
"Nah apa gerangan Jenderal muda kita ini datang ke kediaman Perdana Menteri ini?" tanya Perdana Menteri.
"Saya datang kesini ingin mengajukan lamaran kepada putri perdana Menteri," jelas Yen Mo.
Mereka semua yang di ruangan merasa terkejut dan sekaligus senang. Terutama Lily yang mulai menyikut lengan Mu Yue dan terlihat pipi Mu Yue sudah memerah.
"Hahaha, wah suatu kehormatan bisa menjadi mertua dari Jenderal muda berbakat ini. Putri saya yang manakah yang ingin Jenderal lamar," kata Perdana Menteri seraya bertanya.
"Saya ingin melamar putri ketiga anda nona Mu Yue Perdana Menteri," kata Jenderal Mo tegas.
"Hahaha bagus bagus itu juga keinginan Perdana Menteri ini. Kalau begitu saya sebagai ayahnya merestui dan menerima lamaran ini, tapi saya akan bertanya terlebih dahulu kepada putri ketiga," kata Perdana Menteri.
"Mu Yue apakah kau menerima lamaran ini?" tanya Perdana Menteri kepada Mu Yue.
"Saya akan menerima keputusan yang ayah buat," jawab Mu Yue.
"Hahahahaha, kau memang anak yang baik, kalau begitu, kita akan melaksanakan pernikahan setelah pernikahan Para Pangeran selesai," kata Perdana Menteri.
Semua orang menyetujuinya dan perlahan mereka semua kembali ke halaman mereka masing-masing.
Sekarang Lily berada di kereta bersama Yen Mo untuk kembali ke kediaman mereka.
"Wahh aku tak menyangka kakak melamar Mu Yue secepat ini," kata Lily menggoda.
"Kan kamu sendiri yang menginginkannya," jelas Yen Mo.
"Benarkah! Bukankah kakak yang ingin cepat," kata Lily sambil menaik turunkan sebelah alisnya.
Pipi Yen Mo merona dengan godaan Lily.
"Lihat tuh wajah kakak saja sudah menunjukkan jika kakak yang ingin hehe," kata Lily.
"Sudah lah kamu ini jangan menggoda kakak lagi," kata Yen Mo.
"Hehehe baiklah aku berhenti," kata Lily.
+Perayaan pernikahan Para Pangeran+
"Lily bangun," panggil Lin Sing sambil mengguncang tubuh Lily.
"Hemmmm, sebentar lagi," jawab Lily dengan suara seraknya.
"Tidak bisa, kita harus menyiapkan hadiah untuk para Pangeran," kata Lin Sing.
"Untuk apa memberi hadiah, mereka tidak ulang tahun kan," kata Lily yang masing memejamkan matanya.
"Tidak, tapi mereka akan menikah besok," jelas Lin Sing.
"Ohhh, baiklah aku akan bangun, siapkan air," kata Lily seraya duduk di tepi peraduannya.
"Airnya sudah siap," kata Lin Sing.
"Baiklah, aku akan mandi dulu," kata Lily.
30 menit selesailah mandi Lily dan seperti biasa Lin Sing membantu Lily mengenakan pakaiannya, ya pakaian yang lebih menyerupai pakaian laki-laki.
"Kita hari ini mau kemana untuk mencari hadiah untuk para Pangeran?" tanya Lin Sing.
"Kita...," kata Lily terhenti.
"Kakak," panggil Li Mu dan Li Min.
"Ehhh kalian, ada apa?" tanya Lily.
"Kami bingung mau ngasih hadiah apa buat para Pangeran terutama pada kak Xiao Lan," kata Li Min.
__ADS_1
"Ohhh, kalau begitu kakak punya ide," kata Lily.
Sekara mereka sudah berada di pasar.
"Kak mau beli apa?" tanya Li Mu.
"Kita akan pergi ke pelelangan untuk mencari hadiah yang Bagus untuk para Pangeran," kata Lily.
"Benarkah, tapi apakah kita punya uang kalau barangnya sangat mahal bagaimana?" tanya Lin Sing.
"Tenang, aku akan melelang pillku," kata Lily.
Mereka sudah di depan pintu rumah lelang.
"Tuan-tuan dan nona, apakah kalian ingin masuk, jika ingin masuk harus membayar, satu orang 1 keping emas," jelas penjaga rumah lelang.
"Saya ingin melelang barang kami, apakah saya bisa bertemu dengan manager nya," kata Lily datar.
"Ohhh begitu, baiklah ikuti saya," kata penjaga seraya menggiring kelompok Lily masuk.
Sekarang mereka berda di depan pintu hitam sederhana.
Tok tok tok "Tuan ada tamu yang ingin melelang barangnya," kata Penjaga.
"Biarkan mereka masuk," ucap pria dari balik pintu.
"Baiklah kalau begitu saya undur diri," kata penjaga.
"Barang apa yang ingin anda lelang tuan?" tanya Manager rumah lelang.
Lily pun mengeluarkan botol porselin kecil yang berisi 10 buah pill penyembuh tingkat tinggi dengan kemurnian 100%.
Saat Manager itu membuka betapa terkejutnya dia dengan tingkat dan kemurniannya dan dia masih tak percaya dan.
"Apakah ini....maaf tuan boleh kah saya menanyakan dulu tentang pill ini kepada pemilik rumah lelang ini?" tanya Manager.
Manager itu berlari ke lantai 3, menuju ruangan khusus pemilik rumah lelang.
"Permisi tuan Yan," kata Manager yang langsung masuk.
"Astaga...kau ini, tak bisakah mengetuk terlebih dulu," kata tuan Yan kesal sambil mengelus dadanya.
"Maaf tuan saya kesini ingin menunjukkan ini," kata Manager seraya menyerahkan botol porselin kecil.
Saat tuan Yan membuka porselin itu sama seperti manager yang terkejut tak percaya.
"Ini ini pill penyembuh tingkat tinggi yang langka dan juga kemurnian 100%. Siapa yang melelangnya? Dimana dia?" tanya tuan Yan.
"Dia ada di ruangan saya tuan...," belum habis Manager memberitahu tuan Yan sudah pergi tergesa-gesa.
Tap tap tap terdengar suara langkah kaki tergesa mengarah ke ruang kelompok Lily duduk menunggu.
"Hosh hosh, apakah diantara kalian yang melelang pill ini?" tanya tuan Yan masih mengatur nafasnya yang belum teratur.
"Ya saya yang melelangnya," kata Lily datar.
"Apakah tuan yang membuatnya?" tanya tuan Yan seraya duduk.
"Ya aku yang membuatnya," jawab Lily.
"Benarkah, berarti kau seorang peracik obat yang hebat," kata tuan Yan.
"Terimakasih pujiannya, tapk bisakah prosesnya cepat, kami ingin mencari barang juga di pelelangan ini," kata Lily datar.
"Baiklah, pill ini akan di lelang dari 500 koin emas per pill dan bisa naik saat orang-orang menawar, pihak rumah lelang akan mengambil 20% hasil lelang, apakah tuan setuju," kata tuan Yan dan hanya di angguki oleh Lily.
__ADS_1
"Ini kartu ruangan anda dan ambil kartu emas ini jika anda ingin melelang barang lagi akan mendapat diskon untuk membeli," kata tuan Yan.
"Baiklah terimakasih, kalau begitu kami permisi," kata Lily seraya pergi dan diikuti oleh yang lainnya.
Sekarang mereka sudah berada di ruang mereka di lantai dua.
"Kakak coba lihat dari sini sangat terlihat orang-orang yang berada dibawah," kata Li Min.
"Ya kau benar," kata Lily.
Acara lelangpun dimulai disaat seorang perempuan maju keatas panggung.
"Hadirin sekalian hari ini kami akan melelang 30 barang dan 10 diantaranya merupakan barang yang langka," jelas Perempuan.
Sorak-sorakkan terdengar riuh.
Barang pertama yang berupa buku teknik pedang tingkat sedang.
2 jam berselang tibalah pelelangan 10 barang langka.
"Barang langka pertama adalah tingku peracik obat tingkat tinggi yang berada pada level 10," jelas perempuan.
Tungku pembuat obat terbagi pada tiga tingkat dan 20 level.
Di ruang Lily masih sunyi tak ada barang yang mereka mau, begitu juga di ruang-ruang khusus lainnya.
Tungku terjuak dengan harga 1000 keping emas.
Pedang blue ice, pedang yang gagangnya berwarna biru muda, meskipun terlihat lusuh tapi tidak di mata Lily.
"Harga di mulaj dari 100 keping emas," teriak perempuan pelelang.
Dari ruang-ruang khusus masih tak ada yang bersuara untuk menawar barang.
"150 keping emas," ucap seorang wanita dari ruang Lily dia adalah Lin Sing yang di minta Lily untuk menawar.
"200 keping emas," ucap seorang pria yang berada di sebelah ruangan Lily.
"250 keping emas," ucap Lin Sing lagi.
"300 keping emas," kata Pria itu lagi.
Karena jengkel Lily langsung menawar.
"500 keping emas," kata Lily.
"Bagaimana tak ada yang menawar lagi," kata perempuan pelelang.
Orang-orang mulai berbisik.
"Wahh mungkin orang kaya ya,"
"Benar,"
*
*
*
*
*
Jangan lupa like, comments and vote.
__ADS_1
Happy Reading
Next...