Berpindah Dimensi

Berpindah Dimensi
Chapter 57


__ADS_3

"Ekhem fokuslah," ucap Lily pada Xia Leng. Xia Leng terkekeh, Lily yang juga tak fokus, sekarang menyuruh orang lain fokus. Sebenarnya itu hanyalah cara Lily menghilangkan kegugupannya.


Xia Leng membantu Lily membasmi para bandit dan dengan sekejap para bandit habis di bunuh oleh Xia Leng.


"Kenapa kau membunuh mereka?" tanya Lily yang tak terima.


"Mereka sudah meresahkan para warga tentunya harus dimusnahkan," jelas Xia Leng yang terlihat bangga.


"Ck, dasar," gerutu Lily seraya beranjak pergi, tapi belum 2 langkah, tangannya sudah dicekal oleh Xia Leng yang langsung memeluk pinggang Lily, sekarang wajah mereka hanya berjarak setengah kilan, deru nafas masing-masing terasa hangat di wajah lawannya.


Siapa yang tak terpesona denga pria yang sangat tampan.


Deg deg deg.


Suara jantung Lily yang mulai tak beraturan, wajah Lily memanas, tapi dengan ego yang tinggi Lily memberontak dan mengalihkan wajahnya yang memerah agar tak terlihat.


"Lepas," kata Lily memberontak.


Tapi bukannya melepas pelukan Xia Leng semakin mengerat.


Lily tak dapat berbuat apa-apa, dia sadar bahwa kekuatannya lebih rendah dari Xia Leng.


"Apa maumu?" tanya Lily yang sudah pasrah tapi tetap memalingkan wajahnya.


"Mauku...kau menjadi istriku," jawabnya yang semakin mendekatkan wajahnya. Sekarang hidung Xia Leng yang mancung menempel pada telinga Lily yang masih memiringkan kepalanya. Wajah Lily semakin memerah sampai ke telinga.


"Apakah tidak ada yang lain selain itu," tawar Lily.


"Tidak ada, aku hanya ingin kamu," kata Xia Leng yang mulai menjauhkan wajahnya, tapi masih memeluk erat Lily.


"Aku tak ingin menjadi pengganti," lirih Lily, tapi masih terdengar oleh Xia Leng.


Lily wanita normal yang bisa tergoda dengan melihat pria tampan, tapi hanya pada Xia Leng, ya hanya pada satu orang pria yaitu Xia Leng dia tergoda, entah kenapa saat berada dekat dengan Xia Leng jantung Lily selalu berdegup kencang berbeda dengan saat berada dekat Minghao, Bird dan Dragon yang tak kalah tampan juga dari Xia Leng. Ada rasa rindu, hangat dan nyaman saat berada dekat Xia Leng, tapi karena ego dan pengalaman menyakitkan nya, dia tak berani mempercayai seorang pria lagi.


"Kau bukan pengganti, kau adalah kau, aku tak menganggap kau sebagai pengganti Dewi semesta. Aku tertarik dengan mu saat pertama melihatmu, kau berbeda, aku tak tahu jika dekatmu aku selalu merasa nyaman, dan jika jauh darimu hatiku gelisah selalu memikirkanmu," kata Xia Leng tegas.


Lily menatap manik mata Xia Leng mencari kebohongan atau sandiwara, tapi nihil tak ada kebohongan apapun pada pancaran matanya.


Lily terpaku dengan pernyataan Xia Leng.


"Aihhh, sudahlah...lepaskan aku, tak enak disini banyak orang kau berprilaku seperti ini, coba lihat pandangan orang pada mu, apa lagi para gadis," kata Lily yang merusak suasana romantis bagi Xia Leng.


"Aku tak peduli," kata Xia Leng.


"Aku peduli," kata Lily.


"Baiklah, nanti kita bertemu lagi," kata Xia Leng yang mulai melepaskan pelukannya.


"Lily, kau tidak apa-apa kan?" tanya Bird sambil membolak-balikan tubuh Lily.

__ADS_1


"Ya ya ya, aku baik sebelum kau memutarku seperti ini," kata Lily yang merasa pusing setelah Bird memutar-mutar tubuhnya.


"Hehehe, maaf. Apakah dia datang?" kata Bird yang mulain berbisik pada Lily.


"Iya dia datng lagi," jelas Lily.


"Lagi?" tanya Bird dan yang lainnya yang baru sampai.


"Ahhh, tidak ada, ayo kita kembali ke penginapan aku sudah lelah," kata Lily.


"Baiklah, ini makanan yang di beri warga untuk ucapan terimaksih mereka," kata Lin Sing.


"Benarkah, wahh kebetulan aku lapar, kita makan dikamarku ya," kata Lily.


"Baik," kata mereka serempak.


Mereka makan bersama dikamar Lily. Setelah semuanya kenyang mereka kembali ke kamar masing-masing.


Lily merenung di jendela yang terbuka sambil menatap ke langit yang berbintang.


"Wahh aku baru tabu jika langit di zaman ini sangat Indah, masih banyak Bintang terlihat," gumam Lily. Tapi lamunan Lily dibuyarkan oleh seseorang yang tiba-tiba memeluk Lily dari belakang.


"Siapa?" tanya Lily yang langsung waspada, tapi pelukan itu terlalu erat.


"Ini aku, biarkan seperti ini," kata Xia Leng. Ya dia Xia Leng yang dengan lancangnya berani memeluk Lily tanpa Ijin.


"Sudahkah kau pikirkan tentang permintaanku?" tanya Xia Leng.


"Permintaan?" bingung Lily.


"Ya, permintaanku padamu, untuk menikah denganku," kata Xia Leng yang sudah melepas pelukannya dan duduk di kursi dekat jendela.


"Haiih, kan sudah kubilang aku tak ingin menikah," jawab Lily yang ikut duduk di kursi satunya.


"Tapi biarpun kau menolak, tapi kita sudah terikat lho," kata Xia Leng.


Dengan wajah yang bingung Lily berkata. "Kapan kita terikat, bukankah aku bukan reinkarnasi istrimu yang dulu?" kata Lily.


"Memang benar dan oleh sebab itu aku sudah mengikatmu saat pertama kali bertemu dengan tanda yang bergambar bungan Mawar di tangan kananmu," jelas Xia Leng.


Lily pun langsung membuka lengan bajunya dan melihat sebuat tanda gambar mawat tercetak rapi di tangan kanannya.


"Apa ini? Aku tidak setuju, kau hanya dapat persetujuan satu pihak, aku tak terima," kata Lily marah.


"Tak ada gunanya kau tak menerima, karena tanda itu tak akan hilang, jik aku tak menginginkannya," jawab Xia Leng.


"Dan apa ini? Apakah kau juga yang membuatnya?" tanya Lily yang membuka tangan kirinya yang terdapat gambar bungan Lily.


"Apa ini? Aku tak membuatnya. Apakah kau terikat dengan dia juga?" tanya Xia Leng marah dengan mencengkram tangan kiri Lily dengan kuat.

__ADS_1


"Sakitt," ringis Lily dan dengan cepat Xia Leng melepaskan cengkramannya.


"Maaf, apakah kau terikat dengannya juga?" tanya nya lagi.


"Siapa maksudmu?" tanya Lily yang tak tahu.


"Pangeran ke tiga kekaisaran Qin," jawab Xia Leng dengan menahan emosinya.


"Tidak, aku bahkan tak tahu jika ada tanda ini di tangan kiriku, aku baru tahu sekarang, dan bagaimana kamu bisa tahu jika yang membuat tanda ini Pangeran ke tiga Chen?" tanya Lily.


"Tentu saja dia tahu. Benarkan kakak," kata Pangeran Ketiga Chen yang tiba-tiba muncul dari balik jendela.


"Kau, kenapa kau selalu menyukai apapun yang ku suka?" tanya Xia Leng.


"Aku tak menyukai apa yang kau suka, tapi itu memang sudah jadi milikku, tapi kau saja yang ingin merebutnya, dulu aku selalu mengalah denganmu, tapi tidak untuk sekarang," kata Pangeran Chen.


"Aihhh, pusing aku, lebih baik tidur," gumam Lily yang bangkit dari duduknya dan berbaring di peraduan.


Tanpa menunggu lama alam mimpi sudah menjemput Lily.


Kukuruyukkkkkk


Suara ayam berkokok yang menandakan pagi telah tiba, saat Lily duduk di tepi peraduan dan mulai membuka matanya, alangkah terkejutnya dia saat melihat dua orang dengan teguhnya duduk menunggunya.


"Kau sudah bangun, ada yang kau inginkan?" tanya Xia Leng yang mulai duduk di samping Lily.


"Kau mau makan?" tanya Pangeran Chen yang duduk di samping Lily juga.


Kepala Lily rasanya hendak meledah karena mendengar pertanyaan-pertanyaan dari dua pemuda disampingnya.


*


*


*


*


*


*


*


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, comments and vote.


Thank You... ☺️


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2