
"Benarkah, berarti kakek moyangku menikahi Dewi semesta saat Dewi semesta sudah mengandung," kata Lily terkejut dan diblas anggukan oleh Xia Leng.
"Lalu kenapa Dewi semesta setelah melahirkan pergi dari kerajaan Feng?" tanya Lily.
"Itu karena Dewi semesta sudah berjanji kepadaku akan kembali ke kerajaan langit saat sudah melahirkan. Saat itu aku bermeditasi ditempat tertutup, jadi tidak mengetahui jika istanaku di serang oleh pemberontak, dan saat aku menyelesaikan meditasiku dan keluar dari tempat tertutup, aku menemukan kerajaanku hancur dan banyak orang yang sudah mati, tetapi aku menemukan pelayan setia istriku masih bernafas dan dia menceritakan semua kejadian dan kepergian istriku.
Aku terus menunggunya sampai dia kembali ke kaisaran Langit dengan tubuh lemah dan berkata padaku, 'anak kita sudah lahir di kerajaan Feng dan aku tidak akan bisa bereinkarnasi lagi karena kekuatanku sudah ku berikan pada anak kita, tapi suatu saat kau akan mengenal seseorang yang akan menggantikan posisiku menjadi istrimu' kata Dewi semesta lalu perlahan dia menghilang terbawa hembusan angin," jelas Xia Leng dengan ekspresi sedihnya.
"Lalu, apa hubungannya kau membawaku kesini?" tanya Lily.
"Itu sudah jelas kau memiliki aura istriku dan akan menjadi pengganti istriku," kata Xia Leng.
"Idihhh, kau tua begitu, aku ini masih muda dan masih ingin menikmati hidup, aku tak mau menjadi istrimu, dan juga pasti kau punya banyak selir kan," kata Lily.
"Heh kau jangan sembarangan mengtai ku tua, aku baru 25 tahun dan aku ini belum memiliki seorang istri pun," jelas Xia Leng dengan kesal.
"Mana ada yang mau ngaku, buka topengmu baru aku akan percaya jika kau muda," kata Lily.
"Baik," kata Xia Leng membuka topengnya.
Saat di buka tak tahu mengapa tatapan Lily langsung terfokus pada mata Xia Leng, dia seperti terhisap kedalam mata Xia Leng dan gambaran-gambaran kebersamaannya dengan Dewi semesta terlihat jelas dan beralih ke wajah yang sangat tampan bak dewa.
"Sudah puas melihatnya, apa kau sudah percaya, kalau sudah ayo ikut aku ke kaisaran langit untuk menikah," kata Xia Leng yang membuat Lily tersadar dengan lamunannya.
"Enak aja, aku tak mengiyakan mau menikah dengan mu, aku bukan Dewi semesta jadi aku bukan istrimu yang dulu, aku hanya memiliki kekuatannya dan berarti kita tak harus menikah," tolak Lily.
"Kekuatan itulah yang mengharuskan kau harus mau menikah dengaku, jika ku tak menikah dengan ku maka kekuatan itu tak akan bisa sempurna," kata Xia Leng.
"Aku tak peduli pokoknya aku tak mau," tolak Lily dengan tegas.
"Aku juga tak mau menikah denganmu jika bukan karena pesan istriku," jelas Xia Leng.
Duarrr
Seperti suara ledakan ditengah hari yang membuat hati Lily sakit, tak tahu kenapa dada Lily terasa sesak saat Xia Leng mengatakan itu, apakah ini efek dari kekuatan Dewi semesta ini, "Apa karena aku memiliki perasaan Dewi semesta juga, itu tak mungkin kan, kata kakek hanya kekuatannya bukan reinkarnasinya, tapi kenapa hatiku terasa hancur, tapi aku tak ingin menjadi pengganti, dia hanya membutuhkan kekuatan ini juga kan aku tak perduli kekuatankubakan sempurna atau tidak" batin Lily, tapi dengan cepat dia mengenyahkan pikirannya itu.
"Kalau begitu biarkan saja seperti ini aku juga tak memerlukan kekuatan itu," kata Lily.
__ADS_1
"Baiklah, tapi bukankah kau memerlukan kekuatan ini untuk mengambil alih kerajaan Feng? Dan aku memerlukan kekuatan ini untuk menghancurkan orang-orang yang telah memberontak" kata Xia Leng.
Lily baru terpikir akan hal itu, tapi gengsinya lebih tinggi, dan dia tidak ingin menjadi alat, dia yakin dengan kekuatannya sekarang dan bantuan hewan kontraknya mampu mengambil alih kerajaan Feng.
"Aku akan mampu mengambil alih kerajaan Feng hanya dengan kekuatan yang kumiliki," kata Lily tegas.
"Terserah kau, aku juga malas berdebat denganmu," kata Xia Leng sambil mengenakan topengnya kembali dan berlalu pergi.
"Heh gila, brengsek...sok ganteng, tapi memang ganteng sih," kata Lily. "Ahh biar ganteng tapi brengsek kan ganteng ilang. Lebih baik aku memilih suami yang biasa saja tapi setia dan tak memanfaatkanku.
Lily pun kembali ke tempat asal dia bertemu dengan pria bertopeng. Disana ada Lin sing dan yang lainnya sudah menunggu termasuk pengawal pria bertopeng.
Lily pun berhenti di hadapan mereka.
"Kakak/Lily, kau baik-baik saja kan?" tanya Lin Sing Li Mu dan Li Min dengan khawatir.
"Ya aku baik, jangan khawatir," kata Lily.
"Hey kau pengawal si brengsek itu kan, cepat pergi dan katakan pada tuanmu itu, jangan mengharapkan apapun dariku," pesan Lily.
Pengawal itu tersentak dengan perkataan Lily yang menghina tuannya, dia marah dan ingin menyerang tapi terhenti saat tuannya menghubunginya lewat telapati.
Pengawal itu pun pergi.
"Ayo kita pulang hari sudah hampir malam kemungkinan kakak Mo sudah pulang, nanti kita dapat hukuman," kata Lily bergidik mengingat hukuman yang diberikan Yen Mo pada mereka yang pulang malam. Hukuman yang diberikan Yen Mo adalah menghapal buku yang berkaitan dengan keanggunan seorang wanita.
"Itu kakak yang akan mendapat hukuman tapi kami tidak," kata Li Min sombong.
"Ihhh, kalian ini...jika aku kena hukuman aku akan menyeret kalian ikut bersamaku menerima hukuman," kata Lily cemberut.
Mereka tertawa bersama kecuali Lily yang di ejek. Di tempat lain yaitu di sebuah gazebo di kekaisaran langit tampak seorang pria bertopeng yang sedang menatap cermin. Bukan bercermin tapi sedang memperhatikan orang yang berada di cermin mereka ada Lily dan yang lainnya, si pria bertopeng adalah Xia Leng. Terlihat senyum tipis terukir di bibir Xia Leng.
"Biarpun kau bukan istriku yang sesungguhnya, tapi tak tahu kenapa hatiku ini nyaman hanya dengan melihatmu," gumam Xia Leng.
Pengawal yang melihat perubahan dari sikap Xia Leng atau tuannya itu berubah setelah mengikuti sang gadis hanya melongo dan bingung, karena tuannya ini terkenal dengan wajah dingin, datar mata tajam bak elang mengintai mangsanya. Dia hanya dapat menggelengkan kepalanya tak mnegerti.
....
__ADS_1
Dikediaman Jenderal Mo.
Mereka sudah sampai di halaman Lily dan bersyukurnya mereka Jenderal Mo belum pulang.
"Selamat selamat," kata Lily sambil mengelus dadanya.
"Apanya yang selamat?" kata Seseorang yang tiba-tiba muncul dia adalah Yen Mo yang baru saja pulang.
"Hehehe, tidak ada kak, kakak baru pulang ya?" kata Lily dengan gugup sambil menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.
"Ya memangnya kenapa? Dan kenapa kalian terlihat gugup seperti itu, apakah ada yang kalian sembunyikan atau Lily membuat malasah lagi," selidik Yen Mo.
"Hehehe, tidak kak, kakak Lily tak membuat masalah kok kami hanya ingin memberikan sesuatu padamu. Ya kan kak," kata Li Mu yang menyenggol lengan Lily.
"Ya ya kau benar Mu, kami menemukannya di...di hutan," kata Lily sambil memberikan seekor ular putih dengan ukuran normal.
"Ular? Untuk apa ini?" tanya Yen Mo bingung.
*
*
*
*
*
*
*
TERIMAKASIH KEPADA PARA PEMBACA YANG SUDAH SETIA MENGIKUTI CERITA INI.
SEMOGA KALIAN DAPAT MENIKMATINYA
Jangan lupa beri saran, like, comments and vote.
__ADS_1
Thank You... 😉