
Karena sangat penasaran Pangeran Zhe bertanya pada Putra Mahkota Meng.
"Kak benarkah itu Puteri Jia Li adik kita yang pendiam itu?" tanya Pangeran Zhe kepada Putra Mahkota Meng.
Putra Mahkota Meng hanya mengedikkan bahunya.
Selir Mingmei memasang senyum palsunya dan beramah tamah dengan Jia Li, tapi hanya ditanggapi biasa saja dari Jia Li, melihat itu Selir Mingmei berusaha menahan amarahnya. "Tunggu saja kau, tak lama lagi kau akan menyusul ibumu," batin Selir Mingmei.
Pesta berjalan lancar dan sesekali Jia Li mencuri pandang ke arah Huan Tian. Sebenarnya Huan Tian juga seperti itu, tapi mereka saling tak sadar.
Acara Puncak dari hari pertama pesta pun segera tiba yaitu penampilan dari Puteri Jia Li yang merupakan tokoh utama dari pesta ini. Orang-orang pun meremehkan dan mencemooh Puteri Jia Li karena dari rumor yang beredar bahwa Putri Jia Li ini tak memiliki bakat apapun.
Saat Jia Li maju kedepan dan memberi salam pada Raja Biao atau ayahnya itu dia mengedipkan matanya pada ayahnya. Raja Biao pun paham maksud anaknya itu tapi tidak tahu apa yang akan terjadi.
Dari ingatan gadis ini bahwa dia hebat dalam menari jadi Jia Li mencoba menari semampunya meskipun sebenarnya dia sangat tak bisa menari jadi dia siasatk dengan perpaduan pedang.
Dia mulai menari dan orang orang ada yang masih meremehkan Jia Li karena tariannya biasa saja dan hanya permainan pedangnya yang sedikit lebih membantunya, sampai lagu penggiring hendak berakhir tiba-tiba beberapa panah menghujani nya dia langsung menangkis panah itu dengan pedang di tangannya.
"Lindungi semua orang terutama anggota kerajaan," teriak prajurit.
Orang-orang berpakaian hitam ya g berjumlah sekitar 50 orang tiba-tiba keluar dan menyerang para prajurit.
Jia Li membantu melawan mereka dan selintas melihat senyuman terukir pada bibir Selir Mingmei. Huan Tian hanya memperhatikan Jia Li dan tersenyum. "Kau tak berubah masih saja penuh trik," batin Huan Tian sambil duduk santai menonton pertunjukkan yang menarik menurutnya.
Para Pangeran juga membantu mengalahkan para orang berbaju hitam itu tapi karena banyak orang yang harus di lindungi jadi orang yang membantu hanya sedikit
Setelah lama prajurit mulai berjatuhan dan Jia Li langsung bersiul memanggil bala bantuan dan keluarlah 100 orang yang sudah Jia Li latih saat masih bersama Kakek Hu dan dia meminta Yongsheng untuk menghubungi mereka yang berada di luar dari kerajaan langit. Mereka memiliki seragam khusus bukan hitam tapi merah maroon dengan topeng berwarna putih pada wajah mereka.
Mereka yang rata-rata sudah berada di tingkat tinggi menengah dengan mudah mengalahkan orang berpakaian hitam tersisa.
Salah satu dari mereka maju dengan membawa satu orang berpakaian hitam yang masih hidup sambil menunduk hormat.
"Lapor Nona kami telah menyelesaikan tugas kami," ucap salah satu dari mereka yang merupakan ketua dari mereka semua yang bernama Anming.
Orang-orang yang melihat merasa terkejut begitu juga Raja, Selir dan para Pangeran. Mereka tak tahu jika adik mereka memiliki pasukan rahasia.
"Berdirilah dan terimaksih sudah membantuku kalian boleh pergi dan lakukan rencana selanjutnya," kata Jia Li
"Baik nona siap laksanakan," jawab Anming dan seketika para bawahan Jia Li pun pergi dengan sekejap menghilang di udara.
Tertinggallah satu orang berpakaian hitam di hadapan Jia Li.
__ADS_1
"Katakan siapa yang menyuruhmu, jika kau tak bicara juga tidak apa aku masih punya cara untuk menemukannya," kata Jia Li sambil memutari orang itu.
Selir Mingmei terlihat sangat gugup dan sudah berkeringat dingin.
"Kau kenapa Selir?" tanya Raja Biao yang pura-pura tak tahu.
"T tidak apa Yang Mulia hanya saja kurang enak badan, bolehkah saya permisi untuk istirahat," kata Selir Mingmei.
Jia Li mendengar itu dan berkata. "Janganlah pergi dulu Selir pertunjukkan masih panjang masa kamu akan melewatkan pertunjukan yang menarik ini," kata Jia Li dengan smirknya.
Orang-orang bergidik melihat smirk dari Jia Li yang menurut mereka sangat mengerikan.
Selir Mingmei pun semakin pucat dan kembali duduk.
"Katakan siapa yang menyuruhmu," teriak Jia Li yang menggema di ruangan itu.
Orang berpakaian hitam itu menatap Selir Mingmei, sedangkan Selir Mingmei mengalihkan pandangannya.
"Kau ingin keluarga mu itu mendapat masalah lagi," kata Jia Li menunjuk ke arah pintu yang sudah ada seorang perempuan yang sedang membawa anak laki-laki di gendongannya.
"Istriku kalian selamat," ucap pria berbaju hitam itu.
Setelah mengantar perempuan dan anaknya itu Anming pun langsung pergi.
"Terimaksih Puteri bawahan anda sudah menyelamatkan kami," kata perempuan itu.
"Sama-sama, tapi suami mu masih tak mau bekerja sama dengan ku bagaimana ini," kata Jia Li.
"Suamiku turutilah kata Puteri, kita sudah lama menderita karena Selir licik itu, Puteri berjanji akan membebaskan kita semua," kata perempuan itu.
Mendengar perkataan istrinya pria itupun menghela nafas dan mulai berbicara. "Yang menyuruh kami adalah Selir Mingmei dan penculikan itu juga rencananya," kata Pria itu.
Semua orang syok tak menyangka dengan yang mereka dengar.
"Kau pembohong, aku sangat menyayangi Puteri Jia Li buat apa aku ingin menyakitinya," elak Selir Mingmei.
"Memang kau yang menyuruh kami dan kau memanfaatkan kami dengan mengancam keluarga kami," teriak prja itu.
"Tidak, Yang Mulia mereka semua berbohong aku tak akan melakukan itu," kata Selir Mingmei dengan tangisan buayanya.
Raja pun menepis tangan Selir Mingmei.
__ADS_1
"Kau memang pelakunya," kata Raja Biao.
"Dan aku masih ada satu saksi lagi, dan kenyataan yang mengejutkan," kata Jia Li. "Masuklah," teriak Jia Li.
Masuklah pelayan yang membawa kan makanan untuk Jia Li pada pagi hari tadi.
"Katakan," perintah Jia Li.
"Selir Mingmei telah memerintah saya untuk meracuni Puteri Jia Li setiap hari dengan mencampurkan ke teh yang akan di minum Puteri dan saya juga sempat mendengar percakapan Selir Mingmei dengn selir pribadinya bahwa mereka lah yang sudah meracuni Permaisuri sampai meninggal.
"Itu tidak benar kau punya bukti apa," elak Selir Mingmei marah.
"Tunjukkan buktinya," kata Jia Li.
Majulah seorang prajurit yang bertugas mencari bukti di kamar Selir Mingmei.
"Ini buktinya, saya menemukan racun ini di kamar Selir Mingmei dan pelayan ini juga menunjukkan racun yang sama," kata prajurit.
"Selir Mingmei," murka Raja Biao. Dia tak menyangka Selir yang sangat di percayainya melakukan hal yang sekejam ini.
"Yang Mulia ini hanya fitnah," tangis Selir Mingmei pecah sambil bersujud di lantai.
Orang-orang merasa jijik pada Selir Mingmei yang ternyata hanya topengnya saja yang baik tapi aslinya busuk.
"Penjaga kurung dia dipenjara bawah tanah," kata Raja Biao dengan teriakan yang sangat marah.
Selir Mingmei pun dibawa kepenjara bawah tanah dan acara pesta pun di akhiri dengan para tamu di biarkan istirahat di kamar yang sudah di sediakan karena acara pesta ini di adakan selama 3 hari jadi masih ada 2 hari lagi untuk merayakannya.
°
°
°
°
°
Jangan lupa like, comments and vote.
Happy Reading
__ADS_1