
Jia Li pun menunduk lesu "Benarkah," ucap Jia Li murung. Melihat kepolosan Jia Li Huan tidak tahan menhan tawanya dan dia pun tertawa.
"Hahahahaha, kau percaya," kata Huan Tian tertawa.
"Memang kenapa? Tidak benar ya, aku kan memang belum kuat," kata Jia Li dengan polosnya. "Dan kenapa kau tertawa, kau menertawakan aku ya, aku tahu kau sangat kuat dan abadi," kata Jia Li merajuk. "Huh," Jia Li memalingkan badannya membelakangi Huan Tian.
Huan Tian terkekeh dan melangkah maju dan memeluk Jia Li dari belakang. "Bukan begitu, alasan kau tidak bisa menembusnya karena, pelindung yang ku buat orang-orang yang ku ijinkan saja bisa masuk dan kapan kau pernah kesini aku tak tahu?" tanya Huan Tian.
"Setelah sembuh dari lukaku aku langsung kesini dan saat itu aku tak memiliki kekuatan apapun jadi ku pikir karena aku lemah," jelas Jia Li.
Huan Tian menyusupkan kepalanya di tengkuk Jia Li. "Apakah kau ingin ke istana awan?" tanya Huan Tian, tentu saja Jia Li mengiyakan dengan semangat.
Huan Tian pun membawa Jia Li memasuki hutan dan naik ke istana awan.
Sesampainya di sana mereka di sambut oleh beberapa penjaga dan orang-orang pemerintahan yaitu Perdana Menteri, penasehat dan lainnya, samalah dengan kerajaan lainnya yang istananya di urus oleh orang-orang dan ini membuat Jia Li bingung karena sepeninggalannya istana ini masih sedikit orang yang tinggal, tapi ini saat dia terbang bersama Huan Tian dia bisa melihat orang-orang seperti penduduk pada umumnya pasar, rumah warga dan lainnya pokoknya seperti sebuah kerajaan.
Jia Li hendak bertanya, tapi di urungkannya, karena melihat Huan Tian terlihat sibuk dengan diskusi nya dengan para Menteri.
Sekarang dia sedang mengamati mereka di balik sekat pembatas.
Karena terlalu lama menunggu dia tertidur.
Jia Li bangun tidak di tempat asal, karena sekarang dia berada di kamarnya dulu bersama Huan Tian.
Jia Li berjalan keluar mencari seseorang, dia berjalan terus dan berhenti di sebuah taman yang sama sekali baru dia lihat di istana awan ini, pohon-pohon rindang berayun-ayun di tiup angin, di sepanjang jalannya di di tanami bunga-bunga cantik dan sampai pada ujung jalan dia melihat Huan Tian duduk di kursi panjang sedang membelakanginya.
__ADS_1
"Di sini kamu rupanya," kata Jia Li berjalan kearah kursi itu. Setelah Jia Li duduk disamping Huan Tian, dia melihat raut wajah Huan Tian seperti marah. "Ada apa? Kenapa wajahmu terlihat marah?" tanya Jia Li.
Huan Tian menghadap Jia Li. "Apakah menurutmu baik jika kita mempercepat pernikahan kita tidak perlu menunggu 3 tahun lagi," kata Huan Tian.
"Kenapa jadi begitu, kan kamu sendiri yang pengennya 3 tahun lagi, aku bisa saja mempercepatnya tapi tidak dalam tahun ini, kalau tahun depan bagaimana? Memangnya ada masalah apa?" tanya Jia Li.
"Aku sangat menyesal menuruti kemauan mereka saat itu, jika tahu begini jadinya, aku tak akan menyetujui jika wilayahku ini di jadikan sebuah kerajaan," kata Huan Tian marah.
"Memang nya selama aku tak di sini apa saja yang terjadi dan membuat istana ini sangat berubah," tanya Jia Li bingung sekaligus penasaran.
Huan Tian menghela nafas. "Saat kepergianmu aku sangat frustasi dan berubah menjadi kejam dan egois, ketika aku menghadiri sebuah pertemuan para petapa mereka mengusulkan membuat sebuah kerajaan yang akan menjadi pusat semua kerajaan untuk menguasai semua wilayah di dunia ini dengan egoisnya dan tak berpikir panjang aku menyetujuinya dan jadilah seperti ini dan sekarang mereka menekanku untuk mencari permaisuri untukku dan mereka mengajukan puteri-puteri mereka," jelas Huan Tian.
Jia Li marah dengan sikap Huan Tian yang tak memikirkan akibatnya dan marah pada dirinya tang waktu itu egois.
"Terserah padamu mau apa, tapi aku tak bisa menikah sekarang aku masih perlu mengambil hak ku dari kerajaan Feng dan kau juga tahu prinsipku jika kau melanggar maka kita tak akan bersama lagi," kata Jia Li. "Antar aku keluar dari sini, rasanya sesak berada di sini," lanjut Jia Li seraya bangkit hendak pergi, tapi di cegah oleh Huan Tian dengan memegang tangannya.
"Terserah, aku ikut saja, asalkan jangan sampai ketahuan oleh orang luar dari istana awan ini, aku perlu mendekati kerajaan Feng dulu," kata Jia Li tanpa menatap Huan Tian.
"baiklah, aku setuju nanti aku akan menemui raja Biao untuk mengajukan lamaran.
Huan Tian pun mengantar Jia Li pulang tetapi Jia Li memintanya jangan mengikutinya sedari keluar hutan, dia mengatakan dia akan mendekati Putra Mahkota kerajaan Feng dulu karena Jia Li tahu jika Putra Mahkota Feng Ann tak jauh dari keberadaan mereka. Huan Tian tak dapat berkata maupun mengindahkannya memang dia sudah menyetujui persyaratan Jia Li.
Di jalan Jia Li berpapasan dengan Putra Mahkota Feng Ann. Jia Li pura-pura tak sengaja bertemu dan melamun, padahal dari kejauhan Jia Li sudah tahu jika kereta Putra Mahkota Ann mengarah kepadanya.
"Tak menyangka saya akan bertemu Puteri di sini," kata Putra Mahkota Feng Ann yang membuyarkan lamunan Jia Li.
__ADS_1
"Ahh Yang Mulia saya hanya berjalan-jalan bukankah Yang Mulia sudah kembali saat acara pesta selesai mengapa masih berada di sini?" tanya Jia Li. Sebenarnya dia sangat menahan amarahnya berbicara dengan Putra Mahkota Feng Ann ini, tapi demi tujuannya dia pun bersabar.
"Iya kau benar, aku pergi saat itu, tapi belum kembali ke kerajaanku, aku masih ingin menikmati suasana di sini," kata Putra Mahkota Feng Ann.
"Oh begitu, jika tak ada urusan lagi saya permisi," ucap Jia Li.
"Eh eh tunggu dulu, berkenan kah Putri mengajak saya berkeliling ketempat-tempat menyenangkan di kerajaan ini," pinta Putra Mahkota Feng Ann.
"Jika tidak demi tujuanku, sudah ku bunuh kau," batin Jia Li. "Baiklah dengan senang hati," kata Jia Li dengan tersenyum paksa.
Jia Li pun masuk kedalam kereta Putra Mahkota Feng Ann.
Di lain tempat yaitu tak jauh dari keberadaan Jia Li bersama Putra Mahkota Feng Ann, Huan Tian sangat geram dan sangat cemburu melihat itu tapi dia memilih sabar dan menahan amarahnya dan memilih pergi dari sana karena jika tidak, dia tak tahu apa yang akan dilakukannya kepada Putra Mahkota Feng Ann.
Jia Li pun menemani Putra Mahkota Feng Ann sepanjang hari dan Putra Mahkota Feng Ann mengundang Jia Li ke istana nya.
•
•
•
•
•
__ADS_1
Jangan lupa like, comments and vote yaa.
Happy Reading.