membuka topeng Pangeran ketiga, terlihat jelas luka yang cukup besar pada wajahnya, tapi sekarang tidak ada.
__ADS_1
"Kemungkinan dia sudah diobati dan sembuhkan, ya pasti seperti itu" gumam Lily.
"Terimakasih anakku kau sudah sembuh," ucap Permaisuri.
"Ya, kalau begitu kita akan memulai pestanya dikarenakan Pangeran ketiga sudah datang," kata Kaisar.
Acarapun di mulai dengan berbagai tarian, permainan musik dan nyanyian.
Terlihat senyuman di bibir Pangeran ketiga disaat dia menemukan sosok yang dicarinya.
"Perhatian pada para tamu sekalian, di sini saya sebagai seorang ayah yang memiliki anak-anak yang sudah cukup umur untuk menikah ingin meminta pada para Putri para menteri maupun kerajaan lain untuk dapat menjadi salah satu mempelai dari anak-anak kaisar ini," kata Kaisar Qin.
Para Putri pun senang dan berlomba-lomba untuk mendapat kan perhatian dari para pangeran, kecuali Lily, dia tak tertarik dengan hal tersebut dia memilih memakan makanan yang ada dihadapannya dengan tak menghiraukan apa yang dikatakan oleh kaisar Qin.
Para pangeran pun terkejut dengan keputusan sang kaisar, tapi mereka juga sadar akan hal yang di katakan oleh Kaisar Qin. Terutama Putra Mahkota, dia selalu menolak jika Kaisar memintanya untuk mencari Permaisuri.
"Para Putri di bebaskan untuk menampilkan bakat apa saja untuk menarik perhatian para Pangeran," kata Kaisar Qin lagi.
Para Putri secara bergantian menunjukkan bakatnya. Sekarang pertunjukkan bakatnya sudah hampir selesai hanya tersisa beberapa putri lagi termasuk Mu Yue dan Xiao Lan, Lily juga termasuk gadis yang belum menunjukkan bakatnya tapi dia berpikir kalau dirinya kan bukan anak menteri maupun kerajaan. Mu Yue dengan enggan maju saat nama nya di panggil, dia menampilkan tarian yang sangat Indah dan menawan, Lily saja yang seorang perempuan sampai bersorak-sorak setelah tarian Mu Yue Selesai.
"Wowww, Mu Yue kau sangat kerennn," teriak Lily.
Karena teriakannya orang-orang memandangnya aneh dan menghina, tapi Lily tak menanggapi apapun pendapat orang terhadapnya.
Mu Yue yang merasa namanya dipanggil melihat asal suara. Terlihat wajahnya yang sedih saat menatap Lily. Lily paham denga ekspresi Mu Yue dan dia mencoba untuk memberikannya semangat begitu juga Xiao Lan yang melihat temannya sedih.
Sekarang giliran Xiao Lan yang di panggil, dia hanya acuh tak menghiraukan pandangan orang terhadapnya, pasalnya dia hanya menunnukkn tarian asal. Sesungguhnya Xiao Lan itu mahir dalam menari tapi dia enggan untuk menampilkannya, karena dia merasa tak tertarik dengan para pangeran.
*
*
*
*
*
Jangan lupa like, comments and voter yang banyak ya... agar author semakin semangat.
Happy Reading
__ADS_1
Next...