Berpindah Dimensi

Berpindah Dimensi
Chapter 53


__ADS_3

"Kak aku boleh pergi ke kerajaan langit," kata Lily dengan memelas.


"Untuk apa kau kesana?" tanya Yen Mo.


"Yahhh, mau lihat-lihat aja, sekaian nyari hadiah buat kakak dan aku akan ajak Yue, Lin Sing dan Kak Jung juga," kata Lily.


"Boleh, tapi di tambah beberapa pengawal," kata Yen Mo.


"Uhhh, tidak perlu tambahan pengawal lagi, kak Jung juga udah cukup," rengek Lily.


"Huhh, baiklah, tapi hati-hati, jangan membuat kerusuhan di kerajaan orang, nanti kakak akan mengirim pesan kepada Putra Mahkota Meng dan Pangeran Zhe untuk menjaga kalian," kata Yen Mo.


"Jangan beritahu mereka, aku akan memberi kejutan untuk mereka," kata Lily.


"Baiklah," pasrah Yen Mo.


"Makasih, kakak yang terbaik," kata Lily seraya memeluk Yen Mo dan dibalas elusan dipucuk kepala Lily.


...2 hari sebelum pemilihan Panglima Perang kerajaan Langit..


2 sosok gadis cantik sudah siap dengan pakaian hitam ala lelakinya. Mereka sudah siap menaiki kuda masing-masing, dan di samping mereka juga ada pria tampan yang sudah siap juga. Mereka adalah Lily, Lin Sing dan Min Jung yang sudah siap untuk pergi ke kerajaan Langit.


"Jung jaga mereka dengan baik," pinta Yen Mo.


"Baik Jenderal, saya akan menjaga mereka dengan nyawa hamba," kata Min Jung tegas.


"Baiklah, hati-hati di jalan, kalian memerlukan 5 jam berkuda baru sampai ke kerajaan langit jika tidak beristirahat," jelas Yen Mo.


"Baik, kami akan hati-hati dan kami akan istirahat juga. Dadah 'lambaian tangan Lily' kami akan menjemput kakak ipar dulu," kata Lily yang kudanya sudah mulai berjalan dengan pelan.


"Baik, hati-hatilah," kata Yen Mo seraya membalas lambaian tangan Lily.


Mereka sudah berada di pintu gerbang kediaman Perdana Menteri.


"Hay Lily, apakah sudah lama menungguku?" tanya Yue yang berlari kecil menuju kudanya.


"Tidak kok, kami juga baru sampai," jawab Lily.


"Mari kita berangkat," kata Yue dan di angguki mereka bertiga.


Mereka berkuda membelah jalanan yang tidak terlalu banyak orang. 4 jam sudah mereka berkuda sekarang mereka sedang melewati hutan dan di depan ada sebuah desa. Merasa sudah lelah dan hari juga beranjak malam mereka memiliha mencari penginapan untuk beristirahat. Mereka sengaja berangkat sorean agar bisa istirahat dan paginya sampai di kerajaan Langit.


Sekarang mereka sudah berada di depan sebuah penginapan sederhana dan kuda mereka di titipkan kepada penjaga penginapan.


"Permisi, apakah ada 4 kamar kosong," tanya Lily.


"Kebetulan ada, mari saya antar," kata pelayan penginapan tersenyum ramah sambil mengarahkan.


"Oh ya kita makan dibawah ya nanti setelah membersihkan badan dan siapa yang duluan kebawah cari meja untuk kita" ajak Lily.


"Baik," kata mereka bertiga serempak.


Sekarang mereka sudah berada dikamar masing-masing dan mandi. Lily memilih masuk ke dimensi miliknya untuk berendam di danau di dalam dimensinya, air itu bisa menghilangkan letihnya dan menghaluskan kulit.


"Lily sudah sangat lama kau tidak berkunjung kemari, apakah kau tak merindukan kami?" kata Bird cemberut sambil bergelayut di tangan Lily.

__ADS_1


"Iya, sudah lama kau tak main kemari, coba lihat Minghao sudah semakin tampan dan kuat," kata White Dragon.


"Kau bisa saja Dragon," kata Minghao.


"Ahhh maafkan aku, aku banyak yang di urus jadi tak sempat kemari, jika kalian bosan di dalam sini kalian bisa keluar dan ikut dengan ku menonton pertandingan pemilihan Panglima di kerajaan langit 2 hari lagi," ajak Lily.


"Bolehkah?" tanya mereka serempak.


"Boleh dong," jawab Lily dengan senyuman. "Aku ingin mandi, kalian pergilah dulu, nanti setelah aku selsai mandi akan ku buatkan makanan untuk kalian, tunggulah aku di taman," kata Lily.


"Yeay, baiklah kami akan menunggu di taman," kata Birds senang seraya pergi dan diikuti Dragin dan Minghao.


30 menit Lily berendam selesailah dia.


"Segarnya, wah kulitku juga semakin mulus dan putih, aku harus sering-sering berendam disini. Air suci di dimensi kakek juga sangat Bagus dan berkhasiat bahkah lebih banyak khasiatnya, tapi lebih baik punya sendirikan," gumam Lily.


Sekarang Lily berada di dapur istananya. Ada beberapa pelayan membantu Lily memasak.


2 jam Lily memasak dan selesailah dengan makanan ayam geprek dan lemon tea dan tak lupa nasinya.


"Selesai.... bantu aku membawa makanan ini ke taman, dan sisanya untuk kalian," kata Lily berbicara pada para pelayan.


"Terimakasih nona," ucap para pelayan dan dibalas anggukan Lily.


...


"Nah makanan sudah siap, kalian makanlah," kata Lily.


"Makanan untuk mu mana?" tanya Minghao.


"Yahhh...tidak makan bersam," kata Bird cemberut.


"Maaf, nanti kapan-kapan kita makan bersama," kata Lily.


"Baiklah," kata Bird.


"Kalau begitu aku keluar dulu," kata Lily.


"Ya," jawab mereka serempak.


Lilypun keluar dari dimensinya dan menunu kebawah. Sepertinya Lily turun kebawah terlebih dahulu dan dia yang mencari meja untuk mereka makan.


"Kak Jung disini," teriak Lily memanggil Min Jung yang sedang celingukan mencari meja atau kalau ada yang turun duluan.


"Duduk sini," kata Lily sambil menepuk kurai disebelahnya.


"Baik, yang lain belum turun," kata Min Jung.


"Ya... Ah itu mereka, hay ke sini," panggil Lily kepada Yue dan Lin Sing.


"Sudah lama ya?" tanya Yue.


"Tidak kok, baru juga," jawab Lily.


Obrolan mereka terhenti dikala pelayan datang.

__ADS_1


"Permisi, apa yang nona dan tuan ingin pesan," kata pelayan dengan senyum ramahnya.


"Aku ayam panggang, nasi dan teh se poci," kata Lily.


"Aku samakan saja, kalian," kata Yue.


"Kami samakan saja," kata Min Jung dan Lin Sing.


"Baiklah kalau begitu tunggu sebentar," kata pelayan seraya pergi.


Di tempat lain yaitu di istana kekaisaran Qin yang lebih tepatnya di kediaman Mawar dimana tempat tinggal Putri Qin Mei Zhu. Dari dalam kamar terdengar barang-barang pecah akibat lemparan seseorang.


"Putri tenanglah, masih satu minggu lagi acara pernikahan Jenderal Mo dan Putri Perdana Menteri akan berlangsung, anda masih memiliki kesempatan untuk menggagalkannya," kata Pelayan pribadi Putri Mei Zhu.


"Kau benar masih satu minggu lagi, aku kan membunuh siapa saja yang menghalangi jalanku untuk memiliki Jenderal Mo," kata Putri Mei Zhu marah.


Tap tap tap. " Lapor Putri, saya dengar nona Mu Yue sedang bepergian ke kerajaan langit bersama dengan adik angkat Jenderal Mo," lapor pengawal bayangan Putri Mei Zhu.


"Bagus...kau boleh pergi. Dan Caryong kau pergilah ke tempat para pembunuh paling sadis, sewa mereka untuk melenyapkan mereka berdua," kata Putri Mei Zhu melempar kantong berisi koin emas sambil tertawa seperti orang gila.


"Baik putri, kalau begitu hamba undur diri," kata Caryong seraya pergi.


...


Kembali ke rumah makan tempat penginapan Lily dan kawan-kawannya.


"Ahhh, aku kenyang," kata Lily mengelus perutnya yang kekenyangan.


"Setelah ini rencana kalian mau apa? Apakah langsung istirahat atau mau jalan-jalan dulu," kata Lily lagi.


"Kita jalan-jalan aja yuk," ajak Mu Yue.


"Ok," kata Lily seraya berdiri dan memanggil pelayan.


"Ini bayarannya dan sisanya untuk mu," kata Lily menyerahkan 3 keping emas.


"Terimakasih nona dan tuan," kata pelayan yang melayani mereka sedari awal.


"Yuk kita pergi," kta Yue.


*


*


*


*


*


Jangan lupa like, comments and vote ya.


Happy Reading.


Next...

__ADS_1


__ADS_2