Berpindah Dimensi

Berpindah Dimensi
Chapter 51


__ADS_3

Keesokan harinya, seperti biasa Lily selalu bangun pagi, meskipun dia hanya tidur 3 jam setelah datang malam tadi.


"Kak.. hosh hosh.. kami sudah menguasai seluruh teknik di buku pedang ini..hosh hosh," kata Li Min berlari.


"Jangan lari nanti kesandung batu tahu rasa," kata Lily.


"Hehehehe, tidak jatuh kok kak ..hosh hosh," kata Li Min.


"Selamat pagi kak," kata Li Mu yang baru tiba.


"Pagi, katanya kalian sudah menguasai semua teknik di dalam buku yang kakak kasih, benarkah itu?" tanya Lily.


"Benar kak, kami sudah menguasainya," jawab Li Mu.


"Bagus kalau begitu," kata Lily.


"Umur kalian Li Mu 10 tahun dan Li Min 8 tahun kan?" tanya Lily dan dibalas anggukan oleh keduanya.


"Apakah kalian ingin belajar di akademi?" tanya Lily.


"Kami mau kak," jawab mereka serempak.


"Bagus, nanti kakak akan minta pada kak Mo untuk mendaftarkan kalian ke akademi Hong," kata Lily di balas anggukan antusian oleh keduanya.


"Permisi nona tuan memanggil anda ke aula utama," kata pelayan yang menghentikan interaksi antara ketiganya.


"Baiklah, aku akan kesana, terimakasih," kata Lily.


"Baik nona, kalau begitu saya permisi," kata pelayan tersebut.


"Kakak kenapa di panggil ke ruang utama?" tanya Li Min.


"Tak tau, kalian mau ikut apa di sini saja?" tanya Lily.


"Kami di sini saja kak," kata Li Mu.


"Baiklah," kata Lily seraya pergi menuju kamarnya untuk membersihkan badannya.


"Lin Sing," panggil Lily.


"Ya Lily, ada yang diperlukan?" tanya Lin Sing.


"Siapkan aku air untuk mandi," kata Lily.


"Airnya sudah siap dan aku akan menyiapkan makanan untukmu," kata Lin Sing yang sudah tahu kebiasaan Lily.


Lily menganggukkan kepala mengiyakan dan Lin Sing pun beranjak menuju dapur untuk menyiapkan makan, sedangkan Lily ke tempat pemandian.


20 menit keluarlah Lily dari tempat pemandian dan di kamar sudah ada Lin Sing yang menyusun makanan di meja.


"Mari makan bersama," ajak Lily.


"Baik," jawab Lin Sing.


Mereka makan dalam diam. Selesai makan Lily langsung menuju ruang utama.

__ADS_1


"Nona Lily telah tiba," ucap lantang penjaga.


Kreat, suara pintu terbuka dan nampaklah seorang gadis cantik memasuki ruangan dengan tingkah seperti anak-anak.


"Kakak ada apa memanggil..ku?" tanya Lily memelan setelah melihat banyak orang berada di ruangan.


"A ahhh maaf, aku tak tahu jika ada orang lain di sini," kata Lily malu sendiri.


"Tidak apa cepat duduk, kakak ingin mengenalkan teman kakak," kata Yen Mo.


"Baik," kata Lily seraya menuju tempat duduknya dan sempat-sempatnya mengedipkan sebelah matanya kepada tamu. Tamu tersebut adalah Putra Mahkota Meng, Pangeran Zhe dan du pengawal mereka.


Mendapat kedipan dari Lily yang tak memakai cadar tentunya pipi mereka memerah, pasalnya tak ada perempuan yang bertingkah aneh seperti Lily setelah bertemu mereka. Mereka melihat sisi lain dari seorang Lily.


"Perkenalkan ini Putra Mahkota Meng dan Pangeran Zhe dan itu mereka pengawal mereka dari kerajaan langit," jelas Yen Mo sambil menunjuk mereka berempat.


"Salam kenal, namaku Lily Mo adik perempuan Jenderal Mo yang tampan ini," kata Lily seraya menunduk tanda hormat.


"Hahaha, adik mu lucu ya Mo," kata Putra Mahkota Meng sambil tertawa begitu juga dengan Pangeran Zhe.


"Haha memang sifatnya selalu manja," kata Mo sambil mengusap lembut kepala Lily.


"Kenapa tak memberitahuku jika kalian akan datang, jadi aku bisa menyiapkan sesuatu," kata Yen Mo.


"Tidak apa, kami juga cuman mampir sebentar soalnya ada urusan mendadak di sini jadi tidak ada persiapan juga," jelas Putra Mahkota Meng.


Lily sudah berpesan kepada mereka untuk tak memberitahukan alasan sesungguhnya mereka datang ke kaisaran Qin.


"Ohhh, kalau begitu kalian menginaplah disini," kata Yen Mo.


"Ohh aku mengerti, kalau begitu kapan rencana kalian kembali?" tanya Yen Mo.


"Rencananya kami akan kembali hari ini juga," jelas Putra Mahkota Meng.


"Baiklah, aku tak bisa meminta kalian tinggal lebih lama, kapan pelaksanaan pemilihannya?" tanya Yen Mo.


"Kemungkinan akan di laksanakan 2 minggu lagi, kau bisa datang," jelas Putra Mahkota Meng.


"Baiklah akan ku usahankan," kata Yen Mo.


"Baiklah, kalau begitu kami pamit undur diri," kata Putra Mahkota Meng.


"Mari ku antarkan ke gerbang," kata Yen Mo seraya bangun dari duduknya dan diikuti oleh semua orang yang ada di aula.


"Sampai bertemu lagi," kata Putra Mahkota Meng dan Pangeran Zhe.


"Tunggu, aku mau nanya, apakah orang luad boleh ikut pemilihan Panglima di kerajaan kalian?" tanya Lily menarik lengan pakaian Pangeran Zhe.


"Boleh saja, tapi dengan pemeriksaan, dan kenapa kau bertanya begitu, apakah kau ingin mengikutinya?" tanya Pangeran Zhe.


"A ahhh b bukan begitu, aku hanya bertanya," jelas Lily gugup.


"Maafkan adikku, dia memang suka membuat ulah, jadi jangan pikirkan pertanyaannya itu," kata Yen Mo.


"Baiklah tidak apa itu bagus jika adikmu ingin mengikutinya, kalau begitu kami permisi," kata Pangeran Zhe.

__ADS_1


Mereka pun berangkat dengan menggunakan kuda masing-masing.


"Jangan berbuat aneh-aneh," tegur Yen Mo.


"Tidak kok aku tadi hanya bertanya," sanggah Lily.


"Baiklah, cepat masuk dan apakah kau sudah menyiapkan hadiah untuk pernikahan para Pangeran?" tanya Yen Mo sambil berjalan.


"Sudah dong," kata Lily sambil menyeimbangi jalan Yen Mo.


"Bagus kalau begitu, kau sendiri apakah sudah menyiapkan pakaian untuk pergi? Jangan bilang kau tak ingin memakai pakaian perempuan lagi," kata Yen Mo menghentikan langkahnya.


"Hehehehe, boleh kah pakai pakaian yang biasanya saja?" kata Lily cengengesan.


"Tidak boleh, kita akan ke istana, masa kau mau pakai pakaian lelaki," kata Yen Mo kembali berjalan.


"Baiklah kalau begitu, kakak pakai pakaian warna apa, jadi nanti kita bisa samaan," kata Lily.


"Emmm, mungkin hitam ya sekitaran warna itulah," kata Yen Mo.


"Yah aku tak punya pakaian perempuan warna hitam," kata Lily cemberut.


1 minggu telah berlalu hari pernikahan para Pangeran pun telah tiba Yen Mo dan Lily sedang bersiap sedangkan Li Mu dan Li Min sudah berada di akademi untuk menempuh pendidikan, karena setelah Li Mu dan Li Min mengiyakan keinginan mereka bersekolah Lily langsung mengatakannya kepada Yen Mo dan dia setuju dan langsung mendaftarkan Li Mu dan Li Min ke sebuah akademi terkenal yaitu akademi Hong.


"Lily kau sangat cantik," puji Lin Sing.


Sekarang Lily memakai pakaian berwarna ungu, seperti kesepakatan Yen Mo dengan dirinya yang janjian.


"Kau bisa saja, kau juga cantik kok. Ayo cepat pasti kakak sudah menunggu" kata Lily.


Saat keluar kamar Min Jung sudah menunggu serta sudah siap dengan pakaian yang diberikan Lily.


"Wahh pengawal Min sangat tampan," puji Lin Sing.


"Kau juga cantik," kata Min Jung tersipu malu.


"Ciee kalian ini, gombal-gombalan dihadapan gadis jomblo," goda Lily.


"Ihh Lily apaan sih," kata Lin Sing dengan pipi merona.


Lily pun tertawa terbahak-bahak melihat sikap malu-malu yang ditunjukkan oleh kedua temannya ini, ya mereka sudah dianggap Lily teman sekaligus keluarga.


*


*


*


*


*


Jangan lupa like, comments and vote ya...


Happy Reading

__ADS_1


Next....


__ADS_2