Berpindah Dimensi

Berpindah Dimensi
Chapter 61


__ADS_3

3 hari sudah berlalu, tapi tak ada tanda-tanda bangunnya seorang gadis yang terbaring di peraduan yang besar.


"Bagaimana keadaannya? Kenapa tak ada tanda-tanda bahwa dia akan sadar?" tanya Xia Leng kepada tabib.


"Maaf Yang Mulia, keadaan nona ini sangat baik, tapi saya tak tahu kenapa dia belum sadar juga," jelas Tabib.


"Baiklah, kau boleh pergi," kata Xia Leng.


"Lily, kapan kau bangun, aku sangat merindukan ocehanmu setiap kali kita bertemu," ucap Xia Leng sambil mengelus punggung tangan Lily.


Saat Xia Leng beranjak bangun dan ingin pergi dia mendengar lenguhan dari Lily, dan terlihatlah jari-jari Lily mulai bergerak dan perlahan matanya terbuka.


"Lily kau sudah sadar. Pelayan panggil Tabib," teriak Xia Leng yang khawatir.


"Ughh, kepalaku kenapa sangat pusing," gumam Lily yang memijat pelipisnya.


Tabib pun tiba


"Tabib cepat periksa keadaanya," kata Xia Leng.


Tabib pun memeriksa dan berkata


"Keadaan nya normal dan sangat baik dan saya akan meresepkan obat untuk di minum oleh nona," jelas Tabib.


Lily yang masih diam mencerna kata-kata dan keadaan sekitarnya tersadar dengan pertanyaan Xia Leng.


"Apakah ada yang tak nyaman?" tanya Xia Leng lembut.


"Ah t tidak ada, terimakasih dan jika boleh tahu kamu siapa dan ini dimana?" tanya Lily.


Duar


Seperti guntur menyambar di siang hari yang terik saat pertanyaan Lily terlontar dari mulut mungilnya.


"Kau tak ingat aku siapa?" tanya Xia Leng.


Lily hanya menggeleng tak tahu.


"Tabib kenapa bisa begini?" tanya Xia Leng pada Tabib.


Tabib pun memeriksa lagi dan mengatakan.


"Kemungkinan nona ini mengalami hilang ingatan," jelas Tabib.


"Baiklah kau boleh pergi," kata Xia Leng.


"Apakah kamu ingat dengan dirimu sendiri?" tanya Xia Leng lagi dan di angguki oleh Lily.


"Ya aku ingat, namaku Lilyana dan biasa di panggil Lily," katanya. "Dimana ini, seingatku aku berada di rumah ku," lanjut Lily. "Dan kalian memakai pakaian apa dan juga kenapa aku memakai pakaian aneh ini?" bingung Lily.


"Sekarang kau berada di istanaku," jelas Xia Leng.


"Istana, hahaha kau jangan bercanda di kotaku sudah tak ada istana kecuali di tempat prasejarah dan orang-orang tak boleh sembarangan masuk," kata Lily.


Xia Leng bingung dan teringat bahwa Lily ini berasal dari dunia yang berbeda.


"Aku bersungguh-sungguh ini di istanaku dan kau berada di dunia yang berbeda dari asalmu," jelas Xia Leng.

__ADS_1


Lily mencoba mengingat, tapi bukannya ingat malahan kepalanya semakin sakit.


"Ughkk," ringis Lily.


"Sudahlah jangan di paksakan," kata Xia Leng. "Lebih baik kau istirahat dulu nanti akan ku ceritakan," lanjut Xia Leng.


Di sebuah taman duduklah seorang gadis yang sedang melamun. Dia adalah Lin Sing yang sudah lebih baik, dia selalu memikirkan keadaan nonanya yaitu Lily yang sedari dia sadar tidak me dapatj sosok yang selalu ingin dijaganya.


Pak pak pak


Kepakan sayap elang yang mulai hinggap di pundak Lin Sing dan saat Lin Sing memperhatikan kami elang tersebut terdapat surat, langsung saja dia buka dan ketika dia membacanya dia langsung berlari ke halaman Mu Yue.


"Nona nona hosh hosh," teriak Lin Sing.


"Ada apa Lin Sing tenangkan dulu dirimu," kata Mu Yue yang bingung melihat Lin Sing yang berlari.


"Ini ini coba bacalah," kata Lin Sing.


Mu Yue pun membaca isi suratnya dan langsung bergegas ke istana untuk menemui sang suami yaitu Jenderal Mo.


Di barak latihan prajurit.


"Lapor Jenderal di depan gerbang ada nyonya Yue sedang menunggu anda," kata penjaga gerbang.


"Baiklah aku akan kesana," kata Yen Mo dengan wajah datarnya.


Setelah kepergian Lily selama 3 hari ini sikap Yen Mo kembali ke datar dan dingin.


"Ada apa kau kemari?" tanya Yen Mo.


"Darimana kau menemukan ini?" tanya Yen Mo yang memegang bahu Mu Yue.


"Lin Sing yang menemukannya," jelas Yue.


"Cepat kita berkemas dan pergi ke kerajaan awan," kata Yen Mo. "Yin," panggil Yen Mo.


"Ya Jenderal," jawab Yin.


"Katakan pada Putra Mahkota aku ingin cuti untuk beberapa waktu," kata Yen Mo.


"Baik Jenderal, akan saya sampaikan," jawab Yin.


Yen Mo dan Mu Yue telah sampai di kediaman mereka dan Lin Sing sudah siap menunggu dengan semua keperluan kepergian mereka.


Isi surat:


Datanglah ke kerajaan awan untuk menemui Lily. Jangan membawa orang terlalu banyak cukup orang-orang terdekat Lily saja.


Mereka pun langsung pergi dan butuh waktu 1 hari lebih untuk sampai ke kerajaan awan.


Dalam perjalanan mereka sesekali mampir untuk beristirahat. Dan sekarang mereka sudah sampai di pintu gerbang masuk kerajaan awan masih memerlukan waktu 30 menit untuk sampai ke istananya.


Di sebuah gazebo duduklah dua orang yang satu pria tampan dan satunya gadis cantik. Jika orang yang tak tahu mereka, bagi orang yang melihat menganggap mereka sepasang kekasih yang terlihat sangat serasi.


"Aku tidak ingat kenapa aku bisa di zaman ini?" kata Lily.


"Aku juga tak tahu dan aku juga baru mengenalmu," kata Xia Leng.

__ADS_1


"Apakah aku punya orang terdekat di sini? Dan bisakah aku kembali kezamanku?" tanya Lily.


"Ya kau punya dan kau juga bisa kembali ke zamanmu tapi hanya sebentar, tidak bisa menetap," jelas Xia Leng.


"Bagaimana caranya?" tany Lily senang.


"Emmm, kau harus menikah denganku dan setelah kekuatanmu sempurna maka akan ada orang yang menemuimu dan membantumu kembali," jelas Xia Leng.


"Ahhh kau mengada-ngada, mana ada aku memiliki kekuatan," kata Lily terkekeh.


"Kau tak percaya, mau ku buktikan, tapi kau harus menikah denganku dulu," kata Xia Leng.


"Ahhh tak perlu dan juga aku merasa tak pantas menjadi pendampingmu, aku hanya orang biasa," kata Lily.


"Bagiku kau istimewa dan tak ada yang lebih pantas menjadi pendampingku selain kamu," kata Xia Leng sambil menangkup kedua pipi Lily.


Pipi Lily merona merah mendengar kata-kata Xia Leng.


"Tapi aku tak ingin memiliki suami yang banyak istri," gumam Lily.


"Hahahaha, kau percaya aku. Aku tak akan memiliki banyak istri. Hanya kau satu-satunya," kata Xia Leng.


Xia Leng yang merupakan Putra Mahkota Kerajaan awan, tentunya banyak Menteri, pejabat dan kerajaan lainnya ingin menjadikan Putri mereka permaisuri maupun selir. Tapi Xia Leng yang tak suka di kekang oleh ayahnya yaitu raja Xia dia memilih pergi dan alhasil ayahnya mengalah untuk menjodohkannya demi meneruskan tahta kerajaannya.


"Tunggulah, aku juga baru mengenalmu, aku masih ingin bertemu orang teredekatku saat aku berada di zaman ini," kata Lily dengan wajah merona.


"Baiklah baiklah aku akan menunggu jawabnmu," kata Xia Leng sambil terkekeh.


Saat asik berbincang datanglah penjaga gerbang istana memberitahu tentang kedatangan tamu yang mencari nona Lily.


"Permisi Yang Mulia ada tamu yang mengatakan bahwa mereka adalah kerabat nona Lily," lapor penjaga.


"Baik kami akan menemui mereka, kau pergilah dulu dan antarlah tamu ke tempat istirahat dan setelah itu antarkan mereka ke ruanganku," kata Xia Leng.


Lily yang mendengar itupun merasa senang, karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan orang-orang terdekatnya yang dia lupakan.


*


*


*


*


*


*


*


BERIKAN LIKE, COMMENTS AND VOTE YA. AGAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT MELANJUTKAN CERITANYA.


Thank you kepada kalian yang selalu setian membaca karya author ini.


Maaf jika banyak typo(s) nya.


Happy Reading.

__ADS_1


__ADS_2