Berpindah Dimensi

Berpindah Dimensi
Chapter 67


__ADS_3

Matahari telah terbit dan memancarkan sinarnya di seluruh penjuru dunia.


Lily, Lin Sing dan Min Jung yang sudah siap untuk melanjutkan perjalanan mereka diantarkan oleh Li Mu dan Li Min di pintu gerbang akademi.


"Jaga kesehatan dan belajar yang rajin dan setelah kuat nanti kalian bisa menyusul kami," ucap Lily.


"Baik, kami akan menjadi kuat dan akan berusaha menyusul kakak," ucap mereka.


"Baiklah kalau begitu kami berangkat," kata Lily sambil memeluk mereka satu persatu. Lin Sing pun memeluk mereka.


Sebelum pergi Li Min berbisik pada Min Jung. "Kak jangan terlalu tidak peka, aku tahu kalian saling suka, nanti kalau direbut orang lain baru menyesal lho," bisik Li Min.


"Kau ini masih kecil sudah pintar menasehati yang lebih tua," kata Min Jung memukul pelan kepala Li Min.


"Hehehehe dadah," kekeh Li Min sambil melambai Li Mu pun melambaikan tanga juga. Meskipun dia yang paling jarang bicara karena sikapnya yang dewasa membuat Lily percaya bahwa Li Mu akan mampu menjadi kuat dan menjaga Li Min, begitu juga dengan Li Min kekuatannya tidak bisa diremehkan juga. Dengan kekuatan yang mereka miliki akan mampu melindungi satu sama lain.


Mereka bertiga membelah jalan kota Hangzhou yang berada di kerajaan Timur. Saat jalan semakin ramai mereka memilih turun dari kuda dan berjalan pelan menyusuri kota itu. Sedari mereka berjalan memasuki wilayah padat penduduk mereka sudah menjadi pusat perhatian karena aura misterius ditambah topeng yang di gunakan mereka apalagi Lily yang menggunakan tudung.


"Cepat cepat kita lihat,"


"Pasti panatua Yin membuat masalah lagi,"


Para penduduk berlarian menuju banyak orang yang sudah berkumpul.


"Kita kesana," ajak Lin Sing.


Karena sangat susah melihat karena banyak nya orang mereka memilih menaiki atap rumah. Dari atas sangat terlihat jelas seorang pria paruh baya sedang bertarung dengan pria paruh baya lainnya tapi terlihat lebih muda.


"Hey Yin tua, kau jangan mencampuri urusanku," kata pria paruh baya yang lebih muda.


"Aku tak mencampuri urusanmu, tapi sekte kalian yang mengganggu kedamaian sekte kami," ucap pria paruh baya yang di sebut panatua Yin.


"Wah panatua Niu pasti kalah melawan panatua Yin,"


"Kau benar, meskipun orang orang dari sekte awan putih sedikit, tapi tak diragukan kehebatannya,"


Tanggapan tanggapan yang di lontarkan warga membuat Lily paham dengan masalah kedua orang yang berseteru.


"Kami tak pernah membuat masalah dengan sektemu," kata panatua Niu.


"Heh yang ku tahu kalian lah yang mengganggu," kata Panatua Yin langsung menyerang panatua Niu.

__ADS_1


Melihat dari tingkat kekuatan masing-masing, perkelahian ini akan berdampak pada sebagian area sekitar.


Lily yang tak peduli masalah mereka, karena menurut Lily itu hanyalah kesalahan kecil, tapi akan berdampak pada penduduk Lily pun mengibaskan tangan nya dan terbentuklah angin yang besar melempar kedua orang yang berseteru. Kemudian Lily memilih pergi. Penduduk merasa kebingungan tapi mereka memilih kembali ke aktifitas mereka masing-masing, karena mereka pikir mungkin yang diatas marah dengan perbuatan 2 panatua itu yang selalu membuat kehancuran saat mereka bertempur.


Satu bulan lebih semenjak Lily bepergian dan mereka hampir selesai berpetualang karena mereka tak bisa diam dalam waktu lama dalam satu tempat jadi mereka lesesai dengan cepat.


Sekarang mereka berada di desa kecil yang berada di daerah tak berpemimpin, artinya desa ini berdiri sendiri tak ikut pada kerajaan manapun.


Keadaan alam yang asri, sejuk, Indah dan tenang membuat Lily memutuskan untuk membuat sebuah rumah sederhana yang akan di tinggali oleh mereka bertiga.


Mereka membuat rumah di pinggiran hutan dekat sungai dan gunung dengan tidak ada satu rumah pun yang berada disana.


Dalam 2 hari rumah sederhana dengan halaman yang luas serta pagar yang tingginya sepinggang yang dibangun oleh mereka bertiga dan dibantu oleh Minghao, Bird dan Dragon.


Sekarang mereka bertiga tidak tinggal di dimensi Lily mereka memilih menjalani hidup di luar. Karena tak ada orang juga, jadi tidak masalh jika mereka berada di luar.


Tak terasa sudah satu minggu mereka menetap di desa itu, yang lebih tepatnya dihutan desa itu.


Lily mulai berencana membuka usaha seperti butik dan rumah makan. Memang benar Lily tak kekurangan koin tapi apa salahnya mendapatkan dari jerih payah sendiri itu lebih menyenangkan dan lagi mereka tidak ada kerjaan juga.


"Lin Sing, Kak Jung bisakah kalian mencari lokasi untuk kita membuat usaha di desa?" pinta Lily.


"Baiklah, kami akan pergi ke desa dan mencari lokasi," kata Min Jung.


"Baik Lily, kami pergi dulu," ucap Min Jung.


Sambil menunggu Lin Sing dan Min Jung kembali Lily bermeditasi di atas batu di tepi sungai.


Bird, Minghao dan Dragon menjaganya di sekitar.


"Cantik," ucapan itu berasal dari kumpulan asap warn warni yang melintas dan singgah di di dekat Lily.


Dia mendekati Lily, berputar mengelilingi Lily. Bird, Dragon, dan Minghao tak dapat berbuat apa-apa, karena mereka sangat ketakutan dan bergidik ngeri dengan aura dari asap itu dengan katakutan yang merasuki mereka munutup mata tanpa kehendak mereka.


Muncullah pemuda yang sangat sangat tampan dari kumpulan asap itu yang berdiri tepat di depan Lily,dia tidak berpijak dia hanya melayang diudara. Xia Leng sudah sangat tampan ini lebih tampan lagi.


"Menarik, dia memiliki sebagian dari kekuatan Dewi semesta," gumamnya.


Dia membelai wajah cantik Lily. Karena terganggu Lily membuka matanya.


"Siapa kau?" ucap Lily dengan refleks mundur. Dia tak dapat merasakan kekuatan dari orang di depannya ini dia menjadi lebih waspada.

__ADS_1


"Sayang, belum waktunya kau tahu aku yang perlu kau tahu namaku Huan Tian, ingat itu," kata Huan Tian dengan suara yang menggoda.


"Aku tak perduli siapa namamu dan a...," belum sempat menyelesaikan kalimatnya bibir Lily sudah di bungkam oleh ciuman yang mendarat di bibirnya.


Lily tersentak mematung, dia memberontak tapi bergerak pun sulit karena Huan Tian memeluknya dengan sangat erat.


Lily yang memang sangat tak berpengalaman dalam hal ciuman di karenakan dia juga baru satu kali punya pacar di dunianya.


Huan Tian melepas ciumannya dan berkata.


"Sayang, kau masih perlu banyak belajar," kata Huan Tian yang berbicara dalam jarak sangat dekat, bahkan suara nafas dan detak jantung Lily dan terdengar.


Seketika setelah mengatakan itu Huan Tian menghilang terbawa angin.


Lily yang masih mencerna tentang kejadian barusan hanya berdiri mematung.


Bird, Minghao dan Dragon yang sudah tak merasakan aura mengerikan itu membuka mata mereka dan melihat keadaan Lily yang tidak seperti biasanya.


"Lily, Lily, kau tak apa?" tanya Bird sambil mengguncang tubuh Lily.


Karena belum sepenuhnya kembali kedalam sadar Lily seperti orang linglung.


"Hemm ah a apa," kata Lily seperti orang yang kebingungan.


Lily yang dalam keadaan begitu membuat mereka bertiga jadi khawatir dan saat mereka mengajukan banyak pertanyaan pada Lily, Lin Sing dan Min Jung kembali dari desa.


*


*


*


*


*


*


*


Jangan lupa like, comments and vote.

__ADS_1


TERIMAKSIH KEPADA PARA PEMBACA.


Happy Reading.


__ADS_2