Berpindah Dimensi

Berpindah Dimensi
Chapter 22


__ADS_3

"Baiklah, tapi kalian harus segera istirahat juga setelah selesai tugas kalian, kalau aku bangun dan tidak melihat kalian istirahat, maka lihatlah hukuman dariku," kata Lily.


"Baiklah kami akan istirahat setelah tugas kami selesai," kata Jederal Mo dan di angguki Min Jung.


"Baiklah kalau begitu aku istirahat dulu," kata Lily yang mulai berbalik tetapi...


Cup


Cup


Kecupan yang mendarat di sebelah pipi kedua pemuda yang sudah dianggap kakak oleh Lily setelah itu Lily langsung berlari kedalam tendanya. Lain halnya dengan kedua pemuda yang mendapatkan ciuman mereka terkejut dan mematung tak dapat berpikir lagi dengan wajah yang memerah semerah tomat kematangan. Lama berdiri mematung tersadarlah salah satunya yaitu Min Jung dan berdehem untuk menghilangkan keerkejutan.


"Ekhhmmm," deheman Min Jung dan kemudian menepuk pundak Jederal Mo.


Jederal Mo yang merasa pundaknya ditepuk tersadar dari keterkejutannya.


"Ekhm, a..ah y..ya ada apa Min Jung," kata Jederal Mo yang masih menetralkan keterkejutannya.


"Tidak ada Jederal, hanya saja kita harus kembali bertugas," kata Min Jung yang berusaha menutupi pipinya yang terasa panas dan kemungkinan yang dia tebak yaitu pipinya memerah.


"Oh ya kau benar, mari kita kembali ketugas kita masing-masing dan segera beristirahat," kata Jedral Mo yang pergi meninggalkan Min Jung yang berjaga didepan tenda Lily.


Didalam tenda, Lily membaringkan tubuhnya di tempat tidur yang sudah disediakan, dia mulai memejamkan mata dan tak seberapa menit dia terlelap.


Sekitar 4 jam Lily tertidur mendadak dia terbangun.


"Malam ini aku akan kembali kehutan untuk menemui kakek dan Minghao," batin Lily.


Dimana Minghao? Jawabannya yaitu di dimensi kakeknya Lily. Kenapa Minghao bisa berada disana? Karena Lily memerintahkan Minghao untuk menemui kakeknya dan memberitahukan letak pintu masuknya melalui pikiran. Kenapa Lily dan Minghao bisa berbicara melalui pikiran karena mereka sudah melakukan kontrak hidup dan mati dan itu membuat mereka bisa berkomunikasi lewat pikiran mereka.


Lily mengintip dari balik tenda melihat apakah masih banyak orang yang belum tidur, dan terlihatlah keadaan dalam keadaan sunyi kecuali Min Jung yang masih Setia berjaga didepan tenda Lily.


Lily berpikir bagaimana caranya agar dia bisa keluar dari tenda dan menuju dimensi kakeknya dan dia mendapat ide.


"Ahhh, bukankan aku memiliki cara yang sangat mudah," kata Lily dan seketika itu dia memejamkan matanya dan memikirkan ruangan dimensi kakeknya sambil mengatakan dalam hati 'Kakek Lu' seketika Lily menghilang dari dalam tenda. Sebelum pergi menghilang Lily sudah menysun beberapa benda yang akan menggantikan dirinya dibawah selimut agar tak ketahuan.


Tibalah Lily di dalam dimensi kakek Lu.


"Kakek, Minghao kalian dimana?" kata Lily sambil menuju sebuah rumah sederhana yang berada ditepi tebing yang tidak terlalu tinggi yang di bawah tebing itu terdapat air terjun yang sangat indah dengan sekitar yang dihiasi pohon dan bermacam bunga yang mengeluarkan baubharum yang memenuhi rongga hidung.


Terdengarlah suara berat yang berasal dari balik pohon rimbun.


"Li'er kakek disini," kata kakek Lu.


Lily mendengar itu langsung menuju arah suara tersebut berasal dan terlihat lah pria tyangban seorang pemuda tampan sedang duduk santai sambil meminum teh dengan anggunnya.


Lily mendekat dan bertanya tanpa memperdulikan pemuda tampan yang duduk santai disebelah kakek sambil memandang Lily.

__ADS_1


"Kakek Minghao dimana, kok aku tidak melihatnya dimanapun?" tanya Lily.


"Sungguh kau tak melihatnya?" tanya kakek balik.


Dan dibalas anggukan oleh Lily.


"Dia duduk disebelah kakek," kata Kakek Lu.


Lily mencari-cari sosok yang dia cari tapi tak dapat menemukannya hanya sesosok pemuda tampan yang duduk disebelah kakeknya.


"Tidak ada Minghao duduk disebelah kakek hanya dia yang ada," kata Lily sambil menunjuk pemuda itu.


Kakek Lu dan pemuda yang ditunjuk Lily tertawa.


"Kenapa kalian tertawa, aku serius bertanya dimana Minghao," kata Lily kesal.


"Maaf Li'er, Minghao," kata Kakek Lu dan memanggil Minghao.


"Ya kakek Lu," jawab pemuda disamping kakek Lu.


"Hey bukan kau yang dipanggil tapi Minghao," kata Lily ketus.


"Aku Minghao Lily," ucap pemuda tampan.


"Bukan, kau itu manusia dan Minghao itu seekor singa besar," kata Lily.


Lily masih tak percaya dengan ucapan pemuda itu. Karena melihat raut wajah Lily yang masih tak percaya, Minghao pun mengubah wujudnya menjadi singa.


"Astaga!" kejut Lily yang langsung berdiri.


"Kau sudah percaya Lily," kata Minghao.


"Ya aku sudah percaya, tapi jangan mengejutkanku seperti itu dong," kata Lily kesal seraya kembali duduk.


"Maaf, kau tidak percaya sih, jadinya aku harus berubah," kata Minghao tanpa dosa seraya mengubah wujudnya menjadi manusia lagi.


"Terserah deh," kata Lily masih kesal.


"Sudah sudah, ada apa Li'er datang kemari?" tanya Kakek Lu beralih menatap Lily.


"Emmm, tidak ada apa-apa aku hanya ingin kesini," jawab Lily acuh.


"Kalau begitu daripada tidak melakukan apa pun, bagaimana kalau kau menerima ilmu dari kakek," saran Kakek Lu.


"Boleh," kata Lily berbinar.


Lily pun diperintahkan Kakek Lu untuk berendam di kolam air terjun.

__ADS_1


Air yang berasal dari air terjun ini bukan air biasa air ini merupakan air yang dapat membuat orang yang berendam akan memperkuat kekuatan fisik, menyembuhkan penyakit, memperhalus kulit dan banyak lainnya. Air ini bernama air suci.


Lily berendam seperti yang di sarankan Kakek Lu. Dia melepaskan pakaiannya dan hanya menyisakan bapakaian tipis. Lily berendam dengan posisi bersila, karena kolam yang di masuki Lily tidak dalam, jika Lily berdiri dalamnya hanya dibawah lutut dan mulai menutup matanya.


Ketika Lily berendam seluruh badannya terasa sangat sakit seperti di gores dengan silet di sekujur badannya. Goresan itu berubah menjadi irisan yang dalam. Dia berkeringat dingin dan karena tidak dapat menahan lagi.


"Akhrghhh," teriak Lily yang berusaha agar tetap sadar dan terlihatlah cahaya emas yang begitu indah menyelimuti Lily.


5 jam Lily berendam dan merasakan sakit dan berangsur rasa sakit mulai menghilang.


Lily membuka matanya dan langsung keluar dari kolam dan memakai pakaiannya dan menuju tempat Kakek Lu dan Minghao duduk.


"Kau sudah selesai Li'er?" tanya Kakek Lu sambil melemparkan senyum senangnya bahwa Lily berhasil mengatasi kesakitan saat berendam di kolam air suci.


Dan dibalas anggukan dan senyuman oleh Lily.


"Woahh Lily, kau semakin cantik saja," kata Minghao dengan nada menggoda.


"Oh benarkah, tapi dari awalnya aku kan memang cantik," kata Lily menyombongkan diri.


"Ck, menyesal aku memujimu," kata Minghao kesal karena godaannya gagal.


Lily hanya terkekeh


"Sudah...Lily sekarang giliran kakek untuk menyalurkan kekuatan kakek. Apakah kau memiliki dasar ilmu beladiri," ucap dan tanya Kakek Lu.


"Ada Kek, saat aku tiba di sini aku sudah mengasah kemampuanku," kata Lily.


*


*


*


*


*


*


*


Jangan lupa beri saran, like, comments and vote yang banyak ya.


Agar author lebih semangat


Happy Reading

__ADS_1


Next....


__ADS_2