Berpindah Dimensi

Berpindah Dimensi
Chapter 65


__ADS_3

Saat ini mereka bertiga berdiri di depan pintu goa.


"Lily buat apa kita kesini, aku merasa dalam goa tersebut terdapat aura yang sangat mengintimidasi," kata Min Jung.


"Benar Lily kakiku sudah gemetaran," kata Lin Sing.


"Tenanglah didalam sana tak berbahaya kok, ayo masuk," ajak Lily.


Lin Sing dan Min Jung pun hanya mengikuti dari belakang. Jauh berjalan kedalam dan terlihatlah cahay pada ujung goa, jalan Lily semakin cepat dan badan mereka terhisap kedalam cahya tersebut. Karena gemetaran dan terkejut mata Min Jung dan Lin Sing menutup.


"Bukalah mata kalian," pinta Lily.


Dengan takut-takut mereka berdua membuka mata dan hal pertama yang mereka lihat adalah sebuah desa yang Indah dengan istana yang sangat Indah di atas bukit yang tak terlalu tinggi.


"Wahhh indahnya," kagum Lin Sing.


"Selamat datang Lily," ucap Black Dragon yang berwujud pemuda tampan.


Lin Sing tak bekedip melihat ketampanan Black Dragon. Melihat gadis yang di sukainya melihat takjub pada laki-laki lain Min Jung yang kesal menarik Lin Sing dan langsung menutup matanya dengan tangannya. Lily yang melihat itu terkekeh geli melihat kecemburuan Min Jung.


"Ya, bagaimana keadaan di sini?" tanya Lily yang mulai berjalan santai.


Black Dragon mengikuti dan mensejajarkan jalannya. "Semua dalam keadaan baik dan aman terkendali," jawab Black Dragon. Mendengar itu Lily mengangguk puas. "Maaf aku baru berkunjung," ucap Lily.


"Tidak masalah, Lily yang berkunjung saat ini pun kami sudah sangat senang," ucap Black Dragon dan diangguki oleh hewan spiritual lainnya yang berjalan mengikuti Lily.


"Bird, Dragon, Monghao jika kalian ingin keluar, keluarlah," kata Lily melalui batinnya.


"Tak perlu Lily, aku sekarang menjaga Dragon dan Minghao yang bermeditasi," kata Bird melalui batin.


"Ohh baiklah," kata Lily.


5 hari Mereka habiskan di istana hutan angker dan sekarang mereka berencana keluar dan melanjutkan perjalanan.


"Black, aku lupa dengan nama istana kita ini," kata Lily.


"Istana ini belum diberi nama oleh kamu Lily, kalau tuan yang dulu memberi dengan nama istana kristal," jelas Black.


"Ohh, bagaimana kita kasih nama istana Bintang," kata Lily.


"Boleh, nama yang Bagus dan cocok karena di ujung atap istana terdapat simbol Bintang," kata Black.


Mereka bertiga pun sudah berada di perjalanan menuju hutan kematian. Dalam perjalanan mereka tak menemui bahaya yang tinggi hanya di hadang oleh beberapa binatang biasa.

__ADS_1


Saat sampai di depan pintu masuk di mensi kakek Lu Lily langau g menarik tangan Lin Sing dan Min Jung untuk masuk.


Lagi-lagi mereka di buat terkagum-kagum dengan pemandangan di depan mereka.


"Ini dimana Lily?" tanya Lin Sing.


"Lily kau datang?" sebuah suara yang mengalihkan perhatian mereka menatap sumber suara. Lily langsung berlari memeluk kakelnya.


"Kakekkkk," teriak Lily sambil berlari seperti anak kecil yang rindu pada kakeknya.


"Kakek?" beo Lin Sing dan Min Jung.


Lily pun memperkenalkan mereka, dan sekarang Lin Sing dan Min Jung baru tahu jika Lily berasal dari dunia lain setelah kakek Lu mneceritakan asal usul Lily. Di dimensi kakek Lu, Lily mengajak Lin Sing berendam di danau air suci, 2 jam mereka berendam, badan mereka yang awalnya lelah dan letih sekarang jadi segar dan kecantikan mereka bertambah. Lily juga meminta Min Jung berendam. Sama seperti Lily dan Lin Sing, Min Jung juga menjadi lebih tampan. Karena kecantikan Lin Sing yang melampaui gadis bangsawan dan ketampan Min Jung juga melampaui pemuda bangsawan Lily meminta mereka memakai topeng setengah wajah. Topeng ini hanya menutupi bagian area atas wajah hidung dan mulut masih terlihat. Kecantikan Lily jangan ditanya? Kecantikannya bisa menghancurkan seluruh kerajaan jadi Lily memilih memakai topeng ditambah tudung yang menutupi sampai punggungnya.


Mereka melanjutkan perjalanan ke kerajaan langit dan saat ini mereka sudah berada di perbatasan. Mereka memutuskan mencari penginapan saat tiba di ibukota kerajaan langit.


"Kak kita jalan kaki saja, tidak baik berkuda di keramaian," kata Lily yang turun dari kudanya.


Mereka pun mengiyakan dan berjalan sambil menggiring kuda masing-masing.


Keadaan ibukota kerajaan langit sangat ramai dan tak ada gangguan lagi, karena sudah di usir oleh Lily dan kawan-kawan saat mereka di kerjaan langit (ingatkan si chap berapa itu? Lupa)


Mereka masuk di sebuah penginapan yang sederhana.


"Tuan dan nona apakah ingin memesan kamar?" tanya pelayan.


"Baiklah, anda bisa ikuti pelayan ini," kata pelayan.


Mereka pun diantaan ke kamar masing-masing. Hal wajar jika Lily meminta kamar sendiri, karena dia suka sendiri jika tidur dia tak suka jika ada orang lain tidur di sampingnya.


Karena mereka sampai di ibukota kerajaan langit sudah malam, jadi mereka beristirahat langsung.


...


Tak terasa sudah seminggu mereka pergi dari kekaisaran Qin dan sekarang mereka berada di sebuah hutan yang begitu asri kemungkinan karena jarang terjamah oleh manusia. Hutan ini berada di perbatasan kerajaan langit dan kerajaan petir. Di pinggiran hutan terdapat sebuah akademi yang besar, karena penasaran Lily mengajak Lin Sing dan Min Jung untuk mendatangi akademi tersebut.


"Permisi boleh bertanya, apa nama akademi ini?" tanya Lily sopan.


Orang yang ditanya merupakan murid yang bertugas berjaga di pos jaga di pintu gerbang akademi, terlihat dari seragam yang digunakannya dia merupakan salah satu murid. Dia melihat ketiga orang yang berdiri didepannya dengan intens. "Akademi ini bernama akademi Hongjun dan dikenal dengan akademi Hong," jelasnya.


"Wahh berarti Li Mu dan Lin Min ada di sini," kata Lily senang.


Murid yang mendengad nama Li Mu dan Li Min langsung bertanya. "Maaf apakah kalian mengenal murid yang bernama Li Mu dan Li Min?" tanyanya dengan hati-hati.

__ADS_1


"Benar kami mengenal mereka, memangnya kenapa?" tanya Lily.


"A ahh tidak, mereka murid yang jenius dan termasuk kebanggaan akademi ini," jelas murid itu.


"Benarkah, wahh mereka memang hebat, bisakah kami bertemu dengan mereka?" tanya Lily.


"Aku akan meminta ijin kepada pengurus para murid dan kalian tunggulan dulu di sini," kata si murid berlalu pergi.


Beberapa menit kemudian si murid datang memberitahukan bahwa mereka di minta untuk menemui pengurus para murid dulu.


Lily pun mengangguk dan sebelum pergi dia bertanya nama si murid.


"Siapa namamu?" tanya Lily.


"Nama saya Wuchen," jawabnya sambil menunduk karena aura yang di pancarkan oleh ketiga orang di depannya sangat misterius, berbeda saat mereka baru datang tadi.


"Terimakasih Wuchen bisa antarkan kami," ucap Lily sambil tersenyum, meskipun tak terlihat senyumannya karena topeng dan tudung yang digunakannya.


"B bisa.... Wen jaga sebentar ya aku mengantar para tamu," kata Wuchen pada temannya yang berjaga lainnya.


"Baiklah," jawab Wen.


Mereka berjalan cukup lama dan saat melewati lapangan terlihat para murid sedang berlatih dan Lily juga melihat adik-adiknya, tapi ada hal yang membuatnya kesal, tanpa aba-aba dia langsung melesat mendekati Li Mu yang sedang berlatih memamah dan terlihat juga seseorang disampingnya yang memegang panah yang akan di gunakan Li Mu. Tak jauh dengan Li Min, ada murid yang mengambilkan panah dan memegangkan panah miliknya.


Plak plak


*


*


*


*


*


*


*


MAAF JIKA CERITANYA MULAI MEMBOSANKAN.


Jangan lupa like, comments and vote.

__ADS_1


Thank You...


Happy Reading.


__ADS_2