
"Aku bertemu denganmu ingin membahas tentang lamaran," kata Lily.
Dahi Pangeran Chen berkedut.
"Lamaran?" kata Pangeran Chen bingung.
"Ya lamaran yang di ajukan oleh kaisar untukku," jelas Lily.
"Siapa prianya," kata Pangeran Chen marah.
"Bukankah kamu yang memintanya pada kaisar, ya tentu saja kamu kan," kata Lily.
"Aku? Aku tak pernah meminta ayahku melamarmu," kata Pangeran Chen.
"Benarkah, lalu?" tanya Lily.
Pangeran Chen mencoba mengingat-ingat apa yang sudah dikatakannya pada Kaisar.
"Aihhh, mungkin beliau salah paham," kata Pangeran Chen.
"Salah paham," bingung Lily.
"Ya salah paham, saat itu aku dan ayahku sedang main catur dan aku berbicara banyak tentangmu, mungkin ayahku mengira aku menyukaimu. Tapi memang benar sih aku menyukaimu," kata Pangeran Chen.
"Ehh, kau jangan bercanda," kata Lily.
"Aku tidak bercanda," sanggah Pangeran Chen.
"Huft tak ingin berdebat dengan mu, kau harus membatalkan pernikahan ini," kata Lily.
"Kenapa harus," kata Pangeran Chen.
"Ya harus lah, karena aku tak ingin menikah dengan mu," kata Lily kesal.
"Aku tak bisa melanggar perintah ayahku," kata Pangeran Chen beralasan.
"Terserahmu, yang penting aku tak akan menikah dengan mu," kata Lily seraya pergi.
"Maaf Lily, sekarang aku tak akan melepaskan orang yang kucintai lagi, aku akan memperjuangkanmu, dulu aku sudah rela kehilangan cintaku demi saudaraku, tapi sekarang aku tidak akan merelakannya lagi," gumam Pangeran Chen.
...
Karena kesal Lily pergi tak bertujuan, dia terus berjalan, berusaha menghilangkan kekesalannya. Tanpa sadar dia berada di pasar dan dia menabrak seseorang dia pun terjatuh.
"Auuu," ringis Lily. "Kesal belum hilang ini apa lagi sih," gumam Lily.
Lily pun berdiri dan meminta maaf.
"Maaf kan saya karena telah menabrak anda," kata Lily tanpa melihat siapa yang di tabraknya. Tanpa menunggu jawaban Lily berlalu pergi, tapi dia terhenti saat orang yang ditabrak berkata.
"Kau sudah kembali ternyata," kata seseorang itu yang tentunya suara pria paruh baya.
Lily berbalik sang asal suara.
"Maaf, apakah anda kenal dengan saya?" tanya Lily.
Orang itu terkekeh dan berkata.
"Aku mengenalmu mulai dari bayi sampai pertemuan kita ini," jelas pria paruh baya itu.
__ADS_1
"Siapa anda?" tanya Lily waspada.
"Tenanglah, perkenalkan namaku Han Siong panggil saja aku Master Han Ku Wei Li," kata Master Han yang membuat Lily terkejut, pasalnya nama aslinya hanya kakek Lu dan orang yang menolong.
"Kau orang yang menolong kakek Lu membawa seorang bayi menyeberang waktu," tanya Lily antusias.
"Hahaha, bisa dibilang begitu," kata Master Han.
"Bagus Bagus kalau begitu bisakah kau membantuku lagi, ah sebelum itu maukah kau ikut denganku bertemu kakekku?" kata Lily dengan mata penuh harap.
"Boleh juga, kebetulan aku sedang mencarinya," kata Master Han.
Mereka pun menuju hutan angker untuk menuju dimensi Kakek Lu. Kenapa tak bisa langsung seperti Lily biasanya? Karena yang bisa langsung hanya Lily dan orang yang di ijinkan oleh pemilik dimensi.
Sesampainya di depan pohon yaitu pintu masuk dimensi kakek Lu.
"Ayo masuk," ajak Lily, tapi belum sempat menyentuh semak-semak itu kakek Lu keluar dari dimenasinya.
"Ahh kakek mengagetkanku," jerit Lily karena terkejut.
"Hahaha maafkan kakek. Kenapa kau kemari Lily, bukankah kau bisa langsung masuk dari tempat lain," tanya Kakek Lu.
"Sekarang tidak bisa, karena aku membawa seseorang denganku," kata Lily sambil menunjuk seseorang yang sedang berdiri di belakang Lily.
"Ahhhh Master Han, ternyata kau, aku sudah lama mencarimu," kata Kakek Lu berjalan menghampiri Master Han.
"Iya, aku juga sedang mencarimu tuan Lu, ada yang ingin ku katakan padamu," kata Master Han.
"Baiklah, ayo masuk," ajak Kakek Lu.
Mereka bertiga pun masuk ke dalam dimensi Kakek Lu.
"Baik aku akan langsung pada intinya. Wei Li kau pasti sudah bertemu dengannya kan?" kata Master Han yang membuat Lily gelagapan.
"Ohh aahhh itu... I iya, aku sudah bertemu dengannya," kata Lily tergagap.
"Maksudnya bertemu dengan siapa?" tanya Kakek Lu.
"Bertemu dengan seseorang yang dapat menyempurnakan kekuatan Dewi pada Wei Li," jelas Master Han.
"Benar kah, kalau begitu Bagus, berarti kita akan mampu mengambil kembali kerajaan kita Lily," kta Kakek Lu senang.
"Begitukah, tapi aku tak ingin, dan maaf Master Han jikalau bisa jangan panggil aku Wei Li panggil saja aku Lily sama seperti kakek," kata Lily.
"Baiklah. Mengapa kau tak ingin menyempurnakan kekuatanmu itu akan baik bagi semuanya?" tanya Master Han.
"Itu karena dia ingin menikah dengan ku, karena itulah caranya agar kekuatanku bisa sempurna," jelas Lily.
"Emmm, tapi kenapa kau tak ingin menikah dengannya, bukankah kau sudah lewat umu menikah," kata Master Han.
"Huft aku belum cukup tua untuk belum menikah dan juga aku memang tak ingin bersamanya," kata Lily kesal.
"Hahaha maaf, memangnya kamu sudah memiliki kekasih?" kata Master Han.
"Memangnya kalau seseorang selalu menolak karena punya kekasih," kata Lily kesal.
"Tidak juga," kata Master Han.
"Lily ini demi kerajaan dan keluarga kita. Apakah kau tak ingin mendapatkan hak kita kembali," kata Kakek Lu.
__ADS_1
Lily tertunduk memikirkan kata-kata kakek Lu.
"Ada cara lain untuk menyempurnakan kekuatan Lily," kata Master Han.
"Apa itu?" tanya Kakek Lu dan Lily.
"Yaitu dengan menerima sambaran petir sebanyak tujuh kaki di bukit tianchang," jelas Master Han.
"Itu sangat berbahaya, jika tak mampu menahannya maka taruhannya nyawa," kata Kakek Lu.
"Aku akan melakukannya, tapi sebelum itu....bisakah Master Han membantuku untuk menjelajah waktu ke zamanku?" tanya Lily.
"Huh...aku bisa, tapi tidak seperti dulu, sekarang aku hanya mampu mengirimmu sebentar," jelas Master Han.
"Oh benarkah, itu tak masalah sebentar juga tak apa aku hanya ingin bertemu dengan keluargaku untuk pamit," kata Lily senang.
"Baiklah dan apakah kau sungguh-sungguh ingin melakukan tujuh sambaran petir?" tanya Master Han.
Lily mengangguk yakin.
Pembicaraan pun selesai dan Lily akan kembali pada tujub hari kedepan.
....
Di ruang makan kediaman Mo terasa hening dan mereka yang makan hanya berfokus pada makanan masing-masing. Setelah selesai Lily membuka pembicaraan.
"Kak Mo dan adik-adikku, aku ingin mengatakan sesuatu," kata Lily.
"Katakanlah Lily," jawab Yen Mo.
"Iya kak katakanlah, tak biasany kakak bicara seserius ini," kata Li Mu dan diangguki oleh yang lainnya.
"Aku ingin pergi untuk beberapa hari dalam tujuh hari kedepan," kata Lily.
"Pergi kemana," tanya Yen Mo dengan nada mulai meninggi.
"Huhhh, aku hanya pergi menemui keluargaku karena aku sudah menemukan orang yang dapat membantuku," kata Lily kesenangan dan memeluk Yen Mo.
"Benarkah, kalau begitu selamat dan berapa hari rencananya kau akan pergi dan kau akan kembali kan," kata Yen Mo yang melepas pelukan Lily dan menatapnya.
"Heeh, aku akan kembali, karena aku tak bisa berlama-lama disana, aku hanya memiliki waktu untuk menyampaikan perpisahan pada keluargaku," jelas Lily yang mulai menangis.
"Tenanglah mereka pasti mengerti dan memahaminya," kata Yen Mo menenangkan Lily seraya menghapus air mata Lily dengan lembut.
*
*
*
*
*
Jangan lupa like, comments and vote yang banyak ya.
Happy Reading.
Next..
__ADS_1