Berpindah Dimensi

Berpindah Dimensi
Chapter 63


__ADS_3

Karena sangat mengganggu dia pun mencari asal perkelahian itu.


"Wahhh ternyata perkelahian yang tak seimbang, tapi ku lihat pemuda itu lebih kuat tapi kenapa kalah, eh eh bukankah itu Pangeran Chen, kenapa bisa ada sini?" tanya Lily dengan diri sendiri. "Eh eh, kalau dibiarkan bisa mati dia," kata Lily yang langsung melompat ketengah perkelahian Pangeran Chen dengan para perampok.


"Hey gadis cantik kau jangan ikut campur, lebih baik kau ikut aku dan jadi istriku," kata pria botak.


"Tak sudi aku ikut kau, lihat dirimu begitu jelek, kumal, kusam botak lagi, mana ada yang mau sama kamu, ihhh," kata Lily dengan tampang jijiknya.


Geram dikatai begitu rendahnya pria botak pun menyerang Lily dan di bantu bawahannya.


Dengan santainya Lily mengelak dan menyerang mereka.


Bagh bugh


Aghkk.


"Ampun, ampuni kami nona, kami tak akan berani lagi," ucap pria botak dan bawahannya yang sudah babak belur.


"Heh, jika aku melihat kalian merampok lagi meskipun di wilayah lain aku akan langsung patahkan kaki kalian agar tak dapat berjalan lagi," ancam Lily.


"Baik, baik nona kami tak akan merampok lagi," ucap mereka serempak.


"Pergilah, sebelum aku berubah pikiran," kata Lily.


Dan para perampok pun lari terbirit-birit.


"Pangeran kau tak apa?" kata Lily sambil membantu Pangeran Chen berdiri.


"Aku tak apa, ishh," kata Pangeran Chen dan karena luka yang ditangan cukup dalam lalu dia meringis.


"Ahh, lukamu lumayan dalam, ayo duduk dulu," kata Lily yang mengajak Pangeran Chen duduk di bawah pohon.


Lily pun mencari air dan membawanya ke tempat Pangeran Chen duduk.


"Buka pakaianmu biar ku obati," kta Lily.


Wajah Pangeran Chen seketika memerah.


"Ekhem, tidak perlu aku bisa mengobatinya sendiri," tolak Pangeran Chen.


"Ahh, kau ini tak perlu malu," kata Lily yang langsung memaksa membuka pakaian Pangeran Chen.


Pangeran Chen pasrah dengan wajah yang sangat merah dan memalingkan wajahnya agar tak terlihat oleh Lily. Lily terkekeh melihat Pangeran Chen yang malu.


"Nah sudah, sekarang makan ini," kata Lily.


Tanpa pikir panjang dan apa yang diberikan Lily, Pangeran Chem langsung menelannya. Seketika luka di tangannya berhenti mengeluarkan darah dan perlahan menutup.


"Kau kenapa bisa ada di sini?" tanya Lily sambil membereskan barang yang di keluarkannya dari dimensinya.


"Aku kesini karena mendapat laporan dari pengawal bayangan ku bahwa Jenderal Mo tergesa-gesa pergi ke kerajaan awan. Aku khawatir dengan mu yang ada di sini jadi aku kesini," jelas Pangeran Chen. "Kamu kenapa juga berada di hutan?" tanya Pangeran Chen.

__ADS_1


"Aku kesal," kata Lily.


"Kesal? Kenapa?" tanya Pangeran Chen.


"Yaa kesal aja, coba kau pikirkan masa saat aku hilang ingatan membuat janji dan saat ingatan ku pulih janji itu tidak sah kan," kata Lily dengan kesal.


"Hilang ingatan? Kamu hilang ingatan kapan? Sekarang sudah ingat," tanya Pangeran Chen khawatir.


"I iya, aku baru ingat sekarang, aku hilang ingatan saat 5 hari yang lalu baru sadar," jelas Lily.


"Syukur jika kau sudah ingat dan kau benar hilang ingatan sama saja kamu tidak sadar jadi janji apapun tidak sah," kata Pangeran Chen. "Memangnya kau janji apa dan pada siapa?" tanya Pangeran Chen.


"I itu janji menerima lamaran dari Xia Leng," lirih Lily.


"Apa, kau jangan menerimanya, kau harus memilih diantara kami secara sadar jangan saat kau hilang ingatan," kata Pangeran Chen yang menahan emosinya.


"Hey hey, tenang aku juga tak akan mau dan juga aku tak ingin memilih diantara kalian," kata Lily.


"Kenapa? Apakah aku tidak dapat menyempurnakan kekuatanmu?" tanya Pangeran Chen sedih.


"Bukan itu, aku juga tak akan menerima Xia Leng, meskipun aku tak dapat menyempurnakan kekuatanku dan tak dapat kembali aku tak ingin terikat dengan siapapun di sini, aku ingin bebas," kata Lily.


"Baguslah, aku juga tak bisa memaksamu untuk menerimaku, ulurkan tangan kirimu," kata Pangeran Chen dan Lily pun menurutinya.


"Eh au, apa yang kau lakukan," ringis Lily yang merasakan sakit seperti di tusuk jarum di tangan kirinya.


"Lihatlah," kata Pangeran Chen menunjuk dengan dagunya.


"Wahh hilang, kapan kau membuat tanda itu?" tanya Lily.


"Benarkah, kenapa aku baru tahu ya," kata Lily sambil berpikir.


"Ya tentu saja kau baru tahu karena tanda itu ku buat tak terlihat, dan saat Putra Mahkota kerajaan awan membuat di tangan kananmu dia baru kelihatan karena efek tak terlihatnya menghilang," jelas Pangeran Chen.


"Ohhh, dan kenapa kau menghilangkannya?" tanya Lily.


"Kau tak ingin lepas dariku," goda Pangeran Chen sambil menaik turun kan sebelah alisnya.


"T tidak kok," kata Lily memalingkan wajahnya yang bersemu merah.


"Aku hanya ingin melihat orang yang ku cintai merasa bahagia, meskipun tak bersamaku," kata Pangeran Chen. Ada jejak kesedihan dimatanya saat mengatakan itu.


Hari itu dihabiskan oleh mereka berdua dengan saling bercerita dan semakin mengakrabkan diri.


...


Hari sudah malam Lily baru kembali ke istana awan.


"Lily kau dari mana saja?" tanya Yen Mo yang terlihat sangat panik dan khawatir.


"Aku hanya pergi ke hutan untuk menenangkan diri," jelas Lily.

__ADS_1


"Baiklah, apakah kau sudah makan?" tanya Mu Yue yang juga sangat khawatir.


Lily menggelengkan kepalanya. Malam itu dihabiskan dengan tenang untuk beristirahat karena hari esoknya akan menjadi hari yang mengesalkan bagi Lily.


"Lily bangun, hari sudah pagi," panggil Lin Sing membangunkan.


"Hemmm, aku masih ngantuk," kata Lily dengan suara khas bangun tidur.


"Bagaimana kamu ini, kita kan hari ini ingin kembali ke kediaman Jenderal, kau tak ingin ikut, atau betah di istana calon suami," goda Lin Sing.


Lily langsung duduk dan menatap tajam Lin Sing. "Air sudah siap?" tanya Lily.


"I iya," kata Lin Sing gugup karena tatapan Lily yang menakutkan.


...


Lily sedang asik duduk di sebuah gazebo dan sedang menunggu seseorang. "Ekhem ada apa mencariku, kangen ya," goda Xia Leng yang menyentak lamunan Lily.


"Terlalu percaya diri itu juga tidak baik," kata Lily santai. Xia Leng hanya terkekeh mendengar tanggapan Lily. "Lalu untuk apa kau ingin bertemu?" tanya Xia Leng.


"Bisakah kau menghilangkan tanda di tanganku ini," pinta Lily langsung pada intinya. "Pangeran Chen sudah menghilangkannya, kau juga harus menghilangkannya," sambung Lily.


"Mengapa aku harus?" tolak Xia Leng.


"Karena aku ingin bebas," jawab Lily.


Xia Leng memikirkan kata-kata Lily dan pergi begitu saja tanpa melakukan apapun. Lily kesal sendiri jadinya.


Kepergian rombongan Yen Mo yang membawa serta Lily. Karena Lily tak ingin tinggal lama di istana awan, dia ingin merencanakan kehidupannya me datang, rencana nya mengelilingi dan mencari tahu tentang kehidupan pada zaman ini.


"Yang Mulia terimakasih atas perhatian dan pelayanan selama kami berada di istana anda," ucap Yen Mo.


"Tidak masalah, aku juga senang kalian bisa datang berkunjung ke istanaku dan lain kali berkunjunglah lagi," kata Xia Leng.


Merekapun berangkat menggunakan kereta kuda baru yang diberikan oleh Xia Leng.


*


*


*


*


*


*


*


Jangan lupa like, comments and vote

__ADS_1


Thank You...


Happy Reading


__ADS_2