Berpindah Dimensi

Berpindah Dimensi
BD (S2)


__ADS_3

Sesampainya di depan pintu pagar bisa dilihat kalau 2 bersaudara itu sedang melakukan aktifitas mereka yaitu menyapu halaman dan menanam bunga atau pun pohon untuk memperindah halaman karena halaman semula terlihat sangat gersang tanpa ada satu tanaman hidup.


"Selamat pagi," ucap Jia Li.


"Nona, selamat datang," ucap Yongsheng yang lebih dekat dengan Jia Li.


"Kalian lagi membenahi halaman ya, apakah di dalam sudah di benahi juga, jika belu aku akan mencari orang untuk membantu," kata Jia Li masuk ke halaman.


"Tinggal sedikit lagi nona, tak perlu mencari orang," jelas Yongsheng.


"Aku akan bantu agar cepat selesai, karena setelah ini ada yang ingin ku katakan," kata Jia Li berlalu pergi tanpa menunggu jawaban Yongsheng.


Jia Li mendatangi Yimin yang menanam bunga dan sayuran.


"Apakah masih ada yang ditanam?" tanya Jia Li yang tiba-tiba.


"Eh nona sudah datang, tinggal sedikit lagi," kata Yimin.


"Sini aku bantu kau kan masih sakit," kata Jia Li.


"Tidak perlu nona dan juga aku sudah merasa sangat baik," kata Yimin.


"Ahhh sini agar lebih cepat selesai," kata Jia Li yang langsung mengambil bibit bunga di tangan Yimin.


Yimin hanya pasarah, menurutnya Jia Li sangatlah baik.


Beberapa saat kemudian kegiatan berbenah halaman selesai dan begitu juga yang di dalam rumah.


Mereka berkumpul di teras rumah dengan ditemani secangkir teh dan cemilan yang dibawa Jia Li saat berjalan-jalan tadi.


"Apa yang ingin nona bicarakan?" tanya Yongsheng.


"Begini aku ingin kalian meningkatkan kekuatan kalian, ku lihat kau kak Yong masih di tingkat menengah awal dan kurasa sudah lama tak ditingkatkan," kata Jia Li kepada Yongsheng. "Dan Yimin kau masih di tingkat dasar akhir kan," lanjut Jia Li.


"Hehe iya nona kami sudah lama tak memperkuat nya karena terlalu sibuk mencari nafkah," jelas Yongsheng.


"Telan ini dan mulailah bermeditasi," perintah Jia Li sambil menyerahkan sebotol obat peningkat kekuatan. "Setiap 5 jam telan satu, selama seharian ini dan sampai besok dan besok aku akan memceknya," lanjut Jia Li.


"Baik nona," jawab mereka serempak.


Mereka berdua mulai bermeditasi sedangkan Jia Li kembali ke istana.


Sesampainya. "Nuan," panggi Jia Li.

__ADS_1


"Iya Puteri," jawab Nuan.


"Bagaimana persiapan untuk pesta malam besok?" tanya Jia Li.


"Sudah hampir semuanya Puteri tinggal mempersiapkan rencana puteri dan setelahnya siap," jelas Nuan.


"Bagus malam ini aku akan mengunjungi ayah kau siapkan lah segala keperluan," kata Jia Li.


"Siap Puteri," jawab Nuan.


Hari mulai menunjukkan malam dan aktifitas dan keperluan Jia Lu sudah dilakukan semua tinggal pergi menemui ayahnya.


"Salam pada ayahanda," salam Jia Li.


"Ya anakku ada perlu apa kau kemari?" tanya Raja Biao.


"Saya kemari ingin membicarakan rencana untuk malam besok," kata Jia Li.


"Baiklah ayah akan mendengarkan," jawab Raja Biao.


Pembicaraan tentang rencana berjalan dengan baik dan sangat baik Raja menyetujui semua rencana yang di susuk Jia Li. Raja sampai tak percaya dengan rencana yang dibuat Puterinya itu pasalnya Puterinya itu sudah sangat berubah setelah penculikan itu.


Malam berganti pagi, seperti janji Jia Li dia akan pergi ke rumah 2 bersaudara.


"Wahhh kalian lumayan hebat, sekarang kak Yong berada di tingkat tinggi awal dan Yimin berada di tingkat pemula akhir," kata Jia Li yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka sambil bertepuk tangan.


"Eh nona," kata Yimin malu-malu.


"Ini berkat obat yang di berikan nona, jadi kami cepat meningkat," jelas Yongsheng.


"Ahh tidak itu juga berkat kegigihan kalian dan apakah obatnya masih ada?" tanya Jia Li.


"Masih ada beberapa nona," jawab Yongshengs.


"Ambil ini dan terus kembangkan kekuatan kalian, jikalau bisa kalian pergilah ke hutan agar lebih cepat lagi, tapi sebelum itu bisakah aku minta bantuan kalian?" pinta Jia Li.


"Bisa nona," jawab mereka serempak.


Jia Li mengatakan apa yang di perlukannya.


Setelah dari rumah 2 bersaudara Jia Li memilih pergi kepasar untuk membeli sesuatu. Karena sedari pagi dia keluar tak makan dia pun mampir di sebuah restauran. Sangat sulit mencari rumah makan kosong karena banyak nya pendatang ataupun tamu yang ayahnya undang untuk ke pesta.


Jia Li memilih duduk di lantai satu karena untung-untungan mendapat informasi. "Anda pesan apa nona?" tanya Pelayan.

__ADS_1


"Ayam bakar dengan nasi sedikit, minumnya teh saja," kata Jia Li.


"Baik nona tunggu sebentar," kata Pelayan seraya pergi.


Saat menunggu Jia Li memasang kuping untuk mencari informasi yang di perlukannya.


"Kau tahu semua kerajaan di undang di pesta kembalinya Tuan Puteri Jia Li loh,"


"Benarkah,"


"Benar Tuan Muda abadi dari istana awan pun di undang, tapi tak tahu beliau datang atau tidak, ku dengan wataknya itu sangat dingin dan kejam,"


"Tapi ku dengar dia itu sangat tampan loh,"


"Huh apakah dia akan datang biasanya dia tak ingin berurusan dengan seseorang apalagi menyetujui undangan, baru setelah ku paksa baru mau," gumam Jia Li. "Tapi ku harap dia datang agar aku bisa mengobati rinduku, dengan kekuatanku sekarang aku masih belum mampu menembus pertahanan hutan itu melihat istana nya saja aku tak mampu, karena sekarang aku hanya manusia yang memiliki kekuatan rendah dibanding dulu," lanjut gumaman dalam hati Jia Li. "Ah apakah dia bisa mengenali atau tidak ya?" lanjutnya.


"Ini pesanan anda nona, selamat menikmati," ucap pelayan pengantar makanan yang membuat lamunan Jia Li buyar.


"Terimakasih," ucap Jia Li.


Saat dia makan ada beberapa tamu datang lagi dan duduk di meja sebelah Jia Li berbicara.


"Eh eh eh kau tahu jika kerajaan Putra Mahkota kerajaan Feng akan datang di pesta ini, rumornya dia sangat tampan dan gagah, tapi tidak tahu benar atau tidak karena sedari pembantaian keluarga kerajaan feng puluhan tahun lalu mereka tak pernah menerima undangan dari kerajaan manapun dan tak pernah hadir,"


Jia Li mendengar langsung mengepalkan tangannya sangat kencang hingga buku-buku jarinya memuting dan dia teringat pesan kakeknya sebelum meninggal di saat kakeknya di seorang satu bulan yang lalu saat dia mencari herbal dia tak sengaja menemukan kakeknya yaitu kakek Lu sekarat.


"Kakek," teriak Lily sambil berlari menghampiri Kakek Lu yang sudah te rsandar di pohon dengan lumuran darah di seluruh tubuhnya.


"L Lily a apakah ini kau?" tanya kakek Lu terbata-bata.


Lily mengangguk. "Benar kek ini Lily cuman wajah Liky saja yang berbeda," kata Lily yang sudah bercucuran air mata. "Kenapa kakek bisa begini aku akan menyembuhkan kakek," kata Lily hendak menyalurkan energinya tetapi di hentikan oleh kakek Lu.


°


°


°


°


°


Jangan lupa like, comments and vote

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2