
Setelah berhasil menyelamatkannya, gadis itu langsung berterimakasih dan memperkenalkan dirinya kepada Jia Li.
"Terimakasih nona telah menolong saya, perkenalkan nama saya Feng Yue Puteri dari kerajaan Feng," ucap Feng Yue.
Deg deg deg jantung Jia Ki berdetak cepat darah mendidih di tubuhnya menahan marah melihat keturunan dari keluarga yang telah menghancurkan keluarganya.
"Ahhh kenapa aku menolongnya, jika aku tahu dia adalah salah satu dari keluarga brengsek itu tak akan ku selamatkan dia, tapi nasih sudah jadi bubur, tak bisa aku menyesalinya, mungkin kemudian hari aku bisa memanfaatkannya," batin Jia Li.
"Oh salam pada Puteri Feng Yue perkenalkan saya Puteri Jia Li dari kerajaan langit," kata Jia Li dengan senyum manisnya.
"Ohh benarkah, kalau begitu anda yang sedang di tunggu oleh kakakku dan sekarang anda akan ke kerajaan feng bukan," kata Puteri Feng Yue.
"Benar, dan kenapa putri bisa ada di sini?" tanya Jia Li.
"Aku habis pulang dari kerajaan Qin sebagai utusan kerja sama dan di perjalan kami di rampok dan aku bisa kabur dari para perampok itu dan berakhir di sini, kamu sendiri kenapa bisa sampai sini bukannya melanjutkan perjalanan?" jelas Puteri Feng Yue sebelum bertanya.
"Ohh begitu, kalau begitu Putri bisa ikut kereta saya yang tak jauh dari sini, karena roda kereta saya rusak jadi saya berjalan-jalan dan mendengar suara teriakan anda," jelas Jia Li.
Mereka pun kembali menuju kereta Jia Li. Setibanya ternyata Nuan dan para pengawal lainnya mencari keberadaan Jia Li yang menghilang, setelah melihat Jia Li tak apa-apa merekapun lega dan melanjutkan perjalanan bersama Puteri Feng Yue.
1 jam kemudian mereka sampai di pintu gerbang istana kerajaan Feng, Puteri Feng Yue langsung memperlihatkan token identitasnya dan penjaga langsung mempersilahkan kereta Jia Li masuk.
Mereka keluar dari kereta dan masuk ke ruang kerja Ratu.
"Nenek aku datang berkunjung," kata Puteri Feng Yue.
"Oh cucuku sudah datang, eh kenapa pakaian mu sangat kotor seperti ini dan siapa dia?" tanya Ratu.
Puteri Feng Yue pun menceritakan semua kejadian dari keberhasilannya melaksanakan kerja sama dengan kekaisaran Qin dan sampai dia di tolong oleh Puteri Jia Li.
"Oh ini ya yang namanya Puteri Jia Li dari kerajaan langit itu, pantas saja kakakmu sangat menyukainya dan selalu menceritakan tentang nya sedari kembali dari kerajaan langit," kata Ratu dengn senyum ramahnya.
__ADS_1
Ratu kerajaan Feng merupakan istri dari kakek Lu yang memberontak itu dan sekarang dia masih menjadi ratu dan Putra Mahkota sekarang adalah cucunya yang merupakan anak dari anaknya yang membantunya memberontak.
Di lain tempat yaitu di ruang pribadi Putra Mahkota Feng Ann, saat dia mendengar tentang kedatangan Puteri Jia Li dia langsung bergegas menuju ke ruang Ratu yaitu neneknya.
Putra Mahkota Feng Ann langsung masuk dan mendapati dirinya di tatap oleh semua orang di ruangan itu dengan tatapan bingung, dia jadinya salah tingkah dan tersenyum kaku.
Tak tahu kenapa Putra Mahkota Feng Ann itu bersikap selalu berkebalikan dengan sikap aslinya saat bertemu dengan Jia Li, mungkin dia benaran suka sama Jia Li.
"Salam pada nenek, maaf atas kelancangan cucu ini masuk tanpa permisi," ucap Putra Manhkota Feng Ann sopan.
"Hahahaha baru pertama kali nenek ini melihat cucunya yang terkenal dingin dan sombong ini bersikap seperti ini," kata Ratu tertawa. "Mari duduk," lanjut nya.
Mereka pun menghabiskan waktu dengan mengobrol sambil minum teh.
Saat malam hari Jia Li mengenakan pakaian hitamnya mengendap-ngendap mencari keberadaan kakaknya, saat menyusup ke penjara bawah tanah dia hampir ketahuan, tapi dengan sigap dia bersembunyi, Jia Li perlahan masuk penjara itu, tapi setiap penjara kosong dan sampai lah pada penjara paling ujung yang penerangan sangat redup, Jia Li melihat seorang tahanan yang di rantai. Dia sudah menyiapkan segala hal mulai dari alat untuk membuka gembok penjara dan lainnya.
Saat di berhasil membuka gembok itu, perlahan dia masuk dan mendekati orang itu, dia adalah seorang pria yang wajahnya tak terlihat jelas karena penerangan yang sangat minim tubuhnya penuh luka dan dalam kedaan sangat lemah dan kurus.
"Lu Xiao Chen," bisik Jia Li, tapi pria itu tak merespon. "Kau kenal dengan kakek Lu Feng dan Lu Wei Li?" tanya Jia Li. Perlahan mata pria itu terbuka dan berbicara dengan lemah.
"Siapa kau? Darimana kau tahu namaku dan kenal dengan kakekku dan adikku?" tanya lirih pria itu yang ternyata benar kakaknya Jia Li, Lu Xia Chen.
Bukannya menjawab Jia Li malah berusaha membuka gembok pada rantai.
"Hey kau mau apa?" tanya Xiao Chen lirih.
"Diamlah dulu, kau hemat dulu tenagamu dan sesudah kita keluar dari sini baru aku akan menjawab semua pertanyaanmu," jelas Ji Li sedikit berbisik.
Tap tap tap suara langkah kaki mendekat ke arah penjara yang saat ini Jia Li berada. Sesampainya orang itu yang ternyata penjaga, dia tak menemukan apapun dan terlihat normal di pandangannya gembik pun masih terkunci rapat dan dia pun pergi. Bukannya terkunci tapi hanya di buat Jia Li seperti terkunci padahal tidak dan beruntungnya penjaga itu tidak menceknya.
Sepeninggalan penjaga itu Jia Lin keluar dari persembunyiannya yaitu di belakang tubuh Xiao Chen.
__ADS_1
Dia mulai membuka semua gembok pada rantai dan setelah bersusuah payah dia berhasil membuka semunya dan sebelum keluar dari penjara itu Jia Li memberikan energinya dan beberapa pill obat untuk Xiao Chen, agar mampu berjalan.
Perlahan mereka melewati para penjaga tanpa ketahuan dan sampailah mereka di gerbang belakang istana. Jia Li membawa Xiao Chen mencari penginapan sementara untuk Xiao Chen beristirahat. Mereka mengenakan tudung agar tak ada yang mengenali mereka.
Mereka sudah ada di kamar di sebuah penginapan sederhana yang tal jauh dari istana.
"Kau pulihkan dan istirahatkan dulu tububmu, aku audah memesan makanan," kata Jia Li.
Dan tak lama pintu kamar di ketuk.
tok tok tok, "Pesanan anda tuan," kata orang dari luar. Jia Li pun bangkit dan membuka pintu dan mengambil nampan makanan di tangan pelayan itu.
"Makanlah, aku akan kembali ke istana," kata Jia Li hendak pergi tetapi terhenti saat Xiao Chen berkata.
"Kau belum menjawab pertanyaanku, dan kenapa kau ke istana lagi? Apakah kau bagian dari keluarga kerajaan itu?" tanya Xiao Chen yang tiba-tiba marah tapi dengan suara yang masih lemah.
"Tunggulah besok, malam besok aku akan kemari lagi untuk menjawab semuanya," kata Jia Li langsung melesat pergi.
•
•
•
•
•
Jangan lupa like, comments and vote ya.
Happy Reading.
__ADS_1