
"Bagaimana kalau kita pilih dari dua peserta, karena mereka sudah mengalahkan yang lain dan itu juga pilihan dari Lu Bai," jelas Pangeran Zhe.
"Baiklah, kalau begitu laksanakan pemilihan," perintah Raja Biao.
"Baik ayahanda," jawab Pangeran Zhe seraya membungkuk hormat.
Ditempat Lily yang lebih tepatnya di jalanan mereka sudah melakukan perjalanan untuk kembali ke kekaisaran Qin.
Saat tiba di kediaman Jenderal Mo.
"Wahhh, ramai sekali," kata Lily yang melihat kediaman Jenderal Mo banyak pelayan berlalu lalang menghias kediaman itu. "Eh itu kakak, kita kesana," ajak Lily pada Min Jung dan Lin Sing.
"Kakak, kenapa ramai sekali, apakah ada pesta nantinya?" tanya Lily.
"Kau ini," kata Yen Mo menyentil kening Lily. "Au sakit," ringis Lily. "Ya tentu saja ada pesta, kau tak ingat aku akan menikah," kata Yen Mo.
"Hehehe aku baru ingat, tapi kan masih 2 hari kenapa cepat sekali menghiasnya?" tanya Lily.
"Pernikahan akan digelar lebih cepat dari jadwal," jelas Yen Mo.
"Kenapa? Kami juga baru datang dan kakak ipar juga masih kelelahan," kata Lily.
Yen Mo melihat kesana-kemari dan, "Ikut kakak," kata Yen Mo menarik Lily.
Sesampainya di ruang kerja Yen Mo.
"Coba kau baca ini," kata Yen Mo menyerahkan secarik kertas.
"Siapa yang mengirim ini," tanya Lily marah.
"Aku juga tidak tahu dan itulah sebabnya kami mempercepat acaranya dan saat kalian bepergian apakah tidak ada hal mencurigakan?" tanya Yen Mo.
"Emmm, tidak ada, perjalanan kami lancar tak ada gangguan," jelas Lily.
"Nah oleh sebab itu, jika tak ada masalah diperjalanan kalian, bisa jadi di acara pernikahan terjadi masalah," kata Yen Mo.
Pembicaraan Yen Mo dan Lily diakhiri dengan sebuah rencana.
Acara pernikahan di kediaman Perdana Menteri. Lily sudah berada di kamar sang mempelai wanita.
"Wahhh kakak ipar kau sangat cantik," kata Lily.
"Kau bisa saja Lily. Kamu jangan berpenampilan seperti ini dong di acara pernikahanku," kata Yue.
"Hehehe, baiklah aku akan berdandan yang cantik di hari spesial ini," kata Lily.
....
Di aula pernikahan sudah ada mempelai pria yang terlihat gagah dan sangat tampan di balut baju merah khas pengantin.
Banyak gadis patah hati karena sang pujaan mereka sudah ada yang punya.
Anggota kerajaan Qin juga sudah hadir semua kecuali Kaisar Qin dan Permaisurinya karena urusan istan tak dapat ditinggalkan.
__ADS_1
"Mempelai wanita memasuki aula," teriak penjaga pintu. Masuklah mempelai wanita dengan balutan pakaian merah khas pengantin yang di giring oleh sang ibu yang berdiri disebelah kanan dan sesosok gadis bercadar di sebelah kirinya.
Ilustrasi Mu Yue dengan pakaian khas pengatinnya.
Ibu Mu Yue
Ilustrasi Lily
Prosesi pernikahan berjalan lancar sekarang waktunya merayakan atau pesta nya.
Orang-orang menyambut dengan gembira dan suka cita, tapi kesenangan itu berubah menjadi acara yang menegangkan disaat para pembunuh bayaran yang berjumlah ratusan datang merusuh dan membunuh para warga yang juga ikut menyaksikan pesta pergelaran.
Lily menganggukkan kepala kepada Yen Mo. Lily pun pergi dan mengganti merobek pakaiannya dan tergantikan dengan pakaian hitam.
Dia bersiul dan keluarlah para pengawal dan penjaga yanh sudah di persiapkan dari sebel acara di mulai. Bird, Dragon dan Minghoa juga ikut membantu.
Para tamu pejabat dan anggota kerajaan dibawa ketempat aman terutama Mu Yue yang sudah di targetkan dari awal.
"Serahkan nona yang bernama Mu Yue puteri Perdana Menteri," teriak ketua pembunuh.
"Hahahaha serahkan, jika kalian bisa ambillah sendiri," kata Lily sambil tertawa menyeramkan.
"Kita belum tahu pasti siapa yang akan menang," kata Lily dengan seringaiannya.
Geram dengan kepercayaan diri dari kelompok Lily para pembunuh bayaranpun menyerang. "Serang dan bunuh mereka semua," teriak ketua pembunuh.
Pertarungan yang tak seimbangpun terjadi, banyak dari pihak Lily yang terluka karena kekuatan yang di bawah para pembunuh.
Melihat dari pihak Lily yang sangat jauh kalah jumlah Puteri Me Zhu yang merencanakan ini tersenyum tanpa ada yang mengetahuinya, tapi tidak dengan Yen Mo, Putra Mahkota dan para Pangeran lainnya mereka mulai turun untuk membantu.
Pertarungan mulai imbang karena kekuatan para Pangeran yang rata-rata di atas para pembunuh.
Lin Sing yang sudah banyak memiliki luka mulai roboh, Lily yang melihat itu sangat marah dan seketika aura yang sangat menyeramkan menyeruak dari tubuhnya. Orang-orang di dekatnya mendapat tekanan yang dasyat.
"Lin Sing bertahanlah, kakak bawa Lin Sing Pergi, dan kalian carilah perlindungan," kata Lily yang sudah sangat marah.
"Tapi bagaimana denganmu," kata Yen Mo yang khawatir.
"Pergilah," teriak Lily yang semakin mengeluarkan aura pembunuhnya yang mengerikan.
Merekapun pergi berlindung dan tertinggal Lily dan Pangeran ketiga Chen yang di kelilingi oleh puluhan pembunuh.
"Kenapa kau tak pergi?" tanya Lily.
"Aku tak bisa meninggalkan Istriku sendirian melawan para pembunuh ini," kata Pangeran Chen.
Lily mendengus kesal karena kekerasan kepala Pangeran Che.
__ADS_1
"Aku tak selemah yang kau pikirkan," lanjut Pangeran Chen.
Para pembunuh mulai menyerang bersama.
Seketika para pembunuh yang menyerang Lily langsung terpental jauh dan tak bernyawa. Begitu juga Pangeran yang diserang oleh puluhan pembunuh dengan cepatnya menghabisi mereka. Dalam waktu 10 menit para pembunuh habis ditangan Lily dan Pangeran Chen.
Anggota kerajaan tidak tahu batas kekuatan Pangeran Chen, karena dia selalu menyembunyikannya.
Mungkin karena terlalu banyak mengeluarkan kekuatannya Lily tak sadarkan diri dan belum sampai jatuh ketanah tubuhnya langsung di sambut oleh Pangeran Chen.
Xia Leng datang dan langsung merebut Lily dari gendongan Pangeran Chen.
"Apa yang kau lakukan serahkan Lily," marah Pangeran Chen.
"Aku yang akan menjaganya," kata Xia Leng.
"Tidak bisa," kata Langeran Chen yang langsung menyerang Xia Leng untuk merebut Lily.
Tapi tak semudah itu karena kekuatan Pangeran Chen yang jauh dibawah Xia Leng, jadilah Pangeran Chen terpental menabrak tembok dan mengeluarkan seteguk darah.
"Menyerahlah, kau tak akan bisa melawanku," kata Xia Leng berlalu pergi dan menghilah diudara.
"Ck, kita lihat saja nanti, meskipun aku tak dapat mengalahkanmu, tapi aku masih punya kesempatan untuk merebut hati Lily," gumam Pangeran Chen.
"Pangeran kau tak apa, dimana Lily?" tanya Yen Mo yang panik.
"Huhh, dia dibawa oleh seseorang," jelas Pangeran Chen.
"Siapa? Bagaimana bisa, aku harus menyusulnya," kata Yen Mo yang sudah sangat khawatir begitu juga yang lain terihat sangat nampak khawatir dari raut wajah mereka.
"Tenanglah, dia tak akan menyakiti Lily, tadi Lily tak sadarkan diri, mungkin dia akan merawat Lily," kata Pangeran Chen beralasan.
"Syukurlah jika dia orang baik," kata Yue.
"Tenanglah Jenderal, kita semu tahu jika Lily itu orang yang pintar dan dapat menjaga dirinya," kata Putra Mahkota Menenangkan.
Kediaman terlihat sangat kacau para pelayan dan penjaga mulai membersihkan kekacauawan dan para tamu mulai pulang ke kediaman masing-masing.
*
*
*
*
*
Jangan lupa like, comments and vote yang banyak.
Happy Reading.
Next...
__ADS_1