
Merekapun berangkat menggunakan kereta kuda baru yang diberikan oleh Xia Leng.
Perjalanan menuju ke kaisaran Qin membutuhkan 1 hari lebih dan rombongan Yen Mo berhenti beberapa kali untuk sekedar istirahat dan makan.
Saat makan seperti biasa Lily menaikkan lengan pakaiannya dan dia baru sadar jika gambar bungan Mawar yang di buat Xia Leng sudah hilang. Hatinya bersorak gembira karena berarti sekarang dia sudah bebas dan dapat menjalankan rencananya untuk berpetualang. Tapi terselip juga rasa sedih karena Xia Leng adalah pria yang membuatnya nyaman akan segera hilang kembali dari sisinya, tapi sikapnya yang menyebalkan itu yang membuat Lily tak ingin dekat dengannya.
"Terimakasih," gumam Lily.
Setelah lama perjalanan sampai lah mereka di kediaman Jenderal Mo di gerbang sudah menunggu para pelayan dan Min Jung yang di tugaskan menjaga kediaman.
"Selamat datang Jenderal," ucap mereka serempak.
"Terimakasih sudah menyambut kami," kata Jenderal Mo.
"Hay semuanya," sapa Lily yang keluar dari keretanya.
"Lily kau kembali," kata Min Jung senang.
Lily mengangguk senang dan terharu melihat perhatian yang di limpahkan padanya.
...
Satu bulan sudah berlalu setelah kepulangan Lily. Pangeran Chen lebih sering berkunjung ke kediaman Jenderal Mo untuk sekedar menyapa Lily, dia tidak lagi memaksakan perasaannya, biarkan waktu dan takdir yang menentukan.
Tak jauh dengan Xia Leng dia juga tak bisa memaksa kehendaknya untuk memiliki Lily, jika ia bersi keras itu hanya akan membuatnya lebih jauh dari orang yang di cintainya.
Di ruang makan Lily, Mu Yue dan Yen Mo makan bersama dalam keheningan. Di sela-sela makan bersama hampir berakhir Lily pun memberanikan mengutarakan keinginannya.
"Kak, ada yang ingin ku bicarakan," kata Lily hati-hati.
"Apa itu? Tak biasanya kau bicara seserius begini," kata Yen Mo.
"Aku ingin pergi menjelajahi dunia ini," kata Lily.
"Apa! Itu sangat berbahaya Lily," kata Yen Mo tak setuju.
"Benar Lily dan juga kau perempuan tidak baik bepergian," timpal Mu Yue.
"Ayolah, aku bisa menjaga diriku, lagipula aku bersama Minghao dan 2 lainnya, aku ingin mengembangkan kekuatanku. Aku ingin mencari jalan lain untuk menyempurnakan kekuatanku," jelas Lily dengan mata penuh harap.
Yen Mo memandang Mu Yue istrinya meminta pendapat.
"Lagipula kakak sudah ada yang menemanikan," lanjut Lily.
"Baiklah, tapi kau harus sering-sering mengirimi kami surat," kata Yen Mo pasrah.
"Pasti, dan juga aku tak akan pergi selamanya, suatu hari nanti aku akan kembali dan menjadi bibi," kata Lily.
"Uhuk uhuk, sudahlah kau ini, dan kapan rencananya kau akan berangkat," kata Mu Yue yang menetralkan rasa malunya.
"Rencananya satu minggu dari sekarang aku akan pergi, sebelum itu aku akan berpamitan dengan yang lainnya," kata Lily.
Hari yang sudah malam juga mereka pun beristirahat di kamar masing-masing.
__ADS_1
Matahari belum muncul tapi seorang gadis bercadar sedang lari mengelilingi kediaman Jederal Mo.
"Lily istirahat dulu," teriak Lin Sing.
"Baiklah, tunggu sebentar," teriak Lily.
Keringat bercucuran di wajah dan leher putih Lily yang menambahkan kesan lebih cantik darinya.
Lily langsung berbaring sembarang diatas rumput di halamannya.
Lin Sing duduk di samping Lily.
"Lily benarkah kau akan pergi?" tanya Lin Sing hati-hati.
"Darimana kau tahu?" tanya balik Lily.
"Aku tak sengaja mendengar percakapan mu dengan tuan saat makan malam," jelas Lin Sing dengan wajah sedihnya.
"Ya yang kau dengar memang benar," jawab Lily.
Lin Sing tak bersuara, Lily yang memejamkan matanya pun membuka matanya melihat Lin Sing.
Hiks hiks hiks.
"Ehhh, kenapa kamu menangis," kata Lily yang langsung duduk dan mengusap lembut punggung Lin Sing.
"Kau akan meninggalkanku hiks hiks," kata Lin Sing sesegukkan.
"Huaaaaa, Lily tak ingin berteman denganku lagi," tangis Lin Sing pecah.
"Hey hey berhenti menangis, aku hanya bercanda, kau boleh ikut," kata Lily menenangkan.
"Hiks hiks benaran?" tanya Lin Sing.
"Ya beneran," jawab Lily yang kembali merebahkan badannya.
"Aku boleh ikut juga?" tanya Min Jung yang datang entah darimana.
"Huhhh, jika kalian semua ikut bagaimana aku bisa mandiri, tapi tak apalah, kita akan minta ijin dulu pada kakak," kata Lily pasrah.
Dua hari sebelum keberangkatan. Saat ini Lily sedang berkunjung ke istana di kediaman permaisuri Xiao Lan.
"Yahhh, aku tak bisa ikut," kata Xiao Lan sedih.
"Ikut kemana?" tanya Putra Mahkota Zho yang baru datang bersama Pangeran Chen.
"Ini Lily ingin pergi berpetualang dan aku sangat ingin ikut," kata Xiao Lan cemberut.
"Benarkah kau ingin pergi?" tanya Putra Mahkota. "Kenapa?" tanya Pangeran Chen juga.
"Aku hanya ingin melihat dunia dan awal tujuanku adalah mengelilinginya kekaisan Qin ini dulu dan baru ke wilayah lainnya, anggap saja aku berkeliling dunia," jelas Lily sambil menerawang rencananya.
"Dengan siapa saja kau pergi?" tanya Putra Mahkota Zho.
__ADS_1
"Lin Sing dan Kak Jung," jawab Lily.
"Jangan mencari pria lain ya," pinta Pangeran Chen.
Seluruh istana sudah tahu bahwa Pangeran Chen menyukai Lily, tapi tak ada yang memaksa Lily untuk menerima Pangeran Chen.
"Aku tak jamin," kata Lily santai.
Pangeran Chen langsung cemberut dan alhasil di tertawakan oleh Lily dan lainnya.
Hari itu dihabiskan dengan canda tawa perpisahan.
Keperluan bepergian mereka bertiga sedikit demi sedikit sudah di siapkan, hari sudah beranjak malam Lily pun meminta Lin Sing dan Min Jung untuk beristirahat lebih cepat karena mereka akn pergi pagi-pagi.
Kuda sudah disediakan di pintu gerbang utama kediaman Mo. Yen Mo, Mu Yue dan para pelayan mengantarkan kepergian Lily, Lin Sing dan Min Jung.
"Jung jagalah Lily dan Lin Sing baik-baik," pinta Yen Mo.
"Baik, saya akan menjaga mereka dengan baik," jawab Min Jung tegas.
"Lily sering-sering kabari kami ya," kata Mu Yue yanh sudah meneteskan air matanya. Lily pun memeluknya dan membisikkan sesuatu di telinga Mu Yue. Saat bisikan selesai wajah Mu Yue yang awalnya muring menjadi cerah entah apa yang di bisikan Lily.
"Jaga kesehatan kalian, aku hanya dapat meninggalkan ini untuk berjaga-jaga," pinta Lily sambil menyerahkan kotak yang berisi bermacam-macam pill.
"Terimakasih kau juga jagalah kesehatan," kata Yen Mo. "Apa yang kau bisikan pada kakak iparmu sehingga wajahnya jadi cerah dan senyum-senyum sendiri," bisik Yen Mo.
"Hehehe kakak tanyakan saja pada kakak ipar," jawab Lily. "Baiklah kami akan pergi," kata Lily sambil menaiki kudanya. Lin Sing dan Min Jung juga menaiki kuda mereka masing-masing.
Sudah satu jam mereka menunggangi kuda dengan cepat, perlahan laju kuda melambat, Lily ingin menikmati udara sejuk saat melewati hutan.
"Bagaimana ya kabak kakek aku sudah lama tak berkunjung dan juga aku lupa berkunjung ke istana hutang angker," gumam Lily. "Lin Sing, kak Jung kita mampir ke tempat kenalanku dulu ya," teriak Lily yang di depan mereka.
"Terserah kau saja, kami ikut saja," jawab Min Jung.
Mereka tiba di hutan angker. Letak hutan angker ini berdekatan dengan hutan kematian jadi rencananya Lily akan berkunjung ke istananya di hutan angker dulu baru ke hutan kematian untuk mengunjungi kakeknya dan mengajak Lin Sing dan Min Jung untuk mengenalkan mereka.
Saat ini mereka bertiga berdiri di depan pintu goa.
*
*
*
*
*
Jangan lupa like, comments and vote
Happy Reading
Next...
__ADS_1