Berpindah Dimensi

Berpindah Dimensi
Chapter 30


__ADS_3

Lily masuk ke kamarnya meninggalkan mereka berlima dihalaman.


"Pakaian seperti apa ya yang cocok untuk mereka berdua?" gumam Lily seraya berpikir.


"Aha, begitu,"


Lily pun menggunakan kekuatannya untuk membuat pakaian dengan kain yang dibelinya di pasar. 1 jam membuat Lily pun selesai segera setelah selesai dia keluar kamarnya dan menunjukkan pakaiannya.


"Minghao pakai ini dan kak Jung pakai ini, dan juga kenakan ini di rambut kalian. Cepat ganti pakaian kalian aku akan menunggu disini bersama yang lain," kata Lily sambil menyerahkan pakaian masing-masing.


10 menit merekapun keluar dengan pakaian yang dibuat Lily.


"Cuuittt, hey tampan, boleh kenalan," kata Lily dengan siulan gaya merayu.


Pipi Min Jung dan Minghao mulai memerah.


"Apaan sih Lily," kata Min Jung sambil memalingkan wajahnya begitu pulan dengan Minghao.


"Benar kata Lily, pengawal Min dan pengawal Minghao sangat tampan menggunakan pakaian itu, pasti tak akan ada yang mengira bahwa kalian adalah pengawal, lebih cocok disebut tuan muda tampan," kata Lin Sing dengan menaik turunkan alisnya.


Pipi keduanya semakin memerah.


"Sudah sudah maafkan kami. Kami tak akan menggoda lagi. Pakaian ini kalian gunakan saat aku berada diluar, pasti kalian akan menjagaku dari dekat bukan nah saat itulah kalian gunakan pakaian ini, tapi terserah sih jika kalian ingin menggunakannya dalam kediaman ini," jelas Lily.


"Baiklah, kami akan menggunakannya jika kami menjagamu saat keluar saja," kata Min Jung dan diangguki Minghao.


"Minghao aku ingin berbicara dengan mu berdua," kata Lily seraya pergi masuk ke kamarnya dan diikuti oleh Minghao.


+Di kamar Lily+


"Minghao, apakah kamu tak apa setiap hari mengubah wujudmu menjadi manusia, bukankah itu menguras kekuatanmu," kata Lily sedikit khawatir.


"Tidak apa, karena setiap malam aku akan pergi kehutan untuk bermeditasi memulihkan kekuatanku dan juga aku mendapatkan kekuatan dari mu yang membuatku mampu bertahan dalam wujud manusia seharian," jelas Minghao.


"Benarkah, kalau begitu Bagus, jadi kau harus sering dekat dengan ku agar kau tak banyak menghilangkan kekuatanmu," kata Lily.


"Tentu saja, apalagi jika kekuatanmu lebih kuat lagi," kata Minghao.


"Bagaimana caranya agar kekuatanku meningkat," tanya Lily.


"Kekuatan Dewi semesta tidak dapat bertambah kecuali kau menemukan seseorang untuk menyempurnakannya, tapi kekuatan yang lain yang ada pada dirimu maupun tidak ada dapat dikembangkan, contohnya kamu tidak punya kekuatan teleportasi bukan, nah kamu dapat mempelajarinya," jelas Minghao dan dibalas anggukan oleh Lily mengerti.


"Di mana aku bisa mempelajarinya?" tanya Lily lagi.


"Kau bisa menanyakannya kepada binatang kontrakmu yang lain," kata Minghao.


"Baiklah, aku akan menanyakannya pada White Dragon dan Bird," kata Lily.


Lily mulai berkonsentrasi masuk keruang dimensinya. Sedangkan Minghao diperintahkan Lily untuk berjaga didepan pintu kamarnya agar tak ada yang mengganggunya.


Lily pun berhasil masuk ke ruang dimensinya.


"Bird...White Dragon," teriak Lily memanggil mereka.


"Ya Lily, kau sangat lama berkunjung kesini, apakah kau tak merindukan kami," kata Bird dengan wajah sesedih-sedihnya.

__ADS_1


"Aiya, aku baru juga sebentar kita tak bertemu, setelah ini aku akan sering datang kemari," kata Lily.


"Benarkah, janji ya..., lalu apa yang membuatmu datang kemari?" tanya White Dragon dengan wajah datarnya. Ya sekarang Bird dan White Dragon sedang dalam wujud manusia mereka


"Aku kemari karena ada yang inginku tanyakan," kata Lily.


"Katakanlah," kata Bird.


"Bagaimana aku bisa meningkatkan kekuatanku yang ada dan belajar kekuatan lainnya?" tanya Lily.


"Oh itu, kau bisa membaca buku yang ada diruang baca istanamu," jawab Bird.


"Ruang baca, aku baru tau bahwa di dalam sini ada istana juga," bingung Lily.


"Tentu saja kau baru tahu, masuk kesini aja kamu baru kali ini kan," kata Bird jengah.


"Hehehe kau benar, kalau begitu tunjukkan padaku di mana letak ruang bacanya," kata Lily.


Bird pun mengajak Lily melihat istananya dan menunjukkan letak ruang bacanya, sedang kan White Dragon ditinggal sendiri si taman tempat pertama mereka bertemu.


"Nah ini istanamu," kata Bird sambil menunjuk istana.


"Wuahhhh indahnya, mungkin tidak sebesar istana di hutang angker, tapi ini lebih cantik," kata Lily terkagum-kagum.


Bird pun menunjukkan ruang baca dan menyuruh Lily masuk.


Diruang baca Lily kagum dengan rak buku yang berjejer memenuhi ruangan dengan buku-buku yang tersusun rapi.


Lily mulai mengambil buku di dekatnya. Dia membacanya dengan cepat. Lily juga bingung kenapa hanya dengan melihat dan membalikkan buku itu, Lily sudah dapat memahami isi buku tersebut, tapi Lily tak menghiraukan itu dia hanya terus mengambil satu persatu buku.


Sekitar 15 jam Lily di dalam ruang baca akhirnya dia keluar.


"Iya sudah semuanya," jawab Lily.


Dan jawaban Lily itu membuat Bird dan White Dragon yang datar terkejut.


"Kau jangan bercanda Lily, buku di dalam ruang baca itu sangat banyak," kata Bird meragukan.


"Beneran aku sudah selesai membaca semunya, kalau kalian tak percaya tak apa," kata Lily.


Bird dan White Dragon melongo.


"Monster," batin mereka berdua.


"Sudahlah dimana aku bisa bermeditasi," tanya Lily membuyarkan lamunan Bird Dan White Dragon.


"E eh ya kau bisa bermeditasi di atas batu di tengah kolam itu," kata Bird sambil menunjuk bath di tengah kolam.


Lily pun berjalan kesana dan menduduki batu tersebut, dia duduk bersila dan mulai menutup matanya.


Cahaya warna warni seperti pelangi membungkus tubuh Lily.


Satu minggu telah berlalu, tapi Lily masih belum membuka matanya.


"Kapan ya Lily selesai bermeditasi," tanya Bird.

__ADS_1


"Aku pun tak tahu," jawab White Dragon.


Tak lama mereka berbincang, perlahan mata Lily terbuka.


"Lihatlah, Lily telah selesai bermeditasi," kata Bird gembira.


"Hay kalian berdua lama tak jumpa," kata Lily yang menampilkan senyum merekahnya.


Pipi kedua pemuda itu memerah karena melihat senyum yang sangat manis di tampilkan Lily.


"Lah kok kedua pipi kalian memerah, apakah kalian sakit," kata Lily khawatir.


"Bukan sakit Lily, tapi karena senyummu itu," kata Bird.


"Hah apa hubungannya dengan senyumku," kata Lily bingung.


"Itu karena senyummu sangat manis. Kulit mu putih seperti salju dan wajahmu semakin bersinar. Kamu semakin cantik setelah selesai bermeditasi," jelas Bird dengan malu-malu.


"Hahaha, kalian bisa saja. Oh ya berapa lama aku bermeditasi?" kata Lily seraya tertawa dan bertanya.


"Cuman satu minggu kau bermeditasi, dan hasilnya sangat luar biasa Lily, jika kau ingin melatih kekuatan lain latihlah di sini," jawab Bird.


"Hah, benarkah, kalau begitu gawat," kata Lily gelagapan.


"Tenang Lily, waktu disini dan di dunia nyata berbeda. Satu hari di sini sana dengan 1 jam di dunia nyata. Jika kamu disini satu minggu 15 jam maka 7 jam 15 menit di dunia nyata," jelas Bird.


"Huft, syukurlah kalau begitu aku akan berlatih kekuatan baru," kata Lily seraya memulai latihan kekuatan baru.


5 jam berlalu Lily pun selesai dengan latihannya.


"Badanku rasanya sangat lengket dimana di sini aku bisa membersihkan badanku?" tanya Lily.


"Kau bisa mandi di kolam air penyembuh, dibelakang istana," jelas Bird.


"Baiklah aku akan kesana, kalian jangan ikut," kata Lily seraya pergi.


*


*


*


*


*


*


*


JANGAN BOSAN YA DENGAN CERITA INI. AUTHOR HARAP KALIAN MENYUKAINYA.


Tapi author lihat makin hari makin dikit yang suka, jadinya author sedih deh.


Jangan lupa like, comments and vote yang banyak.

__ADS_1


Thank You.


Happy Reading... 😘


__ADS_2