
Pengawal yang berjumlah 5 orang itu menyerang Lily, tapi dengan mudahnya Lily mengalahkannya. Pengawal itu ada yang terlontar keluar rumah makan dan juga membentur dinding dan menghancurkan sebagian meja yang ada di rumah makan itu.
"Ada lagi," tantang Lily.
Pemuda yang marah tadi mulai menyerang Lily. Lily dengan santai menghindar dan sesekali memukul bagian wajah, punggung, kaki, dan tangan pemuda itu dan alhasil pemuda itu bonyok.
"Kalian tak ingin membantuku," marah pemuda itu pada teman-temannya.
"Maaf Tang Su Yan, bukannya kami tak ingin membantu tapi kami tak berani melawannya," ucap teman-teman pemuda itu.
"Lebih baik kita pergi," kata temannya lagi seraya membantu Tang Su Yan.
Mereka pergi dan meninggalkan gadis yang dibully.
"Hey kau tak apa?" tanya Lily pada gadi yang di bully.
"Hiks hiks, aku hanya ingin memiliki teman, tapi mengapa tak ada yang mau berteman denganku, jikalau ada juga hanya memanfaatkanku," kata si gadis sambil menangis.
"Sudah sudah jangan menangis, ayo duduk di tempat kami," ajak Lily.
Mereka duduk dan sang gadis masih menundukkan kepalanya sambil sesegukkan.
"Memangnya kamu tak punya teman sama sekali," tanya Lily dan disenggol oleh Lin Sing.
"Lily jika kau bertanya secara blak blakan seperti itu nanti dia semakin sedih," bisik Lin Sing yang masih bisa terdengar oleh sang gadis dan Lily hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil cengengesan.
"Tidak apa-apa kok. Aku pernah memiliki teman yang tulus berteman dengan ku, tapi aku tak ingin dia di tindas seperti diriku oleh nona dan tuan muda keluarga bangsawan lainnya, jadi aku menjauhinya, tapi dia masih kekeh berteman denganku, untuk membuatnya menjauhiku, aku berpura-pura menjdi sombong dan jahat," cerita sang gadis.
Lily mengangguk paham.
"Oh ya kita belum saling kenal, siapa namamu, namaku Lily, ini temanku Lin Sing, ini adikku Li Mu dan Li Min," jelas Lily memperkenalkan.
"Namaku Mu Yue Putri ke 3 keluarga Mu," kata Mu Yue.
"Keluarga Mu," teriak Lin Sing kaget.
Lily kaget dengan teriakan Lin Sing begitu juga Li Mu dan Li Min.
"Kamu ini kenapa sih, memangnya kenapa dengan keluarga Mu?" kata Lily dengan kesalnya.
"Kamu tidak tahu, keluarga Mu itu merupakan Keluarga perdana menteri dengan marga Mu," jelas Lin Sing.
"Lalu?" tanya Lily.
"Jadi keluarga Mu itu keluarga bangsawan yang disegani setelah Kekaisaran," jelas Lin Sing.
"Ohhh, pantas aja kamu sering di manfaatkan," kata Lily kepada Mu Yue dan dibalas anggukan olehnya dengan wajah masamnya.
__ADS_1
"Tapi kenapa kamu tak melawan merek saat kamu ditindas, kau kan Putri perdana menteri," tanya Lily.
"Aku tidak ingin mengadu, jika aku mengadu, aku akn dijauhi oleh mereka, dan tak dapat menemukan teman lagi," jelas Mu Yue.
"Mereka disebut teman bagaimana dengan teman sesungguhnya," kata Lily gregetan.
"Kau mau jadi teman kami, dan kau harus ajak juga teman yang kau ceritakan tadi," ajak Lily.
"Bukannya aku menolak, tapi aku tak ingin kalian mendapat penindasan sepertiku," kata Mu yue.
"Kak Yue tak perlu khawatir tentang itu, kakak Lily orang nya hebat jadi orang-orang tidak bakalan berani melawannya. Jika ada yang berani maka akan dibuatnya babak belur," kata Li Min dengan antusias.
"Wah wah mulut adik kakak ini sangat manis dan tajam ya," kata Lily dengan membelai pucuk kepala Li Min.
Merekapun tertawa setelahnya.
"Benar yang adik ku katakan kau tak perlu khawatir dengan orang-orang seperti mereka itu, ajaklah temanmu itu ke kediamanku, aku tinggal di kediaman Jenderal Mo," kata Lily.
"Jenderal Mo yang masih muda tapi sudah memiliki prestasi yang banyak itu," kata Mu Yue terkejut.
"Heeh iya, dia kakakku," kata Lily.
"Benarkah," kata Mu Yue dengan wajah yang kesenangan.
"Memangnya kenapa, dan kenapa kamu terlihat sangat senang?" selidik Lily.
Lin Sing, Li Mo dan Li Min hanya mendengarkan sambil makan.
Setelah makan, mereka semua keluar dari rumah makan dan tak lupa mengganti rugi kekacauan yang Lily but, sebenarnya sih bukan Lily aja tapi tak apalah.
"Kalau begitu kami kembali dulu ya, nanti datanglah ke kediamanku dan jangan lupa minta maaf pada temanmu itu dan ajaklah dia juga," kata Lily.
"Baiklah," kata Mu Yue.
Mereka pun kembali ke kediaman masing-masing.
30 menit perjalanan mereka sampai di pintu gerbang dan disambut oleh para pengawal dan pelayan.
"Selamat datang nona Lily, tuan muda Li Mu dan tuan muda Li Min," ucap para pengawal dan para pelayan dan dibalas anggukan oleh mereka.
"Ini ambillah," kata Lily menyerahkan keranjang.
"Apa ini nona," tanya salah satu pelayan.
"Ini makanan yang kami beli di pasar, berbagilah, kami membelinya untuk semua," kata Lily.
"Terimakasih nona dan tuan muda," ucap para pengawal dan pelayan.
__ADS_1
"Wahhh nona sangat baik pada kami semua," batin mereka semua.
Mereka ber empat sampai di halaman kamar Lily dan sambut dengan pertanyaan bertubi-tubi oleh Min Jung dan minghao, pasalnya mereka tidak mengatakan mereka ingin pergi.
"Lily kamu dari mana saja? Apakah terjadi sesuatu? Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Min Jung dan Minghao secara bergantian.
"Aduh aduh tunggu dulu, tahan, bagaimana aku bisa menjawab jika kalin terus saja bertanya," kata Lily.
"Baiklah, maafkan kami, lalu jawablah pertanyaan kami tadi," kata Minghao.
"Kami dari pasar, maaf tak memberitahu kalian. Karena sedari pagi aku mencari kalin tak menemukan keberadaan kalian," kata Lily.
"Ohhhh, seharusnya kau beritahu kami hari sebelumnya, jadi kami tak akan pergi. Kami sehabis dari mengantarkan Jederal Mo ke perbatasan," jelas Min Jung.
"Maaf aku lupa, dan kapan kak Mo akan kembali?" tanya Lily.
"Kemungkinan seminggu, dan beliau berpesan pada kami untuk menyebarkan undangan pesta peresmianmu dan juga harus selalu menjagamu dari dekat," kata Min Jung.
"Ahhh, kalian kan tau aku tak suka diawasi,dan juga aku baru ingat pesta peresmianku satu minggu lagi bertepatan dengan kembali kak Mo ya," kata Lily.
Ya Lily sangat tidak suka diawasi karena kepekaannya yang tinggi setelah mendapatkan setengah kekuatan Dewi Semesta. Baru setengah apalagi jika sudah sempurna bagaimana jadinya.
"Bagaimana lagi itu perintah," kata Minghao acuh.
"Baik, kalau begitu jika kalian menjagaku dari dekat, ubah penampilan kalian, agar tidak ada yang tahu bahwa kalian pengawalku," kata Lily.
"Bagaimana bisa seperti itu," kata Min Jung.
"Bisa kok, tunggu ya aku akan mengambilkan pakaian yang akan kalian gunakan, dan bersikaplah seperti orang biasanya jangan seperti pengawal," kata Lily memperingati.
*
*
*
*
*
*
Like, comments and vote yang banyak ya... 😊
Happy Reading
Next...
__ADS_1